Ngeyel Langgar Protokol Kesehatan, 159 Perusahaan ini Ditutup Sementara

Sebanyak 159 perusahaan di Jakarta melanggar protokol kesehatan Covid-19 sejak PSBB berlaku 14 September 2020 lalu.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok


ARBindonesia.com, JAKARTA – Sebanyak 159 perusahaan di Jakarta melanggar
protokol kesehatan Covid-19 sejak PSBB berlaku 14 September lalu. Seluruh perusahaan tersebut hanya dikenakan sanksi penutupan sementara selama tiga hari.


Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, sejak 14 September lalu hingga Jumat 2 Oktober 2020, pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak terhadap 856 perusahaan. Hasilnya ada 159 perusahan yang ditutup sementara selama tiga hari karena adanya pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.


“Sanksi yang kami berlakukan masih sebatas penutupan sementara. Itu pun cukup efektif karena pelanggaran semakin menurun dari 7,4% menjadi 4,5%,” kata Andri Yansyah Saat dihubungi, Senin (5/10/2020).


Andri menjelaskan, dari 159 perusahaan, 101 perusahaan terdapat karyawan yang terpapar Covid-19. Perusahaan tersebut tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Diantara yaitu, 45 perusahaan di Jakarta Selatan, 18 perusahaan di Jakarta Barat, 18 perusahaan di Jakarta Timur, 11 perusahaan di Jakarta Utara, dan 9 perusahaan di Jakarta Pusat.


Kemudian ada 58 perusahaan ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan. Adapun perusahaan-perusahaan itu ada di Jakarta Pusat sebanyak 25 perusahaan, Jakarta Selatan 14 perusahaan, Jakarta Timur perusahaan, Jakarta Barat 7 perusahaan, dan Jakarta Utara 4 perusahaan.


“Kami masih menunggu Peraturan Daerah (Perda) untuk menerapkan sanksi administrasi kepada perusahaan pelanggar PSBB,” ujarnya. (*)


Sumber Sindonews.com




Menghinadri Kecelakaan,Truck CPO Tumbang Terperosok Kedalam Sebuah Parit.

ARBindonesia,com.Dumai-Menghindari kecelakaan,truck CPO tumbang terperosok ke dalam sebuah parit.


Selasa 15-09/2020 telah terjadi kecelakaan tunggal sebuah truck CPO bernopol BK 8766 CS terperosok ke dalam sebuah parit yang bersebelahan dengan rumah warga.


Kejadia insiden tersebut berada di jalan Raja Ali Haji purnama,yang biasa di kenal oleh masyarakat dengan sebutan simpang sui.Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,supir beserta kernet nya hanya mengalami luka ringan di tangan.


kejadian tersebut terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 wib yang pada saat itu ingin membawa CPO menuju PT SDS yang berada tepat nya di wilayah kec.Sungai sembilan Lubuk Gaung.


Awak media ARBindonesia.com turun langsung kelokasi terjadi nya insiden tersebut dan melakukan wawancara langsung kepada supir Truck CPO tersebut.


Iriawan Sitorus adalah nama supir yang membawa truck tersebut,beliau mengatakan pada saat itu saya arah menuju masuk ke PT SDS untuk membawa CPO dan dari arah depan saya ada sebuah mobil CPO juga yang menuju arah keluar,mobil tersebut memotong sebuah sepeda motor di karena kan takut terjadi hal yang tidak di ingin kan akhir nya saya menghindari banting stir ke kiri hingga ban sebelah kiri saya turun dari aspal.Di karena kan mgkin tanah nya lembut akibat basah di karena siraman hujan,sampai ban saya terbenam dan akhir nya mobil yang saya bawa tumbang ke dalam parit.


Sama-sama kita ketahui bersama di dalam insiden tersebut tidak terlepas sempit nya badan jalan yang berada di wilayah purnama beserta semakin padat nya para pengendara baik itu mobil atau pun sepeda motor di jalan tersebut.setiap tahun semakin meningkat kepadatan pengguna jalan di wilayah purnama sedang kan badan jalan tidak memadai,kondisi jalan juga sudah semakin banyak yang rusak.Sehinga sering nya terjadi kecelakaan di wilayah tersebut.(hrk).






Tertimpa Alat Berat, Seorang Pekerja Proyek Pembangunan SPBU di Kelurahan Tempuling Tewas

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – R (25)
seorang pekerja proyek pembangunan SPBU di Kelurahan Tempuling, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir  (Inhil)  tewas di tempat setelah tertimpa alat berat jenis Ekskavator, Minggu (13/9/2020).


Nahas tak hanya menimpa R, seorang pekerja lainnya berinisial I juga bernasib apes. Beruntung, I hanya mengalami luka ringan. 


Dilansir dari klikmx.com melalui Informasi yang dirangkum, kejadian bermula saat kedua pekerja sedang melaksanakan pekerjaan pemasangan kayu cerucuk di lokasi kejadian. 


Namun alat berat yang digunakan untuk pemasangan kayu tersebut mengalami kerusakan dan menimpa keduanya. 


“Saat itu keduanya sedang bekerja masang kayu cerucuk, namun alat yang digunakan tiba-tiba rusak dan menimpa pekerja,” kata Saimun, rekan seprofesi korban. 


Nyawa R tak tertolong, pemuda asal Deli Serdang, Sumatera Utara itu tewas di tempat tertimpa alat berat. Sementara korban I langsung dilarikan ke Puskesmas Sungai Salak guna mendapatkan perawatan medis. 


“R tewas di tempat karena tertekan alat berat, sedangkan I mengalami luka ringan dan dilarikan ke Puskesmas terdekat,” ucapnya. 


Jenazah R akan dimakamkan di kampung halamannya di Deli Serdang, Sumatera Utara. 


“Setelah dibersihkan di Puskesmas Sungai Salak,  korban akan dibawa ke Deli Serdang,” sebut Saimun. 


Sementara Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan SIK saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan. 


“Betul pak masih kita selidiki,” ucapnya singkat. ***


Sumber : klikMX.com
editor arb




Kronologis Kebakaran yang Menelan Korban Jiwa di Desa Teluk Pantaian

Foto : Puing-puing rumah warga Desa Teluk Pantaian yang terbakar


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin 24 Agustus 2020 sekira pukul 03.00 WIB dini hari.


Kali ini, sijago merah membakar 3 unit rumah warga di Jalan H Khalid RT 002 RW 002 Dusun Flamboyan, Desa Teluk Pantaian, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).


Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan yang dikonfirmasi awak media membenarkan terjadinya musibah kebakaran tersebut.


Dijelaskannya, selain menghanguskan 3 unit rumah warga setempat, kobaran api juga membakar 2 unit sepeda motor dan menyebabkan 3 orang meninggal dunia.


“Untuk asal usul api masih dalam penyelidikan dari Polsek GAS dan Satreskrim Polres Inhil dengan mendatangkan Puslabfor,” jelas Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan.


Senada dengan itu, Kapolsek GAS Iptu Agus Susanto mengungkapkan, kronologis kejadian diketahui saat saksi Eva Hartati sedang istirahat bersama suaminya Mastar dan tiba-tiba mendengar teriakan minta tolong dari rumah orang tuanya Fatimah, yang bersebelahan dengan rumahnya.


Lalu, saksi melihat api sudah menyala dari dalam rumah tersebut. Melihat hal itu, iapun memberitahukan kepada suaminya bahwa ada api dari rumah sebelah.


Kedua saksi langsung mendatangi rumah orang tuanya, untuk membantu orang-orang keluar dari dalam rumah keluar. Karena pada saat itu, yang berada di dalam rumah adalah orang tua saksi, adiknya bersama isteri dan anak, serta abang saksi Ali Husni dan Supriandi.


Sesampainya di lokasi, saksi melihat orang tuanya telah ditolong oleh abangnya Ali Husni dan Supriandi untuk keluar dari dalam rumah. Namun adik kandung saksi yang bernama IS bersama isterinya LA dan Kh yang berada di kamar belakang tidak dapat tertolong lagi karena terkurung oleh api.


Selanjutnya, warga beramai-ramai memadamkan api dengan bantuan 2 mesin pemadam milik Desa dan 1 mesin milik masyarakat, sehingga api berhasil dipadamkan sekira pukul 05.00 WIB.


Atas kejadian tersebut, kerugian materil yang diderita para korban mencapai sekitar Rp 700 juta. (*)




Satu Keluarga Tewas atas Kebakaran yang Terjadi di Desa Teluk Pantaian

Foto : kebakaran yang memakan korban jiwa, Inhil


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Telah terjadi peristiwa kebakaran diJalan H Khalid, Desa Teluk Pantaian, Kecamatan GAS, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (24/8/2020) sekitar pukul 03.00 wib dini hari.


Dalam musibah itu, selain menghanguskan 3 unit rumah warga dan 2 unit sepeda motor. Kebaran itu juga memakan 3 orang korban jiwa.


Dari informasi sementar yang awak media himpun, bahwa tiga orang korban kebakaran yang meninggal dunia tersebut merupakan satu keluarga. Diantaraya, Roni, Istri dan seorang anaknya.


Sementara itu, dari laporan saksi kepada pihak kepolisian bahwa penyebab munculnya api diduga bersumber dari Kompor.


“Dalam proses penyelidikan, menurut keterangan saksi sumber api berasal dari api kompor,” imbuh Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan SH SIK M.hum. (Arb)




Kantor Kejagung RI Terbakar, 5 Unit Damkar Diterjunkan

Foto: Screenshoot video WAG


ARBindonesia.com, JAKARTA – Terjadi kebakaran di kantor Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru. Petugas pemadam kebakaran mengirim unit untuk memadamkan api.


“Terjadi kebakaran pada kantor Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam Nomor 1, Kelurahan Keramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” tulis akun Twitter resmi Dinas Penanggulangan Kebakaran, dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, @humasjakfire, seperti dilihat detikcom, Jumat (22/8/2020).


“Pengerahan sementara 5 unit. Dalam penanganan petugas,” tulisnya.


Menurut pejabat Humas Dinas Gulkarmat, Mulat Wijayanto, laporan kebakaran terjadi pada pukul 19.10 WIB. Saat ini api masih menyala di lokasi.


“Situasi merah, proses pemadaman,” ujar Mulat saat dihubungi terpisah.


Sumber detik