Dari Jakarta Sandar di Pelabuhan Batam, 40 Kru Kapal Kelud Terindikasi Covid-19

ARBindonesia.com, BATAM – Kantor Kesehatan Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap 94 orang kru KM Kelud yang sandar di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Minggu (12/4/2020)


Dari pemeriksaan itu, 40 orang kru KM kelud  diantarnya terindikasi Covid-19.


Kepala KKP Batam, Achmad Farchanny menyampaikan, KM Kelud sandar di Batam dari Jakarta, Minggu (12/4/2020). “KKP melakukan pemeriksaan sesuai protokol WHO,” ujarnya.

Dari hasil rapid diagnostic test (RDT) tersebut, hasilnya reaktif untuk satu orang kru. Pria tersebut mengalami demam dan mual.

Ia pun ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dan dirujuk ke RSBP Batam di Sekupang.

Dari pengecekan selanjutnya, hasilnya sebanyak 39 orang dinyatakan reaktif Covid-19. Mereka dirujuk ke RS Khusus Corona di Pulau Galang untuk diobservasi.

Sementara itu, sebanyak 54 orang menujukkan gejala non reaktif. Mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Medan mengantar penumpang dan dianjurkan untuk dipantau di kota tersebut.

“Karena saat pemeriksaan ada 1 orang kru kapal yang terindikasi, maka kru kapal lainnya kami tracing,” kata Fachrani.

Hasil Pemeriksaan Penumpang Kelud

Untuk penumpang yang turun di Batam dari KM tersebut, Farchanny menyampaikan jika saat proses pemeriksaan tidak ada yang menunjukkan gejala.

Data para penumpang tersebut, telah dilaporkan ke gugus tugas untuk pemantauan lebih lanjut.

“Agar bisa melaksanakan karantina mandiri, makanya tadi kapal kami laporkan ke KSOP untuk tunda berangkat sampai pemeriksaan kami selesai,” kata Farchanny.







Editor Arb
Sumber Batamnews.co.id




9 Kru Kapal di Batam Reaktif Covid-19, Penumpang Tujuan Medan Tertahan

ARBindonesia.com, BATAM – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam mencatat laporan adanya kru kapal KM Kelud dari Jakarta dengan keluhan demam dan mual, Minggu (12/4/2020).


KM Kelud sendiri akan melanjutkan perjalanan dari Batam menuju Medan.

Hasil pemeriksaan rapid test terhadap 9 kru KM Kelud menujukkan gejala reaktif (positif) Covid-19. Namun hal ini perlu dipertegas dengan pemeriksaan PCR.







Kepala KKP Kelas I Batam, dr. Achmad Farchanny dalam laporannya menyebutkan Tim KKP Batam melakukan pemeriksaan sesuai protokol WHO dan pemeriksaan rapid test covid-19 didapatkan hasil reaktif terhadap kru yang mengalami demam tersebut.

“Pemeriksaan dikembangkan pada kru kapal yang lain. Hasil sementara pemeriksaan rapid test covid-19 pada kru kapal menunjukkan hasil reaktif/positif 9 orang kru,” sebutnya.

Ia mengatakan pemeriksaan pada kru lainnya hingga saat ini masih berlangsung.







“Memperhatikan hasil pemeriksaan ini kami menilai kondisinya membahayakan untuk kapal tetap berangkat ke Medan.  Saat ini para calon penumpang masih tertahan di Pelabuhan Batu Ampar,” sebut Fachrany.

KKP mengusulkan para calon penumpang difasilitasi oleh KRI TNI AL yang saat ini berada di Batam untuk menuju ke Medan.

“Sekiranya memungkinkan difasilitasi TNI, atau keberangkatan kapal ditunda untuk dilakukan pergantian kru kapal terlebih dahulu,” terangnya.


Sumber Batannews.co.id




Keluarga Tak Menyangka Ia Wafat Karena Covid-19, Jenazah Sempat Dibawa Pulang Lalu Dijemput Petugas Medis

ARBindonesia.com, SIAK – Jenazah pria paruh baya berinisial SN (63) yang meninggal dunia, Sabtu (12/4/2020), tiba-tiba dijemput di rumah duka oleh petugas medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dari RSUD Tengku Rafian Siak sekitar pukul 20.15 WIB.

Suasana di rumah duka yang berada di komplek Perumnas Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak, jadi mencekam. Warga yang sedang bertakziyah atau melayat pun kaget karenanya. Petugas medis mengatakan jenazah harus kembali ke RSUD untuk dimakamkan sesuai protap Covid-19.

Sontak warga dan tetangga yang bertakziyah panik, bahkan keluarga tak menyangka kalau SN positif Covid-19. Padahal jenazah sebelumnya bukan PDP Corona, keluarga histeris seakan tak terima keadaan. Pihak TNI dan Kepolisian ikut menenangkan suasana mencekam itu, hingga Direktur RSUD Siak, dr Benny mendatangi rumah duka untuk menjelaskan status penyakit jenazah.







Sempat berdebat, akhirnya keluarga menerima penjelasan dr Benny. Kemudian jenazah kembali ke RSUD Siak untuk mempersiapkan protap pemakamannya.

“Saya tidak punya banyak waktu, langsung saja minta penjelasan dari Jubir Covid-19 di Siak, dr Tony,” Kata Direktur RSUD Tengku Rafian, Benny  Chandra sembari menuju mobil dinasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Tony Chandra menjelaskan bahwa hasil test terhadap pasien positif Covid-19. Hasil itu diketahui setelah SN sudah tak meninggal dan dipulangkan kepada keluarganya.

“Saudara SN meninggal di RSUD, setelah jenazah dibawa pulang baru keluar hasil rapid testnya, ada mengarah ke positif Corona, makanya diberlakukan sesuai protap Covid-19,” cakap Kadiskes Siak Toni Chandra menjawab melalui selulernya.

Menurut Toni, hasil rapid test yang dilakukan dua kali itu belum tentu akurat. “Masih menunggu hasil swab dari laboratorium Jakarta, untuk waktunya kita belum bisa pastikan,” kata Dia.







Toni menyebutkan belum mengetahui darimana asal korban terinfeksi virus Covid-19 tersebut. “Karena sewaktu ditanya petugas medis di RSUD pasien mengaku tidak bepergian ke luar kota. Belum dapat informasi soal itu,” tutup dia.

Berdasarkan penjelasan dari pihak keluarga almarhum, seminggu yang lalu SN sempat mengeluh sakit pada tenggorokan, kemudian dibawa ke RSUD Siak untuk diperiksa.

“Gejalanya sakit tenggorokan, ada batuk berdahak sesekali. Kemudian dianjurkan cek laboratorium, hasilnya Tiroid atau gondok,” kata Jeje, menantu SN yang membawa berobat ke RSUD.

Setelah tiga hari dari cek minggu lalu itu, SN meminta untuk dirawat karena tenggorokan mengalami pembengkakan dan mengeluh sakit tak bisa makan.

“Kami bawa lagi ke RSUD, masuk IGD, kata dokter (yang tidak disebutkan namanya) pasien tak perlu dirawat, alasannya masih bisa berjalan hanya tenggorokan yang sakit. Kemudian diberi obat dan kami pulang,” sambung dia.

Tak juga membaik, dua hari sesudahnya SN mengeluhkan panas pada leher dan kepalanya. Ia mondar-mandir cari angin dan acap kali mandi tak seperti biasanya.







“Saking kepanasannya, bapak (SN) sampai mengikat kepalanya dengan selendang. Kami lalu mengajak bapak berobat ke Praktek Dokter Didin. Hasilnya tak pula mengarah ke sana (Corona),” ungkap Jeje.

Dari hasil beberapa cek tersebut, tidak menunjukkan adanya positif Covid-19. Menurut Jeje, jika memang terpapar Covid-19 SN harusnya jadi PDP.

Hasil Rapid Test Keluar Setelah Jenazah Dibawa Pulang
Sebelum meninggal, sekitar pukul 15.00 WIB, almarhum terpeleset dan terjatuh di kamar mandi saat hendak buang air. Ia digotong ke kamarnya dan saat itu SN mulai mengeluh sesak nafas.

“Di saat itu mulai sesak, sebelumnya tidak ada. Lalu kami bawa lagi ke RSUD,” kata Jeje.

Saat dirawat di ruang IGD RSUD, lanjutnya, sesak nafas yang dirasa almarhum semakin kuat, dokter menyarankan agar cek laboratorium kembali. Sekitar pukul 19.20 WIB, SN dinyatakan sudah meninggal oleh dokter yang menanganinya.

“Tapi kami juga belum tahu hasil tes penyakit bapak apa. Kemudian kami panggil ibu mertua saya (istri SN) ke RSUD untuk mengetahui kondisi bapak dan membawa jenazah bapak pulang ke rumah,” Jelas dia.

Sesampainya jenazah di rumah duka, warga berdatangan untuk bertakziyah. Berselang beberapa waktu, pihak RSUD memberi kabar bahwa hasil rapid test SN keluar, dan dinyatakan positif Covid-19.







Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Suak Santai jalan Indragiri (Turap) Kelurahan Kampung Rempak sesuai protap Covid-19.
Di lokasi pemakaman tampak sebuah alat berat eskavator menggali liang lahat untuk jenazah SN.

Jenazah tiba di lokasi pemakaman dengan mobil jenazah yang tak menyala serinainya. Kondisinya sudah berada dalam peti kayu, tentu berlapis dengan kantong mayat yang digunakan sebelumnya.

Tampak hanya lima orang petugas yang menguburkan jenazah SN dari Dinas Kesehatan, berpakaian APD lengkap seperti astronot.

Keluarga almarhum meraung-raung menangis dari luar pagar pemakaman, tak dapat peluk cium untuk terakhir kalinya.

Karena kasus pertama di Siak, Bupati Alfedri turun langsung memantau pemakaman warganya yang meninggal akibat Covid-19 bersama semua Forkopimda.







“Kami memastikan bahwa protap pemakaman korban Covid-19 berjalan sesuai aturan. Dengan kejadian ini memang sudah seharusnya lebih mewaspadai penyebaran virus berbahaya ini,” kata Alfedri.

Bupati Alfedri juga mengimbau kepada warga untuk tidak panik namun tetap waspada. Selalu menjaga kesehatan dan patuhi anjuran social distancing dan physical distancing.

Dari pantauan di lokasi, pemakaman berakhir hingga pukul 01.30 WIB dini hari. Usai proses pemakaman itu, petugas, mobil ambulan dan eskavator disemprot cairan disinfektan oleh oleh BPBD Siak.


Editor Arb
Sumber cakaplah.com




Pria di Pelalawan ini Tewas Setelah Telan 4 Paket Sabu, Begini Kronologisnya

ARBindonesia.com, PELALAWAN – Seorang pria warga Kelurahan Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau yang diduga sebagai pengedar sabu tewas setelah menelan plastik berisikan 4 bungkus paket kecil diduga sabu. Peristiwa naas ini terjadi, Kamis (9/4/2020) lalu.

Korban inisial AG (36) diduga sebagai pengedar sabu, berdomisili di Kampung Melati RT 03 Kelurahan Sorek. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Medical Sorek namun nyawa tak tertolong.

Sebelum korban menghembuskan nafas terakhir, lantaran ketakutan penangkapan atas dirinya ketika tim Opsnal Narkoba langsung dipimpin oleh Kasat Resnarkoba, AKP Romi Irwansyah, SH, MH melakukan penyamaran sebagai pembeli narkoba.







Hanya saja begitu transaksi akan dilakukan, korban menyadari kalau si pembeli merupkan aparat kepolisian. Walhasil, barang bukti berupa sabu berat kurang lebih 5 gram yang terbungkus 4 plastik paket kecil langsung ditelannya.

Melihat kejadian itu, tim Opsnal, berusaha mengeluarkan barang bukti yang ditelan korban. Hanya saja reaksi sabu yang sudah terlanjur korban telan begitu cepat. Ia pun kejang-kejang. Seketika itu juga korban dilarikan ke Rumah Sakit Medical Sorek.







Sempat mendapatkan pertolongan pertama yakni ditangani tenaga medis mengeluarkan sabu seberat 5 gram. Hanya saja begitu ditangani korban kejang-kejang dan perawat melakukan tindakan kejut jantung. Namun nyawanya tetap tak tertolong.

Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risohandua, S.Ik melalui Kasat Resnarkoba, AKP Romi Irwansyah, SH, MH, Ahad (12/4/2020) membenarkan peristiwa ini. Menurut dia, setelah korban meninggal dilarikan ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan visum.

Editor Arb
Sumber cakaplah.com




Tiga Anggota Polisi Tewas Tertembak saat Bentrok dengan TNI

ARBindonesia.com, JAYAPURA – Tiga anggota polisi meninggal dunia akibat luka tembak saat bentrok dengan TNI di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Minggu (12/4/2020). Diduga oknum pelaku anggota TNI Satgas Yonif/755.

“Identitas pelaku, oknum anggota TNI Satgas Yonif/755,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Kamal, Minggu (12/4/2020).







Tiga anggota polisi dari Polres Mamberamo Raya yang meninggal yaitu Bripda Yosias Dibangga, Briptu Marcelino Rumaikewi, dan Briptu Alexander Ndun. Sedangkan anggota polisi lainnya anggota Polsek Mamteng Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien mengalami luka tembak.

Kombes Kamal mengatakan, Briptu Marcelino dan Bripda Yosiaster tertembak bagian leher. Sedangkan Bripda Alexander tertembak bagian paha kiri. Lima anggota polisi mengalami luka tembak dirawat di RS Kawera Kasonaweja.

“Bripka Alva Titaley mengalami luka tembak pada paha kiri sebanyak 1 kali. Brigpol Robert Marien anggota SPKT mengalami luka tembak pada punggung belakang sebanyak 3 kali,” ujar dia.

Penyebab kejadian itu, Kamal menyebut kesalahpaman antara anggota polisi dengan TNI. Saat ini situasi di lokasi sudah kondusif.


Editor Arb
sumber inews.id




Kedapatan Berada di Penginapan, 9 Pasangan ini Digelandang Kekantor Satpol PP Tembilahan

Foto : Pasangan yang terjaring dalam razia yustisi di Tembilahan


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 9 orang pasangan tanpa ikatan resmi digelandang kekantor Satpol PP Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jum’at (10/4/2020) dini hari.


Pasalnya, 9 pasangan yang diduga melakukan perbuatan mesum ini kedapatan berada di sebuah penginapan hingga terjaring dalam razia yustisi yang digelar Satpol PP dan didukung tim gabungan dari Polres Inhil dan Kodim 0314, Kejaksaan Negeri, PM dan Pengadilan Negeri.


Kedatangan aparat gabungan yang dibagi menjadi 4 tim ini diketahui sempat membuat panik pengunjung penginapan yang tidak menduga dengan adanya razia yustisi tersebut.







PLT Kasatpol PP Tantawi, melalui Sekretaris Satpol PP Roni, saat diwawancarai oleh media mengatakan operasi yustisi ini dilaksanakan dalam rangka melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, serta menegakkan Perda tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.


Dalam operasi yang dilaksanakan sejak Pukul 11.00 hingga 00.30 Wib, kami melakukan penyisiran disejumlah hotel, wisma dan tempat-tempat hiburan diwilayah Tembilahan dan Tembilahan Hulu.


“Dari hasil razia yang dilakukan ini, kami mengamankan 8 pasangan yang bukan suami istri berada dibeberapa tempat penginapan,” kata Roni.


Menurut Roni,  pasangan ini dibawa ke kantor Satpol PP karena tidak bisa membuktikan sebagai pasangan suami istri.


“Kami mengamankan mereka semua untuk dilakukan pendataan,” katanya.







Selain itu, Roni juga mengatakan bahwa dalam razia yustisi ini, pihaknya tidak menemukan adanya tempat-tempat hiburan malam yang kedapatan tengah beroperasi.


Sesuai dengan intruksi dan himbauan pemerintah mengenai tempat-tempat hiburan harus ditutup hingga tanggal 15 April 2020.


“Jika masih ada yang tidak mengindahkan himbauan itu, maka tim yustisi akan melakukan penutupan serta pencabutan izin usaha tersebut,” tutup Roni, Sekretaris Satpol PP.


Untuk diketahui, berdasarkan pantauan langsung dilapangan, saat proses penggelandangan ke kantor Satpol PP,  salah satu pria yang terjaring sempat mencoba melarikan diri. Namun tim yustisi berhasil  menangkap kembali walupun pelaku juga sempat bersembunyi dari kejaran aparat . (Arb)


Editor Arbain