Soal Suspect Corona di Inhil, Dari Uji Labor Hasilnya Normal Tapi…

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Satu orang warga yang merupakan kapten kapal yang datang dari luar negeri dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, Rabu (3/3/2020) karena mengalami demam dan batuk pilek.


Sementara 6 orang lainnya yang merupakan ABK pun telah dibawa ke rumah singgah milik Dinas Sosial Inhil untuk diobservasi, meskipun mereka semua dalam keadaan sehat.







Direktur RSUD PH Tembilahan, Saut Pakpahan menuturkan, setelah dilakukan uji labor, hasilnya normal.


“Demamnya sudah turun, hasil labnya normal, tapi bukan negatif. Untuk mengetahui negatif atau positif, hasilnya akan kita kirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Jakarta”, jelas Saut.


Selain itu Saut juga mengatakan untuk mengetahui hasilnya, biasanya akan keluar selama 14 hari, atau paling cepat 7 hari.


“Tim dari Provinsi Riau sedang di jalan untuk mengambil sampel. Kita tunggu hasilnya, jika pun nanti pasien ini sembuh, kita tidak akan berani pulangkan sebelum hasil dari Litbangkes membuktikan negatif”, tukas Saut. (IT/GMS)


Editor Arb




Suspect Corona Masuk di Inhil, Kadinkes Inhil Himbau Masyarakat Tetap Tenang

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sekitar lima orang pria Pasien diduga Suspect Corona dibawa menggunakan ambulance menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, Rabu (4/3/2020).


Atas hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Zainal Arifin menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.


“Jangan panik, tetap saja beraktivitas seperti biasanya. kalau memang ada yang merasa juga terindikasi segera ke puskesmas terdekat atau secepatnya hubungi pihak kesehatan,” jelasnya melalui via WhatsApp, Rabu (04/02).


Selain itu Zainal Arifin juga menjelaskan untuk pencegahan silahkan gunakan masker. untuk stok masker jika tidak dapat di toko atau apotik segera minta ke pusksesmas terdekat.







“Stok masker tersedia di setiap puskesmas, Masyarakat tidak perlu memakai masker kecuali yang sakit flu dan batuk dan segera minta ke petugas untuk merawat jika tidak berhenti flu nya,” terang Zainal.


Untuk saat ini,  belum diketahui pasti darimana asal kelima ABK tersebut berasal, namun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan tengah melakukan penanganan terhadap kelimanya orang pria tersebut.


“Iya, sedang dilakukan penangan”, jelas Dirut RSUD PH Tembilahan, Saut Pakpahan.


Editor Arb




Lima Orang Pasien Diduga Suspect Corona Dibawa Ke RSUD Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sekitar lima orang pria Pasien Diduga Suspect Corona dibawa menggunakan ambulance menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, Rabu (4/3/2020).

Pria yang diketahui merupakan Anak Buah Kapal (ABK) tersebut naik di pelabuhan Saptamarga Parit 9 Tembilhan Hulu sekitar pukul 13.00 WIB.







Sementara belum diketahui pasti darimana asal kelima ABK tersebut berasal, namun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan langsung melakukan penanganan terhadap kelimanya orang pria tersebut.

Dirut RSUD PH Tembilahan, Saut Pakpahan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penangan.

“Iya, sedang dilakukan penangan”, jelas Saut. (Inhil Tuday/MSG)


Editor Arb




Dilokasi Karhutla, Ular Sepanjang 4,5 M Ditemukan Terpanggang Bersama 20 Butir Telurnya

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau tidak hanya menimbulkan kerugian bagi kehidupan manusia, namun juga merugikan bagi satwa-satwa liar yang tinggal dikawasan lahan yang terbakar.


Seperti halnya  dengan hewan melata ini, ular phyton sepanjang 4,5 meter  ditemukan tewas terpanggang bersama anak-anaknya yang berukuran jari telunjuk orang dewasa dan 20 butir telurnya.


Penemuan itu diketahui oleh tim pemadam karhutla saat melakukan pemadaman api di Jalan SM Amin, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Senin (2/3/2020).







Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, MSi, melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, membenarkan informasi tersebut.


“Ular sepanjang 4,5 meter tersebut ditemukan dalam keadaan mati terpanggang oleh Tim Gabungan terdiri dari Polri, TNI, dan BPBD Kota Pekanbaru bersama dengan 20 butir telur ular,  saat sedang berjuang memadamkan api Karhutla sejak Senin pagi,” ungkap Kombes Sunarto, Selasa (3/3/2020).


Kabid Humas menjelaskan, Karhutla tak hanya merugikan manusia semata saja, melainkan hilangnya plasma nutfah Indonesia akibat ulah tangan manusia.


“Karhutla membawa bencana ekologis, hilangnya binatang-binatang, tanaman-tanaman khas suatu daerah, terutama di Riau,” ujar Kombes Pol Sunarto.







Kabid Humas menjelaskan, luas lahan terbakar di tempat ular phyton betina mati terpanggang tersebut setengah hektare. Hingga hari ini, lahan terbakar tersebut berhasil ditangani dan dipadamkan Tim Gabungan, hingga sore hari hujan mengguyur lokasi. Besok pagi petugas akan mengecek kembali lokasi.


Petugas Gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, Perusahaan, dan Relawan Pemadam Karhutla seminggu terakhir masih berjibaku di lapangan padamkan api beberapa daerah di Riau seperti di Rangsang, Kepulauan Meranti dan Rupat, Bengkalis.


“Saat siang hari semua titik api telah kita padamkan dan tangani bahkan sempat hilang dari pantauan satelit, tiba-tiba menjadi bertambah dan meluas di malam hari yang seharusnya dengan kondisi suhu rendah adalah kecil kemungkinan titik api makin meluas. Hal ini perlu menjadi fokus dan penanganan secara bersama para stakeholder terkait,” tutup Kombes Sunarto. (rls)


Editor Arb




Sekitar 2 Ha Lahan Terbakar di Tempuling, Dandim dan Wakapolres Inhil Terjun Kelokasi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal bersama Wakapolres Kompol Russel Firdaus SH terjun langsung untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan  (karhutla) yang terjadi di Parit Minang RT.20 RW.06 Kelurahan Sungai Salak,  Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil (Inhil) – Riau, Selasa (03/03/2020).


Dandim menuturkan sebanyak 22 orang anggota TNI dari Kodim dan Koramil 03/Tempuling, Polri 10 orang, Satpol Kecamatan 3 orang, BPBD Tempuling 8 orang, Damkar PT SAGM 4 orang, MPA 4 orang, dan Masyarakat 10 orang turut berjibaku untuk memadamkan kobaran api yang melahap sekitar 2 Ha lahan gambut milik bapak Sukri (37) tersebut.


“Dengan peralatan seperti parang sebanyak 3 buah, Mesin Robin 3 Unit, Mesin Siboarsa 1 Unit, Cangkul 3 Unit, sekira hampir 1 jam api sudah bisa dijinakkan, walaupun lahan masih mengeluarkan asap,” tuturnya.


Saat ini, lanjutnya, Tim Gabungan masih terus melaksanakan pendinginan di TKP untuk mengantisipasi agar tidak timbul kembali titik api akibat angin kencang.


“Angin yang kencang dan sering berubah arah, cuaca yang terik, dan tanah gambut tebal dengan kedalaman 95 cm dalam kondisi kering menjadi hambatan yang sangat berpengaruh dalam proses pendinginan pasca Karhutla ini,” ujar Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal.


Letkol Inf Imir Faishal juga memerintahkan Tim gabungan untuk membuat Skat pembatas secara manual sebagai antisipasi Karhutla agar tidak semakin meluas. Kemudian melaksanakan pembersihan parit disekitar lokasi untuk nantinya dijadikan sebagai sumber air.


“Kita akan terus bersinergi serta berkoordinasi secara terus menerus dengan instansi lain dalam upaya pemadaman dan antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan seperti ini,” timpal Dandim.


Dandim 0314/Inhil menyebutkan bahwa pelaku pembakaran lahan tersebut masih dalam proses penyelidikan.


“Kegiatan ini juga sebagai suatu upaya untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar masyarakat memahami tentang bahaya karhutla dan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak TNI-POLRI saja akan tetapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Inhil  H.M Wardan MP, Sekretaris BPBD Tembilahan Eri Iwardana, Pasi Ops Dim 0314/Inhil Kapten Inf Tarmizi, Camat Tempuling Ridwan,Danramil 03/Tempuling  Kapten Arh Sugiyono, Kapolsek Tempuling AKP Subagja SH, dan Lurah Sungai Salak Bpk Suwardi.


Editor Arb




Baru Saja, 8 Rumah di Simpang Pasar Rumbai Inhil Rata Dibabat Sijago Merah

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 8 pemukiman rumah warga  di Blok B Dusun Tegal, Parit Tumin Simpang Pasar Rumbai Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, rata dibabat sijago merah, Senin (2/3/2020).


Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul Pukul 11.30 Wib, dan api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 13.00 wib.







Sementara belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti dari musibah kebakaran tersebut, dan berapa jumlah kerugian atas peristiwa itu.


“Tidak ada korban jiwa, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan di TKP,” tutur Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan melalui Kasubag Humas AKP Warno.


Berikut Nama Korban pemilik rumah yang mengalami Kebakaran :
MUJIMIN, MURNIATI, KIKI  WAHYUDI, LINSAN, ISMAIL, dan
Tiga unit rumah kontrakan milik PAKPAHAN.


Laporan ARB