9 Tiang Listrik di Inhil Tumbang, Satu Motor Remuk Tertimpa

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak  9 batang tiang listrik di Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tumbang hingga menimpa satu buah kendaraan sepeda motor, Jum’at (29/5/2020).


Kepala Manager ULP PLN Kuala Enok saat dikomfirmasi membenarkan atas adanya informasi peristiwa tumbangnya tiang listrik hingga memimpa sebuah sepeda motor.


“Belum diketahui pasti penyebab dan berapa banyak tiang listrik yang tumbang, saat ini kita lagi menuju lokasi,” kata Boby saat dihubungi melalui via seluler, Jum’at (29/5/2020) sore.


Hingga berita ini diterbitkan,  Awak media masih menunggu informasi lanjutan mengenai penyebab tumbangnya tiang listrik dan tindak lanjut terkait kendaraan yang tertimpa tiang listrik hingga rusak parah. (Arb)




5 Hotspot Terdeteksi di Riau

Foto ilustrasi


ARBindonesia.com, PEKANBARU- Rabu (27/5/2020) ini pada pukul 06.00 pagi, citra satelit mendeteksi sebanyak lima titik panas atau hotspot di Provinsi Riau.


Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Putri Santy Siregar mengatakan, bahwa total hotspot di Pulau Sumatera hari ini ada sebanyak 21 titik. Dengan keterangan, masing-masing ada enam titik di Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan, lima titik di Riau dan empat titik di Sumatera Barat.


“Lima hotspot di Riau ini tersebar di Kabupaten Kampar dua titik, serta  Kepulauan Meranti, Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik,” kata Putri di Pekanbaru.


Ia menjelaskan, lima titik hotspot ini berada di level confidence di atas 50 persen atau kategori sedang.


“Hotspot baru bisa diduga kuat sebagai titik api apabila level confidencenya mausk kategori tinggi,” ujarnya. (Mcr/rat)




2 Hotspot Terdeteksi di Riau

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 16 titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera, pada Senin (25/5/2020) pukul 06.00 WIB.


“Dari jumlah hotspot itu, paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan yaitu lima titik panas. Diikuti Sumatera Barat empat titik, Bangka Belitung tiga titik, serta Bengkulu dan Riau masing-masing dua titik,” kata Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto di Pekanbaru, Senin pagi.


Yang mana, dua titik panas di Riau yang berada di atas level confidence 50 persen ini, tersebar di Kabupaten Kampar dan Pelalawan masing-masing satu titik.


“Keduanya berada di level confidence sedang. Baru bisa diduga kuat sebagai titik api apa bila hotspotnya berada di level confidence tinggi,” jelasnya. (MCR/PR)




Tolak Penerapan PSBB di Kota Dumai, Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Demo Berskala Besar

ARBindonesia.com, DUMAI – Tolak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Dumai, mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi besar-besaran di area Sekretariat Gugus Tugas, Jalan Soebrantas Halaman Kantor Wali Kota Lama, Senin (18/5/2020).


Dalam aksi damai berskala besar yang digelar mulai pukul 13.00 sampai 17.00 Wib, ratusan masa aksi mendesak Pemerintah Kota Dumai mencabut Peraturan Wali Kota mengenai pemberlakuan PSBB.


Seperti yang diungkapkan salah satu korlap dalam aksi tersebut, Anshory menyampaikan dalam poin tuntutannya mendesak Pemerintah Kota Dumai mencabut Perwako PSBB dan beri kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah.


“Pemerintah Kota Dumai harus transparan terkait dana dan data masyarakat penerima bantuan covid 19,” cetusnya.


Rubah bantuan non DTKS menjadi 100 persen uang tunai. Terakhir tangkap dan pidanakan oknum mafia bansos,” tambahnya lagi.


Dari pantauan langsung dilapangan, dalam demo tersebut tidak ada terjadi  tindakan anarkis antara aparat dan peserta aksi.


Sebelum barisan masa aksi membubarkan diri, dari elemen mahasiswa melakukan Audiensi dan menyerahkan tuntutan aksi kepada Kapolres Dumai.


Reporter Hendrik




Penemuan Mayat Membusuk di Dalam Rumah Hebohkan Warga Tembilahan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Warga tembilahan dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan membusuk di dalam rumahnya, di Jalan Soebrantas, Gang Pulai Indah,  Tembilahan,  Inhil,  Senin (11/5/20) sekitar pukul 19.00 WIB.


Pria bernama Mawardi (65) ini ditemukan dalam posisi telungkup sudah tidak bernyawa dengan keadaan mulut, telinga, dan hidung mengeluarkan darah serta badan sudah membusuk. Dikarenakan sudah berhari-hari meninggal dunia. 


Warga yang mengetahui kejadian ini langsung berdatangan dan melaporkan ke pihak kepolisian.


Dari data yang diproleh,  penemuan itu berawal dari keluarganya yang ingin mengantar makanan. Dimana korban berstatus pedagang ini tinggal seorang diri dirumahnya.


Setelah di panggil-panggil namun tak ada jawaban dari korban. Saat itu pintu rumah dalam keadaam tidak terkunci.


Kemudian dilakukan pengecekan di dapur,  saat itu terlihat korban telungkup dan mengeluarkan aroma tak sedap.


Selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jasad korban dibawa oleh pihak medis ke RSUD Puri Hisada untuk dilakukan autopsi.


Dari hasil visum yang dilakukan oleh Dr. Dewi Lestari korban sudah dalam keadaan membusuk sehingga pemeriksaan luar tidak dapat dilakukandan Ddperkirakan korban meninggal satu atau dua hari yang lalu.


Saat ini jasad korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.


Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot SIK saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.


“Iya, diduga sakit, sekarang ditangani Polsek Kota, “singkat Kasat. (Arb)




Penertiban Pedagang di Lokasi Ramayana Pekanbaru Ricuh

Foto penertiban pedagang dilokasi ramayana, doc. Humas Polda Riau


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Penertiban pedagang pada lokasi parkir Ramayana Pekanbaru yang digunakan pedagang sebagai tempat berjualan berujung ricuh.


Penertiban itu dilakukan oleh oleh petugas security pihak internal PT MPP dengan jumlah sekitar 50 orang, Selasa (12/5/2020) pagi sekitar pukul 08.30 Wib.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto menyampaikan kericuhan kejadian pada saat pihak security membuka terpal yang digunakan pedagang untuk berjualan.


“Terjadi tarik menarik tali terpal yang akan dipasang, selanjutnya dari arah belakang para pedangan berlari kearah security,” tuturnya.


Saat itu langsung terjadi perlawanan dari para pedagang dengan melemparkan batu, kayu dan benda yang ada di sekitar lokasi yang mengakibatkan pecahnya kaca ventilasi PT MPP dan kerusakan rolling door.


“Serta adanya kendaraan roda empat milik pengujung yang sedang parkir mengalami pecah kaca belakang akibat lemparan batu pedagang,” ungkap Sunarto.


Lanjutnya, karena kalah jumlah security lebih sedikit dari pedagang, akhirnya security di tarik kedalam untuk menghindari keributan yang lebih besar.


“Sekira pukul 08.50 Wib, Kapolsek Kota AKP Sunarti beserta anggota Polsek Kota datang ke TKP untuk  menenangkan para pedagang dan meminta semua pihak agar menahan diri,” imbuhnya.



Editor Arb