Bengkel dan Satu Unit Sepeda Motor Terbakar Akibat Mancis yang Terjatuh

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Satu unit sepeda motor dan sebuah bengkel motor milik Nasrullah (41) warga Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) habis terbakar, Jumat (07/02/2020).


Dikatakan Kapten Arh Sugiyono, Kejadian tersebut bermula ketika Ari Gunawan yang merupakan mekanik dibengkel sepeda motor tersebut ingin menghidupkan rokok tiba-tiba korek Api dari kantong bajunya jatuh kelantai bengkel dan pecah.



“Sehingga menyambar minyak bensin yang sudah selesai diisi ke botol dan menimbulkan api, hingga menyebabkan terjadinya kebakaran yang menghanguskan satu unit sepeda motor dan sebuah bengkel motor,” tuturnya.


Selain satu unit sepeda motor merk Kanzen tersebut yang terbakar, kios beserta peralatan bengkel lainnya juga habis dilahap sijago merah tersebut.


“Kerugian yang dialami akibat dari peristiwa itu ditaksir lebih kurang Rp. 20.000.000,-” jelas Kapten Arh Sugiyono. (msg)


Editor Arb




Terduga Teroris di Pelalawan Tewas Uasai Baku Tembak dengan Densus 88

ARB INdonesia, PELALAWAN – Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri diback up Polda Riau dan Polres Pelalawan terlibat baku tembak dengan terduga teroris di atas kapal tug boat Sungai Kampar Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan – Riau, Kamis (6/2/2020) sore.

Baku tembak tersebut terjadi saat terduga teroris  (WF) berusaha kabur dari kejaran polisi dan malah menyerang petugas dengan menggunakan bom pipa.

Atas hal tersebut, WF terpaksa dilumpukan dengan timah panas sehingga membuat terduga teroris tersebut tewas di tempat.







Dikutip dari katakabar.com, Kapolres Pelalawan, AKBP M Hasyim Risahondu SIK, membenarkan atas peristiwa tersebut. Pelaku (WF) terduga teroris asal Jambi yangvmerupakan jaringan Jama’ah Ansharut Daulah Jambi.

“Saat ini masih dilakukan proses pengembangan dan penyelidikan apakah ada pelaku terduga lainnya. WF  tewas ditempat, saat ini mayatnya sudah dibawa Ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru,” tandasnya.

Editor Arb




Kisruh Penyerobotan Lahan di Pelalawan, Wartawan MNC Media Dianiaya saat Meliput

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kericuhan kembali terjadi di lokasi penyerobotan lahan plasma warga di Desa Gondai, Kecamayan Langgam, Pelalawan, Riau, menyebabkan sejumlah warga terluka dan seorang wartawan MNC Media Indra Yoserizal disekap pihak security PT Nusa Wana Raya (NWR).


“Saya ditendang, dipukul hingga diseret layaknya binatang,” kata Indra Yoserizal, reporter MNC Media kepada pers di lokasi kejadian, Rabu siang (5/2/2020).


Selain dianiaya keji, perangkat kerja berupa kamera milik Indra juga dirampas dan sampai sekarang belum dikembalikan oleh security NWR.


“Tidak ada komando jelas dalam gerakan yang dilakukan oleh security NWR, saya dianiaya seperti binatang,” kata Indra.







Indra berniat melaporkan insiden itu ke kepolisian dan meminta perlindungan ke Dewan Pers.


“Saya berniat melaporkan kejadian ini ke Polres Pelalawan atau Polda,” katanya.


Pantauan di lokasi kejadian, Indra datang bersama rekan media lainnya pada pukul 10.00 WIB.


Ketika itu situasi sedang memanas, antara warga dengan security perusahaan NWR saling lempar batu hingga kemudian terjadi pengejaran oleh ratusan security NWR terhadap warga.


“Ketika itu saya sedang mendokumentasikan peristiwa, berlindung di areal perkebunan. Sudah saya jelaskan saya wartawan, tapi tetap dipukul dan kamera dirampas, dirusak juga,” kata Indra.


Indra menjelaskan, saat itu dia sedang merekam aksi pemukulan oleh security NWR terhadap sejumlah warga yang berlarian.


“Saya merekam insiden penganiayaan oleh security NWR menggunakan tongkat kayu, dan juga melempari batu ke arah warga,” kata Indra.







Indra menjelaskan, setelah sempat dianiaya, pihaknya juga sempat disekap oleh segerombolan security hingga diintervensi.


“Sampai sekarang kamera saya belum dikembalikan, padahal di sana tersimpan bukti rekaman penganiayaan security terhadap warga,” kata Indra.


Humas Polres Pelalawan Iptu Edy yang ditemui di lokasi kejadian mengakui prihatin atas insiden yang menyebabkan luka jurnalis MNC Media.


“Kami sangat menyayangkan kejadian inj, dan saya berharap teman-teman pers lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya,” kata dia.


Ketika peristiwa bentrok berlangsung, aparat kepolisian belum berada di lokasi kejadian.


Ratusan personel polisi baru tiba di lokasi setelah insiden bentrok mereda, namun hingga siang ini pukul 11.45 WIB situasi di Gondai masih mencekam.


Ratusan masyarakat terus berdatangan dengan membawa benda tumpul dan benda tajam.


“Kami tidak takut mati untuk mempertahankan kebun yang menjadi matapencaharian kami,” kata Siti, seorang ibu pemilik kebun plasma di Desa Gondai.







Warga Kritis


Dilaporkan dalam peristiwa bentrok lanjutan pada Rabu (5/2/2020) di Desa Gondai, Pelalawan, selain wartawan juga ada sebanyak 5 orang warga yang mengalami luka akibat dianiaya, satu di antaranya kritis akibat luka robek di bagian kepala.


“Warga yang terluka parah ada satu, kepalanya robek dan kondisinya kritis,” kata Ariya, saksi mata.


Security NWR juga melakukan pengrusakan terhadap fasilitas milik warga, sebanyak lima unit kendaraan warga juga dirusak.


Sementara sebelumnya masyarakat juga membakar tiga unit alat berat yang di datangkan NWR untuk mengeksekusi lahan plasma yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Gondai.


“Pak Jokowi, tolong kami sebelum kami mati,” kata warga. (Rls)



Editor Arb




Diduga Putus Cinta, Pria ini Ingin Lompat dari Gedung

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Warga di seputaran Jalan Swarna Bumi Tembilahan, Rabu (5/2/2020) digegerkan dengan penampakan sosok berbaju putih yang berada di puncak gedung tertinggi yang ada di Tembilahan.


Terlihat seperti ingin melompat dari gedung enam lantai tersebut, warga pun langsung melaporkan hal itu kepada pihak berwajib. Tak lama anggota kepolisian pun sampai di lokasi.


Dengan berlari, anggota kepolisian langsung menaiki tangga menuju puncak gedung untuk mencegah pria yang diketahui berusia 22 tahun itu agar tidak meloncat ke bawah.







Setelah beberapa saat, sang pria yang diketahui warga Jalan Kembang Tembilahan itu pun berhasil dibujuk dan dibawa turun ke bawah gedung.


Kepada pihak kepolisian, sang pria mengaku nekad ingin melompat dari gedung yang akan difungsikan untuk perpustakaan itu dikarenakan putus cinta.


“Mau cari jalan keluar yang baik, setress karena diputuskan pacar,” ujar pria yang berinisial R itu.


Saat ini, R sudah dibawa pihak kepolisian ke Mapolres Inhil untuk menenangkan diri. (IT/Msg)






Tim SAR Berhasil Temukan Korban Pompong Tenggelam di Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Setelah melakukan pencarian selama dua hari akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban Pompong tenggelam di Sungai Indragiri KecamatanTembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, Senin, (3/2 2020).


Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Pos SAR Tembilahan, BPBD Tembilahan, KPLP, Kodim, Polres Inhil, Polair Inhil, Keluarga serta Masyarakat setempat, melakukan pencarian dari Pukul 06.00 WIB, dengan rencana Operasi SAR Radius 5 Km kearah hulu dan hilir, Tim melakukan Penyisiran di sepanjang alur sungai, hingga pukul 06.45 WIB Tim SAR Gabungan menemukan Korban sejauh 4 km, korban di evakuasi dan di bawa ke Rumah sakit Tembilahan, terang Kepala Basarnas Pekanbaru Ishak.


Berita sebelumnya Korban Pompong terbalik kembali terjadi, kali ini korban berjumlah tiga orang, dua orang dinyatakan selamat dan satu dinyatakan hilang, kejadian ini terjadi di kota Tembilan, tepatnya di sungai indragiri hilir parit sebelas jalan Hasan, Minggu 2 februari 2020.







Menurut informasi korban berangkat dari desa Kempas tujuan ke Guntung. Berhubung mereka sudah lelah mereka istirahat di Tembilahan tepatnya di Parit Sebelas Jalan Hasan pada pukul 01.15 WIB, ketika perahu sedang ditambat tiba-tiba pompong yg digunakan korban karam, menurut keterangan pompong yang di gunakan mengalami kebocoran, satu keluarga bapak dan ibu korban selamat dan anaknya yang berusia 6 thn tidak dapat diselamatkan, terang juki salah satu anggota BPBD Tembilahan.


Adapun data ketiga korban Pompong karam sebagai berikut.


Askil Laki laki usia (48) Ayah korban ( selamat ), Maulidah Perempuan Usia (38) ibu korban ( selamat ), Faza Asanul Fikri laki laki usia ( 6) ( hilang )


Baca Juga : Pompong Bermuatan Pasir Karam, Anak Usia 6 Tahun Ikut Tenggelam







Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas ) Pekanbaru Ishak melalui Kasi Ops dan Kesiapsiagaan Jacky Chen melakukan Briefing via telpon dengan Anggota Pos SAR Tembilahan untuk melakukan Pencarian, tempat kejadian tidak jauh dari Pos SAR Tembilahan kurang lebih jarak 1 km, terang Jacky.


Berdasarkan laporan, anggota langsung bergerak kelokasi dengan membawa peralatan lengkap seperti RIB, peralatan Navigasi, medis dan dokumentasi pagi ini juga pukul 02.02 WIB tim bergerak menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan aparat setempat.


Adapun Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian diantaranya dari Basarnas Pos SAR Tembilahan, BPBD Tembilahan, Polres Inhil, Polair Inhil, Keluarga serta Masyarakat setempat, hingga pagi ini Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di area dimana korban tenggelam, dan hari ini juga akan di lakukan Penyelaman dimana posisi Kapal tenggelam. (rls)


Editor Arb




Pompong Bermuatan Pasir Karam, Anak Usia 6 Tahun Ikut Tenggelam

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sebuah kapal pompong yang bermuatan pasir tenggelam di Pelabuhan Parit 11 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)-Riau.


Tenggelamnya pompong tersebut mengakibatkan seorang anak bernama Faza (6) ikut tenggelam, Minggu (2/2/20).


Seperti yang dituturkan oleh Kepala BPBD Inhil, Yuspik ada satu keluarga yang berada di pompong yang bersandar saat tenggelam.


“Pada saat tenggelamnya pompong tersebut, suami (Askil, 48 tahun) dan istri (Hj Mulidah, 38 tahun) dapat selamat namun naasnya anak mereka (Faza) yang berumur 6 tahun tidak dapat terselamatkan,” ujar Yuspik.







Kepala BASARNAS Inhil, Rio menjelaskan bahwa kronologis kejadian diperkirakan pada pukul 01:30 dini hari.


“Sebenarnya pompong bermuatan pasir tersebut hendak menuju Guntung, lalu singgah ke dermaga tersebut untuk istirahat, karena hari sudah malam, mungkin karena ada kebocoran atau muatan pasir penuh, pompong tersebut tenggelam,” jelas Rio.


Hingga saat berita ini terbit, korban belum ditemukan, dan BPBD serta BASARNAS terus melakukan pencarian. 


Sedangkan Keluarga korban berharap dan berdo’a agar korban sesegera mungkin dapat ditemukan.


Editor Arb