Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Penghafal Al-Quran Selamat dari Maut

Keluarga penumpang di bandara pontianak (foto: Istimewa)


ARBindonesia.com, JAKARTA- Rachmawati seorang penghafal Al-qur’an turut berduka sekaligus merasakan keajaiban dari Allah SWT. Sebab ia merasa selamat dari maut atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.


Rachmawati yang merupakan warga Mempawah, Kalimantan Barat mengaku akan berangkat ke kampung halamannya di Pontianak dengan menumpangi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dinyatakan jatuh itu.


Namun karena hasil tes swab belum keluar hingga dirinya harus menunggu penerbangan hingga ke esokan harinya.


“Sebenarnya saya akan berangkat menggunakan pesawat tersebut, tetapi karena menunggu hasil PCR Swab yang baru siang hari ini keluar, jadi batal ikut pesawat itu,” kata Rachmawati dilansir dari Tribunpontianak.co.id melalui telepon.


Mantan Qoriah Internasional tahun 1985-1986, baru akan berangkat pada Minggu (10/01/21) siang ini.


“Karena PCR SWAB baru keluar tadi, akhirnya saya jadinya berangkat besok (Minggu) menggunakan pesawat Air Asia,” ujar
Setelah kejadian pesawat itu hilang kontak, kata Rachmawati, pihak keluarga pun banyak yang menghubunginya. Sebab, di daftar nama penumpang tertera namanya.


“Tadi banyak yang telepon juga, anak dan saudara yang di Mempawah dan Sambas, karena beredarnya nama penumpang, yang tertera ada nama saya, dan pihak keluarga juga sebenarnya sudah tahu kalau saya rencana pulang hari ini,”katanya. (*)


Editor arbain

Sumber timurkota.com




Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Pergi Tanpa Setrika Baju, Sempat Minta Maaf ke Istri

ARBindonesia.com, JAKARTA – Keluarga pilot Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak dan diduga jatuh di Kepulauan Seribu DKI Jakarta, mengatakan Kapten Afwan pada Sabtu (9/1) berangkat tergesa-gesa dan mengenakan baju yang tidak diseterika.


“Semalam istrinya cerita bahwa ini adalah kali pertama dalam 15 tahun, suaminya pergi tergesa gesa dan tanpa disetrika bajunya,” kata keponakan Kapten Afwan, Muhammad Akbar saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (10/01/21) dilansir Antara.


Sebelum berangkat, Kapten Afwan mengucapkan permintaan maaf pada istrinya. Bahkan setelah sampai di bandara, Kapten Afwan juga melakukan video call kepada anaknya.


“Ini hal yang tak lazim dilakukan oleh beliau. Biasanya setiap kali ‘landing’, Kapten Afwan selalu telpon istrinya tapi sampai waktu ‘landing’ ternyata tidak ada kabarnya hingga sekarang,” terang Akbar.


Keluarga berharap ada mukjizat dan mendapatkan kabar baik atas keberadaan Kapten Afwan.


Diberitakan sebelumnya, Terlihat di lokasi saat ini, ada beberapa petugas yang datang dengan membawah kantong jenazah.


Menurut sumber terpercaya, kantong jenazah ini berisikan serpihan pesawat dan ada pula beberapa diduga kuat tubuh korban Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021).


Sejumlah kapal dan personel TNI AL telah mencapai titik koordinat yang diduga kuat lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.


Salah satu kapal yang telah sampai adalah KRI Teluk Gilimanuk-531 tiba di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Minggu dini hari sekitar pukul 01.20 WIB.


KRI Teluk Gilimanuk berangkat dari Dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB.


Kapal itu merupakan kapan perang jenis pendarat yang turut membantu pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh perairan di Kepulauan Seribu.


Dikutip dari Antara, KRI itu mengangkut puluhan tim penyelam dari pasukan elit marinir, kopaska dan denjaka serta perlengkapan penyelamatan lainnya.
KRI Teluk Gilimanuk berlabuh tidak jauh dari sebuah patok/tanda yang berada di perairan itu.


Belum diketahui apakah tanda dalam bentuk bendera kecil itu, merupakan lokasi koordinat jatuhnya pesawat.


Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Muliadi dikabarkan mejadi penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ18 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh.


Hal itu dikonfirmasikan Sekjen Partai Hanura, I Gede Pasek mengatakan pihaknya masih mencari informasi soal kadernya itu.


“Beliau baru-baru menikah pada November 2020. Sekarang mau ke Jakarta dari Pontianak. PakMuliadi bersama istri dan mertua,”katanya.


Daftar identitas penumpang dan kru pesawat Sriwijaya Air SJ18 yang jatuh di kepulauan seribu.


Tampak puluhan keluarga penumpang mendatangi Bandara Pontianak guna menanyakan kejelasan informasi.


“Kami ke sini untuk mencari informasi. Keluarga di rumah sementara menggelar doa bersama,” kata seorang pria mengaku anaknya bernama, Iwan salah penumpang pesawat.


Tim Basarnas menunjukkan sejumlah foto serpihan pesawat dan dugaan potongan tubuh manusia.


Sejumlah nelayan mengakui melihat pesawat jatuh di laut dan terdengar bunyi dentuman keras.


“Nelayan mendengar dentuman dan terlihat pesawan jatuh,” kata, Kaptep Eko Komandan Kapal Trisula di Pulau Lancang.


Pesawat Sriwijaya Air SJ18 Jakarta-Pontianak dipiloti Capten Afwan, dengan Co Pilot Diego.M hilang kontak dalam penerbangan Jakarta-Pontianak.
Pesawat ini diketahui berpenumpang mencapai 56 orang.


“Sriwijaya Air SJ 182 pilot Cap.Afwan,Co.Diego.M,Cabin Crew: Dhika,Okky,Bisma,Mia.T,Gita L. tujuan Pontianak dengan jumlah penumpang : 56 penumpang, terdiri dari : 46 dewasa,7 anak-anak,3 bayi,” kata Humas Sriwijaya Air, Willy, Sabtu (09/01/21).


Pesawat hilang contak dengan tower sesuai jadwal take off pukul 13.25 WIB. Sementara landing pukul 15.00 WIB.


“Sempat delay menjadi take off jam 14.14 landing jam 15.50 Wib,” ujar dia.


Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ18 Jakarta-Pontianak Hilang Kontak. Belum diketahui kondisi pesawat tersebut.


“Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta – Pontianak,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika, Sabtu (9/1).


Management masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini. Mereka segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya.
(*)


Sumber Timurkota.com




UGD Puskesmas Sungai Salak Terpaksa Ditutup Sementara, ini Sebabnya

Foto: plang informasi penutupan sementara pelayanan UGD Puskesmas Sungai Salak


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pelayanan pada Unit Gawat Darurat (UGD) di Puskesmas Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dilakukan penutupan untuk sementara waktu.


Kepala Puskesmas Sungai Salak melalui KTU KPM Sungai Salak, Didik saat dikonfirmasi mengatakan, penutupan sementara dikarenakan adanya seorang pasien yang dinyatakan positif terpapar covid-19 oleh pihak RSUD Tembilahan.


Sebelum dinyatakan positif covid, pasien tersebut sempatkan mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Sungai Salak selama dua hari karena mengalami struk ringan.


“Pasien pada saat masuk ke UGD Puskesmas Sungai Salak telah dilakukan Rapid Tes, hasilnya non reaktif. Karena hari ini kondisi kesehatannya turun, lalu di rujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Setelah dirujuk, lalu dilakukan tes swab oleh rumah sakit, ternyata hasilnya positif,” kata KTU Puskesmas Sungai Salak kepada arbindonesia.com, Selasa (5/1/2021).


Lanjutnya, selama dua hari dirawat di UGD Puskesmas Sungai Salak, petugas banyak yang mengalami kontak langsung dengan pasien.


“Saat ini, petugas di UGD ada yang bergejala batuk dan pilek. Atas persetujuan dari Dinas Kesehatan maka untuk sementara pelayanan di UGD kita tutup sampai tanggal 10 Januari 2021 ini,” imbuh Didik.


“Yang tutup hanya UGD saja, kalau rawat jalannya tetap buka seperti biasa,” tambahnya.


Secara terpisah, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan membenarkan adanya pasien rujukan dari Puskesmas Sungai Salak yang positif terpapar covid-19 setelah dilakukan tes swab oleh RS Tembilahan.


“Benar, pasien tanpa gejala. Saat ini masih berada di RSUD Puri Husada, masih dilakukan pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan normal, maka akan dilakukan isolasi di Rumah Sakit Covid. Tetapi jika pasien ada keluhan dan hasil Lab nya mendukung, maka akan dirawat di Puri Husada,” kata Saut Pakpahan kepada arbindonesia.com, Selasa (5/1/2021).


Selain itu, Saut juga mengatakan telah melakukan tracing (pelacakan kontak) terhadap orang yang mengalami kontak erat dengan pasien.


“Untuk orang yang kontak erat dengan pasien, secepatnya akan dilakukan Swab,” tutup Saut.


Arbain




Warga Pelangiran yang Hilang Saat Mancing Akhirnya Ditemukan

Foto: petugas dan masyarakat saat melakukan pencarian terhadap korban yang hilang saat memancing.


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dani Subroto (52 tahun) seorang warga Tanjung
Pandak, Kelurahan Pelangiran, Kecamatan Pelangiran yang sempat hilang dan dilakukan pencarian oleh petugas akhirnya ditemukan.


Dani Subroto sebelumnya diduga terjatuh dan tenggelam ketika memancing di Perairan Tanjung Pandak pada pada hari Kamis, (31/12 2020).


Hingga Pukul 17.30 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumahnya. Kemudian, salah satu keluarga korban mencari Informasi.


Dari informasi yang didapat keluarga korban, bahwa ada seorang warga yang menemukan sampan (perahu dayung) korban di lokasi tempat korban memancing. Akan tetapi, korban tidak berada di atas sampan tersebut.


Setelah dilakukan pencarian, oleh petugas terkait dan dibantu masyarakat, akhirnya Dani ditemukan. Akan tetapi saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.


Camat Pelangiran, Abdul Fani.S.Sos,M.Si ketika dihubungi mengatakan bahwa warganya yang sempat hilang tersebut telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.


“Sudah ditemukan, sekitar pukul 08.00 tadi malam,” kata Camat Pelangiran, Abdul Fani. S.Sos,M.Si, Jum’at (1/1/2021) malam.


Arbain




Akibat Ombak, Puluhan Rumah Warga di Desa Kuala Selat Kateman Rusak

“Lihat juga Videonya di akhir artikel ini”


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Telah terjadi cuaca ekstrim berupa angin kencang disertai gelombang (ombak besar) dari arah laut hingga mengakibatkan puluhan rumah warga Desa Kuala Selat, Pelantaran (jalan) kayu, serta Los kantin/pasar mengalami rusak parah.


Peristiwa tersebut diketahui terjadi tepat di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)-Riau, Jum’at (1/1/2021) siang.


Kepala Desa Kuala Selat saat dikonfirmasi awak media, Imam Taufik menyebutkan bahwa cuaca ekstrim tersebut mulai terjadi sekira pukul 11.30 wib.


Akibatnya, sebanyak 24 unit rumah mengalami kerusakan, 1 kantin/pasar juga rusak, dan beberapa jalan jerambah kayu penghubung dari RT ke RT tampak rusak berat.


“Dari 24 unit rumah, 6 rusak parah dan tidak bisa ditinggali lagi. Sisanya hanya rusak sedang saja,” terang Kepala Desa Imam Taufik.


Kades juga menjelaskan bahwa ombak yang muncul bersamaan dengan angin ribut juga merusak Tanggul perkebunan Parit Berkat, yang mana saat ini tanggul hanya berukuran tinggi 1.30.M saja, namun karena ombak lebih tinggi maka tanggul ikut mengalami kerusakan yang sama.


“Atas musibah ini mari kita Doakan kepada saudara kita yang mengalami musibah tersebut agar mereka diberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan,” Jelas Kades Kuala Selat.


“Kami dari pemerintah Desa sangat mengharapkan kepada pemerintah Daerah, Provinsi, Maupun Pusat untuk segera memberikan bantuan Relokasi rumah atau tempat tinggal yang layak. Dan juga membantu kami dalam mengatasi abrasi yang begitu tinggi agar kebun dan lahan pertanian tidak menjadi laut, kami berharap akan ada solusi untuk percepatan pembuatan pemecah gelombang dan penahan longsor,” Harap Imam Taufik. (*)


Penggalan Video ombak besar rusak rumah warga di kuala Selat, (Sebaran jaringan media WhatsApp)



Belum Ditemukan, Warga yang Hilang Saat Mancing Masih Dilakukan Pencarian

Foto : Warga dan petugas saat melakukan pencarian terhadap korban yang hilang ketika memancing


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Hilangnya seorang Warga Desa Hidayat, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indgargiri Hilir (Inhil), diduga terjatuh dan tenggelam ketika memancing di Perairan Tanjung Pandak, hingga saat ini belum ditemukan, Jum’at (1/1/2021).


Camat Pelangiran, Abdul Fani.S.Sos,M.Si ketika dihubungi mengatakan, saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap warganya yang hilang saat pergi memancing.


“Belum diketemukan, saat ini kami masih di lokasi bersama petugas untuk melakukan pencarian terhadap korban,” kata Camat Pelangiran, Abdul Fani.S.Sos,M.Si, Jum’at (1/1/2021), sore pukul 16.00.


Diketahui, dari informasi kronologis yang didapat sebelumnya, bahwa Dani Subroto (50 tahun) pada hari Kamis, (31/12 2020) sekira pukul 10.30 WIB, korban pergi memancing di Perairan Tanjung Pandak, Desa Hidayat.


Hingga Pukul 17.30 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumahnya. Kemudian, salah satu keluarga korban mencari Informasi.


Dari informasi yang didapat keluarga korban, bahwa ada seorang warga yang menemukan sampan (perahu dayung) korban di lokasi tempat korban memancing. Akan tetapi, korban tidak berada di atas sampan tersebut.


Hingga berita ini diterbitkan, Camat pelangiran bersama warga Desa Hidayat beserta Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan BPBD masih melakukan pencarian terhadap keberadaan korban.


(Arbain)