Speed Boat Pembawa Penumpang Tujuan Tokolan Dirampok Diperairan Mandah, Ratusan Juta Raib

Foto ilustrasi internet, inews.id


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Speed Boat yang membawa penumpang dari Tembilahan dengan tujuan Tokolan dirampok di perairan perairan Kuala Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Dari informasi yang beredar, peristiwa perampokan terjadi pada Jum’at (05/2/2021) sekitar pukul 15.00 Wib.


Klik disini untuk baca kronologis peristiwa perampokan : https://arbindonesia.com/ratusan-juta-raib-begini-kronologi-perampokan-di-perairan-mandah/


Dilansir dari MLC, RB yang merupakan adik dari salah seorang penumpang speed boad menyebutkan bahwa abang kandungnya BD telah dirampok di perairan kuala batang tumu.


“Abang saya kenak rampok di kuala batang tumu,” ungkapnya


Tidak hanya itu, ia juga menuturkan uang yang berhasil dibawa lari oleh perampok tersebut berkisar ratusan juta rupiah.


“Ratusan juta raib dibawa perampok,” sambungnya kembali.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu keterengan resmi dari pihak kepolisian Kabupaten Indragiri Hilir. (Arb)




Sedang Berlangsung, Demonstrasi Mahasiswa Inhil Tertahan Dipintu Pagar

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Saat ini, Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Inhil, Kamis (4/2/2021).


Terlihat, Belasan Mahasiswa yang menggunakan atribut Bendera GMNI tertahan didepan pagar atau pintu masuk kantor Bupati Inhil.


Hal itu dikarenakan, barisan masa aksi tidak diberikan izin masuk ke halaman kantor Bupati Inhil untuk menyampaikan tuntutan mereka.


Terus menyampaikan orasinya, Barisan masa aksi juga mendesak pemerintah untuk mencari solusi terhadap penertiban PKL yang menggunakan Badan Jalan.


“PKL hanya mencari makan untuk menghidupi keluarganya. Jika mereka dilarang berjualan, apakah mereka harus maling, harus jadi begal,” kata salah satu masa aksi yang menyampaikan Orasinya.


Selain itu, masa aksi juga meminta pemerintah untuk berhenti melakukan penertiban PKL di tengah kesulitan ekonomi saat ini.


“Tolong distopkan dulu Penertiban PKL,” katanya.


“Sudah dua periode, apa yang ada kemajuan di inhil.. Nihil..!, bukan bertambah malah berkurang,” tambahnya lagi.


Hingga berita ini diterbitkan, barisan masa aksi masih terus meminta Bupati Inhil, HM Wardan untuk menemui mereka.


Terlihat juga petugas dari Satpol PP, Polisi dan TNI tengah menjaga keamanan demi berjalannya aksi secara kondusif.



Untuk diketahui, sebelum aksi demonstrasi digelar, beredar di jejaringan media sosial Facebook dan WhatsApp tentang ajakan dan pemberitahuan seruan aksi.


Dalam seruan itu bertuliskan “Rakyat Kecil (PKL) Butuh Makan. Jangan Main Gusur Kalau Tidak Bisa Memberi Makan”.


Selain itu, seruan itu juga bertuliskan “Menuntut Bupati Inhil turun dari jabatannya karena telah sukses menindas rakyat kecil (PKL),”.



Arbain




Kebakaran di Parit 16 Tembilahan, Satu Unit Rumah Ludes

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Satu unit rumah warga di Jalan Terusan Mas Parit 16 Tembilahan Hilir ludes dilahap sijago merah, Rabu (03/02/2021) sekitar pukul 20:36 Wib.


Rumah tersebut diketahui ditempati oleh Ari Saputra (32) yang merupakan seorang tenaga pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tembilahan.


Berdasarkan informasi dari Personil Kodim 0314/Inhil yang berada di lokasi, ia menyampaikan kronologis kejadian dari penuturan saksi.


Saat itu, saksi sedang menonton TV di rumahnya yang posisinya berdekatan dengan rumah yang terbakar tersebut.


Saat asik menonton siaran TV, secara tiba-tiba lampu mati dengan sendirinya.


Dengan matinya lampu, Saksi mengira bahwa MCB meteran listrik rumahnya tersebut ‘membanting’ off. Kemudian saksi keluar rumah ingin mengaktifkan kembali MCB meteran listrik tersebut.


Pada saat itu, Saksi melihat api di dalam rumah yang ditempati oleh korban sudah membesar. Pada saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat.


“Saksi berteriak minta tolong dan tidak lama kemudian warga membantu memadamkan api dengan alat seadanya dan api dengan cepat menghanguskan rumah tersebut dan 1 unit sepeda motor matic,” ungkap Personil Kodim 0314/Inhil.


Tidak lama setelah itu, Damkar Inhil tiba di lokasi kejadian dan langsung berupaya memadamkan api dibantu BPBD, PSMTI dan TNI-Polri serta masyarakat.


“Hingga pukul 21.30 Wib, api sudah dapat dipadamkan dan kasus ini sudah ditangani pihak Polres Inhil untuk penyelidikan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” tuturnya. (Mlc)


Editor Arbain




Kebakaran ! Jago Merah Hanguskan Rumah Warga di Parit 16 Tembilahan Hilir

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Jago Merah hanguskan rumah warga di Jalan Prof M Yamin Parit 16 Tembilahan Hilir.


Dari informasi yang didapat, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 20:36 Wib, Rabu (03/02/2021).


“Api sudah besar saat kami sampai sini bang,” sebut seorang warga yang sedang berada di lokasi kejadian.


Saat ini petugas pemadam kebakaran tengah berupaya memadamkan api dan dibantu TNI Polri serta bersama masyarakat.


Hingga berita ini disiarkan, belum diketahui berapa buah jumlah rumah yang terbakar dan juga belum diketahui penyebab serta kerugian yang dialami atas peristiwa kebakaran tersebut.


Editor Arbain




Ditinggal Dalam Ayunan, Tahu Anaknya Tewas Terbakar, Pasutri di Pelalawan Histeris Lalu Pingsan

ARBindonesia.com, PELALAWAN – Pasangan suami istri (pasutri) di Desa Kuala Sumendam, Kecamatan Bandar Petalangan tak kuasa menahan tangis bahkan sempat jatuh pingsan ketika mengetahui buah hati mereka ditemukan tewas terpanggang, terjebak di dalam rumah yang dilalap sijago merah, Sabtu (30/1/2021).


Berdasarkan informasi yang dilansir dari cakaplah.com, korban tewas ini bernama Rafa bocah berusia 1 tahun 8 bulan. Korban merupakan anak dari dari pasangan Afrizal (30) dan Yanti (27).


Hal yang membuat kedua pasutri histeris, lantaran saat kejadian mereka tidak berada di tempat. Sedangkan anaknya ditinggal sendiri di dalam rumah. Saat kejadian mereka pergi ke pasar untuk belanja berbagai kebutuhan.


Ketika orang tuanya ke pasar korban dititip bersama kakak kandungnya bernama berinisial R (15). Berdasarkan keterangan kakak kandung korban sebelum kejadian kebakaran ia meninggalkan adiknya untuk menjaga warung warga tidak berapa jauh dari kediamannya. Diduga korban terbekar ketika masih tertidur di dalam ayunan. Api diduga berasal dari obatnyamuk yang berada di bawah ayunan.


Berselang beberapa saat kemudian, warga melihat asap mengepul pekat ke udara, setelah didekati ternyata rumah milik pasangan Afrizal dan Yanti terbakar. Kobaran api begitu cepat menjalar membakar seisi rumah.


Warga mencoba memberikan bantuan termasuk kakak korban yang berlari menuju rumahnya yang sudah terlanjur dibakar api yang kian membesar. Iapun menjerit-jerit menyebut bahwa adiknya masih ada di dalam rumah.


Salah seorang warga mencoba nekat menerobos dalam korban api untuk melakukan upaya penyelamatan.
Begitu bocah berhasil diselamatkan dalam kobaran api dan digotong ke luar rumah. Namun naas baginya, ternyata korban tidak lagi bernyawa. Tangisan pecah, ketika Pasutri pulang dari pasar mengetahui anaknya, tewas terbakar bersamaan dengan tempat tinggal mereka.


Api baru berhasil dipadamkan beberapa saat kemudian setelah dua unit mobil kebakaran (Damkar) dari PT Musim Mas turun ke lokasi, memberikan bantuan memadamkan sijago merah.


Kapolres Pelalawan AKBP Indra Sujatmiko, S.Ik melalui Kasubag Humas Iptu Edy, Sabtu (30/1/2021) membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah milik warga Desa Kuala Sumendam, Kecamatan Bandar Petalangan.


Pada peristiwa ini, cakapnya, seorang bayi berumur kurang dua tahun tewas terbakar yang terjebak di dalam rumah.


“Penyebab kebakaran sementara masih dalam penyelidikan dan kerugian materi sementara diperkirakan sebanyak lebih kurang Rp 150 juta,” tandasnya singkat.***


Sumber cakaplah.com




Dua Pesawat Tujuan Bandara A Yani – Semarang Mendarat Darurat di Bandara Adi Soemarmo

Pesawat Batik Air mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah (Antara)


ARBindonesia.com, BOYOLALI – Dua pesawat terbang tujuan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali akibat cuaca buruk.


“Hari ini Bandara Adi Soemarmo menerima dua pengalihan penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang,” kata General Manager (GM) Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan di Boyolali, Sabtu (30/1/2021).


Ia mengatakan dua pesawat tersebut yaitu Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6362 tujuan Cengkareng-Semarang dan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 232 tujuan Cengkareng-Semarang.


Menurut dia, Batik Air mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada pukul 08.55 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 78 orang, sedangkan Garuda Indonesia mendarat pada pukul 09.21 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 35 orang.


Menurut dia, saat ini para penumpang dalam kondisi baik dan masih menunggu di dalam pesawat.


“Baik penumpang Batik Air maupun penumpang Garuda Indonesia masih menunggu di pesawat dan menunggu cuaca bagus di Bandara Ahmad Yani Semarang. Kondisi pesawat yang divert landing aman di Bandara Adi Soemarmo,” katanya.


Sementara itu pihaknya juga terus memantau pengaruh hujan debu vulkanik merapi dengan menggunakan metode observasi yang dilakukan setiap dua jam sekali.


“Sampai saat ini hasilnya negatif yang berarti Bandara Adi Soemarmo bebas dari debu vulkanik,” katanya.


Sumber okezone.com
Editor Arbain