Sejak Beroperasi, Sudah 35 kali Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Pekanbaru-Dumai

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai.


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Sejak beroperasi pada akhir September 2020 lalu, telah terjadi 35 kali kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai). Dari kejadian tersebut empat korban meninggal dunia.



“Telah terjadi 35 kasus kecelakaan lalu lintas sejak Jalan Tol Permai (beroperasi), empat orang meninggal dunia,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (22/12/2020).



Selain korban meninggal, kecelakaan itu juga mengakibatkan korban luka-luka. Ada lima orang korban mengalami luka berat dan 13 orang mengalami luka ringan.



Sunarto merincikan, selama Oktober terjadi 11 kecelakaan lalu lintas. Korban luka ringan tiga orang, luka berat 2 orang dan meninggal dunia 2 orang.



“Selama November 2020, terjadi 14 kali kecelakaan. Korban luka berat satu orang,” tutur Sunarto.



Sementara pada Desember, terjadi 10 kali kecelakaan dengan korban luka ringan 10 orang, dan luka berat 2 orang. “Korban meninggal dunia dua orang,” ucap Sunarto.


Terbaru, kecelakaan yang mengakibatkan dua korban meninggal terjadi pada Ahad (20/12) di Jalur A KM 21+600, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau.


sumber cakaplah.com




Kebakaran di Tembilahan, ini Identitas 6 Korban dan Kronologisnya

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Identitas 6 orang korban yang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di kisaran Jalan H Sadri dan Abdul Manaf, Tembilahan telah diketahui.


Dari keterangan yang di sampaikan Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan keenam korban ditemukan petugas Damkar di ujung lorong lantai 2 Wisma Abu dalam kondisi bertumpuk.


Diduga korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen, karena terjebak dalam ruangan bagian belakang lantai 2 yang tertutup tembok.


“Diduga korban tidak bisa turun karena
kondisi api sudah membesar di bagian tangga dan lantai 1,” terang Kapolres, Senin (14/12/2020).


Selain itu, AKBP Dian Setyawan juga menerangkan kronologis peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 18.45 WIB.


Dari keterangan saksi, Andi mengetuk pintu kamar Adi Mulyadi untuk mematikan sekring listrik karena mendengar teriakan kebakaran di samping rumah yang bersangkutan.


Selanjutnya Adi Mulyadi pergi keluar rumah dan melihat kobaran api berasal dari depan Wisma Abu.


Kemudian saksi meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api.


Sekira pukul 19.30 Wib api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.


“Penyebab awal kebakaran diduga dari konsleting listrik di bagian receptionis lobbi depan. Atas peristiwa kebakaran tersebut kerugian materiil ditaksir 400 juta,” ungkap Kapolres.


Berikut Identitas 6 Korban Jiwa, satu diantara perempuan :


  1. Sahruji (24 tahun) alamat Desa Parit Kemang, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil. (Mahasiswa).
  2. Heldi Gustyawan (18 tahun), alamat Desa Pangkalan Batang Barat (Rt 010/Rw 003), Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis,(Pelajar).
  3. Ilham Novariansyah (20 tahun) alamt Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Prov. Sulawesi Selatan, (Tidak Bekerja).
  4. Kamaludin (36 tahun), alamat Desa Lahang Baru (Rt 025/Rw 012) Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, (Swasta).
  5. Mahyuni (42 tahun), almat Desa Tegal Rejo Jaya (Rt 009/Rw 005), Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, (Petani).
  6. Siti Nurhaliza (21 tahun), alamat Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil, ( Mahasiswi). (Data Polres Inhil).


(Arbain)




Kebakaran di Jalan H Sadri Tembilahan, 6 orang Meninggal Dunia

Petugas saat memadamkan api, foto Arbain


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Selain menghanguskan beberapa unit rumah dan ruko, Peristiwa kebakaran di Jalan H Sadri Tembilahan juga memakan korban jiwa sebanyak 6 orang.


Dari keterangan yang disampaikan Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan mengatakan
bahwa ada 6 orang korban jiwa atas musibah kebakaran yang baru saja terjadi.


“5 Laki-laki dan 1 orang perempuan.
Diduga 6 orang tersebut merupakan tamu dari penginapan Wisma Abu yang ikut terbakar,” kata Kapolres, Senin (14/12/2020) malam.


“Untuk sementara, Identitas korban saat ini belum diketahui. Korban saat ini berada di RSUD Puri Husada Tembilahan” tambahnya.


Foto Korban meninggal dunia atas musibah kebakaran di Tembilahan, Inhil -Riau


Mengenai penyebab kebakaran itu sendiri, pihak Kepolisian akan mendatangkan Tim dari Polda Riau untuk melakukan olah TKP.


Selain itu, satu orang petugas pemadam juga dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan.


“Karena kehabisan oksigen saat membantu 6 orang korban. Saat ini kondisinya sudah membaik,” tutup tutup Kapolres.


Untuk diketahui, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, dan berhasil
dipadamkan oleh petugas kebakaran sekitar pukul 19.15 WIB.


(Arbain)




Gaji Pekerja Belum Dibayarkan, Pekerjaan Proyek Pembangunan RSUD Tembilahan Terhenti Sementara

“Pihak Perusahaan Akan Bayarkan Upah Pekerja pada Senin Sore”


Pembangunan RS Tembilahan, foto arbain


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Akibat gaji para pekerja belum dibayarkan oleh pihak Perusahaan, proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan terpaksa terhenti untuk sementara.


Pasalnya, hampir satu setengah bulan gaji harian para pekerja proyek tersebut belum juga dikeluarkan oleh pihak perusahaan (PT Kiyolan Mulya Karya).


Hal itu yang membuat para pekerja pada beberapa hari belakangan ini tidak melakukan aktivitas pekerjaannya seperti biasa.


Seperti yang dikatakan salah seorang pekerja proyek itu, Engki mengaku sudah hampir satu minggu tidak melakukan aktifitas pekerjaan pada pembangunan Rumah Sakit tersebut.


“Hampir satu minggu tidak bekerja, karena gaji kami belum dibayarkan. Kami hanya dijanji-janjikan, awal-awalnya kami mengerti, tetapi ini sudah hampir satu setengah bulan belum juga dibayarkan. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, dari uang gaji itulah yang kami gunakan untuk bertahan hidup disini dan mengirim keluarga dikampung,” paparnya, Minggu (13/12/2020).


Siswanto pekerja lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, secara keseluruhan uang gaji yang harus dibayarkan kepada para pekerja sekitar 200 juta.


“20 juta sudah dibayar beberapa hari lalu, dan sisanya dijanjikan akan dibayarkan pada hari Jum’at (11/12). Namun nyatanya sampai hari ini tidak ada,” paparnya dengan nada kecewa.


“Kami hanya meminta gaji kami secepatnya dibayarkan, biar kami bisa makan dan bekerja seperti biasa,” harapnya.


Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan saat dikonfirmasi mengatakan dalam hal ini pihaknya hanya menjembatani antara perusahan dan para pekerja.


“Memang, beberapa hari lalu kita melihat ada sedikit keributan. Maka kami mencoba menjembatani untuk menghubungi perusahan supaya pihak perusahaan membayarkan upah mereka. Dari komunikasi itu, pihak perusahaan berjanji akan membayarkan upah mereka pada hari Jum’at. Akan tetapi dikarenakan ada kendala maka pihak perusahaan belum membayar upah para pekerja,” jelasnya, Minggu (13/12/2020).


“Karena hari Jum’at batal, hari ini sudah kita komunikasikan kembali dengan Direktur Cabang dan Pusat. Janjinya besok sore (Senin 14/12/2020) akan membayarkan semua upah para pekerja,” tambah Saut.


Selain itu Saut yang juga merupakan Institusi Direktur dalam proyek tersebut berharap pihak perusahaan agar segera melunasi upah pekerja pada hari senin, karena sudah terlalu lama tertunda.


“Perusahaan juga harus komitmen dalam menggesa pembangunan rumah sakit sampai dengan selesai. Karena rumah sakit menjadi kebutuhan masyarakat Indragiri Hilir,” tutupnya.


Untuk diketahui, proyek Belanja Modal Pengadaan Kontruksi/Pembelian Gedung Kantor (pembangunan dan rehap RS) tersebut senilai 42 miliar lebih, dengan masa kerja selama 255 hari terhitung sejak 17 April 2020.


Papan Plang proyek pembangunan RS Tembilahan, foto Arbain


(Arbain)




Lima Jenazah Laskar FPI Sudah Dimakamkan di Megamendung

Sebanyak 5 jenazah laskar FPI yang tewas ditembak dimakamkan di Megamendung. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)


ARBindonesia.com, JAKARTA – Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan lima jenazah anggota laskar FPI telah dimakamkan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/12) pagi. Sementara satu jenazah lainnya dimakamkan di Jakarta.



“Sudah dimakamkan 5 jenazah di Megamendung. Jenazah Luthfil Hakim di Jakarta,” kata Aziz kepada CNNIndonesia.com melalui pesan tertulis, Rabu (9/12).



Lima jenazah yang dimakamkan di kompleks Markaz Syariah Megamendung yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21) dan Reza (20).



Sementara jenazah Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.



Diketahui, enam jenazah korban penembakan itu sempat berada di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Polisi mengklaim melakukan serangkaian pemeriksaan kedokteran forensik terhadap jenazah korban.



Seluruh jenazah tiba secara bergantian di Petamburan pada Selasa (8/12) malam. Di Petamburan, keenam jenazah lantas dimandikan, dikafani dan disalatkan.

Enam pengawal Muhammad Rizieq Shihab itu diketahui tewas dalam bentrokan dengan polisi di KM50 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12) dini hari.



Polisi menyebut diserang terlebih dulu dengan senjata api dan senjata tajam. Sementara empat orang lainnya disebut kabur usai bentrokan tersebut.



Sementara FPI mengaku diserang terlebih dulu oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat mengiringi imam besar FPI Rizieq Shihab yang akan datang ke acara pengajian.


sumber cnnindonesia.com




Maling Kambing Terjatuh Dikejar Warga, Lalu Digiring Ke Polsek Kabun

ARBindonesia, ROKAN HULU – Warga Bukit Suligi Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) resah pasalnya belakangan ini kerap kehilangan ternak kambing. Pada, Selasa (01/12/2020) merupakan hari yang naas bagi maling kambing, karena pada hari itu akhirnya dua orang maling ketahuan juga saat akan melakukan aksi untuk kesekian kalinya. Di saat aksi mereka di ketahui oleh warga, maling kambing kabur, otomatis warga mengejar kedua pelaku yang akhirnya sempat terjatuh dan tertangkap, kemudian digiring ke Polsek Kabun Resort Rokan Hulu.


Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat melalui Paur Humas Ipda Totok Nurdianto, S.H, kepada wartawan menyebutkan, penangkapan ini berawal ketika mendapat informasi dari warga Desa Aliantan bahwa ada 2 orang yang tidak dikenal diduga mencuri ternak Kambing, Ketika ditanya keduanya mengaku berinisial FS (28 th) warga Petapahan dan HE (25 th) Warga Suram Kabupaten Kampar


Mendapat info tersebut Kapolsek Kabun AKP Didi Antoni, S.H, M.H langsung memerintahkan Kanit Reskrim dan anggotanya untuk segera mendatangi TKP. DI tempat itu Petugas mendapati kondisi salah seorang diduga pelaku yakni HE yang sedang dirawat di klinik ANA Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu karena lukanya cukup parah, sementara temannya yaitu FS hanya luka lecet pada kening sebelah kiri,” jelas Ipda Totok kepada wartawan Sabtu (05/12/2020) sore.


Awalnya masyarakat Bukit Suligi Desa Aliantan merasa curiga terhadap 2 orang yang mengendarai Sepeda motor merek Honda Supra X tanpa Nopol, karena menunjuk – nunjuk ke arah ternak kambing, apalagi warga sudah sering kehilangan ternaknya, waktu itu masyarakat mencoba memberhentikan kedua pengendara tersebut dan menanyakan apa tujuannya menunjuk-nunjuk ternak kambing itu. Kalian orang mana?” ujar Totok menirukan Warga.


“Namun kedua Pelaku tidak menjawab tapi justru tancap gas, karena gelagatnya mencurigakan, lalu masyarakat mengejar dan menyenggol hingga kedua pengendara itu jatuh, 


Mendengar peristiwa tersebut Personel Polsek Kabun yang dipimpin Kapolsek AKP Didi Antoni langsung meluncur ke TKP untuk melakukan lidik dan bertanya kepada salah satu diduga pelaku yaitu FS dan dia mengakui bahwa akan mencuri ternak kambing namun keburu ketahuan masyarakat.


FS juga mengakui bahwa dua minggu lalu dia sudah 2 kali mencuri ternak kambing 3 ekor, dan kambingnya sudah dijual kepada YJ di Muara Mahat – Kampar, mendapat informasi tersebut Kapolsek Kabun memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Jon Heri, S.H untuk segera melakukan Penyelidikan


Tanpa membuang waktu Kanit Reskrim Polsek Kabun bersama anggota berangkat menuju Muara Mahat, namun YJ tidak ada dirumah, setelah di cek kandang ditemukan satu ekor induk kambing dan 2 ekor anak kambing yang baru berusia 4 hari dan kambing tersebut di klaim milik Fransiskus yang di jual oleh FS kepada YJ melalui Mitun,” paparnya.


Saat ini kedua Pelaku dan Barang Bukti berupa 1 ekor ternak kambing dan 1 unit sepeda motor supra x 125 warna Hitam Biru tanpa No Pol serta 1 buah kunci roda,1 buah kunci steel, 10 buah karet pengikat dan 2 buah Karung goni sudah diamankan ke Polsek Kabun untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(***/Alfian Top)