2 Hotspot Terdeteksi di Riau

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 16 titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera, pada Senin (25/5/2020) pukul 06.00 WIB.


“Dari jumlah hotspot itu, paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan yaitu lima titik panas. Diikuti Sumatera Barat empat titik, Bangka Belitung tiga titik, serta Bengkulu dan Riau masing-masing dua titik,” kata Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto di Pekanbaru, Senin pagi.


Yang mana, dua titik panas di Riau yang berada di atas level confidence 50 persen ini, tersebar di Kabupaten Kampar dan Pelalawan masing-masing satu titik.


“Keduanya berada di level confidence sedang. Baru bisa diduga kuat sebagai titik api apa bila hotspotnya berada di level confidence tinggi,” jelasnya. (MCR/PR)




Tolak Penerapan PSBB di Kota Dumai, Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Demo Berskala Besar

ARBindonesia.com, DUMAI – Tolak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Dumai, mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi besar-besaran di area Sekretariat Gugus Tugas, Jalan Soebrantas Halaman Kantor Wali Kota Lama, Senin (18/5/2020).


Dalam aksi damai berskala besar yang digelar mulai pukul 13.00 sampai 17.00 Wib, ratusan masa aksi mendesak Pemerintah Kota Dumai mencabut Peraturan Wali Kota mengenai pemberlakuan PSBB.


Seperti yang diungkapkan salah satu korlap dalam aksi tersebut, Anshory menyampaikan dalam poin tuntutannya mendesak Pemerintah Kota Dumai mencabut Perwako PSBB dan beri kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah.


“Pemerintah Kota Dumai harus transparan terkait dana dan data masyarakat penerima bantuan covid 19,” cetusnya.


Rubah bantuan non DTKS menjadi 100 persen uang tunai. Terakhir tangkap dan pidanakan oknum mafia bansos,” tambahnya lagi.


Dari pantauan langsung dilapangan, dalam demo tersebut tidak ada terjadi  tindakan anarkis antara aparat dan peserta aksi.


Sebelum barisan masa aksi membubarkan diri, dari elemen mahasiswa melakukan Audiensi dan menyerahkan tuntutan aksi kepada Kapolres Dumai.


Reporter Hendrik




Penemuan Mayat Membusuk di Dalam Rumah Hebohkan Warga Tembilahan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Warga tembilahan dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan membusuk di dalam rumahnya, di Jalan Soebrantas, Gang Pulai Indah,  Tembilahan,  Inhil,  Senin (11/5/20) sekitar pukul 19.00 WIB.


Pria bernama Mawardi (65) ini ditemukan dalam posisi telungkup sudah tidak bernyawa dengan keadaan mulut, telinga, dan hidung mengeluarkan darah serta badan sudah membusuk. Dikarenakan sudah berhari-hari meninggal dunia. 


Warga yang mengetahui kejadian ini langsung berdatangan dan melaporkan ke pihak kepolisian.


Dari data yang diproleh,  penemuan itu berawal dari keluarganya yang ingin mengantar makanan. Dimana korban berstatus pedagang ini tinggal seorang diri dirumahnya.


Setelah di panggil-panggil namun tak ada jawaban dari korban. Saat itu pintu rumah dalam keadaam tidak terkunci.


Kemudian dilakukan pengecekan di dapur,  saat itu terlihat korban telungkup dan mengeluarkan aroma tak sedap.


Selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jasad korban dibawa oleh pihak medis ke RSUD Puri Hisada untuk dilakukan autopsi.


Dari hasil visum yang dilakukan oleh Dr. Dewi Lestari korban sudah dalam keadaan membusuk sehingga pemeriksaan luar tidak dapat dilakukandan Ddperkirakan korban meninggal satu atau dua hari yang lalu.


Saat ini jasad korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.


Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot SIK saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.


“Iya, diduga sakit, sekarang ditangani Polsek Kota, “singkat Kasat. (Arb)




Penertiban Pedagang di Lokasi Ramayana Pekanbaru Ricuh

Foto penertiban pedagang dilokasi ramayana, doc. Humas Polda Riau


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Penertiban pedagang pada lokasi parkir Ramayana Pekanbaru yang digunakan pedagang sebagai tempat berjualan berujung ricuh.


Penertiban itu dilakukan oleh oleh petugas security pihak internal PT MPP dengan jumlah sekitar 50 orang, Selasa (12/5/2020) pagi sekitar pukul 08.30 Wib.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto menyampaikan kericuhan kejadian pada saat pihak security membuka terpal yang digunakan pedagang untuk berjualan.


“Terjadi tarik menarik tali terpal yang akan dipasang, selanjutnya dari arah belakang para pedangan berlari kearah security,” tuturnya.


Saat itu langsung terjadi perlawanan dari para pedagang dengan melemparkan batu, kayu dan benda yang ada di sekitar lokasi yang mengakibatkan pecahnya kaca ventilasi PT MPP dan kerusakan rolling door.


“Serta adanya kendaraan roda empat milik pengujung yang sedang parkir mengalami pecah kaca belakang akibat lemparan batu pedagang,” ungkap Sunarto.


Lanjutnya, karena kalah jumlah security lebih sedikit dari pedagang, akhirnya security di tarik kedalam untuk menghindari keributan yang lebih besar.


“Sekira pukul 08.50 Wib, Kapolsek Kota AKP Sunarti beserta anggota Polsek Kota datang ke TKP untuk  menenangkan para pedagang dan meminta semua pihak agar menahan diri,” imbuhnya.



Editor Arb




Korban Jiwa Kebakaran Kapal Tanker di Belawan Bertambah 7 Orang

ARBindonesia.com, MEDAN Jumlah korban jiwa akibat kebakaran kapal tanker MT Jag Leela di Pelabuhan Belawan, Provinsi Sumatera Utara hingga Selasa (12/5) siang terus bertambah, total sudah tujuh orang.


“Para jenazah sudah di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Jumlah ini didapat selama dua hari ini,” kata Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan AKBP, Zulkhairi yang dijumpai di RS Bhayangkara Medan.


Ia mengatakan, proses identifikasi masih terus dilakukan pihak kepolisian karena seluruh jenazah korban meninggal dunia hingga saat ini belum diketahui identitasnya.


“Belum ada terindentifikasi masih dalam proses. Belum ada yang rilis pastinya dan dipastikan identitasnya,” ujarnya.


Sementara itu pantauan di RS Bhayangkara, pihak rumah sakit telah mendirikan posko Post Mortem untuk mengambil data korban dari pihak keluarga.


Kebakaran yang terjadi di kapal tanker MT Jag Leela di Pelabuhan Belawan juga menyebabkan 22 orang terluka.


Korban yang terluka akibat kebakaran tersebut dibawa ke Rumah Sakit PHC Belawan dan Rumah Sakit TNI AU Belawan untuk menjalani perawatan.


Kapal tanker sepanjang 250 meter milik MT Jag Leela yang digunakan untuk mengangkut minyak terbakar pada Senin (11/5) sekitar pukul 08.30 WIB, ketika sedang ditambatkan di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard di Pelabuhan Belawan. (*)


Sumber Pojoksatu.id




Korban Hanyut di Sungai Teso Gunung Sahilan Akhirnya Ditemukan

ARBindonesai.com, KAMPAR – Seorang pelajar bernama Febri Hadi Kurniawan (16) warga Desa Suka Makmur Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, Minggu sore (10/5) hanyut dan tenggelam di Sungai Teso Wilayah Gunung Sahilan.


Korban sebelumnya dikabarkan tengah memancing di Sungai Teso bersama 2 orang temannya, korban dan salah satu temannya sempat turun kesungai untuk mengambil tempat umpan pancingnya yang terjatuh, namun korban akhirnya terseret arus dan tenggelam.


Beberapa saat setelah kejadian hingga tengah malam kemarin, warga masyarakat bersama pihak Kepolisian dari Sub Sektor Gunung Sari berupaya mencari korban serta meminta bantuan kepada Basarnas Provinsi serta BPBD Kampar, namun karena hari telah larut malam maka pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan pagi harinya.


Selanjutnya pada pukul 06.30 wib pagi tadi, pencarian terhadap korban tenggelam ini kembali dilanjutkan oleh tim gabungan dari beberapa kesatuan.


Tim gabungan ini terdiri dari personel Polsek Kampar Kiri sebanyak 5 orang yang dipimpin Kapolsek Kompol Yulisman S.Sos, Tim Basarnas Provinsi Riau sebanyak 6 orang dipimpin sdr. Hendro, Tim BPBD Kampar sebanyak 4 orang dipimpin sdr. Yanis dan Tim Tagana sebanyak 5 orang dipimpin M. Fadil, beberapa warga masyarakat sekitar juga ikut melakukan pencarian.


Pada pukul 09.00 wib hingga pukul 11.30 wib dilakukan penyelaman oleh Tim Basarnas namun belum berhasil menemukan korban, lalu pencarian dihentikan hingga pukul 13.50 wib, dan pada pukul 14.00 wib pencarian kembali dilanjutkan.


Sekitar pukul 16.20 wib korban ditemukan oleh Tim dalam keadaan mengapung tidak jauh dari tempat awal korban tenggelam, saat ditemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa.


Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Gunung Sahilan II Desa Gunung Sari untuk dilakukan Visum, setelah dilakukan Visum pihak keluarga meminta agar korban segera dimakamkan di Desa Suka Makmur Kecamatan Gunung Sahilan.


Pihak keluarga juga menyatakan telah menerima dengan ikhlas kejadian ini sehingga tidak perlu dilakukan otopsi terhadap korban, pinta pihak keluarga.


Sementara itu Kapolsek Kampar Kiri Kompol Yulisman S.Sos, MSi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dikemlbumikan.


“Pada kesempatan ini Yulisman juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di sungai, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelasnya.


Laporan Yusrizal