Diduga! H Permata Tewas di'Door' oleh Petugas BC Tembilahan, Ari Wibawa Yusuf : Saya Belum Dapat Infonya

Kantor Bea Cukai Tembilahan, Foto arbindonesia.com


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Saat membawa rokok seludupan dari Batam menuju Tembilahan, H Permata di ‘Door’ Petugas BC Tembilahan di perairan Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, Jum’at (15/1/2021).


Berdasarkan informasi yang didapat arbindonesia.com , bahwa meninggalnya H Permata diduga akibat tertembak karena menyerang Petugas Bea Cukai Tembilahan.


Saat itu, H Permata tengah menggunakan High Speed Craft/Speed boat dengan membawa rokok seludupan dari Batam menuju Tembilahan.


Setibanya diperairan Sungai Bela Tembilahan, Patroli Bea Cukai Tembilahan menghadang dan akan menangkap Speed boat yang membawa rokok tersebut.


Saat itu, H Permata menyerang Petugas Bea Cukai dengan melompat ke Speed Boat Patroli Bea Cukai Tembilahan, sehingga Petugas BC melakukan penembakan terhadap Haji Permata.


Mengenai peristiwa tersebut, Kepala Bea Cukai Tembilahan, Ari Wibawa Yusuf
saat dikonfirmasi oleh arbindonesia.com mengaku belum mengetahui peristiwa penembakan tersebut.


“Saya belum dapat infonya. Malah saya baru tau ini, nanti saya coba tanya teman-teman dulu,” kata Ari Wibawa Yusuf, Jum’at (15/1/2021) pukul 13.43 wib.


Untuk mendapatkan informasi dari pihak Bea Cukai Tembilahan, Hingga Pukul 16.30 Wib, Kepala Bea Cukai Tembilahan belum memberikan informasi lanjutan terkait peristiwa tersebut.


Saat dihubungi kembali, Ari Wibawa Yusuf belum merespon kembali panggilan awak media.


Hingga berita ini diterbitkan awak media masih berupaya mencari informasi terkait peristiwa penembakan tersebut.


Arbain




Bersihkan Material Longsor, Kapolsek Rokan IV Koto Bantu PUPR Hingga Jalan Bisa Dilalui

ARBindonesia.com, Rokan Hulu – Polsek Rokan IV Koto beserta anggota membantu Dinas PUPR untuk melakukan pembersihan akses jalan lintas menuju empat desa tepatnya dipendakian gasing Jalan Umum Desa Koto Ruang menuju Desa Cipang Kiri Hilir Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, yang sempat tertutup material longsor sepanjang 50 meter, sehingga jalan tersebut sempat putus dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4. Namun berkat kerja keras PUPR dan Aparat Kepolisian akhirnya jalan sudah dapat dilalui oleh kendaraan, Sabtu (09/01/2020) pagi.


Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, S.IK., M.H melalui Kapolsek Rokan IV Koto AKP Rusmizahelpi, S.H didampingi Kanit Reskrim Polsek Rokan IV Koto Aipda Fajri mengatakan, “setelah mengetahui kejadian tersebut pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Camat Rokan IV Koto dan dengan PUPR Rokan Hulu. Lalu pihak PUPR Rohul merespon cepat dengan mendatangkan alat berat ke areal terjadinya longsor hingga dalam sekejap akses jalan sudah kembali normal dan sudah bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.


Kapolsek menambahkan Pihaknya juga menurunkan Personel yakni Ka Spk I, Brigadir Marbun, Bhabin Desa Rokan Koto Ruang Bripka Baitul Mukadis beserta Anggota Reskrim Polsek Rokan IV Koto Briptu Doddi Lafari untuk membantu Dinas PUPR hingga bisa lebih cepat membersihkan material longsor yang menutup sebagian ruas jalan. 


“Tim bergerak cepat membersihkan material longsor dengan menggunakan alat berat milik PUPR Rohul,” kata Kapolsek saat dihubungi Wartawan via Canal WhatsAppnya, Minggu (10/01/2020) sore.


“Tim masih standby bahkan malam tadi juga alat berat bekerja untuk membersihkan sisa-sisa material di jalan yang terkena dampak longsor, namun saat ini akses jalan sudah bisa dilalui,” pungkasnya.(***/Alfian Top)




Breaking News, Rumah Tunggal di Pekan Arba Terbakar

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebuah rumah tunggal di Jalan Pekan Arba, Lorong Rindang Bertuah, Kelurahan Pekan Arba, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terbakar, Senin (11/1/2021) sore sekitar pukul 16.50 Wib.


Dari pantauan langsung di lokasi pada pukul 17.14 wib, terlihat 2 buah mobil pemadam kebakaran saat ini tengah berupaya memadamkan api yang tengah berkobar.


Hingga berita ini diterbitkan belum diketahui penyebab kebaran dan kerugian yang ditimbulkan atas musibah kebakaran tersebut.



Arbain




Sebelum Pesawat Terjatuh, Pramugari Mia TW Sempat Telpon Ibunya Bilang ini

Pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Mia Tresetyani Wadu


ARBindonesia.com, JAKARTA- Pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 asal Denpasar, Bali, Mia Tresetyani Wadu sempat bercerita ke ibunya jika pesawat yang ditumpanginya delay karena hujan deras.


Pramugari berusia 23 tahun itu diketahui sempat menelepon ibunya sebelum pesawat yang ditumpanginya hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu 9 Januari 2021.


Kakak sepupu Mia, Ginsir mengatakan, dalam percakapan telepon itu, Mia sempat bercerita penerbangannya delay gara-gara hujan deras.


“Ya, sekitar dua jam sebelum kejadian, Mia sempat kontak ibunya, Ni Luh Sudarni. Ibu berpesan untuk berhati-hati,” kata Ginsir kakak sepupu Mia kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (10/1/2021).


Sore harinya, Sudarni dan suaminya, Zet Wadu mendapatkan kabar dari pemberitaan media pesawat yang ditumpangi putrinya los kontak dan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.


Pasangan suami istri itu pun sangat terpukul dengan nasib putrinya kelahiran 23 November 1998 itu. “Bapak dan ibu syok kemudian kami yang menghandel telepon,” ujar Ginsir.


Mia baru sekitar tiga tahun bekerja di Sriwijaya Air. “Terakhir dia pulang ke rumah Agustus tahun lalu,” ucap Ginsir.


Rencananya, kakak almarhumah, Ardy S Cornelis Wadu dan sang paman akan berangkat ke Jakarta untuk membantu proses identifikasi.


“Mungkin dua hari ke depan berangkatnya,” kata Ginsir.


Dia menuturkan, pihak keluarga pertama kali mendapat kabar dari pemberitaan media yang merilis nama-nama penumpang Sriwijaya, Sabtu sore kemarin.


Sumber okezone.com




Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Penghafal Al-Quran Selamat dari Maut

Keluarga penumpang di bandara pontianak (foto: Istimewa)


ARBindonesia.com, JAKARTA- Rachmawati seorang penghafal Al-qur’an turut berduka sekaligus merasakan keajaiban dari Allah SWT. Sebab ia merasa selamat dari maut atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.


Rachmawati yang merupakan warga Mempawah, Kalimantan Barat mengaku akan berangkat ke kampung halamannya di Pontianak dengan menumpangi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dinyatakan jatuh itu.


Namun karena hasil tes swab belum keluar hingga dirinya harus menunggu penerbangan hingga ke esokan harinya.


“Sebenarnya saya akan berangkat menggunakan pesawat tersebut, tetapi karena menunggu hasil PCR Swab yang baru siang hari ini keluar, jadi batal ikut pesawat itu,” kata Rachmawati dilansir dari Tribunpontianak.co.id melalui telepon.


Mantan Qoriah Internasional tahun 1985-1986, baru akan berangkat pada Minggu (10/01/21) siang ini.


“Karena PCR SWAB baru keluar tadi, akhirnya saya jadinya berangkat besok (Minggu) menggunakan pesawat Air Asia,” ujar
Setelah kejadian pesawat itu hilang kontak, kata Rachmawati, pihak keluarga pun banyak yang menghubunginya. Sebab, di daftar nama penumpang tertera namanya.


“Tadi banyak yang telepon juga, anak dan saudara yang di Mempawah dan Sambas, karena beredarnya nama penumpang, yang tertera ada nama saya, dan pihak keluarga juga sebenarnya sudah tahu kalau saya rencana pulang hari ini,”katanya. (*)


Editor arbain

Sumber timurkota.com




Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Pergi Tanpa Setrika Baju, Sempat Minta Maaf ke Istri

ARBindonesia.com, JAKARTA – Keluarga pilot Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak dan diduga jatuh di Kepulauan Seribu DKI Jakarta, mengatakan Kapten Afwan pada Sabtu (9/1) berangkat tergesa-gesa dan mengenakan baju yang tidak diseterika.


“Semalam istrinya cerita bahwa ini adalah kali pertama dalam 15 tahun, suaminya pergi tergesa gesa dan tanpa disetrika bajunya,” kata keponakan Kapten Afwan, Muhammad Akbar saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (10/01/21) dilansir Antara.


Sebelum berangkat, Kapten Afwan mengucapkan permintaan maaf pada istrinya. Bahkan setelah sampai di bandara, Kapten Afwan juga melakukan video call kepada anaknya.


“Ini hal yang tak lazim dilakukan oleh beliau. Biasanya setiap kali ‘landing’, Kapten Afwan selalu telpon istrinya tapi sampai waktu ‘landing’ ternyata tidak ada kabarnya hingga sekarang,” terang Akbar.


Keluarga berharap ada mukjizat dan mendapatkan kabar baik atas keberadaan Kapten Afwan.


Diberitakan sebelumnya, Terlihat di lokasi saat ini, ada beberapa petugas yang datang dengan membawah kantong jenazah.


Menurut sumber terpercaya, kantong jenazah ini berisikan serpihan pesawat dan ada pula beberapa diduga kuat tubuh korban Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021).


Sejumlah kapal dan personel TNI AL telah mencapai titik koordinat yang diduga kuat lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.


Salah satu kapal yang telah sampai adalah KRI Teluk Gilimanuk-531 tiba di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Minggu dini hari sekitar pukul 01.20 WIB.


KRI Teluk Gilimanuk berangkat dari Dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB.


Kapal itu merupakan kapan perang jenis pendarat yang turut membantu pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh perairan di Kepulauan Seribu.


Dikutip dari Antara, KRI itu mengangkut puluhan tim penyelam dari pasukan elit marinir, kopaska dan denjaka serta perlengkapan penyelamatan lainnya.
KRI Teluk Gilimanuk berlabuh tidak jauh dari sebuah patok/tanda yang berada di perairan itu.


Belum diketahui apakah tanda dalam bentuk bendera kecil itu, merupakan lokasi koordinat jatuhnya pesawat.


Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Muliadi dikabarkan mejadi penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ18 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh.


Hal itu dikonfirmasikan Sekjen Partai Hanura, I Gede Pasek mengatakan pihaknya masih mencari informasi soal kadernya itu.


“Beliau baru-baru menikah pada November 2020. Sekarang mau ke Jakarta dari Pontianak. PakMuliadi bersama istri dan mertua,”katanya.


Daftar identitas penumpang dan kru pesawat Sriwijaya Air SJ18 yang jatuh di kepulauan seribu.


Tampak puluhan keluarga penumpang mendatangi Bandara Pontianak guna menanyakan kejelasan informasi.


“Kami ke sini untuk mencari informasi. Keluarga di rumah sementara menggelar doa bersama,” kata seorang pria mengaku anaknya bernama, Iwan salah penumpang pesawat.


Tim Basarnas menunjukkan sejumlah foto serpihan pesawat dan dugaan potongan tubuh manusia.


Sejumlah nelayan mengakui melihat pesawat jatuh di laut dan terdengar bunyi dentuman keras.


“Nelayan mendengar dentuman dan terlihat pesawan jatuh,” kata, Kaptep Eko Komandan Kapal Trisula di Pulau Lancang.


Pesawat Sriwijaya Air SJ18 Jakarta-Pontianak dipiloti Capten Afwan, dengan Co Pilot Diego.M hilang kontak dalam penerbangan Jakarta-Pontianak.
Pesawat ini diketahui berpenumpang mencapai 56 orang.


“Sriwijaya Air SJ 182 pilot Cap.Afwan,Co.Diego.M,Cabin Crew: Dhika,Okky,Bisma,Mia.T,Gita L. tujuan Pontianak dengan jumlah penumpang : 56 penumpang, terdiri dari : 46 dewasa,7 anak-anak,3 bayi,” kata Humas Sriwijaya Air, Willy, Sabtu (09/01/21).


Pesawat hilang contak dengan tower sesuai jadwal take off pukul 13.25 WIB. Sementara landing pukul 15.00 WIB.


“Sempat delay menjadi take off jam 14.14 landing jam 15.50 Wib,” ujar dia.


Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ18 Jakarta-Pontianak Hilang Kontak. Belum diketahui kondisi pesawat tersebut.


“Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta – Pontianak,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika, Sabtu (9/1).


Management masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini. Mereka segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya.
(*)


Sumber Timurkota.com