Rumah Terbakar, Satu Orang Tewas karna Terpasung

ARB INdonesia, KAMPAR –  Jago merah melahap sebuah rumah yang mengakibatkan seorang  pria  bernama Jamalidin (34 th) yang diduga mengalami Gangguan Jiwa tewas terbakar pada peristiwa yang terjadi di Desa Pulau Rumbai, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar – Riau, Rabu (12/2/2020).


Sebelum perstiwa itu terjadi, Kapolsek Tambang IPTU JURFREDI mengakatakan bahwa Tiopa (68 th) yang merupakan ibu kandung korban saat itu pergi ke kebun untuk ‘Menderes’ atau motong karet, sementara kaka kandung korban Siti Jamilah (35 th) yang berprofesi sebagi Guru sedang mengajar di Pesantren Islamic Center.


“Kemudian sekitar pukul 09.00 wib, Zainal (55 th) yang merupakan tetangga korban melihat rumah korban sudah terbakar dengan api yang telah membesar,” tutur Kapolsek.


Mengetahui hal itu, lantas saksi melaporkan peristiwa itu pada ketua RT dan warga setempat. Bersama masyarakat mereka berusaha memadamkan api namun api semakin membesar sehingga warga  menelpon Damkar Kampar dan memberitahukan kepada pihak kepolisian, Bhabinkamtibmas dan Kapolsek Tambang melalui via telpon.


“Sekira pukul 10.00 Wib datang 2 unit Damkar Kampar dan api dapat dipadamkan sekira pukul 11.00 Wib, dan korban yang meninggal dunia di bawa ke Rumah sakit umum Bangkinang untuk dilakukan pemeriksaan serta dimandikan,” jelas IPTU JURFREDI.


Lanjutnya, terhadap korban yang meninggal akibat terbakar, menurut keterangan masyrakat dan pihak keluarga bahwa korban sudah lama mengidap penyakit gangguan jiwa selama 10 tahun dan sudah rutin berobat ke rumah sakit jiwa.


” Pada hari Minggu (9/2/2020), korban mengamuk dan memukuli saudara kandungnya dengan kayu. Sehingga saudaranya kandungnya  mengalami luka memar di wajah dan bibir pecah, kisah Kapolsek.


Atas perilaku korban yang sering mengamuk, membuat keluarga korban lainnya sepakat untuk memasung korban, dikarenakan korban ingin membunuh kakak dan ibunya.


Terakhir Kapolsek Tambang mengatakan bahwa pihak keluarga menolak dilakukan visum terhadap korban serta menolak untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut dan tidak akan membuat laporan ke kantor polisi.


“Kerugian atas kebakaran tersebut ditaksir sebesar Rp. 200.000.000,” tutup IPTU JURFREDI. (Eky/Jon)


Editor Arb




Razia Pekat Satpol PP Rohul Nyaris Ricuh, Mobil Petugas Dihadang Pemilik Warung Remang-Remang

ARB INdonesia, ROHUL – Razia Penyakit Masyarakat (Pekat) Satpol PP Rohul, di Jalan Lingkar, Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (11/2/2020), mendapat hadangan dari seseorang yang diduga sebagai pemilik warung remang-remang.



Penghadangan tersebut terjadi saat petugas Satpol PP hendak masuk dan keluar lokasi, yang diduga sebagai Lokasi Warung Remang-Remang

“Jalan ini jalan pribadi saya pak,” cakap pria yang disebut Satpol PP Rohul sebagai Bakri itu.



Mobil berjenis Nisan Livina BM 1692 NP Tersebut, bersikukuh tak mau memberikan akses masuk bagi rombongan mobil petugas Satpol PP Rohul, dengan alasan jalan tersebut merupakan lahan pribadi miliknya.



Petugas Satpol PP yang dibekali surat tugas tak bergeming dengan hadangan tersebut dan tetap turun berjalan kaki menuju tempat yang diduga sebagai lokasi yang mereka curigai sebagai warung remang-remang.



Setelah berdiskusi, mobil petugas Satpol PP Rohul akhirnya berhasil masuk ke lokasi yang diduga sebagai warung remang-remang. Namun sayangnya, di lokasi, petugas mendapati Warung remang-remang tersebut sudah tutup.



Setelah menyisir lokasi, petugas Satpol PP Rohul kemudian memutuskan melanjutkan razia ke lokasi lain. Namun, saat keluar dari lokasi, 3 unit Mobil Satpol PP Rohul kembali terhadang mobil yang sama, yang terparkir dalam kondisi mesin mati di tengah jalan.



Petugas sempat tertahan di lokasi tersebut sekitar 15 menit, sebelum akhirnya, pria pemilik mobil datang, dengan raut wajah emosi dan nada tinggi. Tak hanya itu, pria itu juga mengucapkan kata-kata menohok dan bernada menantang kepada petugas.



“Ini tanah pribadi saya, jika saya mau palang memangnya kenapa?” tantang pria yang disebut Satpol PP bernama Bakri itu.



Sikap pria tersebut sempat menyulut emosi petugas Satpol PP Rohul, hingga nyaris berujung ricuh. Namun, Kabid OPS Eko karya Pramono berhasil menetralisir situasi setelah meyakinkan kepada pria tersebut bahwa Razia satpol PP Rohul ini adalah bagian Tugas Penegakan Peraturan Daerah (Perda).



“Kami ini sedang menjalankan tugas pak, kami punya surat tugas, jadi mohon kerjasamanya, jangan dihalang-halangi,” ucap Eko.


Setelah mendapat penjelasan, pria tersebut akhirnya bersedia menggeser mobilnya. Namun, karena insiden tersebut operasi Razia Pekat ini tidak membuahkan hasil, karena sebagian besar warung remang-remang mendadak ditutup pemiliknya. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/12/razia-pekat-satpol-pp-rohul-nyaris-ricuh-mobil-petugas-dihadang-pemilik-warung-remangremang/#sthash.gUQOSINo.dpbs




Dua Titik Hotspot Terditeksi di Inhil

Foto ilustrasi


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua titik panas (hotspot) terdeteksi di provinsi Riau, Rabu (12/2/2020).

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Ahmad Agus Widodo mengatakan, titik panas tersebar di kabupaten Siak dan Indragiri Hilir (Inhil).

“Dua titik panas yang berada pada level confidence lebih dari 50 persen ini merupakan hasil pantauan satelit Terra yang diupdate pada pukul 06.00 WIB pagi tadi,” ungkapnya.

Kata Ahmad, dua titik panas tersebut berada kecamatan Sungai Mandau Siak dan kecamatan Gaung Inhil.

“Satu titik panas di Sungai Mandau ini berada di level confidence 64 persen. Sedangkan, satu titik di Gaung berada di level confidence 59 persen. Sehingga, pagi ini tidak ada titik panas yang berada di level confidence di atas 70 persen,” tuturnya.

Kemudian lanjut Ahmad Agus, untuk prakiraan cuaca hari ini, masih ada potensi hujan pada siang hingga sore hari.

“Siang hingga sore harinya berpotensi hujan dengan Iintensitas ringan hingga sedang bersifat tidak merata terjadi di sebagian wilayah Inhu, Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil),” ungkapnya. (*)


loading…


ji

Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/12/dua-hotspot-terdeteksi-di-inhil/#sthash.Nh3jfnuB.dpbs




Dikira Minyak Lampu Ternyata Bensin, Akibatnya Rumah Hangus Dilahap Jago Merah

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – SebuahRumah seorang warga Parit Santosa Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ludes dilahap si jago merah.


Karmun yang merupakan pemilik rumah tak menyangka akan musibah yang terjadi pada Kamis (7/2/2020) lalu, menimpa dirinya.


Pasalnya, saat itu Karmun mengisi minyak lampu teplok/pelita yang menggunakan kaleng bekas untuk digunakan sebagai penerang, karena malam itu  korban tidak menghidupkan mesin Disel dan hanya memakai lampu Pelita.


Melihat lampu tersebut redup, karena dikira minyak lampu tersebut habis. Lantas Karmun mengisi minyak lampu tersebut.


Tanpa sadar, ternyata minyak didalam jerigen yang digunakan untuk mengisi lampu tersebut bukanlah minyak tanah, melainkan stok minyak Bensin yang digunakan untuk sepeda motor.


Hal itu lah yang membuat rumah Karmun ludes dilalap sojago merah.


Atas musibah itu, Karmun mengaku harta benda tidak ada yang bisa diselamatkan, seperti termasuklah duit, perhiasan, ijazah- ijazah,  surat-surat dan sertifikat tanah.

“Kerugian di perkirakan  kurang lebih 150 juta,” jelas karmun kepada media, Senin (10/2/2020).


Diketahui, Kepala Desa Simpang Gaung telah mendata warganya yang terkena musibah ini, guna untuk mendapatkan bantuan dari dinas/instansi terkait. (Ip/msg/in)


Editor Arb




RSUD PH Tembilahan Kebanjiran, Dirut Berharap Pembangunan Rumah Sakit Baru Cepat Selesai

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Banjir ketika air sungai pasang di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah sering terjadi setiap tahunnya.  Tidak hanya ruas jalan, namun juga berimbas hingga membuat beberapa ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, ikut terendam.


Seperti yang disampaikan dr. Saut Pakpahan selaku Dirut RSUD PH Tembilahan kepada wartawan mengatakan, hari ini hampir seluruh ruangan yang ada disana terendam akibat banjir.


“Hanya beberapa ruangan saja yang tidak, dan ini sering terjadi hampir setiap tahun ketika banjir. Mudahan-mudahan pembangunan rumah sakit baru cepat selesai. Karena tingginya sudah 1 Meter diatas jalan,” terang dr. Saut Pakpahan kepada wartawan ketika dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (11/2/2020).


Ketika air sudah mulai surut kata Dirut, pihak rumah sakit langsung akan membersihkan atau mensterilkan seluruh ruangan yang terendam.


Editor Arb




Kecelakaan di Jalan Subrantas, Satu Orang Dilarikan Ke RSUD Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Reza seorang siswa SMP N 1 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada (RSUD PS) akibat mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Soebrantas, Senin (10/2/2020) sore.


Atas peristiwa tersebut, Reza di ketahui mengalami luka di bagian pelipis dengan kondisi yang cukup parah, sehingga membuatnya tak sadarkan diri saat kejadian.

Sebelum kecelakaan terjadi, Fabio salah satu rekan Reza yang mengetahui kronologisnya mengatakan,  reza menggunakan sepeda motor supra menuju kearah lapaz.

“Tadi kami di belakang tertinggal jauh sama dia, tapi kami susul. Habis itu dia ngejar kami bawak motor kencang-kencang” sebut Fabio salah satu temannya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Nusaperdana, kecelakaan ini terjadi saat Reza ingin menyalip salah satu mobil. Ternyata di arah yang berlawanan ada seorang perempuan pengendara sepeda motor yang juga ingin melewati jalan yang sama, sehing tabrakanpun tidak bisa dielakkan.

Saat ini, Reza dalam kondisi tidak beberapa sadar di  RSUD Puri Husada Tembilahan. Puluhan teman sekelas korban saat ini tengah berada di depan IGD RSUD Puri Husada Tembilahan untuk menunggu kabar tentang korban yang dirawat.

“Orang tuanya sudah tahu, sudah dihubungi. Sekarang sedang diperjalanan menuju rumah sakit Tembilahan,” kata salah seorang temannya yang berboncengan dengan korban.


Editor Arb