Satu Orang PDP Covid-19 di Inhil Meninggal

Foto Ilustrasi Harian Nasional


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasi Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninggal dunia, Kamis (9/4/2020).


Juru Bicara Bidang Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra mengatakan satu orang pasien PDP meninggal dunia sekitar pukul 06:20 wib di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan.


“Pagi ini, kita terima informasi dari pihak RSUD Puri Husada Tembilahan satu orang Pasien PDP di Kabupaten Inhil dinyatakan meninggal dunia,” tutur Trio.


Baca juga : Hasil Rapid Test Pasien Terindikasi Covid-19 di Inhil Reaktif


Jenazah Pasien PDP dengan hasil rapid test reaktif, akan disemayamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang baru di parit 19 Tembilahan, Kelurahan Sungai Beringin.


Proses pemakaman akan dilakukan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19 berdasarkan Fatwa MUI No 18 tahun 2020 tentang pedoman pengurusan jenazah bagi umat muslim.


“Mulai dari pemandian, pengkafanan, mensholatkan hingga penguburan jenazah harus sesuai protokol kesehatan dan mentaati aturan Agama,” imbuh Trio Beni Putra. (Diskominfops Inhil)


Editor Arbain




Lebihi Kasus Corona, 6.259 Orang Positif Demam Berdarah 33 Meninggal

Foto ilustrasi liputan6.com


ARBindonesia.com, BANDUNG – Di tengah pandemi virus corona (COVID-19), warga Jawa Barat dihadapkan pada ancaman penyakit mematikan lain, yaitu demam berdarah dengue (DBD).


Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, jumlah warga yang positif terjangkit DBD melebihi jumlah warga yang positif COVID-19. Oleh karenanya, warga Jabar diimbau tetap mewaspadai ancaman penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu.


Untuk kasus Covid-19, Berli memaparkan bahwa berdasarkan data terakhir, sebanyak 343 warga Jabar dinyatakan positif Covid-19 dengan 29 kasus kematian sejak awal Maret 2020 lalu.


“Dinkes Jabar sinergi menangani dua penyakit yang tengah mengancam warga saat ini. Selain Covid-19, penyakit DBD pun tetap harus ditangulangi,” tegas Berli.







Berli juga meyakinkan di tengah situasi kritis akibat wabah COVID-19, pihaknya tetap bekerja sebagai satu tim dan satu kesisteman. “Alhamdulillaah sejauh ini bisa tertangani semua karena bekerja dengan SOP (standar operasional prosedur) dan IT (informasi teknologi),” tuturnya.


Berli menekankan, keberhasilan pengendalian penyakit di Jabar akan terwujud jika masyarakat berkontribusi aktif seperti menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mandiri dengan konsep 3M++ Untuk penanggulangan DBD.


“Sementara penanggulangan Covid-19, masyarakat menerapkan physical distancing, kampanye masker kain di lingkungan sendiri, PHBS, dan segera menghubungi petugas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala-gejala Covid-19, termasuk DBD,” paparnya.


Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengingatkan warga untuk melakukan PSN meningkatnya kasus DBD di Jabar. Menurutnya, kewaspadaan terhadap DBD jangan sampai tertutup isu wabah COVID-19.







Sumber Sindonews.com




Ratusan Tenaga Medis di Jakarta Positif Corona

Petugas medis merawat pasien terpapar Covid-19. Foto: Dok SINDOnews







ARBindonesia.com, JAKARTA – Sebanyak 130 tenaga medis di Jakarta terinfeksi virus Corona (Covid-19). Mereka tersebar di 41 rumah sakit, 1 klinik, dan 1 puskesmas.

“Dari 130 tenaga medis yang positif, 21 di antaranya sembuh,” kata Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta Catur Laswanto dalam siaran tertulisnya, Rabu (8/4/2020).

Pemprov DKI masih terus melakukan rapid test di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

Hingga Selasa, 7 April 2020 total sebanyak 27.696 orang telah menjalani rapid test dengan persentase positif Covid-19 sebesar 3,0%, rinciannya 829 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 26.867 orang dinyatakan negatif.

Dia mengimbau agar masyarakat melanjutkan melakukan physical distancing melalui bekerja, belajar dan beribadah di rumah, menghindari keramaian, menjaga kebersihan melalui cuci tangan dan mengunakan masker jika terpaksa keluar rumah.







Sumber Sindonews.com




Tiba dari Malaysia, Puluhan TKI Ilegal Diamankan di Tanjungbalai

Puluhan TKI ilegal asal Malaysia diamankan di sebuah tangkahan milik warga di Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara. Foto: Aminoer Rasyid/iNews TV


ARBindonesia.com, TANJUNGBALAI – Puluhan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Malaysia diamankan di sebuah tangkahan milik warga di Jalan Masjid Keramat Kubah, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2020).


Mereka diamankan tim deteksi gabungan Kesbangpol, Satintelkam Polres Tanjungbalai, Unit Intel Kodim 0208 Asahan, Intel Korem 022/PT, dan Tim Kesehatan RSUD Tengku Mansyur, Tanjungbalai,
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4/2020) malam mengatakan, TKI yang diamankan berjumlah 20 orang, terdiri atas 18 laki-laki dan dua wanita.







Pengamanan ini bermula saat tim deteksi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerima informasi tentang adanya kedatangan TKI ilegal dari Malaysia ke Tanjungbalai. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa para TKI tersebut akan berlabuh di tangkahan milik H Uli Buah, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso.


Saat tiba di tangkahan sekitar pukul 17.00 WIB, langsung diamankan dan dievakuasi ke gedung karantina sementara pencegahan Covid-19 untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim kesehatan dr Verawati dan staf.


Selesai pengecekan para TKl ilegal diberikan arahan oleh Sekretaris Kesbangpol Kota Tanjungbalai yang menyampaikan untuk bersabar menunggu keputusan dari Wali Kota Tanjungbalai apakah nantinya akan dikembalikan ke rumah masing-masing atau dikarantina lebih dulu.


Para TKI selanjutnya diinstruksikan untuk membersihkan diri dan beristirahat di tempat yang telah disediakan. Kemudian baju yang dipakai saat itu agar dibuang dan jangan dipakai lagi untuk menghindari Covid-19.


“Sebab selama perjalanan kembali ke Indonesia tidak diketahui apakah terpapar virus Corona atau tidak,” pungkas Tatan.


loading…




Sumber Sindonews.com




Tabrak Kayu di Perairan Mandah, Speed Boat Tujuan Tembilahan Guntung Karam

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – SebuahSpeed boat yang membawa penumpang tujuan Tembilahan ke Sungai Guntung Kecamatan Kateman mengalami kecelakaan di Parit Saka, Perairan Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (7/4/2020).

Diperkirakan Speedboat yang mengangkut puluhan orang itu mengalami musibah sekitar Pukul 16.00 WIB.

Dikabarkan Speedboat Alifia ini karam akibat menabrak kayu saat melintasi perairan Mandah tersebut.


Diketahui  petugas dibantu dengan warga memberikan pertolongan untuk menyelamatkan penumpang saat peristiwa berlangsung.

Kapolsek Mandah IPTU Hendri Berson, SH, membenarkan adanya peristiwa ini. 

“Benar ada boat karam, diduga karena menabrak tunggul atau kayu. Dari laporan sementara tidak ada korban jiwa,” kata Kapolsek.

Mengetahui peristiwa itu, Kapolsek mengaku tidak bisa menuju lokasi  sebab terkendala air yang kebetulan surut saat itu.


“Kami ingin berangkat terkendala air surut, jadi petugas Pol Air yang berada di Teluk Lanjut berangkat kesana sedang melakukan evakuasi dan pendataan,” terang Kapolsek. (GMS/IP)


Editor Arb




Sepi Penumpang karena Corona, Sopir Taksi Online Tewas Gantung Diri

ARBindonesia.com, JAKARTASeorang peria berinisial JL (32) ditemukan tewas gantung diri di belakang rumanya di Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.


Diduga JL mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena tidak sanggup membayar cicilan kredit.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari keterangan keluarga, ada seorang laki-laki yang datang ke rumahnya untuk menanggih cicilan kredit mobil.


“Korban sudah sering melamun. Karena korban sudah 2 bulan tidak menarik Grab,” kata Yusri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4).


Yusri menyebut, sejak kejadian itulah, sikap korban berubah. Bahkan dari keterangan anak korban, sang ayah sempat mengambil tali ayunan yang ada di dalam rumah.







Namun, sang anak tidak mencurigai tali tersebut akan dijadikan alat untuk mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.


“Anak korban melihat bapaknya melepaskan tali (tambang) ayunan yang ada di dalam rumah. Kemudian korban membawa ke belakang rumah,” ungkap Yusri meniru keterangan sang anak korban.
Usai melepaskan tali tersebut, sang anak sempat mengikuti gerak- gerik sang ayah.


Setelah magrib, si anak tidak lagi melihat bapaknya di rumah, selanjutnya ia mencari ke belakang rumah.


Namun, korban sudah tergantung di dahan pohon sengon dengan tali ayunan warna merah.


“Anaknya langsung teriak meminta tolong kepada ibunya N binti Nasa, selanjutnya istri korban minta tolong kepada tetangga agar korban diturunkan,” tutur Yusri.


loading…




Sumber Pojoksatu.id