17 Dokter dan 5 Dokter Gigi Meninggal Selama Pandemi Corona, Ini Daftarnya

Para pejuang di garis depan perawatan pasien virus corona COVID-19 kadang harus mempertaruhkan nyawa (Foto: Getty Images/iStockphoto/bankrx)







ARBindonesia.com, JAKARTA – Selama pandemi virus corona COVID-19, para petugas kesehatan berada di garis depan memberikan perawatan pada pasien. Sebagian dari mereka sampai harus mempertaruhkan nyawa.


Mereka yang berinteraksi langsung dengan pasien berasal dari beragam profesi, mulai dari dokter, perawat, sampai petugas kebersihan. Kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) banyak disorot karena menempatkan para pejuang di garis depan ini dalam risiko tinggi untuk tertular.


Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mencatat sedikitnya 5 anggotanya gugur selama pandemi virus corona COVID-19.
“Ada yang sudah keluar hasilnya, ada yang belum. Tapi posisinya masih PDP,” kata Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jakarta Pusat, drg Ahmad Syaukani.


Kelima dokter gigi anggota PDGI yang meninggal adalah sebagai berikut:
1.drg Umi Susana Widjaja, SpPM
2.drg Yuniarto Budi Santoso, MKM
3.drg Amutabia P Artsianti, SpOrt
4.drg Roselani Widajati Orang, SpProst
5.drg Gunawan Oentaryo, MKes







Sebelumnya, tercatat 17 dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meninggal dunia. Sebagian dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, sebagian lagi berstatus PDP. Mereka adalah:


1.Prof. Dr. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar Farmakologi FK UGM)
2.Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI)
3.dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
4.dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
5.dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)
6.dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
7.dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
8.dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)
9.dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)
10.dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Cabang Prabumulih)
11.dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)
12.Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
dr. Bernadetta Tuwsnakotta Sp THT – Meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
13.Dr. dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) – Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)
14.dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)
15.dr. Heru S. – Meninggal di RSPP (FK UNDIP).


loading…




Sumber detik.com




Hilang Saat Perjalanan Pulang Mengantar Kopra, Rusli Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Rusli biasa sehari hari mengantar Kopra dari Benteng Kecamatan Sungai Batang menuju ke PT Pulau Sambu Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, kemarin Jum’at (3/4) dinyatakan hilang kontak saat akan perjalanan pulang ke Benteng.

Saat ditemukan motor laut Rusli oleh nelayan dalam keadaan tanpa ada supir. Masyarakat dan petugas melakukan pencarian terhadap rusli dimana keberadaannya.

Usha pencarian oleh tim gabungan tak sia-sia, Rusli berhasil ditemukan meski dalam keadaan tak bernyawa pada Sabtu (4/4/20) pukul 10:30 WIB.


Kondisi korban saat ditemukan, Foto polsek sungai batang,


Kepala BPBD Inhil, Yuspik saat dikonfirmasi mengatakan, korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban telah ditemukan pada pukul 10:30 WIB pagi tadi, Sabtu (4/4/20). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya

Kepala Basarnas Inhil, Rio mengatakan korban ditemukan masih di sekitar Kecamatan Tanah Merah.

“Setelah dilakukan pencarian, kami terima info dari tim SAR gabungan di lapangan korban sudah ditemukan. Korban ditemukan disekitar perairan Kuala Enok, Tanah Merah,” jelasnya. (GMS/IP)


Berdasarkan pers rilis dari Polres Inhil, dari hasil pemeriksaan yang dialakukan oleh Kepolisian dan Tim Puskesmas Sungai Batang bahwa :


  1. Bahwa korban meninggal kurang lebih sudah 24 jam di laut
  2. Tidak ditemukannya Tanda – tanda kekerasan di badan korban.
  3. Ditemukan nya ada benjolan kecil di atas kepala korban diduga akibat benturan.


Editor Arb





Heboh Beredar Disosmed, Satu Orang Staf Protokoler Setda Kampar Positif Corona

ARB INdonesia, KAMPAR – Masyarakat Kabupaten Kampar dihebohkan oleh ‘pesan WhatsApp yang menyatakan bahwa ada pasien dalam pengawasan di RSUD Bangkinang positif terinfeksi Corona Virus (Covid-19).


Pesan ini masuk ke berbagai grub WhatsApp. Salah satu group WhatsApp didalam pesan itu, dikatakan bahwa ada satu orang warga Kampar yang positif corona.


Yang mana sebelumnya disebutkan pasien ini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Bangkinang.


Jumat malam (3/4/2020), pasien yang positif ini merupakan staf di Sekretariat Daerah (Setda) Kampar berinisial ‘H’ yang mana diakhir bulan Maret kemarin pergi ke Bandung dan Jakarta bersama pimpinan.


Dari informasi yang diperoleh, inisialnya H mengalami gejala demam setelah 2 hari dari daerah yang terjangkit virus mematikan itu. Bahkan, kabarnya hasil positif ini keluar dari pemeriksaan laboratorium.


Bukan digrub WhatsApp saja, di Facebook netizen juga membahas persoalan ini. Seperti akun Taufik Ahmad, ia memposting screenshot yang menyatakan “di Kampar ada satu orang yang positif dan meminta warga untuk membatasi diri keluar rumah. Benarkah,” tulis akun tersebut.


Hingga kini berita ini diterbirltkan, H masih diisolasi di RSUD Bangkinang. Namun, Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar belum memberikan keterangan resmi atas kebenaran ini. Kabarnya, hari ini, Sabtu (4/4/2020) akan ada Konferensi Pers Pemkab Kampar terkait hal ini.


Reporter Yusrizal


Foto: Screenshot sebaran 1 orang positif Covid-19 di Kabupaten Kampar



84 Tenaga Medis di Jakarta Terjangkit Corona, 1 Meninggal dan 2 Sedang Hamil

ARB INdonesia, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membeberkan, hingga hari ini, Rabu (1/4/2020), tercatat sebanyak 84 tenaga medis di Ibu Kota positif terjangkit virus Corona (Covid-19).

Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia dan 2 lainnya sedang hamil.

“Tenaga kesehatan positif Covid-19 sebanyak 84 orang. Satu di antaranya meninggal dunia dan dua sedang hamil. Tersebar di 30 rumah sakit dan 1 klinik di Jakarta,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, di Balai Kota, Rabu (1/4/2020) petang.

Pihaknya juga mendapatkan laporan bahwa terdapat dua dokter spesialis yang berdomisili di Jakarta, dinyatakan meninggal dunia. “Tetapi dari dua rumah sakit di luar Jakarta,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data terkini dari situs corona.jakarta.go.id‬ warga Jakarta, jumlah yang terpapar virus Corona atau Covid-19 terus mengalami lonjakan. Data terbaru, sebanyak 794 orang di Jakarta dinyatakan positif Covid-19.

Sumber Sindonews.com

https://metro.sindonews.com/read/1575712/170/84-tenaga-medis-di-jakarta-terjangkit-corona-1-meninggal-dan-2-sedang-hamil-1585754490




Ditolak Warga Aceh, 7 TKA Asal China Terbang Kembali ke Jakarta

ARB INdonesia, JAKARTA – Tujuh orang tenaga kerja asing (TKA) asal China terpaksa diterbangkan kembali ke Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Hal itu setelah kedatangannya ditolak warga Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Rabu dini hari.

Ada pun identitas para TKA yang ditolak kedatangannya tersebut masing-masing Jisheng Li, Zhang Wenting, Zhad Songmei, Weifang, Wang Hongyu, Jia Gongzuo, serta Zhuang Wen Shang.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, ketujuh orang WN China ini terpaksa harus meninggalkan Nagan Raya, karena kedatangan mereka ditolak oleh masyarakat setempat,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Risno, seperti dilansir Antara, Rabu (1/4) siang.

Semua warga asing tersebut diberangkatkan dari PLTU 3-4 Nagan Raya menuju Banda Aceh yang turut didampingi petugas Imigrasi Meulaboh menggunakan tiga unit kendaraan roda empat, masing-masing Kijang LGX dengan nomor polisi BL 162 EB, Toyota Avanza warna hitam BL 1198 EE, serta Toyota Innova Reborn BK 1610 AAQ.

Kapolres Risno juga menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas Imigrasi Meulaboh, seluruh warga China tersebut mempunyai dokumen lengkap.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan Publik Service Centre (PSC) Nagan Raya bahwa seluruh warga China ini dalam keadaan sehat,” kata Kapolres Risno menambahkan.

Tujuh warga asing tersebut terpaksa harus meninggalkan Nagan Raya karena masyarakat menolak kedatangan TKA, karena saat ini sedang darurat virus Corona (Covid-19).

Sumber merdeka.com

https://m.merdeka.com/peristiwa/ditolak-warga-aceh-7-tka-asal-china-terbang-kembali-ke-jakarta.html




Per 31 Maret Kasus Positif Corona di Indonesia Capai 1.528

ARB INdonesia, JAKARTA – Pemerintah memperbarui data kasus positif virus Corona di wilayah RI. Hingga hari ini, ada 1.528 kasus Corona yang terkonfirmasi positif.

“Menjadi 1.528 kasus,” ujar juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan BNPB, Selasa (31/3/2020).

Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB hari ini. Dengan total 1.528 kasus, berarti ada penambahan 114 kasus Corona dari data sebelumnya.

“Terdapat penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 114 kasus,” sebut Yurianto.

Per 30 Maret 2020, ada 1.414 kasus positif Corona di Indonesia. Sebanyak 122 orang meninggal dunia dan 75 pasien sembuh.

Sumber detik.com

https://m.detik.com/news/berita/d-4959887/per-31-maret-kasus-positif-corona-di-indonesia-capai-1528?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=mobile