Gedung di Komplek Telkom Pekanbaru Terbakar, Jaringan Telkomsel Terganggu

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Lumpuhnya jaringan Telkomsel di Kota Pekanbaru diduga disebabkan karena adanya kebakaran yang terjadi di salah satu gedung di Komplek Telkom Pekanbaru Jalan Sudirman, Selasa (11/8/2020). Video kebakaran ini juga beredar dan viral di media sosial.


Salah satunya terpantau di Instagram @brosispku. Dalam postingan dengan durasi 28 detik tersebut, disampaikan bahwa ada kebakaran di Kantor Telkomsel Pekanbaru sehingga menyebabkan terganggunya jaringan Telkomsel.


“Untuk jaringan internet Telkomsel sekarang lagi bermasalah, ini gedungnya Telkom terbakar. Jadi ya jaringan Telkomsel bermasalah,” ujar pria yang ada dalam video tersebut.


https://www.instagram.com/p/CDvfDxWhWOL/?igshid=bk65bk3wwmxe


Postingan ini langsung mendapatkan respon dari Netizen. Beragam komentar muncul menanggapi postingan tersebut. Salah satunya dari akun @rexsi.may 10 kali aku restart hp.


Kemudian adalagi komentar dari akun @e.zraasnga yang menuliskan “Pantes jaringan tsel ku tbtb ilang, pikir habis kuota eh udh beli lagi jd nya.


Salah satu gedung milik PT Telkom/Telkomsel Cabang Riau Pekanbaru terbakar pic.twitter.com/GfLI8wuFCH
— Senapelan (@Senapelan1) August 11, 2020


HOT NEWS????
Salah satu gedung milik PT Telkom/Telkomsel Cabang Riau Pekanbaru terbakar pic.twitter.com/GfLI8wuFCH


— Senapelan (@Senapelan1) August 11, 2020.


Sebelumnya, warga Kota Pekanbaru resah akibat gangguan jaringan Telkomsel yang mengakibatkan masyarakat tak bisa melakukan panggilan telepon. Namun tak hanya itu saja, akses untuk internet juga mengalami gangguan yang berdampak pada terganggunya kebutuhan kerja dan keseharian masyarakat.


Seperti disampaikan oleh Mela, warga Jalan Pinang. Dirinya mengeluhkan tak bisa melakukan panggilan keluar yang berdampak pada tertundanya pekerjaan yang harusnya segera diselesaikan.


“Ini ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan memerlukan panggilan telpon, tapi daritadi jaringan eror sepertinya,” ujar Mela.


Ia mengatakan untuk kebutuhan internet di tempat kerjanya memang tidak terganggu karena tidak menggunakan layanan dari Telkom. “Kalau internet aman, karena kami tak pakai layanan dai Telkom. Mudah-mudahan segera bagus lagilah, biar pekerjaan cepet selesai,” ungkapnya.


Hal senada disampaikan oleh Abadi, seorang supir Aplikasi Ojek Online. Abadi mengatakan dirinya kesulitan menghubungi customer yang sempat memesan layanan Gofood.


“Tadi pas pesan masih bagus jaringan, ini pas saya antar ke lokasi saya tak bisa menghubunginya lagi. Mana orangnya nggak tau dimana. Sata datang sesuai alamatnya, tapi entah mana orangnya mau dihubungi tak bisa,” sebutnya.


Oni, warga Panam juga mengeluhkan hal serupa. Dirinya memasang layanan Wifi Indihome dan memang tidak bisa diakses sejak pukul 14.30 WIB. “Mati daritadi siang. Mungkin ada gangguan,” tutupnya.


Sumbet cakaplah.com




Kejar Layangan, Pelajar Ini Terpental 10 Meter akibat Tersengat Listrik

Proses evakuasi pelajar yang tersengat listrik. FOTO : iNews.TV/Budi Sunandar


ARBindonesia.com, PADANG – Seorang pelajar di Kota Padang Sumatra Barat nyaris tewas akibat tersengat listrik bertegangan tinggi saat mengejar layang-layang di atas atap rumah warga di daerah Alai Kecamatan Padang
Utara.


Beruntung korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan dilarikan kerumah sakit terdekat oleh petugas kepolisian lalu lintas polresta padang dan pemadam kebakaran.


Pelajar bernama Irsyad (15) ini terpental di atas atap rumah warga akibat tersengat listrik bertegangan tinggi.


Proses evakuasi korbanpun berlangsung dramatis pasalnya korban yang berada di atas atap rumah warga berlantai tiga ini harus dievakuasi dengan menggunakan kain kering dengan ekstra hati –hati lantaran arus listrik di lokasi tersebut masih menyala.


Akhirnya setelah 20 menit kemudian korban berhasil dievakuasi ke mobil patroli polisi dan dilarikan kerumah sakit bhayangkara polda sumbar untuk mendapat penanganan lebih lanjut.


Sebelumnya korban tersengat listrik saat mengejar layang layang yang jatuh ke atas rumah warga. Korban yang nekad memanjat atap rumah warga tersebut memegang salah satu kabel lisrik yang terkelupas dari karetnya sehingga mengakibatkan korban terpental sejauh 10 meter dan tak sadarkan diri.


“Karena penanganan yang cepat akhirnya nyawa korban berhasil diselamatkan,” Terang Kasat Lantas Polresta Padang AKP Sukur, Selasa (7/8/2020).


Sumber Sindonews.com




Longsor Ditanah Merah, 21 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Musibah tanah longsor kemabli terjadi, kali ini di Dusun Sungai Perigi, Desa Tanah Merah, kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (06/08/2020).


Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12:00 WIB siang ini, dan mengakibatkan 4 unit rumah pemukiman warga yang dihuni 21 jiwa itu luluh lantak.


Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman melalui Kasubbag Humas Polres Inhil AKP Warno menuturkan, korban atas nama Sukamto yang sedang berada didalam rumah merasakan rumah miliknya bergerak. Sukamto kemudian keluar rumah dan melihat tanah rumah miliknya sudah bergerak ke arah sungai perigi namun rumah belum ambruk.


“Kejadian itu pada pukul 23:00 WIB tadi malam (05/08/2020), Sukamto beserta warga sekitar sudah mengangsur barang barang ke kerabat terdekat, karena salah satu warga mengetahui pada saat air surut melihat keadaan tanah yang retak dan warga sudah memprediksi sekitar jam 11an esok harinya akan longsor. Dan musibah ini terjadi sekitar pukul 12 siang ini,” ujar AKP Warno.


Rumah milik Sukamto beserta 3 rumah tetangganya mengalami kejadian longsor ke arah sungai perigi. Adapun nama pemilik rumah yakni Saharan (52), Ramli (51), dan Atong (55).


“Tidak terdapat korban jiwa dari insiden tersebut, kerugian sampai saat ini belum dapat ditaksir dan dugaan awal terjadinya musibah tanah longsor disebabkan oleh abrasi air sungai, hal ini dikarenakan pemukiman rumah masyarakat yang mengalami musibah longsor berada di sepanjang pinggir sungai perigi dan pada saat terjadinya musibah tanah longsor air dalam keadaan sedang surut kering,” imbuh AKP Warno.


Saat ini, Kapolsek Tanah Merah dan seluruh anggota turun membantu korban longsor. (*)




Longsor di Tembilahan Hulu Tenggelamkan Gudang Pangkalan LPG Asia

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa Tanah Longsongsor di Parit 5 Tembilahan Hulu tenggelamkan satu unit gudang Pangkalan gas LPG milik Asia, Senin (3/8/2020).


Dari pantauan langsung dilokasi, diketahui peristiwa tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 12.00 siang.


Saat ini petugas gabungan dari Kodim 0314/Inhil, Polres Inhil, BPBD dan Masyarakat tengah membatu membersihkan puing-puing bagunan yang rusak parah serta berupaya menyelamatkan satu unit mobil yang terperangkap akibat peristiwa tanah longsor.


Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian berapa kerugian akibat peristiwa tersebut.





(ARB)




Aksi Maling Kabel Lampu di Jalan Batu Bintang Menuju Purnama Gagal Karena Ketahuan

ARBindonesia.com, Dumai – Dinas Perkim Kota Dumai gagalkan percobaan pencurian kabel lampu Penerangan Jalan Umum (PJU)
Oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Selasa (30/06/2020) sore.


Hal ini tentunya sangat disesalkan oleh Dinas Perkim Kota Dumai. Bagaimana tidak, sudah 3 ( tiga ) kali pemasangan lampu PJU di jalan Batu Bintang, namun 3 (Tiga) kali pula kabel lampu penerangan jalan umum ini di curi.


“Kemarin, Senin (29/06/2020) percobaan pencurian kabel lampu PJU kembali terjadi, berarti ini sudah ke 4 (Empat) kalinya, beruntung kali ini aksi mereka bisa di gagalkan,” papar Kabid Perkim, Wahyudi, S.sos.


Kami merencanakan akan memasang lampu PJU sebanyak 26 unit, namun sangat di sesali baru terpasang 12 unit lampu, anggota kita sudah menemukan adanya percobaan pencurian kabel lampu PJU. Beruntung hal ini cepat diketahui sehingga kabel lampu jalan tersebut dapat di selamatkan.


“Hari ini sudah dua kali kami bersama tokoh pemuda menggagalkan percobaan pencurian kabel lampu PJU yang ada di Jalan Batu Bintang, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat,” kata Wahyudi


Pertama sekitar pukul 17.30 Wib, kami temui ada satu (1) kabel yang putus, hanya beselang 90 menit, saya mendapat telfon bahwa ada beberapa unit lampu PJU yang mati, setelah sampai di lokasi ternyata benar adanya percobaan pencurian kabel lampu PJU kembali terjadi.


“Namun percobaan pencurian kali kedua ini pelakunya juga berhasil melarikan diri,” ucapnya.


Menurut keterangan Kabid Perkim kepada ARBindonesia.com, jika mereka berhasil mencuri kabel tersebut, sedikitnya ada 250 meter kabel yang akan di bawa pelaku.


Berkaca dari 3 kasus sebelumnya kabel yang di curi akan dijual lagi, tetapi dijual permeter, karna menurutnya jika di jual perkilo harganya sangat murah bila di bandingkan dijual permeter.


“Menurut saksi mata, pelaku sebelumnya menggunakan mobil, tapi kali ini mengunakan sepeda motor,” terangnya Wahyudi.


Tambahnya lagi, pencurian lampu jalan umum bukan hanya terjadi di jalan batu bintang saja, di beberapa daerah yang ada di Kota Dumai juga pernah di curi kabel lampu nya.


“Beberapa hari yang lalu kabel lampu PJU juga di curi di daerah Bukit Jin, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta di depan jembatan bukit jin. Sedikitnya ada 7 Gawang yang hilang,” ungkap Kabid


Harapan kita bersama dumai ini bisa terang aman, nyaman dan damai, jika masyarakat yang ingin berpergian dimalam hari atau pedagang yang ingin pergi kepasar membawa dagangannya saat dini hari pasti merasa aman dan nyaman.


Yang terpenting jika semua jalan dan gang yang ada di Kota Dumai ini terang otomatis pelaku kejahatan dan kecelakaan lalu lintas juga berkurang bahkan kita berharap tidak ada sama sekali.


“Namun jika ingin semua hal itu terwujud, tentu perlu kerja sama dari semua pihak dan seluruh masyarakat untuk ikut serta mengawasi dan menjaga lampu PJU yang ada di daerah kita,” imbuhnya.


Wahyudi, S.Sos juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan aparatur kepemerintahan khususnya yang ada di Kecamatan Dumai Barat untuk bisa bersama-sama menjaga aset negara berupa lampu Penerangan Jalan Umum ini.


“Agar kedepannya hal serupa tidak lagi kembali terjadi,” tutupnya.


Dilokasi yang sama salah seorang tokoh pemuda Jailani mengaku sangat kecewa apa yang telah dilakukan oleh pelaku percobaan pencurian yang tidak bertanggung jawab ini.


“Seharusnya kita selaku masyarakat harus sama-sama menjaga, bukan sebaliknya merusak atau mencurinya,” ungkap Jailani dengan nada geram.


Pemuda yang kerap di sapa Udo Jai menambahkan lagi basah tadi sore saya coba mencari pelaku percobaan pencurian kabel lampu PJU bersama Kabid Perkim Wahyudi, S. Sos. Namun tak ketemu, sekitar jam 21.30 Wib malam, mereka kembali beraksi memutuskan beberapa kabel lampu PJU tersebut.


“Beruntung saya cepat mengetahuinya sebelum mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan haramnya itu,” celetupnya.


“Tak menunggu lama saya langsung menghubungi kembali Pak Wahyudi, bersama beberapa pemuda kami melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian kabel lampu PJU, namun sangat kami sesalkan pelaku berhasil melarikan diri,” tambah Udo Jai.


Jika nantinya lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan Batu Bintang ini tidak ada atau gelap gulita, kita tidak bisa lagi menyalahkan Dinas Perkim atau pemerintah, karna kita sebagai masyarakat yang tak bisa menjaganya.


“Untuk itu mari kedepannya kita bersama-sama saling menjaga jika ada yang mencurigakan segera ditindak atau segera melapor kepada dinas terkait,” pungkas Jailani. (hrk)




Lahan Digusur PTPN II, Petani Jalan Kaki dari Medan ke Jakarta Lapor Jokowi

Ratusan petani yang bergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu melakukan aksi jalan kaki dari Medan menuju Istana Negara di Jakarta yang dimulai Sabtu (27/6/2020), dini hari. (Foto/Inews TV/ Sadam Husin)


ARBindonesia.com, MEDAN – Ratusan petani yang bergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu melakukan aksi jalan kaki dari Medan menuju Istana Negaradi Jakarta yang dimulai Sabtu (27/6/2020), dini hari.


Para petani mengaku ingin mencari keadilan ke Istana Negara kepada Presiden Joko Widodo. Aksi ini dilakukan karena areal lahan tempat mereka tinggal yang telah dikelola dan ditempati sejak 1951 telah digusur paksa oleh pihak PTPN II. Areal yang digusur seluas 854 hektare (ha).


Mereka berharap Presiden Joko Widodo dapat menyelesaikan permasalahan agraria khususnya di Sumatera Utara yang selama ini pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum bisa menyelesaikan. Padahal segala upaya telah di lakukan oleh para petani dengan mengadu ke DPRD Sumatera Utara, bahkan langsung ke Gubernur Sumatera Utara.


Namun mereka mengaku belum ada reaslisasinya maka nekat melakukan aksi jalan kaki dengan harapan dapat terselesaikan segala permasalahan agrarian.


Koordinator aksi jalan kaki Sulaiman Sembiring mengatakan mereka jalan kaki dari Medan menuju Jakarta dengan tujuan ingin ketemu dengan Presiden Joko Widodo untuk menuntun keadilan.


“Kami telah terdzolimi yang mana tanaman para petani telah digusur oleh pihak PTPN II,” katanya.


Para petani mengaku di tengah pandemi Covid- 19 mereka sangat terdampak karena pengusuran yang telah mereka alami. Secara ekonomi para petani mengaku sangat lemah serta tidak bisa untuk membiayai sekolah anak – anak. Apabila tidak segera diselesaikan, para petani akan menginap di areal sekitar istana sampai penyelesaian terjadi. (vit)


Sumber sindonews.com