Mentri Perhubungan RI Positif Terinfeksi Virus Corona

ARB INdonesia, JAKARTA — Sekretaris Negara Pratikno mengumumkan bahwa Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI) Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus corona. Budi karya saat ini dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

“Atas izin keluarga yang disampaikan oleh Pak Kepala RSPAD adalah Pak Budi karya Sumadi,” kata Pratikno di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Sabtu (14/3).

Pernyataan Praktikno dibenarkan RSPAD Gatot Subroto yang menyebut telah merawat seorang menteri kabinet Joko Widodo. Budi karya dirawat dengan nomor pasien 76.

“Saat ini beliau kita rawat di RSPAD. Sudah ada perbaikan,” kata Wakil Kepala RS Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto, Albertus Budi Sulistyo.


Editor Arb
Sumber CNNIndonesia.com




Aksi Bela Kamarek di Kejati Riau, Mahasiswa Asal Inhil Diduga Alami Kekerasan Hingga ada Kepala yang Berdarah

ARB INdonesia, PEKANBARU – Dua orang mahasiswa saat menggelar aksi demonstrasi bela Kamarek (60) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Riau, Rabu (11/3), mendapatkan kekerasan diduga dilakukan oknum aparat kepolisian.


Mahasiswa tersebut dari Universitas Lancang Kuning (UNILAK), Anto, menderita luka dibagian kepala akibat hantaman benda timbul saat para massa aksi merangsak masuk ke halaman Kejati.


Sedangkan Sekum HM Cabang Tembilahan, Ahmad Fauzi menderita lebam dibagian kepala, juga diduga dipukul menggunakan benda tumpul.


Video Berantai Aksi Bebaskan Kamarek di Kejati Riau


“Kepala Anto bocor, hingga mengeluarkan darah. Sedangkan Ahmad Fauzi menderita lebam,” sebut Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tembilahan, Jhoni Eka Putra kepeda media.


Saat terjadi pemukulan, kata Jhoni, suasa mencekam, massa aksi terpaksa mundur akibat tindakan arogan oknum aparat terhadap mahasiswa yang sedang menyuarakan hak Kamarek atas vonis 6 tahun penjara dan denda 3 miliar dengan tuduhan pembakaran lahan.







Massa aksi menilai aparat kepolisian telah melakukan kriminalisasi terhadap petani kecil hingga divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tembilahan pada waktu lalu. Mereka hanya mengawal proses banding di Kejati agar pria renta tersebut bebas dari jeratan hukum.


“Harusnya aparat kepolisian tidak perlu lakukan kekerasan terhadap kami, kami hanya menyuarakan hak masyarakat lemah,” sebut Jhoni.


Jhoni mewakili HMI Cabang Tembilahan serta mahasiswa se Riau mengutuk keras tindakan refresif dari aparat kepolisian mengakibatkan dua rekannya menderita luka parah di bagian kepala.


Pemukulan yang dilakukan oleh oknum aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi adalah bentuk pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.



Menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi oleh konstitusi, dalam Pasal 28EUUD 1945, dalam mekanisme pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum diatur dalam UU No.9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.


“Seharusnya Polri bertanggung jawab menyelenggarakan pengamanan untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tapi kenapa kami mendapatkan kekerasan. Oknum polisi tersebut telah melanggar aturan. Mohon ditindaklanjuti,” tegas Joni.


Terkahir Jhoni meminta kepada Pengadilan Tinggi Pelangi agar secepatnya memproses banding Kakek Kamarek yang sudah diajukan oleh Kuasa Hukum pada waktu lalu. Kamarek dinilai tidak bersalah, karena lahan terbakar itu bukan milik kakak renta tersebut, melainkan milik H Pewa.







“Kakek Kamarek tidak bersalah, dia hanya pekerja. Tangkap pelaku utama,” tegas Jhoni


Jhoni meminta kepada Kapolri agar mengintruksikan anggotanya menindaklanjuti kejahatan lingkungan yang diduga dilakukan pihak Korporasi atas terjadinya kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Inhil.


“Tolong tindak jika ada pihak korporasi lakukan pembakaran. Apabila tidak di indahkan maka kami akan koordinasi kepada HMI seluruh Indonesia untuk memproses ini di kejaksaan republik indonesia,” tutupnya.


Hingga berita ini dilansir, awak media belum mendapatkan keterangan dari pihak kepolisian mengenai aksi kekerasan diduga dilakukan oleh oknum polisi. Saat ini awak media mencoba mengkonfirmasi Kabbag Humas Polresta Pekanbaru melalui hendphone gengam. (rls)


Editor Arb




Disambar Buaya saat Mancing, Yanto Mendapat 30 Jahitan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang warga terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas Kuala Lahang setelah mendapat serangan buaya saat mencari udang galah di Sungai, Desa Terusan Kempas, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, Selasa (10/3/2020) sekitar pukul 09.00 wib.


Yanto (30 th) yang merupakan warga asli Desa Terusan Kempas mendapat perawatan intensif dari tim medis Puskesmas Kelurahan Kuala lahang akibat luka parah dari sambaran buaya tersebut.


Kejadian itu berawal saat Yanto sedang memancing udang galah  dengan perahu kecil seorang diri. Tanpa sadar, saat asik sedang menunggu pancingan, tangan yanto secara tiba-tiba disambar buaya tersebut.



Yanto mengaku terpaksa harus melawan buaya dengan berusaha keras melepaskan gigitan agar tidak jatuh ke air. Saat berhasil melepaskan gigitan tersebut, dengan perlahan Yanto mengayuh perahu dikeramaian orang agar mendapat pertolongan. Setelah sampai di pelabuhan, ia langsung dibawa ke Puskesmas Kuala Lahang.







Kepala Puskesmas Kuala Lahang, Zulkifli saat di konfirmasi media, ia mengatakan bahwa korban memang digigit buaya saat nyagang/mancing.


“Alhamdulillah bisa cepat kita tangani, hanya saja lengan atas nya robek dan terpaksa ia harus mendapat 30 jahitan di tangannya oleh tim medis kami,” Ungkap Zulkifli


Saat ini Yanto masih berada di Puskesmas untuk tetap mendapatkan perawatan oleh medis.


Editor Arb




Putus Cinta Mahasiswa Asal Makasar Gantung Diri, Sempat Kirim WhatsApp, Begini Katanya…

ARB INdonesia, MAKASAR – Putus cinta membuat Komang Mugiarta (23) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) di Kota Makassar ini, gantung diri mengenakan sarung Bali.

Komang mengakhiri hidupnya karena cemburu mendengar mantan pacarnya sudah memiliki kekasih yang lain.

Malam itu, Komang sudah bulatkan niat untuk gantung diri di dalam kamar kosnya, di Jalan Kesadaran 1, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang.

Komang juga membalas chating whatsaApp dengan mantan pacarnya, Elthy Ba’dung. Ternyata itu rokok terakhir yang dihisap Komang.

Beberapa saat sebelum keduanya selesai chat, Komang memberi tahu Elthy. Jika sabar sampai rokok yang dia hisap selesai.

Setelah itu, Ia akan habisi hanyawanya sendiri. Ya, Komang memang telah memberitahu mantan pacarnya itu jika Ia akan bunuh diri.
“Saya habiskan dulu rokokku nah sebatang,” tulis Komang kepada Elthy.







Elthy memang tak melarang Komang untuk merokok. Justru ia persilakan. Wanita 19 tahun itu pun membalas pernyataan Komang.
“Merokok moko saja,” jawab Elthy. Selain ingin menghabiskan rokok terakhirnya itu, Komang juga meminta kesediaan Elthy untuk diajak video call.

Namun mantan pacarnya yang sudah menjadi kekasih orang lain itu menolak.

Elthy berdalih, suaranya akan mengganggu orang lain yang sudah terlelap. Masih sambil merokok, Komang tetap berusaha mengajak Elthy untuk video call untuk yang terakhir. Namun usahanya sia-sia.
Bahkan, Komang pun sempat mengancam Elthy dengan perkataan yang akan membuat mantan pacarnya itu menyesal.

“Kamu jj, kalau tidak mau angkat teleponku, nanti saya kuharap tidak menyesalki,” kata Komang.

“Tolong jangan tidur malam ini. Nanti saya video call ki kalau saya sudah siap,” sambung pria yang mulai stres gara-gara cinta itu. Satu menit kemudian, Elthy Ba’dung pun membalas.

“Orang sudah tidur di rumah. Jadi tidak boleh ribut,” jawab Elthy.
Dan yang terakhir, Komang pun menyampaikan isi hati yang sesungguhnya kepada Elthy.

Kecupan terakhir dari Komang pun disampaikan untuk mantan pacarnya itu.







“Cukup lihat dan nikmati pemandangannya. Btw saya sayangki sampai akhir hayatku. Ummuuaacchh,” kecup Komang via WhatsApp.
Setelah membaca itu, Elthy pun mulai panik. Elthy mulai menduga, mantan pacarnya itu benar-benar akan bunuh diri. Elthy pun meminta bantuan ke salah satu temannya, Kadek Pedy. Untuk datang ke indekos Komang di jalan Kesadaran 1, Kota Makassar.

Sesampainya Kadek di sana, kunci kamar Komang terkunci. Beberapa kali pintu kamarnya diketuk, namun tak ada jawaban. Tidak habis akal. Kadek pun mencongkel pintu kamar Komang.

Setelah terbuka, ternyata benar. Komang sudah tak bernyawa.
Pria asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim) itu bunuh diri dengan cara gantung diri dengan sarung Bali miliknya.

Dia pun langsung menghubungi Polsek Panakkukang untuk mengevakuasi jenasah Komang, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara.

Polisi pun telah memeriksa empat orang saksi. Termasuk Elthy Ba’bung yang terakhir kali berkomunikasi dengan mantan pacarnya itu.

“Empat orang telah kami bawa ke Polsek Panakkukang. Tiga di antaranya ini merupakan teman korban dan satu diduga mantan pacarnya,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rahman.







Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/03/09/putus-cinta-mahasiswa-asal-makasar-gantung-diri-sempat-kirim-whatsapp-begini-katanya/




Longsor di Desa Teluk Kiambang Tenggelamkan Tempat Pembuatan 'Anglo'

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Musibah tanah longsor yang menengelamkan dapur tempat pembuatan ‘Anglo‘  di RT 06/RW 01, Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (08/03/2020).

Atas peristiwa tersebut tersebut, dari data sementara yang didapat awak media dilapangan terdapat 5 kepala keluarga yang mengalami kerugian akibat peristiwa itu.







Berikut nama-nama pemilik dapur pembuatan ‘anglo‘ yang terkena longsor :

1.Saripudin 45 Tahun, RT 06/RW 01 Dusun Pantai Harapan .
2.Husni 80 Tahun, RT 06/RW 01 Dusun Pantai Harapan .
3.Munah 60 Tahun, RT 06/RW 01 Dusun Pantai Harapan.
4.Fauziah 50 Tahun, RT 06 /RW 01 Dusun Pantai Harapan .
5.Panik 40 Tahun, RT 06/RW 01 Dusun pantai harapan.


Diketahui, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 Wib, tidak ada korban jiwa atas musibah longsor tersebut, dan belum diketahui berapa kerugian yang ditaksir. (GMS)


Editor Arb




Heboh Warga Pekanbaru Temukan Semacam Organ Tubuh Didalam Karung

ARB INdonesia, PEKANBARU – Warga Pekanbaru dihebohkan dengan penemuan kantong plastik besar dan karung yang berisikan usus.

Akibat penemuan itu, warga berbondong-bondong melihat di lokasi kejadian sehingga mengakibatkan arus lalu lintas di lokasi menjadi macet.

Warga sekitar yang bernama Budi mengatakan kantong plastik dan 1 karung goni ditemukan di parit pinggiran Jalan Soekaran Hatta, Pekanbaru, Sabtu (7/3/2020).

“Kami lihat ada 1 goni besar, isinya itu semacam organ tubuh manusia. Dan 1 lagi plastik hitam yang berisikan usus, masih belum tahu itu usus manusia apa bukan,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki, Sulaiman menyebutkan akan mendalami terlebih dahulu terkait ditemukannya sebuah karung goni dan sebuah kantong plastik tersebut.

“Ya masih belum dibuka, warga menduga ini organ manusia. Tetapi nanti akan dalami terlebih dahulu, jika memang benar organ, berarti ini antara organ hewan dan organ manusia,” katanya.

“Mudah-mudahan setelah ditindaklanjuti, semoga ini bukan organ manusia,” tandasnya.

Penemuan tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau menggunakan Ambulance guna untuk didalami lebih lanjut.







Editor Arb
Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/03/07/warga-pekanbaru-heboh-ada-penemuan-kantong-berisi-mirip-organ-di-parit/#sthash.UORDNTGO.dpbs