Dua Pesawat Tujuan Bandara A Yani – Semarang Mendarat Darurat di Bandara Adi Soemarmo
Pesawat Batik Air mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah (Antara)
ARBindonesia.com, BOYOLALI – Dua pesawat terbang tujuan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali akibat cuaca buruk.
“Hari ini Bandara Adi Soemarmo menerima dua pengalihan penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang,” kata General Manager (GM) Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan di Boyolali, Sabtu (30/1/2021).
Ia mengatakan dua pesawat tersebut yaitu Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6362 tujuan Cengkareng-Semarang dan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 232 tujuan Cengkareng-Semarang.
Menurut dia, Batik Air mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada pukul 08.55 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 78 orang, sedangkan Garuda Indonesia mendarat pada pukul 09.21 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 35 orang.
Menurut dia, saat ini para penumpang dalam kondisi baik dan masih menunggu di dalam pesawat.
“Baik penumpang Batik Air maupun penumpang Garuda Indonesia masih menunggu di pesawat dan menunggu cuaca bagus di Bandara Ahmad Yani Semarang. Kondisi pesawat yang divert landing aman di Bandara Adi Soemarmo,” katanya.
Sementara itu pihaknya juga terus memantau pengaruh hujan debu vulkanik merapi dengan menggunakan metode observasi yang dilakukan setiap dua jam sekali.
“Sampai saat ini hasilnya negatif yang berarti Bandara Adi Soemarmo bebas dari debu vulkanik,” katanya.
Sumber okezone.com
Editor Arbain
Isak Tangis Warnai Peristiwa Kebakaran di Kuok, 79 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Warga mengais puing-puing kebakaran Pasar Kuok. Kebanyakan warga yang menyewa kios termasuk keluarga miskin.
ARBindonesia.com, KAMPAR – Isak tangis dan histeris para korban mewarnai peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat (22/1/2021) pagi menjelang Subuh di Pasar Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.
Sebanyak 15 kepala keluarga dan 79 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran yang menghanguskan sekitar 32 petak kios tersebut. Mirisnya lagi, warga yang bermukim di daerah itu banyak yang masuk daftar keluarga miskin.
Bangunan tua yang berjejer di pinggir Sungai Kampar di belakang rumah tokoh (ruko) Pasar Kuok yang tak jauh dari simpang ke rakit penyeberangan lama itu ludes dilalap si jago merah.
Kepala Desa Kuok Khairisman kepada media yang dilansir dari cakaplah.com, Jumat (22/1/2021) pagi menyebutkan, diperkirakan kobaran api mulai terlihat sekira pukul 04:30 WIB. Hanya sekira satu jam, 32 petak bangunan semi permanen dan permanen itu ludes.
Ia menambahkan, sebanyak 79 jiwa dari 15 kepala keluarga yang menghuni bangunan tersebut selamat, namun tak ada satupun harta benda para korban bisa diselamatkan. Pihak Pemdes Kuok juga belum bisa memperkirakan berapa total kerugian akibat kejadian ini.
“Barang banyak tak bisa dibawa keluar. Habis semuanya pak. Di situ masyarakat sebagian membuka kedai dan langsung sebagai tempat hunian. Di samping berkedai langsung tinggal di situ. Kerugian materi banyak. Payah kami menginventarisir. Masing-masing hunian itu ada yang sampai empat buah Honda (sepeda motor, red) di dalamnya. Belum lagi TV dan peralatan rumah tangga dan barang berharga lainnya,” beber Khairisman.
Mewakili maayarakat Kuok ia memohon perhatian lebih jauh lagi dari pemerintah daerah untuk membantu para korban kebakaran, termasuk dari perusahaan swasta dan para dermawan.
“Karena penghuni pada umumnya menyewa. Masyarakat di situ banyak yang masuk daftar keluarga miskin. Kalau bantuan sangat perlu dibantu betul. Betul-betul perlu diperhatikan. Banyak anak usia sekolah juga,” beber alumni salah satu perguruan tinggi di Kota Padang itu.
Dikatakan, selain telah berdirinya posko dari Pemkab Kampar dan dapur umum untuk para korban, bantuan dari masyarakat juga terus mengalir. Diantaranya bantuan sembako, pakaian hingga selimut.
Kapolsek Bangkinang Barat Ipda Yulanda Alvaleri S.Tr.K ketika dikonfirmasi wartawan terkait kerugian akibat peristiwa ini juga belum bisa menaksir berapa total kerugian.
“Kerugian belum bisa kami taksiran karena banyaknya jumlah bangunan yang hangus, hingga kini penyebab terjadinya kebakaran ini masih di dalami, namun kami berharap para korban agar tetap tabah,” cakap Kapolsek Bangkinang Barat Ipda Yulanda Alvaleri.
Ia mengakui pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti dan telah memasang police line di tempat kajadian Perkara (TKP).
Editor Arbain
Sumber cakaplah.com
Kebakaran! 26 Kios di Pasar Kuok Kampar Dilalap Jago Merah
Kebakaran di pasar Kuok, Kampar
ARBindonesia.com, KAMPAR – Sebanyak 26 kios yang terdiri dari 11 unit kios permanen dan 15 unit kios semi permanen di Pasar Kuok, Kabupaten Kampar hangus dilahap si jago merah, Jumat (22/1/2021) dini hari.
Kasubbag Humas Polres Kampar AKP Deni Yusra mengatakan, kejadian terjadi pada Jumat (22/1/2021) sekira pukul 04.30 WIB. Peristiwa bermula saat salah satu pemilik kios bernama Jasri sedang tidur di dalam kiosnya dan melihat ada luapan asap yang memenuhi tempat tinggalnya itu.
“Pada waktu bersamaan dia mendengar ada teriakan kebakaran. Jasri bergegas keluar kios dan melihat api sudah membesar. Kemudian Jasri bergegas membangunkan seluruh penghuni yang tinggal di sekitar kios yang terbakar itu,” ucap Deni.
Kemudian dia bersama warga lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api makin membesar. Beberapa saat kemudian Kapolsek Bangkinang Barat Ipda Yulanda Alvaler yang mendapat informasi atas kejadian ini, segera memerintahkan anggotanya mendatangi lokasi untuk melakukan pertolongan, sekaligus mengamankan lokasi kejadian serta menghubungi pihak Damkar Kampar.
“Sekira pukul 05.30 WIB, 4 unit Mobil Damkar Kampar tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 06.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan jumlah kerugian masih dalam pendataan,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa polisi masih melakukan olah TKP, mendata, dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran ini.
“Data saat ini sudah 21 pemilik kios terbakar. Kios yang terbakar tersebut ada yang tidak dihuni, ada gudang, dan ada yang dihuni,” pungkasnya.
ARBindonesia.com, PEKANBARU – Penembakan yang menewaskan H Jumhan alias H Permata di perairan Indragiri Hilir (Inhil) berbuntut panjang. Enam petugas Bea dan Cukai Tembilahan diperiksa internal.
Penembakan terjadi ketika Satgas Patroli Laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepri dan Bea Cukai Tembilahan melakukan penggagalan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal pada Jumat (15/1/2021) lalu. Dikabarkan terjadi perlawanan’.
Enam pegawai Bea Cukai harusnya juga diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Senin (21/1/2021). Namun mereka tidak datang dan ternyata sedang berada Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai di Jakarta.
“Ada enam petugas (Bea Cukai Tembilahan) itu sedang diperiksa di pusat. Diperiksa secara internal, namanya pemeriksaan kepatuhan,” ujar Kasi Penyidikan Kanwil Bea Cukai Riau, Satrianto, ketika ditemui di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.
Satrianto mendampingi dua pejabat BC dari Tembilahan dan Balai Karimun yang diperiksa polisi di Mapolda Riau. Keduanya adalah Kepala Bea Cukai Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Ari Wibawa Gunawan, dan Kepala Seksi Penyidikan Bea Cukai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Gunar Wiratno.
Satrianto menjelaskan, pihak Bea Cukai telah memberikan bantuan hukum untuk para petugas yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau. “Ada bantuan hukum yang diberikan dalam pemeriksaan ini. Kalau saya sendiri mendampingi, yang dari kantor Tembilahan dan Balai Karimun,” jelas Satrianto.
Diketahui, H Permata tewas di tempat dengan lima luka tembak di bagian dada. Polisi menemukan lima proyektil dari tubuh pengusaha asal Batam, Provinsi Kepulauan Riau itu.
Kejadian itu dilaporkan pihak keluarga H Permata ke Polda Kepulauan Riau untuk diusut. Namun, Senin (18/1/2021) penanganan kasus diserahkan ke Polda Riau sesuai locus delicti atau tempat kejadian perkara.
Dari penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau diketahui tidak hanya H Permata yang tertembak. Anak buahnya yang juga jadi nakhoda kapal ketika kejadian juga tertembak dan tewas.
Korban tewas itu adalah Bahar. Ia meninggal Selasa (19/1/2021) dan telah dikebumikan di Tembilahan. Bahar mengalami luka tembak di kepala. Penembakan dilakukan dari arah depan
Korban ketiga adalah Abdul Rahman. Korban mengalami luka tembak di telapak kaki sebelah kiri. “Dapat tujuh jahitan,” ucap Teddy.
Korban terakhir adalah Irwan, yang juga merupakan warga Inhil. Ia mengalami luka di lengan sebelah kiri. “Semua korban berada dalam satu kapal,” kata Teddy.
Terkait jarak tembakan antara petugas Bea Cukai dengan para korban, Teddy belum mengetahuinya. Begitu juga senjata yang digunakan karena proyektil harus diuji terlebih dahulu di Labfor Polda Riau.
“Kita belum tahu soal jarak penembakan. SOP (standar opersional prosedur) penangkapannya juga sedang kita pelajari,” kata Teddy.
Menurut Teddy, dari hasil pemeriksaan pihak Bea Cukai, nantinya penyidik akan mendapatkan penjelasan bagaimana kronologi kejadian serta siapa pelaku penembakan terhadap H Permata. (*)
Sumber cakaplah.com
Belum Sebulan, Banyak Bencana Alam 'Menerjang' Indonesia, ini Rentetannya
ARBindonesia.com – Tanah Ibu Pertiwi bergetar hebat. Belum berakhir bulan Januari tahun 2021 berjalan, banyak bencana alam ‘menerjang’ Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 154 bencana alam menimpa Indonesia per tanggal 1-18 Januari 2021. Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor merupakan bencana yang paling banyak terjadi.
Sedikitnya 140 orang meninggal dunia. 776 Warga luka-luka akibat bencana alam tersebut.
154 Bencana alam berturut-turut dalam 3 minggu terakhir ini menandakan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. BNPB dan Basarnas harus bekerja ekstra keras di awal tahun 2021 ini. Rentetan bencana alam yang terus melanda tanah air jadi tantangan.
Berawal dari bencana longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tebing setinggi 20 meter dengan panjang 40 meter itu menimpa belasan rumah di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung pukul 16.00 dan 19.00 WIB.
Pada 18 Januari, BNPB melaporkan seluruh warga yang tertimpa longsor sudah ditemukan. 40 Orang dinyatakan meninggal dunia.
Tiga hari setelahnya, gempa bumi mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Gempa yang terjadi pada 15 Januari pukul 01.28 WITA itu berkekuatan magnitudo 6,2.
Hingga Selasa (19/1) sore, 90 orang dinyatakan meninggal dunia. 253 Orang luka berat, dan 679 lainnya luka ringan. Sementara itu, 1.150 rumah dan 15 sekolah rusak. Belum lagi kantor pemerintah, jembatan dan pertokoan luluhlantah dihantam gempa.
“90 Korban meninggal dunia, 79 orang ditemukan di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene. Jumlah warga yang mengungsi berkurang drastis. Informasi awal 20 ribu pengungsi, hari ini tinggal 7.255 orang di Mamuju dan di Majene tinggal 2.650 orang,” kata Komandan Resort Militer (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan saat konferensi pers yang disiarkan di Youtube BNPB Indonesia, Selasa (19/1).
Tepat di hari yang sama, media sosial di Indonesia sempat dihebohkan dengan trending topic twitter #KalseljugaIndonesia. Pada hari itu, banyak warga Kalsel yang meminta bantuan melalui Twitter karena wilayah Kalimantan Selatan dilanda banjir sejak 11 Januari 2021.
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor menetapkan status tanggap darurat bencana untuk wilayah Kalsel pada 14-21 Januari 2021. Sampai saat ini, BPBD Kalsel pun masih terus mendata jumlah korban jiwa dan warga yang terdampak banjir setinggi 1-2 meter itu.
Data terakhir yang dilaporkan pada 18 Januari lalu, 15 orang meninggal dunia dan 39.549 warga mengungsi karena 24.379 rumah terendam banjir.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengatakan, banjir yang melanda kali ini merupakan banjir terbesar semasa ia hidup.
Dia yakin, penyebab banjir tersebut bukan hanya karena tingginya curah hujan saja, seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo saat datang ke Kalsel. Kisworo mengatakan, penyebab banjir yang ‘menghilangkan’ dua kecamatan itu karena deforestasi hutan dan degradasi lahan.
“2006 Kalsel pernah banjir besar juga, tapi tidak separah ini. Banjir kali ini yang terparah. Saya mendesak Pak Jokowi untuk memanggil semua pemilik perusahaan, tambang, sawit, dan sebagainya. Kita juga mendesak agar dibuat Satgas atau komisi khusus untuk mereview dan mengaudit semua izin-izin,” kata Kisworo kepada merdeka.com, Senin (17/1).
Dia merinci data yang dimiliki Walhi. Dari 3,7 juta hektare luas lahan di Kalimantan Selatan, 1,2 juta hektare dikuasai pertambangan, tepatnya 1.219.461,21 hektare.
Sementara itu, 620.081,90 hektare sudah dikuasai kelapa sawit, 567.865,51 hektare Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alamatau Hutan Tanaman (IUPHHK-HT), dan 234,492,77 hektar Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA).
Sementara itu, luas hutan sekunder tersisa 581.188 hektar dan hutan primer hanya 89.169 hektar. Walhi juga mencatat, terdapat 814 lubang milik 157 perusahaan tambang batubara di Kalsel dan sebagian lubang tersebut masih berstatus aktif.
Namun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menepis pernyataan Walhi. Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai KLHK, Saparis Soedarjanto mengungkapkan, penyebab utama banjir besar di Kalsel yakni karena curah hujan yang tinggi.
“Hujan lah faktor utama yang menyebabkan banjir, karena tinggi sekali. Kalau kita pakai return periode, hujan sebesar itu di daerah Kasel ternyata terjadi hampir 100 tahun sekali. Jadi biasanya return period dipakai untuk menghitung bendungan biasanya perhitungan bendungan menghitung yang nilai maksimum,” kata Saparis dalam konferensi pers virtual KLHK, Selasa (19/1).
Pernyatan KLHK ini senada dengan pernyataan Presiden Jokowi saat meninjau korban banjir di Kalse (18/1).
“Curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut- turut sehingga daya tampung sungai barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air sehingga memang meluap di 10 kabupaten,” kata Jokowi.
Banjir bukan hanya menggenang wilayah Kalimantan Selatan saja. Namun juga menggenangi ratusan rumah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Tepatnya 533 rumah warga terendam banjir setinggi satu meter.
Akibatnya 2.752 jiwa terdampak. Selain itu, 115 hektare lahan sawah dan 2 hektare kebun, satu unit masjid, posyandu, serta satu unit puskesmas pembantu juga ikut terendam banjir.
Bencana hidrometeorologi juga terjadi di daerah lain di Indonesia. Banjir juga terjadi di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. BPBD Kabupaten Majalengka melaporkan, sebanyak 40 rumah dan 4 hektare lahan sawah terendam banjir setinggi 70 centimeter itu. BPBD Majalengka pun masih mendata jumlah korban jiwa.
Belum selesai mendata jumlah korban jiwa di Majalengka, daerah di Provinsi Jawa Barat lainnya juga tergenang banjir. Kali ini banjirnya cukup besar karena 900 jiwa terdampak. Pada hari Selasa kemarin, banjir juga terjadi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.
Sebanyak 900 jiwa terdampak. Sebagian warga yang terdampak, saat ini menempati Wisma PTPN 8 Gunung Mas. BPBD Kabupaten Bogor masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerugian materil lainnya.
Masih di hari yang sama, banjir setinggi 20-50 centimeter menggenangi 4 Kecamatan di Kota Malang, Jawa Timur. Data terkini yang dilaporkan BPBD Malang (19/1) sebanyak 260 rumah terendam dan 2 unit sepeda motor hanyut. Kemudian, satu orang dinyatakan hilang dan 2 KK mengungsi ke kediaman kerabat.
Bukan hanya bencana hidrometeorologi saja, bencana vulkanologi juga turut menambah jumlah bencana alam di Indonesia. Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat menjadi level III (siaga).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
BPPTKG juga merekomendasikan agar penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi dalam KRB III untuk dihentikan. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru masih terus memantau secara intensif perkembangan aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di pulau Jawa ini.
Untuk itu, BMKG bersama BNPB terus mengingatkan masyarakat Indonesia untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam yang terjadi, khususnya banjir dan longsor yang paling banyak terjadi. BNPB juga terus mengirimkan bantuan berupa kebutuhan pokok.
Pada hari Sabtu lalu (16/1), BNPB sudah menyerahkan bantuan awal sebesar Rp 4 miliar untuk korban gempa di Majene dan Mamju, Sulawesi Barat.
BNPB juga mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit genset 5 KVA.
Sedangkan di Kalsel, BNPB sudah menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp3,5 miliar. BNPB juga akan memberikan bantuan berupa dana stimulan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir.
Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, Pemerintah Pusat melalui BNPB juga akan memberikan bantuan berupa dana stimulan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak gempa.
Adapun besaran dana stimulan tersebut, 50 juta rupiah untuk rumah Rusak Berat, 25 juta rupiah untuk rumah Rusak Sedang, dan 10 juta rupiah untuk rumah Rusak Ringan.
“Kami sesuai arahan dari bapak Presiden akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kerusakan rumah, baik itu rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan,” kata Doni dalam keterangan resminya, Senin (18/1).
Sumber merdeka.com
Editor Arbain
Lengkap Bersama Prajurit TNI, Dandim 'Serang' Markas Polres Inhil
TEMBILAHAN, – Lengkap bersama prajurit TNI, Dandim 0314/lnhil, Letkol Inf Imir Faishal ‘menyerang’ Markas Polres Inhil pagi ini setelah anggota Polres melaksanakan apel pagi, Rabu (20/01/2021).
Seluruh anggota Polres hanya bisa diam saat Dandim 0314/Inhil memerintahkan anggotanya untuk mencari keberadaan Kapolres lnhil, AKBP Dian Setyawan.
“Dimana Kapolres, cari sampai dapat,” perintah Dandim kepada anggotanya.
Ada salah satu anggota Polres yang memberi tahu keberadaan Kapolres, bahwa beliau sedang berada di kantin.
Tanpa banyak cerita, seluruh anggota TNI langsung menyerbu ke arah kantin. Setelah Kapolres ditemukan, serentak para prajurit yang dipimpin Dandim menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan membawa kue ulang tahun.
Setelah meniup lilin kue ulang tahun, Dandim pun memberikan sebuah kado sembari mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kapolres.
Setelah selesai melakukan penyerbuan, Kapolres mengajak rombongan prajurit TNI untuk masuk ke ruangan. Rupanya, ruangan tersebut sudah disiapkan Kapolres untuk menyambut prajurit Kodim yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.
Pada kesempatan itu, Dandim 0314/Inhil diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. Disampaikan Letkol Inf Imir Faishal, Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan merupakan teman seperjuangan, suka dan duka saat mereka di lembah tidar yaitu pendidikan taruna.
“Dulu saya pernah tugas operasi ke Atambua, yang menerima dan yang mengarahkan adalah Danrem 161 selaku Pangkolak Ops. Ternyata istrinya Kapolres ini adalah putrinya mantan Danrem 161,” ujar Dandim menceritakan.
Para personil yang berdinas di Polres Inhil saat ini harus bangga, karena menurut penuturan Dandim, AKBP Dian Setyawan merupakan salah satu yang terbaik di angkatannya.
“Di hari yang berbahagia ini, diusia yang ke 41 tahun, mudah mudahan pak Kapolres selalu sehat, sukses baik karir atau keluarganya, bahagia selalu dan mendapat perlindungan berkah dan diridhai oleh Allah SWT di sepanjang usianya, aamiin. Sekali lagi saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke 41,” sebut Dandim.
Diungkapkan Letkol Inf Imir Faishal, sebenarnya penyerangan ini direncanakan akan dilancarkan pada saat tengah malam. Namun, diubah menjadi pagi hari karena situasi yang tidak memungkinkan.
“Mudah mudahan tali silaturahmi kita terus terjalin dengan baik, sukses selalu, bahagia selalu dan tetap kompak,” tandasnya. (*)