Dini Hari, Jago Merah Lalap Sebuah Rumah di Jalan Pendidikan Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Jago Merah lalap sebuah rumah
di Jalan Pendidikan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, sekitar pukul 02:00 dini hari (02/02/2020).


Saat peristiwa itu terjadi, Toto selaku Subid keanggotaan melalui seorang anggotannya Jumaan menyebutkan, Damkar telah kerahkan 17 personil untuk memadamkan api.


“Kami telah menurunkan sekitar 17 personil  pada malam ini dengan 3 mobil pemadam kebakaran,”katanya.







Dalam proses pemadaman, Jumaan mengaku tidak menemukan kendala. Karena sumber air yang dekat dan kondisi sangat memungkinkan untuk memadamkan api.


“Kami tidak mendapat kendala apa pun untuk memadamkan api, karna kejadian ini terjadi subuh jadi masyarakat yang menonton hanya sedikit” jelasnya.


Untuk sementara, penyebab kebakaran salah satu rumah tersebut belum di ketahui pasti, karna salah seorang warga yang melapor api sudah terlihat menyala di tempat kejadian tersebut.


“Api sudah berhasil di jinakkan sekitar pukul 15:00 wib. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut,” imbuhnya.


Hingga berita ini diterbutkan, belum ada keterangan resmi dari Kepolisian terkait penyebab, dan berapa kerugian akibat kebakaran itu.  ( NP/Saf)


Editor Arb




Jasad Seto Ditemukan Tinggal Tulang Setelah 5 Hari Menghilang, Diduga Dimakan Biawak

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Jasad Setat alias Seto (77 tahun) ditemukan hanya tinggal tulang belulang  setelah 5 (lima) hari tidak muncul.


Lansia tersebut ditemukan di kebun miliknya Parit Gantung, Dusun Maju Jaya, Desa Concong Tengah, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat pagi (31/1/2020).


Jasad Setat diduga dimakan biawak sehingga hanya menyisakan Tulang belulang. Pasalnya diduga sudah lima hari Setat meninggal dunia.


Menurut Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan melalui Kapolsek Concong, Iptu Heriman Putra, ditemukannya tulang belulang diduga Setat, berawal dari kedatangan Supriyadi (52) saat mengunjungi kediaman Setat.







“Sekira pukul 09.00 WIB, Supriyadi mendatangi kebun milik korban. karena korban sudah lebih 5 hari tidak nampak keluar dari kebunnya,” kata Heriman.


Lebih lanjut Heriman menjelaskan, Supriyadi kemudian mendatangi rumah korban yang tinggal seorang diri di gubuk di tengah kebun milik korban. Di gubuk milik korban, Supriyadi tidak melihat korban, Setat.


“Ketika melihat ke dalam gubuk korban, terlihat berantakan dan berbau anyir. Supriyadi kemudian kembali keluar dan mengajak masyarakat lainnya untuk mencari keberadaan korban,” paparnya.


Setelah dilakukan pencarian, dalam radius 50 meter dari rumah korban, ditemukan adanya tulang belulang yang diduga adalah kerangka manusia dalam kondisi tidak utuh.


“Diduga tulang-tulang tersebut berserakan karena setelah meninggal, tubuh korban dimakan oleh binatang buas atau biawak, karena ditemukan bekas – bekas cakar biawak di bawah rumah korban,” tuturnya.







Penemuan tulang belulang tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Polsek setempat. Kapolsek Concong Iptu Heriman Putra, bersama personel Polsek Concong kemudian mendatangi TKP dan melakukan pengamanan dan pemeriksaan di TKP.


“Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Kepala Pustu Desa Concong Tengah, diperkirakan korban sudah meninggal lebih kurang 5 hari,” jelasnya.


Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui pernah menderita sakit batuk darah dan sudah sekitar 10 tahun tinggal seorang diri di dalam kebun milik korban yang berjarak sekitar 3 km dari pasar Air Bagi Desa Concong Tengah Kecamatan Concong.







Selain itu, Korban pernah mengaku berasal dari Desa Gebang Anom Wetan Kecamatan Kangkung Kabuapaten Kendal Provinsi Jawa Tengah.


Tulang belulang korban, selanjutnya dikumpulkan dan diserahkan kepada Kepala Desa Concong Tengah, Musmuliadi, untuk dimakamkan secara Islam, karena korban tidak punya keluarga di Desa Concong Tengah.


“Korban dikebumikan sekira pukul 17.00 WIB di TPU Air Bagi Desa Concong Tengah,” tutupnya. (rls)


Editor Arb




Saat Mencari Kayu, Seorang Warga di Inhil Tewas Diterkam Harimau

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang warga  Desa Pasir Mas Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tewas diterkam  Harimau Sumatera saat mencari kayu di lahan Eks Bhara Induk, Kamis (30/1/2020).


Dari keterangan resmi Polres Inhil, peristiwa itu terjadi berawal saat korban Darmawan (42th) tengah mencari kayu bersama rekannya Sujati (54th) dan Sudirman (22th). Saat mencari kayu, antara korban dan rekannya  berjarak kurang lebih 50 M.


Sekira pukul 09.00 Wib, Sajuti berjalan mendekati korban untuk meminjam obeng. Sekitar 30 M jarak antara mereka bedua, Sajuti  melihat seekor Harimau Sumatera sudah berada dibelakang korban, dengan posisi bersiap untuk menerkam korban.







Melihat hal itu, lantas Sajuti berteriak ” Dar Tengok Belakang Dar”. Seketika korban menoleh kebelakang langsung diterkam oleh harimau tersebut.


Kemudian Sajuti dan Sudirman langsung berlari kearah pondok untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga kampung Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.


Selanjutnya sekitar pukul 13.00 Wib, korban berhasil dievakuasi oleh puluhan masyarakat kampung Danau. Korban ditemukan berjarak sekitar 50 M dari Tempat Kejadian korban diterkam oleh harimau.







Kemudian jenazah korban dibawa ke Klinik KPP Pulai PT. THIP untuk dilakukan Visum.


Dari hasil visum, korban mengalami Luka gigitan pada bagian tengkuk, Tengkuk leher korban mengalami patah tulang, Tangan kanan korban putus, dan sebagian lengan Kanan korban telah dimakan oleh harimau serta Luka bekas gigitan pada bagian kaki kanan korban.


“Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Desa Pasir Mas, Kecamatan Batang Tuaka untuk dimakamkan, jelas Kapolres Inhil, AKBP Indra Dhuaman melalui Kasubag Humas Polres Inhil”, AKP Warno.


Editor Arb




Pos Penjaga Kantor Satpol PP Riau di Lempar Bom Molotov

Foto : lokasi pelemparan bom molotov di kantor Satpol PP Provinsi Riau







ARB INdonesia, PEKANBARU – Kantor Satpol PP Provinsi Riau yang berada di jalan jalan Letkol Hasan Basri, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru hangus akibat dilempari Bom Molotov oleh 4 Orang Tak di Kenal (OTK).


Usai menjalankan aksinya, pelaku yang menggunakan dua buah sepeda motor tersebht langsung melarikan diri.


Hal itu disampaikan langsung Kepala Satpol PP Provinsi Riau, Zainal Z kepada media, Rabu (29/1/2020) malam, dikutip dari cakaplah.com .


“Iya tadi sekitar jam 20.10 Wib, Pos jaga Kantor Satpol PP dibom molotov oleh empat orang tak dikenal. Pelaku menggunakan dua sepeda motor,” katanya.


Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya meninjau lokasi pelemparan bom molotov


Atas peristiwa tersebut, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya meninjau langsung lokasi pelemparan bom molotov di kantor Satpol PP Provinsi Riau,  Rabu (29/1/2020).


Usai peninjauan, Kapolresta menjelaskan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) petugas menemukan serpihan pecahan botol yang diduga berasal dari pecahan molotov yang dilemparkan pelaku.


“Pelaku masih dalam penyelidikan, diduga pelaku tersebut menggunakan sepeda motor,” cakapnya.







Nandang menuturkan, berdasarkan rekaman CCTV milik salah seorang warga, pelaku diduga berjumlah empat orang. Mereka menggunakan 2 unit sepeda motor.


“Yang melempar satu orang, yaitu yang dibonceng. Jadi ini masih kita dalami lebih lanjut dari CCTV,” jelasnya.


Ketika ditanya soal nomor polisi sepeda motor yang digunakan pelaku, Nandang menegaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki hasil rekaman tersebut.


Untuk diketahui, akibatnya lemparan Bom Molotov tersebut, tembok pos penjagaan Satpol PP Riau menjadi gosong, dan tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu.


Editor Arb





Hilang Tujuh Hari, Agus Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Ilustrasi foto Tribunnews.com







ARB INdonesia, GUNUNG KIDUL – Seorang warga Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Agus Juner (25) ditemukan tewas di dalam sumur yang berada tak jauh dari rumahnya. Sebelum tewas, Agus dilaporkan sempat hilang selama tujuh hari.


Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto menerangkan sebelum ditemukan tewas, Agus dilaporkan hilang sejak Rabu (22/1) yang lalu. Pipit menerangkan selama dilaporkan hilang, warga sempat melakukan pencarian terhadap korban.


Pipit menerangkan Agus pertama kali ditemukan tewas oleh seorang warga bernama Wiryorejo alias Sarno (77). Saat itu Sarno akan memberikan makan hewan ternaknya mencium bau tak sedap dari sekitar sumur. Sarno pun kemudian mencari asal bau tersebut.







“Sekitar pukul 16.00, saksi mencium bau tak sedap. Saat dicari ternyata berasal dari dalam sumur. Saksi saat itu mengira jika asal bau karena ada bangkai ayam. Saat dicek ternyata justru menemukan jasad korban,” ujar Pipit saat dihubungi, Selasa (28/1).



Pipit menerangkan jika dari pakaiannya, jasad dipastikan adalah sosok Agus yang telah hilang sejak tujuh hari yang lalu. Sarno pun kemudian menghubungi perangkat desa dan diteruskan ke, BPBD, Basarnas DIY pos Gunungkidul. Tim SAR gabungan pun kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah Agus yang berada di dalam sumur.


“Kami mendapatkan laporan kemudian langsung melakukan evakuasi dengan cara vertical rescue. Jenazah korban bisa kita evakuasi sekitar pukul 19.00 WIB. Setelahnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutur Pipit.  (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/hilang-tujuh-hari-agus-ditemukan-tewas-di-dalam-sumur.html




Polres Inhil Ungkap Penyebab Kecelakaan Siswa SMKN I Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil) mengungkap penyebab kecelakaan yang dialami Adrean Aprilian, siswa SMKN I Tembilahan. Menurut Sat Lantas Polres Inhil, kecelakaan tersebut diawali dengan sepeda motor yang dikendarai Adrean tergelincir dan hilang kendali.


Akibat dari kecelakaan tersebut, Adrean yang diketahui sebagai warga Kecamatan Tanah Merah itu meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan.







Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Rosna Meilani SIK, peristiwa kecelakaan tersebut berawal saat bergerak dari arah M Boya menuju Swarna Bumi. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara di Jalan KH Dewantara dalam kondisi yang sedang hujan, sepeda motor yang dikendarai Adrean tergelincir dan hilang kendali.


“Selanjutnya, sepeda motor yang sudah hilang kendali menabrak sepeda motor lainnya yang datang dari arah berlawanan,” jelas AKP Rosna seraya mengungkapkan peristiwa terjadi sekitar pukul 16.05 WIB.







Berdasarkan hasil analisis setelah dilakukannya olah TKP oleh pihak Sat Lantas Polres Inhil, tragedi yang telah menghilangkan nyawa seseorang ini diduga terjadi akibat adanya human error dan tidak adanya kondisi jalan yang sedang basah karena hujan.


Sementara, diketahui pula ban bagian depan sepeda motor matic yang dikendarai oleh Adrean dalam kondisi gundul dan rem belakang tidak cakram.  (rls)