TNI Baku Tembak dengan KKB di Intan Jaya, Satu Orang Tewas

TNI dan KKB alias OPM kembali terlibat baku tembak di Intan Jaya, Papua, Minggu (28/2) dini hari. Satu anggota KKB tewas dalam insiden tersebut. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)


ARBIndonesia.com, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) alias OPM di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Minggu (28/2) dini hari.


Kontak senjata tersebut terjadi ketika pasukan TNI berpindah lokasi. Dua orang dari KKB menembak rombongan dari arah belakang. Satu orang KKB tewas dalam insiden tersebut.


“Satu orang berhasil dilumpuhkan, sedangkan satu orang lagi lari meninggalkan temannya sambil membawa senjata, dan dari pihak TNI tidak ada korban” kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangannya, Minggu (28/2).


Suriastawa mengatakan anggota OPM yang tewas sudah diserahkan kepada tokoh masyarakat Kampung Titigi. Ia menyatakan pihaknya tetap mendalami asal kelompok korban tewas itu.


Menurut Suriastawa, korban tewas tersebut tidak memiliki identitas dan tak dikenal oleh masyarakat Kampung Titigi.


“Ini menambahkan keyakinan bahwa yang bersangkutan adalah dari KKB, selain tak dikenal warga dilokasi kejadian, tidak mungkin warga yang baik menembaki pergerakan aparat TNI di tengah malam,” ujarnya.


Rentetan baku tembak antara TNI-Polri dengan KKB terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Aksi saling melepaskan timah panas itu membuat warga Intan Jaya, Papua mengungsi ke Gereja Katolik St Misael Bilogai.


Pengungsian masih terjadi ketika situasi semakin memanas pada 15 Februari lalu.


“Karena terjadi kontak senjata di tengah masyarakat sipil maka kami pihak gereja dan pemerintah setempat pergi jemput masyarakat sipil untuk mengamankan warga,” kata Diakon Gereja Katolik St. Misael Bilogai, Yosep Bunai kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Rabu (17/2).


Di tengah kontak senjata TNI-Polri dengan KKB, dugaan penjualan senjata oleh aparat penegak hukum kepada OPM terungkap. Setidaknya beberapa anggota Polri dan TNI terlibat dalam dugaan penjualan senjata api tersebut.


Sumber cnnindonesia.com




Lima Sarana Pengangkut Terbakar di Dermaga Tanjung Uncang

Kapal pengangkut yang terbakar di Batam


ARBindonesia.com, BATAM – Lima buah sarana pengangkut yang bersandar di dermaga Tanjung Uncang Kecamatan Batuaji, Batam terbakar, Selasa (23/2/2021).


Adapun 5 sarana pengangkut yang terbakar tersebut adalah Carolina, Rahmat Jaya, Ikrar Jaya dan 2 kapal pompong.


Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Susila Brata mengatakan bahwa pada saat terjadi kebakaran kapal dalam kondisi kosong, tidak ada barang hasil tangkapan Bea Cukai di kapal-kapal tersebut.


“Barang- barang tersebut tersimpan aman di gudang TPP (Tempat Penimbunan Pabean). Tidak ada petugas yg cidera atau terluka,” ungkap Susila Brata, Rabu (24/2/2021).


Tambahnya, saat ini kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian sebagi pihak yang berwenang untuk mencari tahu sebab atau asal kejadian.


“Perkembangan atas kejadian ini akan kami up date kembali,” tutupnya.


(Arbain)




Relawan FPI Sempat Dihalau Polisi saat Hendak Bagikan Bantuan Banjir di Jakarta

Anak-anak bermain banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Mereka membutuhkan pakaian yang layak akibat rumahnya terendam. Foto: Dok SINDOnews


ARBindonesia.com, JAKARTA – Relawan Front Persaudaraan Islam ( FPI ) sempat dihalau oleh pihak kepolisian saat membagikan bantuan banjir di Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021). Para relawan disebut-sebut dilarang menggunakan atribut yang berbau FPI.


“Ya betul, relawan kemanusiaan diusir,” kata mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Minggu (21/2/2021).


Front Pembela Islam berganti nama menjadi Front Persaudaraan Islam setelah dibubarkan oleh pemerintah. FPI dibubarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diteken oleh enam pejabat tinggi negara.


Munarman melanjutkan pembubaran relawan FPI yang sedang melakukan kegiatan kemanusiaan terjadi di Kampung Bayur, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.


Relawan diminta menghapus logo dan atribut yang bertuliskan FPI. “Tulisan FPI di perahu dipaksa dihapus dengan cat, tapi masih terlihat juga,” ucapnya.


Meskipun sempat dilarang, kegiatan penyaluran bantuan sosial oleh relawan FPI untuk korban banjir di Jakarta Timur tetap berlangsung. FPI menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga.


sumber: SINDOnews.com




Sepanjang 2021, 532 Bencana Terjadi dan 2,7 Juta Jiwa Terdampak

Sejumlah warga melintasi banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Foto/Arif Julianto


ARBindonesia.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mencatat dari 1 Januari sampai 20 Februari 2021 Pukul 15.00 WIB, tercatat jumlah kejadian bencana sebanyak 532 kejadian.


Kejadian bencana alam mendominasi adalah bencana banjir , kemudian diikuti puting beliung dan tanah longsor.


Bencana alam menimbulkan terdampak dan mengungsi 2.782.350 jiwa, sedangkan sebanyak 243 jiwa meninggal dunia dan 7 hilang serta 12.104 jiwa luka-luka.


Selain bencana alam, pada tanggal 13 April 2020 pemerintah menetapkan penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional non alam.


Catatan BNPB , sebanyak 275 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan tanah longsor 106 dan puting beliung 107. Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu gelombang pasang 8 kejadian dan gempa bumi 10 kejadian, dan karhutla 25 kejadian.


Sementara itu, dampak bencana sekitar 51.253 rumah rusak dengan rincian 4.590 rumah rusak berat, 5.469 rumah rusak sedang dan 41.194 rumah rusak ringan.


Sebanyak 1.326 fasilitas umum juga mengalami kerusakan dengan rincian 631 fasilitas pendidikan, 548 fasilitas peribadatan, dan 147 fasilitas kesehatan rusak, 207 kantor rusak dan 78 jembatan mengalami kerusakan akibat bencana.


Sumber Sindonews.com




Ratusan Juta Raib, Begini Kronologi Perampokan di Perairan Mandah

Foto Ilustrasi Internet. Inews.id


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –
Speed Boat yang membawa penumpang dari Tembilahan dengan tujuan Tokolan dirampok di perairan Kuala Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Berdasarkan Laporan Singkat (Lapsik) dari pihak Kepolisian Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Inhil.


Kronologis peristiwa perampokan itu bermula saat Speed Boat berangkat dari pelabuhan Tembilahan Air Bagi menuju menuju Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Jum’at (5/2/2021) pukul 13.30 Wib.


Ternyata, pelaku perampokan tersebut ikut naik bersama penumpang lainnya pada speed Boat yang dikemudikan oleh H Iwan.


Saat itu, pelaku pertama yang diketahui berinisial W duduk didekat mesin boat, sedangkan pelaku kedua yang berinisial D duduk di atas nakhoda boat.


Sekitar pukul 14.30 Wib, Pelaku yang diketahui berinisial W itu memutus selang minyak Mesin Bot di Kuala Palongan, Kecamatan GAS.


Saat itu juga, datang Speed Boat bermesin 40 Pk merapat ke Boat yang bermuatan penumpang sebanyak 35 orang.


Ketika itu, pelaku W dan D mengeluarkan Senpi 2 pucuk dan senjata tajam untuk mengancam korban.


Kemudian pelaku sekira pkl 14.40 wib meninggalkan korban dengan menggunakan Speed Boat yang bermesin 40 PK itu.


Atas peristiwa itu, tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian ditaksir mencapai Rp 230 Juta.


Adapun korban atas perampokan itu diantaranya :


  • H Iwan (44) pemilik Boat sekaligus Kep, alamat Desa Batang Tumu, Dusun 5 Pasar Tokolan Kecamatan Mandah.
  • H.Abdul Azis (44) warga Desa Tokolan mengalami kerugian uang tunai Rp175 Juta,
    HP Nokia, BPKB Honda beserta STNK Vario 150 cc, dan BPKB Yamaha N.Max.
  • H.Budiansah (51) Jalan Batang Tuaka Tembilahan, mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 45 Juta dan dua buah HP Vivo.


Untuk diketahui, Peristiwa perampok tersebut saat ini sudah di tangani pihak kepolisian Polsek Kecamatan Gaung Anak Serka sesuai lokasi kejadian dan dalam proses pendalaman.


Editor Arbain




Speed Boat Pembawa Penumpang Tujuan Tokolan Dirampok Diperairan Mandah, Ratusan Juta Raib

Foto ilustrasi internet, inews.id


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Speed Boat yang membawa penumpang dari Tembilahan dengan tujuan Tokolan dirampok di perairan perairan Kuala Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Dari informasi yang beredar, peristiwa perampokan terjadi pada Jum’at (05/2/2021) sekitar pukul 15.00 Wib.


Klik disini untuk baca kronologis peristiwa perampokan : https://arbindonesia.com/ratusan-juta-raib-begini-kronologi-perampokan-di-perairan-mandah/


Dilansir dari MLC, RB yang merupakan adik dari salah seorang penumpang speed boad menyebutkan bahwa abang kandungnya BD telah dirampok di perairan kuala batang tumu.


“Abang saya kenak rampok di kuala batang tumu,” ungkapnya


Tidak hanya itu, ia juga menuturkan uang yang berhasil dibawa lari oleh perampok tersebut berkisar ratusan juta rupiah.


“Ratusan juta raib dibawa perampok,” sambungnya kembali.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu keterengan resmi dari pihak kepolisian Kabupaten Indragiri Hilir. (Arb)