Kebakakaran di Kelurahan Pekan Arba, Satu Rumah Kayu Habis Dipalap Jago Merah

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –  Kebakaran di Kelurahan Pekan Arba pagi ini, Sabtu (6/6/2020) habiskan satu unit rumah yang terbuat dari kayu.Kebakaran di Kelurahan Pekan Arba pagi ini, Sabtu (6/6/2020) habiskan satu unit rumah yang terbuat dari kayu.


Peristiwa Kebakaran tersebut berlokasi di samping Jalan Pekan Arba, RT 002, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Doketahui rumah tersebut dalam kondisi tidak ada orang didalam rumah tersebut.


Alfian, seorang warga lorong Berkat Desa Pekanarba saat dikonfirmasi melalui telepon menuturkan, kebakaran tersebut diduga oleh masyarakat setempat dikarenakan tabung gas.


“Menurut  info dari masyarakat tabung gas yang meledak, tapi belum tahu pasti, tuturnya.


“Tidak ada korban jiwa,” kata Alfian.


Hingga saat ini diterbutkan belum ada keterangn resmi dari pihak kepolisan, mengenai penyebab dan kerugian atas peristiwa kebakran tersebut. (Jun Mlc)




Pintu Masuk Bukit Gelanggang Dipasang Kawat Berduri, Pedagang Datangi Kantor Dispora Dumai

Puluhan pedagang mendatangai kantor Dispora Kota Dumai, Foto Hendrik


ARBindonesia.com, DUMAI –  Mengenai pemasangan kawat berduri yang dipasang di area pintu masuk Taman Bukit Gelanggang, para pedagang datangi kantor Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga (Dispora) Kota Dumai, di Jalan IR Soebrantas, Jum’at (5/6/2020).


Kedatangan para pedagang yang biasa berjualan di Taman Bukit Gelanggang tersebut bertujuan agar bisa di izinkan kembali membuka dagangan mereka dilokasi tersebut.


Disana kembali para pedagang mengatakan “kami cuma ingin mencari makan,  disana untuk menyambung hidup bukan untuk mencari kaya,” ungkap Saidah dan beberapa pedagang lainnya saat dijumpai awak media.


Dari pantau langsung, Kedatangan puluhan pedagang tersebut belum mendapatkan penjelas pasti dari pihak Dispora terkait kapan waktu para pedagang bisa kembali berjualan di lokasi Taman Bukit Gelanggang.


Untuk diketahui, dilarangnya para pedagang berjualan di area tersebut sejak diberlakukannya PSBB di kota dumai, hingga saat ini larangan berjualan masih berlaku.


Para pedagang mendatangi kantor Dispora berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 10.30 wib. Selanjutnya para pedagang membubarkan diri kembali ke kediaman masing-masing sambil menunggu penjelasan yang pasti dari pihak Dinas Pariwisata.


Reporter Hendrik




Gempa Magnitudo 6 Guncang NTB, Terasa hingga Bali


ARBindonesia.com – Gempa bermagnitudo 6 mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pukul 22.54 WIB.

Dikutip dari akun Twitter resmi BMKG, @infoBMKG, pusat gempa berada di laut 132 km Barat Laut Pulau Saringi, NTB dengan kedalaman 664 km.

Gempa dirasakan (MMI) III Denpasar, III Kuta, III Mataram, III Lombok Barat, dan II Sumbawa Barat.

Dari laporan BMKG, gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Sumber kompas.com




Tempat Karaoke Golden di Tembilahan Diduga Membangkang, Berkali Ditegur Tetap Beroperasi

Foto : Pemasangan Polisline melalui pintu masuk tempat hiburan malam Golden Karoake


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemilik tempat hiburan malam, Golden Karaoke di jalan Abdul Manaf Tembilahan diduga membangkang, beberapa kali sudah ditegur Tim Gugus Tugas COVID-19 namun diduga tetap beroperasi.


Pantauan awak media, Kamis (4/5/2020) sekitar pukul 02.10 wib dini hari, tempat karaoke tersebut didatangi pihak kepolisian akibat tidak mengindahkan intruksi Ketua Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19.


Saat hendak dilakukan pemeriksaan, kondisi pintu depan dan pintu belakang telah terkunci. Sehingga petugas tidak bisa masuk kedalam untuk melakukan pemeriksaan di tempat karoke tersebut.


Sempat digedor-gedor oleh aparat, namun masih saja tidak ada yang membuka pintu depan dan belakang. Sementara, dari pantauan itu juga terlihat seseorang didalam ruangan belakang tengah mengintip melalui jendala,


Karena tak berhasil membuka pintu, lantas petugas Satreskrim Polres Inhil melakukan penyegelan dengan memasang polisline di pintu depan dan belakang.


Sementara didapat informasi dilapangan bahwa didalam bangunan berlantai dua tersebut  diduga masih banyak pengunjung yang masih berada didalam.


Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Inhil, AKP Indra Lamhot Sihombing, S.IK, mengatakan bahwa belum ada pihak tempat hiburan yang mengirim surat tembusan mengenai permohonan izin beroperasi.


“Belum ada tembusan ke saya selaku Koordinator Gugus Gakkum. Mengenai hal ini akan kami tindak lanjuti sesuai tahapan dan aturan yang ada, katanya melalui pesan WhatsApp. (Arbain)




Dilarang Berjualan di Area Taman Bukit Gelanggang Dumai, Pedagang: Kami Hanya Mencari Makan Bukan Mencari Kaya

Foto, Bersitegang antara Pedagang dan pihak pengamanan di area pintu gerbang Taman bukit gelanggang, Dumai. Hendrik


ARBindonesia.com, DUMAI –  Buntut dari pelarangan berjualan di dalam area Taman Bukit Gelanggang  Kota Dumai, puluhan pedagang nekat menerobos portal pintu gerbang yang dijaga oleh aparat pengamanan.


Sebelum menerobos masuk kedalam taman tersebut, bersitegang sempat terjadi di area pintu gerbang Taman bukit gelanggang,
antara pedagang dan scurity yang saat itu juga tampak hadir pengamanan dari pihak Kepolisian, Satpol PP dan anggota Gugus Tugas Covid-19, Rabu (3/6/2020) mulai pukul 15.30 sampai dengan 16.30 wib.


Dari pantauan langsung dilapangan oleh awak media, dalam persetegangan tersebut, para pedagang menyampaikan bahwa mereka ingin membuka usaha mereka di dalam area Taman Bukit Gelanggang untuk mencari nafkah.


Namun pihak pengamanan tetap menyampaikan bahwasanya untuk sementara tidak diperbolehkan, karena belum ada izin dari pihak dinas yang terkait.


Walaupun belum diperbolehkan, para pedagang tetap membuka usaha mereka di dalam area Taman Bukit Gelanggang tersebut, dengan dalih “Kami hanya mencarai makan, bukan mau mencari kaya,” ucap para pedagang saat itu.


Alhasil dari persetengan tersebut pedangang tetap masuk ke dalam area Taman Bukit Gelanggang dengan cara mengangkat barang dagangan mereka walupun portal pintu gerbang tidak dibuka oleh security yang melakukan penjagaan pada saat itu.


Dari penelusuran informasi yang didapat awak media, peristiwa itu terjadi dikarenakan para pedagang sudah tidak melakukan kegiatan mereka di Taman tersebut kurang lebih hampir dua bulan lamanya, dikarenakan telah diberlakukan PSBB di Kota Dumai.


Setelah selesai diberlakukan PSBB, kini para pedagang kembali ingin membuka dagangannya di area tempat mereka berdagang selama ini ini.


Namun keinginan mereka terhalang di karenakan tidak adanya izin dari pihak Dinas terkait.


Atas hal tersebut para pedagang tetap memaksa ingin membuka dagangan mereka di karenakan sudah bosan menunggu penjelasan dari pihak Dinas yang terkait.


Salah satu pedagang, Khairul saat diwawancarai mengatakan bahwa  kami para pedagang sangat berharap agar Kadis Pariwisata bisa menjumpai atau duduk bersama mereka agar ada penjelasan di dalam pelarangan untuk berjualan di area Taman Bukit Gelanggang.


“Kita juga berharap agar Dinas yang terkait dapat memberikan izin untuk kami para pedagang mencari makan di area Taman Bukit Gelanggang. Karena selama ini kami memenuhi kebutuhan hidup dengan cara berdagang di area Taman tersebut,” harapnya.


Untuk diketahui, dalam persetegangan tersebut tidak ada terjadi bentrok ataupun kekerasan dari pihak pedagang dan juga dari pihak pengamanan.


Report Hendrik




Pertanyakan Penyaluran BST, Puluhan Warga Datangi Kantor Desa Sungai Ara

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pertanyakan mengenai penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), Puluhan warga mendatangi kantor Desa Sungai Ara, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Aksi tersebut dilakukan warga untuk mempertanyakan terkait penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang sudah dilakukan desa beberapa waktu lalu.


Menurut penuturan Rustam, salah seorang warga setempat, diduga kuat penyaluran program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut tak tepat sasaran.


Sebab katanya, dari nama-nama penerima bantuan, ada ditemukan keluarga perangkat desa yang juga menerima.


“Itu yang kami pertanyakan. Dari penjelasan Sekdes, nama mereka masuk dalam penerima bantuan karena dulu pernah mendaftar pada program prakerja. Sementara ini kan program BST,” terangnya saat dihubungi wartawan, Selasa (2/6/2020).


Terakhir, Rustam berharap penyaluran berikutnya bisa lebih tetap sasaran. Karena masih banyak warga tidak mampu disana yang seharusnya mendapatkan bantuan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi lebih lanjut dari kepala desa setempat. Wartawan sudah mencoba menghubungi namun belum ada tanggapan. (***/rls)