RSUD PH Tembilahan Kebanjiran, Dirut Berharap Pembangunan Rumah Sakit Baru Cepat Selesai

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Banjir ketika air sungai pasang di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah sering terjadi setiap tahunnya.  Tidak hanya ruas jalan, namun juga berimbas hingga membuat beberapa ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, ikut terendam.


Seperti yang disampaikan dr. Saut Pakpahan selaku Dirut RSUD PH Tembilahan kepada wartawan mengatakan, hari ini hampir seluruh ruangan yang ada disana terendam akibat banjir.


“Hanya beberapa ruangan saja yang tidak, dan ini sering terjadi hampir setiap tahun ketika banjir. Mudahan-mudahan pembangunan rumah sakit baru cepat selesai. Karena tingginya sudah 1 Meter diatas jalan,” terang dr. Saut Pakpahan kepada wartawan ketika dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (11/2/2020).


Ketika air sudah mulai surut kata Dirut, pihak rumah sakit langsung akan membersihkan atau mensterilkan seluruh ruangan yang terendam.


Editor Arb




Kecelakaan di Jalan Subrantas, Satu Orang Dilarikan Ke RSUD Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Reza seorang siswa SMP N 1 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada (RSUD PS) akibat mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Soebrantas, Senin (10/2/2020) sore.


Atas peristiwa tersebut, Reza di ketahui mengalami luka di bagian pelipis dengan kondisi yang cukup parah, sehingga membuatnya tak sadarkan diri saat kejadian.

Sebelum kecelakaan terjadi, Fabio salah satu rekan Reza yang mengetahui kronologisnya mengatakan,  reza menggunakan sepeda motor supra menuju kearah lapaz.

“Tadi kami di belakang tertinggal jauh sama dia, tapi kami susul. Habis itu dia ngejar kami bawak motor kencang-kencang” sebut Fabio salah satu temannya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Nusaperdana, kecelakaan ini terjadi saat Reza ingin menyalip salah satu mobil. Ternyata di arah yang berlawanan ada seorang perempuan pengendara sepeda motor yang juga ingin melewati jalan yang sama, sehing tabrakanpun tidak bisa dielakkan.

Saat ini, Reza dalam kondisi tidak beberapa sadar di  RSUD Puri Husada Tembilahan. Puluhan teman sekelas korban saat ini tengah berada di depan IGD RSUD Puri Husada Tembilahan untuk menunggu kabar tentang korban yang dirawat.

“Orang tuanya sudah tahu, sudah dihubungi. Sekarang sedang diperjalanan menuju rumah sakit Tembilahan,” kata salah seorang temannya yang berboncengan dengan korban.


Editor Arb




Dikira Gadis Ternyata Nenek, Tetap Digenjot karena Terlanjur Ngaceng

ARB Indonesia, LAMPUNG – Pemuda bernama Slamet Mahmiludin (26) tega memperkosa seorang nenek berinisial LB (51) di sawah.

Warga Desa Surabaya, Kecamatan Padangratu, Lampung Tengah itu akhirnya ditangkap ditangkap anggota Polsek Gadingrejo, Sabtu malam (8/2).

Kapolsek Gadingrejo AKP Anton Saputra mengatakan, peristiwa memalukan itu terjadi pada Sabtu sore (8/2) sekitar pukul 17.30 WIB.
Awalnya LB yang tinggal di Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu hendak pulang dari sawah.

Wanita separuh baya ini berjalan sendiri. Lantas Slamet datang dan membekapnya dari belakang. Pemuda itu tu juga mendorong korban hingga jatuh tengkurap.

“Korban sempat meminta tolong. Namun pelaku menutup mulut dan mata korban menggunakan kerudung. Lalu ia memerkosa korban,” kata Anton mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Minggu (9/2).


Setelah digenjot di sawah, LB berusaha mencari pertolongan. Ia kemudian bertemu seorang warga dan menceritakan peristiwa yang dialaminya. Kasus ini dilaporkan ke Polsek Gadingrejo.

Polisi bergerak. Dari hasil penyelidikan, diketahui ciri-ciri orang yang memerkosa LB. Di mana, Slamet sempat bertabrakan dengan seorang warga saat hendak kabur.

”Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di camp tempatnya bekerja di areal perkebunan, dekat komplek perkantoran Pemda Pesawaran, sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (8/2),” urainya.

Sementara Slamet mengaku, sebelum kejadian ia memancing di aliran areal persawahan Gadingrejo. Kemudian melihat korban yang sendirian di tempat sepi.

Dengan menggunakan penutup wajah, pelaku mendekati korban. Ia mengira korban adalah seorang gadis.

Pelaku kemudian membekap korban dan menjatuhkannya ke tanah. Saat itu, pelaku baru menyadari jika wanita yang hendak diperkosanya adalah seorang nenek.

Lantaran sudah terlanjur ngaceng dan tak kuat lagi menahan nafsu, pelaku tetap merudapaksa korban.

“Iya, saya sadar dia sudah tua. Tapi saya terlanjur kepingin,” akunya, seperti dilansir Radar Lampung.


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/02/10/dikira-gadis-ternyata-nenek-tetap-digenjot-karena-terlanjur-ngaceng/




Jago Merah Kembali Hanguskan Rumah Warga Malam ini di Teluk Jira

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pada hari yang sama musibah kebakaran terjadi bertubi- tubi di Kecamatan Tempuling, diketahui pada Minggu siang (9/2/2020) terjadi musibah kebakaran dengan menghanguskan satu unit rumah di Kelurahan Sungai Salak parit 1.

Tak berselang lama sekitar Pukul 20.00 Wib amukan jago merah kembali menghanguskan rumah warga yang berda di Desa Teluk Jira.

Rumah Bahrani (43) dilahap saat dia sedang menghadiri acara yasinan dirumah tetangga Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekira Pukul 20.00 Wib.

“Saat itu si Baharani sedang yasinan dan rumahnya sedang dalam kondisi kosong dan tiba-tiba warga melihat api di dalam rumah dan langsung teriak untuk memberi tau kepada warga disekitar untuk bersama-sama untuk memadamkan api,” ungkap Kapten Arh Sugiyono.







Dikatakannya lagi, tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut dan kasus kebakaran telah ditangani oleh Polsek Tempuling.

“Kalau untuk kerugian ya lebih kurang sekitar 75 jutaan lah,” timpalnya

Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh Babinsa Desa Teluk Jira ialah membantu menyelamatkan barang barang peralatan rumah dan memadamkan api bersama warga masyarakat serta berkoordinasi bersama babinkamtibmas untuk pengamanan dilokasi kebakaran. (Msg)


Editor Arb




Sebuah Rumah di Tempuling Dilahap Jago Merah Saat dalam Keadaan Kosong

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Ditengah terik panas matahari yang bergitu menyengat, tiba-tiba sebuah rumah warga di Kelurahan Tempuling Kecamatan Tempuling, Hj. Ida dilahap sijago merah, Minggu (9/2/2020).


Sewaktu kejadian, rumah yang berdiri tinggal di Parit 1 RT 22 tersebut dalam keadaan kosong. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Inhil, Dwi Budiyanto saat dikonfirmasi melalui selulernya menyebutkan kebakaran tersebut sudah padam.


Meski terhitung perjalanan lumayan jauh dari kota, namun petugas sempat melakukan penyiraman sehingga memastikan api sudah tidak berkobar lagi. “Sudah dilakukan pendinginan. Satu unit rumah di RT 22 kelurahan Tempuling kecamatan Tempuling,” jelasnya kepada media.







Mantan Camat Kemuning ini mengatakan belum mengetahui pasti penyebab kebakaran, namun dari informasi yang didapatkan dari warga, api yang menghanguskan rumah tersebut tiba-tiba saja menyala besar dan sempat membuat panik warga setempat.


Sementara itu, untuk kerugian materi, Budi katakan belum bisa ditaksir karena belum mengetahui isi di dalam rumah yang ikut terbakar.


“Kita belum tau pasti apa penyebabnya, karena saat tau informasi tepat pada pukul 10.00 wib petugas langsung ke lokasi sebanyak 2 regu dengan 2 truk pemadam. Untuk taksiran kerugian juga belum bisa dipastikan karena barang yang ikut terbakar belum diketahui secara rinci,” pungkasnya. (Siberone)


Editor Arb




Ketua Ormas ini Pukul Karyawan Hotel di Makassar

ARB INdonesia, MAKASSAR – Tindakan yang tak pantas dilakukan oleh Ketua Ormas di Makassar inisial EN, diduga melakukan pemukulan terhadap karyawan Hotel The Rinra.


Tindakan premanisme tersebut terekam Closed Circuit Television (CCTV) hotel, Senin (3/2/2020), sekira pukul 07.00 WIB, di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


Atas tindakan arogan EN, korban Stepanus Sipulung (24) dan Keluarga melaporkan EN ke Mapolrestabes Makassar, dengan nomor register : STBL/65/K/II/2020/Polda Sulsel/Restabes Makassar.


Korban, Stepanus mengungkapkan, kejadian tersebut berawal saat sarapan pagi di restoran Hotel The Rindra. EN saat itu datang bersama dengan anak dan istrinya untuk sarapan pagi.







Usai sarapan pagi dan check-out dari hotel. Karyawan Hotel tersebut membawakan bill tagihan dan diterima oleh istri EN


Saat bill tagihan tersebut diterima oleh istri EN, sang istri menelpon EN suaminya, namun suaminya tak kunjung datang.


Beberapa menit kemudian, Istri EN memutuskan untuk turun dari kamar dan menuju lobi hotel untuk keluar.


Petugas kemudian datang, dan menyampaikan kepada istri EN untuk menunggu di kamar. Namun istri EN tak naik ke kamar, dan menelpon sang suami untuk datang.


“Ibu jangan keluar dulu dari sini, ibu harus menyelesaikan sisa administrasinya sebesar, Rp500 ribu,” kata korban seperti dilansir Newszonamerah, Rabu (5/2/2020)


Setelah beberapa menit kemudian, sang suami datang, langsung memukul korban berkali-kali tanpa ada penjelasan.







Akibat pemukulan tersebut, korban Stepanus Sipulung mengalami lebam di bagian wajah dan pangkal telinga. Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum


Stefanus Sipulung mengatakan bahwa aksi pemukulan ini ditonton oleh beberapa karyawan hotel dan Security


Keluarga korban, Andis Pratama meminta agar EN segera ditahan. Polisi harus berani bertindak tegas, tak ada yang kebal hukum saat melakukan aksi pemukulan di depan umum, meski dia Ketua Umum Ormas


“Saya berharap kepada pihak penyidiknya agar EN ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku” tutur Andis


Andis mengatakan bahwa kasus adiknya ini seolah tidak mendapat perhatian dari pihak polisi Polrestabes Makassar, sementara bukti visum, saksi dan hasil rekaman CCTV hotel, sudah sangat jelas


“Ini murni pidana dalam bentuk penganiayaan yang dilakukan di depan umum,” kata Andis mengakhiri


Kendati demikian, pihak Penyidik Polrestabes Makassar diminta untuk segera menahan Ketua Umum Ormas inisial EN. Beranikah Penyidik?


Editor Arb
Sumber (Newszonamerah)