Baku Tembak dengan KKB di Nduga Papua, 3 Anggota TNI Terluka

Ilustrasi Penembakan (AFP)


ARBindonesia.com, NDUGA – Baku tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan anggota TNI terjadi di Distrik Patu, Nduga, Papua. Akibatnya, 3 anggota TNI terluka.


Dilansir dari Antara, peristiwa itu terjadi di Kampung Kendibam, Nduga, Papua, pukul 14.30 Wita. Belum diketahui detil awal mula baku tembak terjadi.


Ketiga anggota TNI itu ialah Serda Abriadi yang terkena luka tembak di paha, Kopda Subair Purnomo tertembak di pergelangan tangan kanan dan paha kanan, serta Prada Fajar Rosadi mengalami luka tembak di leher bagian kanan. Ketiganya sudah dievakuasi ke Timika untuk perawatan lebih lanjut.


Kapen Kogabwilhan III Kol CZI IGN Suriastawa membenarkan peristiwa itu. Ia juga mengkonfirmasi 3 anggota TNI yang terluka.


“Saya masih menunggu laporan kronologisnya,” imbuh Suriastawa kepada Antara.


Sebelumnya, KKB juga berulah di Ilaga, Papua. Dua orang tewas tertembak KKB. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyebut dua warga korban penembakan itu berstatus pelajar.


“Memang benar ada laporan dua pelajar menjadi korban penembakan OTK pada hari Jumat (20/11) di Sinak, salah seorang di antaranya meninggal dunia,” kata Paulus Waterpauw seperti dilansir Antara, Sabtu (21/11).


sumber detik.com




Babinsa Koptu Zuwandri Gugur, Dandim 0313/KPR Pimpin Acara Pemakaman

ARBindonesia.com, ROKANHULU – Dandim 0313/KPR Letkol Inf Leo Octavianus, M.Sos, M.I.Pol, mengantar pemakaman Koptu Zuwandri dimana gugur akibat gangguan kesehatan, Selasa (17/11/2020) sore.


Acara pemakaman dihadiri para perwira dan personil Kodim 0313/KPR, Kapolsek Bonai Ipda Bijak Srirama Aji, S.Trk bersama personil serta pihak keluarga Koptu Zuwandri.


“Upacara kebesaran ini dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa dan dharma bakti dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya,” kata Dandim 0313/KPR Letkol Inf Leo Octavianus, M.Sos, M.I.Pol dalam kata sambutannya.


“Kepergian almarhum sungguh sangat mengejutkan dan menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi kita semua, khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.


Dapat diketahui, Koptu Zuwandri merupakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di Koramil/10 Kunto Darussalam Kodim 0313/KPR.


Kegiatan pemakaman Koptu Zuwandri yang diselimuti suasana haru dilaksanakan secara militer di pemakaman keluarga yang berada di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, Riau.


“Sebagai umat beragama yang percaya kepada kekuasaannya kita harus dapat menerimanya secara ikhlas karena kepergian almarhum sudah keputusan dan kehendak yang Maha Kuasa,” tegas Letkol Inf Leo Octavianus, M.Sos, M.I.Pol lagi .


“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya selaku inspektur upacara selaku pribadi menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Dengan kepergian almarhum kita semua telah kehilangan seorang anak bangsa terbaik, yang selalu memegang teguh setiap prinsip-prinsip perjuangan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan telah bekerja keras dalam mengemban setiap tugas negara yang menjadi tanggung jawabnya,” tutupnya.


Terlihat, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Leo Octavianus, M.Sos, M.I.Pol bersama Kapolsek Bonai Ipda Bijak Srirama Aji S.Trk dan pihak keluarga pada acara pemakaman Koptu Zuwandri.(***/ALf/FDr)






4 Rumah Warga di Jalan Sertadaya Rata Dilahap Jago Merah

Petugas pemadam dibantu TNI saat memadamkan api, foto arb


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Baru saja peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Sertadaya, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (20/10/2020).


Dari pantauan langsung dilapangan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar 9.30 wib, dan api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam sekitar 10.45 wib.


Sementara itu, dari keterengan yang didapat dari warga setempat, terdapat 4 buah rumah warga yang hangus akibat peristiwa tersebut.


“Ada 4 rumah, api mulai terlihat di rumah yang kosong. Tapi rumah itu baru saja sudah ada orang yang mau nempati,” kata Ehen kepada Arbindonesia.com.


Hingga berita ini tersebitkan belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib terkait sumber api dan berapa kerugian akibat kebakaran tersebut. (Arb)




Liput Demo Omnibus Law, Dua Jurnalis CNNIndonesia.com Dipukul Polisi

Demonstran penolak Omnibus Law Cipta Kerja bentrok dengan polisi di Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (8/10). (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)


ARBindonesia.com, JAKARTA – Dua jurnalis CNNIndonesia.com mengalami kekerasan fisik dan intimidasi saat meliput demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (8/10). Salah satunya, diduga dipukul oleh aparat kepolisian di kawasan Jakarta Pusat.


Selaku korban, Thohirin menjelaskan insiden kekerasan dan intimidasi yang dialaminya. Saat itu dia sedang bertugas meliput demo di sekitar Simpang Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis malam.


“Kepala saya dipukul pakai tangan, satu sampai tiga kali, saya lupa. Hp saya dirampas, dibuka, diperiksa geleri, kemudian dibanting. ID pers saya juga diambil lalu dibuang,” kata Thohirin menceritakan kejadian tersebut.


Kejadian itu bermula sekitar pukul 20.47 WIB. Saat itu aparat mulai memukul mundur massa aksi yang sebelumnya menguasai Simpang Harmoni. Aparat berkali-kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.


Melihat kondisi itu, Thohirin berinisiatif merekam peristiwa tersebut. Dia berdiri di belakang barikade polisi. Tidak ada rekan wartawan yang mendampinginya ketika itu.
“Saya merasa aman karena saya berada di belakang polisi,” kata Thohirin.


Beberapa saat kemudian, dia melihat aparat menangkap 3-5 orang peserta aksi yang yang diduga sebagai perusuh. Thohirin melihat mereka dipukuli polisi. Bahkan salah satunya pingsan.


“Saya melihat kejadian itu. polisi yang melihat saya langsung menghampiri. Saya ditanya apakah mengambil gambar atau video. Saya bilang tidak,” kata Thohirin.


Namun polisi tidak percaya. Mereka kemudian memaksanya mengeluarkan ponsel dan meminta membuka galeri. Thohirin terpaksan mengikuti permintaan tersebut.


“Satu-satunya yang bikin mereka jengkel, setelah membuka Hp, mereka melihat gambar saat aparat memiting massa aksi yang ditangkap,” ujar Thohirin.


Polisi marah melihat foto tersebut dan menuduhnya seenaknya mengambil gambar. Namun Thohirin merasa tak ada yang salah dengan pengambilan gambar tersebut lantaran memang tugasnya sebagai jurnalis.


“Setelah itu, Hp saya diambil. Saya diinterogasi, dimarahi. beberapa kali kepala saya dipukul. Untung saya pakai helm,” ujar Thohirin.


Bahkan salah satu polisi mengancam Thohirin akan membanting ponselnya.
“Kamu percaya enggak Hp kamu bisa saya banting,” kata polisi seperti ditirukan Thohirin.


Thohirin sempat memohon agar polisi tidak merusak alat kerjanya tersebut. Namun anggota polisi lainnya memprovokasi untuk membanting ponsel. Seketika itu ponsel Thohirin dibanting.


“Saya pasrah. Saya tak sempat berpikir apa-apa lagi. Hp saya tinggal. Saya tidak kepikiran menjadikan itu barang bukti, lagipula kalau saya ambil itu Hp, saya bisa jadi akan lebih menerima intimidasi,” ujarnya.


Setelah menerima intimidasi itu, Thohirin kemudian pergi dan mencari rekannya. Dia juga mengabari tim redaksi di kantor untuk mendapatkan bantuan.


Selain Thohirin, jurnalis CNNIndonesia.com di Surabaya, Farid Miftah Rahman, juga mengalami intimidasi saat meliput demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja.


Saat itu kericuhan pecah di Gedung Negara Grahadi Surabaya sekitar pukul 15.29 WIB, Kamis (8/10). Usai ricuh, sejumlah polisi menangkap massa aksi. Mereka dibawa ke sisi dalam gedung.


Farid berinisiatif memotret peristiwa penangkapan tersebut. Namun saat memotret, sejumlah anggota polisi kemudian mengerubutinya.


“Mereka mengancam dan memaksa saya menghapus foto di handphone. Mereka juga mencoba merebut handphone saya,” ujar Farid.


Salah seorang anggota polisi yang mengenakan banch kuning bahkan nyaris membanting ponsel Farid. Namun ponsel itu tetap digenggam.


Tak berhenti di situ, sebanyak 5-6 polisi muda kemudian mengerubutinya. Salah seorang di antara mereka, bernama Fatkhur, bahkan mengancam hendak mementung Farid.


“Mas, mau saya pentung?” ujar polisi itu, seperti diceritakan Farid.


Melihat kejadian itu, sejumlah polisi lainnya melerai dan memanggil Kabid Humas Polda Jatim. Tak lama setelah itu, Farid lalu menyingkir dan meninggalkan lokasi.
(*)


Sumber CNNindonesia.com




Aksi Unjuk Rasa di Ibu Kota Berujung pada Kerusakan Fasilitasn Publik, Kerugian Mencapai 45 Miliar.

PT Transjakarta menyatakan sebanyak 18 halte bus dibakar dan dirusak massa kemarin.Foto/SINDOnews/Dok


ARBindonesia.com, JAKARTA – Aksi unjuk rasa di Ibu Kota pada Kamis 8 Oktober 2020 kemarin berujung pada kerusakan fasilitas publik. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan sebanyak 18 halte bus Transjakarta rusak dan dibakar massa dengan total kerugian mencapai Rp45 miliar.


Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, adanya aksi massa yang dimulai sejak Kamis siang hingga malam berdampak pada perusakan disertai pembakaran fasilitas dan sarana prasarana yang digunakan dan dibanggakan warga DKI.


“Hingga pukul 20.30 WIb baru diketahui sebanyak 18 halte Transjakarta rusak dan dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” kata Nadia dalam siaran tertulisnya, Jumat (9/10/2020).


Adapun halte yang dibakar massa sebanyak delapan halte yakni, Halte Bundaran HI (Kor 1), Sarinah (Kor 1), Tosari Baru (Kor 1), Tosari Lama (Kor 1), Karet Sudirman (Kor 1), Sentral Senen (Kor 5), Senen arah P Gadung (Kor 2) dan Senen arah HCB (Kor 2). Sedangkan halet yang dirusak massa yakni, HCB (Kor 1), BI (Kor 1), Gambir 1 (Kor 2), Sumber Waras (Kor 3), Grogol 1 (Kor 3), Dukuh Atas 1 (Kor 1), Petojo (Kor 8), Benhil (Kor 1), RS Tarakan (Kor 8) dan Kwitang (Kor 2).


Menurut Nadia, sebelum api mulai berkobar, seluruh layanan Transjakarta sudah berhenti dioperasikan sejak pukul 16.30 WIB. Semua petugas dan pelanggan yang berada di lokasi juga sudah berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa.


“Estimasi kerugian yang dialami Transjakarta setidaknya Rp45 miliar sejauh ini. Kami belum mengetahui total kerugian yang dialami dengan adanya perusakan ini, tidak hanya warga yang akan kesulitan melakukan transit, karena pembangunan kembali membutuhkan waktu pada halte modern ini,” ucapnya.


Transjakarta, lanjut Nadia sangat menyayangkan dan mengecam keras aksi halte halte dan fasilitas warga, utamanya Bundaran HI ini. Sebab, Halte Bundaran HI merupakan salah satu fasilitas yang dinimakti seluruh warga Indonesia yang seharusnya dijaga bersama-sama.


Untuk diketahui, halte Bundaran HI sendiri baru saja diresmikan pada 25 Maret 2019, dan menjadi halte modern terintegrasi dengan Stasiun MRT. “Kami masih menghitung kerugian pasti yang ditimbulkan oleh aksi anarkis yang merugikan warga DKI dalam kenyamanan menggunakan fasilitas Transjakarta. Selanjutnya untuk layanan operasional esok hari Transjakarta masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi di lapangan,” pungkasnya.
(*)


Sumber sindonews.com




Warga Mengamuk Disalah Satu Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg

ARBindonesia,com.Dumai-Telah terjadi amukan warga di salah satu pangkalan gas elpiji 3 kg karena warga sekitar pangkalan sering kali tidak mendapat kan gas elpiji.


Selasa 06-10-2020 telah terjadi keributan antara warga dan pangkalan gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan yang di kelola oleh saudara Edi.Awal nya salah satu anak warga yang biasa di panggil Ocan yang tidak jauh dari lokasi pangkalan mendatangi untuk membeli gas elpiji,alhasil jawaban yang di dapat bahwa gas tidak ada.Namun warga sekitar masih berdiam saja.Namun karena sudah tidak terima setiap kali membeli gas elpiji di bilang tidak ada salah satu warga yang biasa di panggil Sona itu mendatangi pangkalan tersebut dan mengatakan sudah sering kami di buat seperti ini bukan sekali dua kali lagi,terjadi lah keributan dan akhir nya semua warga sekitar berdatangan dan keributan pun tidak terelakan lagi.kejadian terjadi di daerah jl.Raja Ali haji kelurahan purnama kecamatan Dumai Barat di kampung simpang cempedak sekitar pukul 19.30 wib.Yang membuat warga heran setelah Terjadi keributan yang kata nya gas tidak ada menjadi ada.


Situasi mulai mereda setelah dua RT mendatangi pangkalan elpiji tersebut yaitu dari RT 020 bpk Efendi dan RT 021 bpk M.Isa.Di lokasi dari kedua RT mengajak pemilik pangkalan berembuk dan akan membuat perjanjian nanti nya yang berbunyi jika nanti nya si pemilik pangkalan melanggar isi perjanjian tersebut maka izin usaha nya akan di cabut dan pangkalan akan di tutup.Dari pihak pangkalan menerima perjanjian itu,untuk sementara masih melalui lisan dan akan di buat secara tertulis dan akan di tanda tangani.


Di satu sisi salah satu warga yang di wawancarai dan di mintai keterangan dari pihak Media ARBindonesia,com.Sebut saja nama nya Robi.Beliau menegas kan dan juga berharap agar pangkalan elpiji tersebut di tutup dan di cabut izin usaha nya,karena sudah sangat sering menyusahkan warga sekitar di dalam mendapat kan gas elpiji,beliau juga mengata kan seharus nya yang di utamakan itu adalah warga sekitar pangkalan atau warga di RT tersebut bukan warga yang dari luar kawasan tersebut tegas nya.(hrk).