Pasar Guntung Terbakar, 35 Unit Sepeda Motor Ikut Dilalap

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Naas, kembali terjadi peristiwa kebakaran yang menghanguskan puluhan kios/lapak pedagang kaki lima dan puluhan unit sepeda motor roda dua di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, tepatnya di Pasar Guntung jalan Yos Sudarso, Kecamatan Kateman, Rabu (30/12/2020) pagi.


Saat dikonfirmasi, Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan SH SIK M.hum membenarkan bahwa memang ada musibah kebakaran yang mehanguskan rumah warga dan puluhan motor roda dua tersebut.


“Benar ada kebakaran di Kateman sekitar pukul 05.45 wib pagi tadi,” jawabnya saat dikonfirmasi melalui via whatsapp, Rabu (30/12/2020) Pagi.


Berdasarkan keterangan resmi oleh Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan menyebutkan sebanyak 41 Kios Pasar dan 35 Unit Kendraan bermotor (roda dua) terbakar, diantaranya 21 unit rusak berat dan 14 Unit rusak ringan.



Adanya kebakaran tersebut, Kapolres Inhil menyebutkan bahwa penyebabnya masih dalam tahap penyelidikan Polsek Kateman.


“Saat ini api telah dapat dikendalikan, pada saat kejadian tidak terdapat korban jiwa, kerugian materil belum dapat ditaksir. Dugaan sementara api tersebut berasal dari kios milik saudra Yandri,” Terang Kapolres Inhil.


Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan SH SIK M.hum menghimbau kepada masyarakat Inhil untuk lebih berhati-hati lagi dalam lebih bijak menjaga barang-barang yang mudah terbakar. Serta selalu perhatikan atau matikan aliran listrik jika dirasa tidak dipakai lagi untuk aktivitas.


“Apabila meninggalkan rumah/bangunan agar, 1. Terlebih dulu mengecek dan memastikan kompor sudah dalam keadaan mati, 2. Mematikan perangkat elektronik dengan mencabut kabel dari stop kontak,” Ujar Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan. (*)




10 Fakta Tsunami Aceh, Tragedi 16 Tahun Lalu Yang Menyebabkan 227.000 Orang Meninggal

ARBindonesia.com, JAKARTA – Hari ini, tepat 16 tahun lalu, gempa bumi berkekuatan 9,2 skala Richter (SR) disusul tsunami besar dengan ketinggian mecapai puluhan meluluhlantakkan Aceh. Bencana yang menghatam bumi serambi Makkah kala itu tak hanya menjadi duka bagi Indonesia, tapi juga dunia.


Tsunami kala itu menyebabkan ratusan ribu orang tewas. Sejumlah negara pun terdampak oleh bencana alam itu.


Berikut 10 fakta tentang Tsunami Aceh 2004 yang dirangkum iNews.id dari berbagai sumber:


Terjadi Sehari Setelah Natal


Tsunami Aceh 14 tahun silam terjadi pada Minggu (26/12/2004), sehari setelah perayaan Natal. Tsunami diawali gempa bumi yang berpusat di lepas pesisir barat antara Simeulue dan daratan Sumatera. Sejumlah ilmuwan menyebut gempa ini sebagai Gempa Bumi Sumatera–Andaman.


Tinggi maksimum gelombang tsunami 30 meter


Gelombang tsunami Aceh memiliki ketinggian rata-rata 10 meter. Namun puncak tertingginya mencapai 30 meter.


15 Negara Terdampak


Sebanyak 15 negara terdampak oleh bencana Tsunami Aceh 2004. Kelima belas negara itu adalah Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, Myanmar, Maladewa, Malaysia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, Afrika Selatan, Yaman, Kenya, dan Madagaskar.


Total korban jiwa lebih dari 220.000 orang
Korban meninggal dunia dalam bencana tersebut mencapai 227.898 jiwa. Indonesia berada di urutan pertama dengan total 167.540 orang meninggal dunia dan 500.000 lebih penduduk kehilangan tempat tinggal.


Kekuatan tsunami setara lima megaton dinamit


Energi tsunami yang menyapu daratan Aceh 16 tahun silam setara dengan lima megaton dinamit. Indonesia menjadi negara yang terkena dampak paling besar, diikuti Sri Lanka, India, dan Thailand.


Bencana alam paling mematikan di abad ke-21


Peristiwa Tsunami Aceh 2004 atau oleh kalangan internasional juga disebut “2004 Indian Ocean earthquake and tsunami” alias Gempa Bumi dan Tsunami Samudera Hindia 2004, sejauh ini masih tercatat sebagai bencana alam paling mematikan di abad ke-21.


PLTD Apung 1


Bencana Tsunami Aceh 2004 memang sangat dahsyat. Gelombang tsunami itu bahkan mampu menghanyutkan PLTD Apung 1, sebuah kapal berbobot 2.600 ton, sejauh 2–3 km ke daratan. Saat ini, bangkai kapal Apung 1 menjadi tempat wisata populer di Kota Banda Aceh.


Kapal PLTD Apung 1 yang kini jadi museum di Banda Aceh. (Foto: Salman Mardira/Okezone)


Donasi internasional menembus Rp197,5 triliun


Penderitaan orang-orang dan negara-negara yang terkena dampak mendorong tanggapan kemanusiaan di seluruh dunia. Salah satu bentuknya adalah penggalangan donasi. Total sumbangan yang terhimpun pada waktu itu mencapai lebih dari 14 miliar dolar AS (setara dengan Rp197,5 triliun untuk kurs saat ini).


Mengubah Jalur Pelayaran


Gempa dan tsunami besar di Aceh 16 tahun lalu ikut memengaruhi jalur pelayaran di Selat Malaka. Bencana alam itu telah mengubah kedalaman dasar laut di perairan yang memisahkan Malaysia dengan Pulau Sumatra itu. Di satu tempat, kedalaman air yang sebelumnya mencapai 4.000 kaki mendangkal menjadi 100 kaki, sehingga pelayaran mustahil dan berbahaya dilakukan.


Seluruh Bumi Bergetar


Menurut hasil penghitungan para ahli, Gempa Aceh 2004 menyebabkan seluruh planet bumi bergetar 1 sentimeter.


“Secara global, gempa ini cukup besar untuk menggetarkan seluruh planet hingga setengah inci, atau satu sentimeter. Di mana pun kami memiliki instrumen, kami dapat melihat gerakan,” ungkap profesor geosains di Penn State University Amerika Serikat, Charles Ammon, dikutip CNN.


“Biasanya, gempa bumi kecil mungkin berlangsung kurang dari satu detik; gempa bumi berukuran sedang mungkin berlangsung beberapa detik. Gempa ini berlangsung antara 500 dan 600 detik,” kata dia.


Sumber rctiplus.com




Sejak Beroperasi, Sudah 35 kali Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Pekanbaru-Dumai

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai.


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Sejak beroperasi pada akhir September 2020 lalu, telah terjadi 35 kali kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai). Dari kejadian tersebut empat korban meninggal dunia.



“Telah terjadi 35 kasus kecelakaan lalu lintas sejak Jalan Tol Permai (beroperasi), empat orang meninggal dunia,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (22/12/2020).



Selain korban meninggal, kecelakaan itu juga mengakibatkan korban luka-luka. Ada lima orang korban mengalami luka berat dan 13 orang mengalami luka ringan.



Sunarto merincikan, selama Oktober terjadi 11 kecelakaan lalu lintas. Korban luka ringan tiga orang, luka berat 2 orang dan meninggal dunia 2 orang.



“Selama November 2020, terjadi 14 kali kecelakaan. Korban luka berat satu orang,” tutur Sunarto.



Sementara pada Desember, terjadi 10 kali kecelakaan dengan korban luka ringan 10 orang, dan luka berat 2 orang. “Korban meninggal dunia dua orang,” ucap Sunarto.


Terbaru, kecelakaan yang mengakibatkan dua korban meninggal terjadi pada Ahad (20/12) di Jalur A KM 21+600, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau.


sumber cakaplah.com




Kebakaran di Tembilahan, ini Identitas 6 Korban dan Kronologisnya

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Identitas 6 orang korban yang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di kisaran Jalan H Sadri dan Abdul Manaf, Tembilahan telah diketahui.


Dari keterangan yang di sampaikan Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan keenam korban ditemukan petugas Damkar di ujung lorong lantai 2 Wisma Abu dalam kondisi bertumpuk.


Diduga korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen, karena terjebak dalam ruangan bagian belakang lantai 2 yang tertutup tembok.


“Diduga korban tidak bisa turun karena
kondisi api sudah membesar di bagian tangga dan lantai 1,” terang Kapolres, Senin (14/12/2020).


Selain itu, AKBP Dian Setyawan juga menerangkan kronologis peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 18.45 WIB.


Dari keterangan saksi, Andi mengetuk pintu kamar Adi Mulyadi untuk mematikan sekring listrik karena mendengar teriakan kebakaran di samping rumah yang bersangkutan.


Selanjutnya Adi Mulyadi pergi keluar rumah dan melihat kobaran api berasal dari depan Wisma Abu.


Kemudian saksi meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api.


Sekira pukul 19.30 Wib api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.


“Penyebab awal kebakaran diduga dari konsleting listrik di bagian receptionis lobbi depan. Atas peristiwa kebakaran tersebut kerugian materiil ditaksir 400 juta,” ungkap Kapolres.


Berikut Identitas 6 Korban Jiwa, satu diantara perempuan :


  1. Sahruji (24 tahun) alamat Desa Parit Kemang, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil. (Mahasiswa).
  2. Heldi Gustyawan (18 tahun), alamat Desa Pangkalan Batang Barat (Rt 010/Rw 003), Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis,(Pelajar).
  3. Ilham Novariansyah (20 tahun) alamt Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Prov. Sulawesi Selatan, (Tidak Bekerja).
  4. Kamaludin (36 tahun), alamat Desa Lahang Baru (Rt 025/Rw 012) Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, (Swasta).
  5. Mahyuni (42 tahun), almat Desa Tegal Rejo Jaya (Rt 009/Rw 005), Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, (Petani).
  6. Siti Nurhaliza (21 tahun), alamat Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil, ( Mahasiswi). (Data Polres Inhil).


(Arbain)




Kebakaran di Jalan H Sadri Tembilahan, 6 orang Meninggal Dunia

Petugas saat memadamkan api, foto Arbain


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Selain menghanguskan beberapa unit rumah dan ruko, Peristiwa kebakaran di Jalan H Sadri Tembilahan juga memakan korban jiwa sebanyak 6 orang.


Dari keterangan yang disampaikan Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan mengatakan
bahwa ada 6 orang korban jiwa atas musibah kebakaran yang baru saja terjadi.


“5 Laki-laki dan 1 orang perempuan.
Diduga 6 orang tersebut merupakan tamu dari penginapan Wisma Abu yang ikut terbakar,” kata Kapolres, Senin (14/12/2020) malam.


“Untuk sementara, Identitas korban saat ini belum diketahui. Korban saat ini berada di RSUD Puri Husada Tembilahan” tambahnya.


Foto Korban meninggal dunia atas musibah kebakaran di Tembilahan, Inhil -Riau


Mengenai penyebab kebakaran itu sendiri, pihak Kepolisian akan mendatangkan Tim dari Polda Riau untuk melakukan olah TKP.


Selain itu, satu orang petugas pemadam juga dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan.


“Karena kehabisan oksigen saat membantu 6 orang korban. Saat ini kondisinya sudah membaik,” tutup tutup Kapolres.


Untuk diketahui, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, dan berhasil
dipadamkan oleh petugas kebakaran sekitar pukul 19.15 WIB.


(Arbain)




Gaji Pekerja Belum Dibayarkan, Pekerjaan Proyek Pembangunan RSUD Tembilahan Terhenti Sementara

“Pihak Perusahaan Akan Bayarkan Upah Pekerja pada Senin Sore”


Pembangunan RS Tembilahan, foto arbain


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Akibat gaji para pekerja belum dibayarkan oleh pihak Perusahaan, proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan terpaksa terhenti untuk sementara.


Pasalnya, hampir satu setengah bulan gaji harian para pekerja proyek tersebut belum juga dikeluarkan oleh pihak perusahaan (PT Kiyolan Mulya Karya).


Hal itu yang membuat para pekerja pada beberapa hari belakangan ini tidak melakukan aktivitas pekerjaannya seperti biasa.


Seperti yang dikatakan salah seorang pekerja proyek itu, Engki mengaku sudah hampir satu minggu tidak melakukan aktifitas pekerjaan pada pembangunan Rumah Sakit tersebut.


“Hampir satu minggu tidak bekerja, karena gaji kami belum dibayarkan. Kami hanya dijanji-janjikan, awal-awalnya kami mengerti, tetapi ini sudah hampir satu setengah bulan belum juga dibayarkan. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, dari uang gaji itulah yang kami gunakan untuk bertahan hidup disini dan mengirim keluarga dikampung,” paparnya, Minggu (13/12/2020).


Siswanto pekerja lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, secara keseluruhan uang gaji yang harus dibayarkan kepada para pekerja sekitar 200 juta.


“20 juta sudah dibayar beberapa hari lalu, dan sisanya dijanjikan akan dibayarkan pada hari Jum’at (11/12). Namun nyatanya sampai hari ini tidak ada,” paparnya dengan nada kecewa.


“Kami hanya meminta gaji kami secepatnya dibayarkan, biar kami bisa makan dan bekerja seperti biasa,” harapnya.


Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan saat dikonfirmasi mengatakan dalam hal ini pihaknya hanya menjembatani antara perusahan dan para pekerja.


“Memang, beberapa hari lalu kita melihat ada sedikit keributan. Maka kami mencoba menjembatani untuk menghubungi perusahan supaya pihak perusahaan membayarkan upah mereka. Dari komunikasi itu, pihak perusahaan berjanji akan membayarkan upah mereka pada hari Jum’at. Akan tetapi dikarenakan ada kendala maka pihak perusahaan belum membayar upah para pekerja,” jelasnya, Minggu (13/12/2020).


“Karena hari Jum’at batal, hari ini sudah kita komunikasikan kembali dengan Direktur Cabang dan Pusat. Janjinya besok sore (Senin 14/12/2020) akan membayarkan semua upah para pekerja,” tambah Saut.


Selain itu Saut yang juga merupakan Institusi Direktur dalam proyek tersebut berharap pihak perusahaan agar segera melunasi upah pekerja pada hari senin, karena sudah terlalu lama tertunda.


“Perusahaan juga harus komitmen dalam menggesa pembangunan rumah sakit sampai dengan selesai. Karena rumah sakit menjadi kebutuhan masyarakat Indragiri Hilir,” tutupnya.


Untuk diketahui, proyek Belanja Modal Pengadaan Kontruksi/Pembelian Gedung Kantor (pembangunan dan rehap RS) tersebut senilai 42 miliar lebih, dengan masa kerja selama 255 hari terhitung sejak 17 April 2020.


Papan Plang proyek pembangunan RS Tembilahan, foto Arbain


(Arbain)