Saat Sedang Membaca Maulid, Habib Musthofa bin Jafar Assegaf Meninggal Dunia

Al Habib Musthofa bin Hamid Al-jufri meninggal dunia di Karawang. (Foto: Instagram/cellicanurrachadiana)

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Ulama besar Alhabibul Mahbub Musthofa Bin Jafar Assegaf, meninggal dunia pada Minggu (14/3/2021) malam. Alhabibul Mahbub Musthofa wafat pada saat sedang membaca maulid di Majelis Maulid.

Informasi tersebut disampaikan Ustaz Yusuf Mansur. Dari rekaman video yang dibagikan Ustaz Yusuf Mansur, tampak pelayat ramai di rumah duku.

“Wafatnya lagi baca maulid di Majlis Maulid,” ujar Ustaz Yusuf Mansur.
Kabar meninggalnya Alhabibul Mahbub Musthofa pertama kali diketahui dari video yang dibagikan Hassan Jafar Umar Assegaf yang merupakan kerabat almarhum.

“Innalilahi rojiun, telah kembali ke rahmatullah Alhabibul Mahbub Musthofa Bin Jafar Assegaf pada ini malam 1 Syahban 1442 H,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa almarhum akan dimakamkan Senin 15 Maret 2021 selepas dzuhur. Almarhum akan dimakamkan di samping sang ibu, Syarifah Fatma binti Hasan Al Athos di Masjid Nurul Musthofa.

“Insya Allah akan disemayamkan bada salat dzuhur untuk menguburkan Beliau di samping makam ibundanya Syarifah Fatma binti Hasan Al Athos di Masjid Nurul Musthofa,” ujarnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab wafatnya Alhabibul Mahbub Musthofa Bin Jafar Assegaf.

Sumber sindonews com




Bus Pariwisata Terjun Kejurang, 19 Orang Dikabarkan Tewas

kecelakaan bus pariwisata di tanjakan cae sumedang


ARBIndonesia.com, SUMEDANG – Bus pariwisata berisi 59 penumpang terjun ke jurang di wilayah Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Sumedang, Rabu (10/3) malam. Sebanyak 19 orang dikabarkan tewas dalam laka ini.


Bus pariwisata ini mengangkut wisatawan asal Subang. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan itu melibatkan satu unit bus pariwisata atau kecelakaan tunggal.


Dari laman media sosial yang diunggah oleh akun Instagram @aslisumedang, terlihat bus itu terperosok ke jurang. Terlihat pula video ambulans melintas dengan kecepatan tinggi.


Saat dikonfirmasi ke Kanitlaka Lantas Polres Sumedang, Iptu Adam Rohmat membenarkan perihal kecelakaan tersebut.


“Iya benar (kecelakaan) di Wado Tanjakan Cae,” kata Kanitlaka Polres Sumedang Iptu Adam Rohmat melalui sambungan telepon, Rabu (10/3) malam.


Adam belum menjelaskan secara rinci kronologis dari peristiwa itu. Namun, dipastikan polisi telah tiba di lokasi kejadian.


“Nanti ya, belum diketahui ada atau tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.


Diakui Iptu Adam, jajaran Lakalantas Polres Sumedang saat ini tengah melakukan proses evakuasi.


“Nanti ya, kronologisnya nanti nyusul aja, kita kan harus benar ini memberikan keterangan,” pungkasnya.


Kades Sukajadi, Kec. Wado, Dede Suhendar kepada wartawan melalui ponselnya, menjelaskan kecelakaan tersebut.


“Bus pariwisata itu ukurannya cukup besar dan jumlah penumpang pun banyak, ada ibu-ibu, anak-aank dan orang tua,” ucapnya, Rabu (10/3) malam.


Dede menambahkan, belasan orang yang meninggal dunia, kini dibawa ke Puskesmas Wado.


“Saya sendiri ikut mengevakuasi korban yang meninggal dunia, ada sebanyak 15 orang. Ya, meninggal dunia sekira belasan orang,” jelasnya.


Bus nahas tersebut, ujar dia menambahkan, melaju dari arah Malangbong tujuan Sumedang. Kecelakaan terjadi tepatnya di Kp. Kawung Luwuk Rt 1 RW 6 Dusun Cilangkap Desa Sukajadi Kec. Wado.


Mengutip sebagian penumpang yang selamat, kades mengatakan jika korban merupakan rombongan asal Subang.


“Mereka pulang dari tempat ziarah, Pamijahan Tasikmalaya,” ucap dia.


Korban masih dievakuasi dan di lokasi pun sudah ada petugas dari kepolisian.


Sumber pojoksatu.id




TNI Baku Tembak dengan KKB di Intan Jaya, Satu Orang Tewas

TNI dan KKB alias OPM kembali terlibat baku tembak di Intan Jaya, Papua, Minggu (28/2) dini hari. Satu anggota KKB tewas dalam insiden tersebut. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)


ARBIndonesia.com, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) alias OPM di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Minggu (28/2) dini hari.


Kontak senjata tersebut terjadi ketika pasukan TNI berpindah lokasi. Dua orang dari KKB menembak rombongan dari arah belakang. Satu orang KKB tewas dalam insiden tersebut.


“Satu orang berhasil dilumpuhkan, sedangkan satu orang lagi lari meninggalkan temannya sambil membawa senjata, dan dari pihak TNI tidak ada korban” kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangannya, Minggu (28/2).


Suriastawa mengatakan anggota OPM yang tewas sudah diserahkan kepada tokoh masyarakat Kampung Titigi. Ia menyatakan pihaknya tetap mendalami asal kelompok korban tewas itu.


Menurut Suriastawa, korban tewas tersebut tidak memiliki identitas dan tak dikenal oleh masyarakat Kampung Titigi.


“Ini menambahkan keyakinan bahwa yang bersangkutan adalah dari KKB, selain tak dikenal warga dilokasi kejadian, tidak mungkin warga yang baik menembaki pergerakan aparat TNI di tengah malam,” ujarnya.


Rentetan baku tembak antara TNI-Polri dengan KKB terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Aksi saling melepaskan timah panas itu membuat warga Intan Jaya, Papua mengungsi ke Gereja Katolik St Misael Bilogai.


Pengungsian masih terjadi ketika situasi semakin memanas pada 15 Februari lalu.


“Karena terjadi kontak senjata di tengah masyarakat sipil maka kami pihak gereja dan pemerintah setempat pergi jemput masyarakat sipil untuk mengamankan warga,” kata Diakon Gereja Katolik St. Misael Bilogai, Yosep Bunai kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Rabu (17/2).


Di tengah kontak senjata TNI-Polri dengan KKB, dugaan penjualan senjata oleh aparat penegak hukum kepada OPM terungkap. Setidaknya beberapa anggota Polri dan TNI terlibat dalam dugaan penjualan senjata api tersebut.


Sumber cnnindonesia.com




Lima Sarana Pengangkut Terbakar di Dermaga Tanjung Uncang

Kapal pengangkut yang terbakar di Batam


ARBindonesia.com, BATAM – Lima buah sarana pengangkut yang bersandar di dermaga Tanjung Uncang Kecamatan Batuaji, Batam terbakar, Selasa (23/2/2021).


Adapun 5 sarana pengangkut yang terbakar tersebut adalah Carolina, Rahmat Jaya, Ikrar Jaya dan 2 kapal pompong.


Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Susila Brata mengatakan bahwa pada saat terjadi kebakaran kapal dalam kondisi kosong, tidak ada barang hasil tangkapan Bea Cukai di kapal-kapal tersebut.


“Barang- barang tersebut tersimpan aman di gudang TPP (Tempat Penimbunan Pabean). Tidak ada petugas yg cidera atau terluka,” ungkap Susila Brata, Rabu (24/2/2021).


Tambahnya, saat ini kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian sebagi pihak yang berwenang untuk mencari tahu sebab atau asal kejadian.


“Perkembangan atas kejadian ini akan kami up date kembali,” tutupnya.


(Arbain)




Relawan FPI Sempat Dihalau Polisi saat Hendak Bagikan Bantuan Banjir di Jakarta

Anak-anak bermain banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Mereka membutuhkan pakaian yang layak akibat rumahnya terendam. Foto: Dok SINDOnews


ARBindonesia.com, JAKARTA – Relawan Front Persaudaraan Islam ( FPI ) sempat dihalau oleh pihak kepolisian saat membagikan bantuan banjir di Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021). Para relawan disebut-sebut dilarang menggunakan atribut yang berbau FPI.


“Ya betul, relawan kemanusiaan diusir,” kata mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Minggu (21/2/2021).


Front Pembela Islam berganti nama menjadi Front Persaudaraan Islam setelah dibubarkan oleh pemerintah. FPI dibubarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diteken oleh enam pejabat tinggi negara.


Munarman melanjutkan pembubaran relawan FPI yang sedang melakukan kegiatan kemanusiaan terjadi di Kampung Bayur, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.


Relawan diminta menghapus logo dan atribut yang bertuliskan FPI. “Tulisan FPI di perahu dipaksa dihapus dengan cat, tapi masih terlihat juga,” ucapnya.


Meskipun sempat dilarang, kegiatan penyaluran bantuan sosial oleh relawan FPI untuk korban banjir di Jakarta Timur tetap berlangsung. FPI menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga.


sumber: SINDOnews.com




Sepanjang 2021, 532 Bencana Terjadi dan 2,7 Juta Jiwa Terdampak

Sejumlah warga melintasi banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Foto/Arif Julianto


ARBindonesia.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mencatat dari 1 Januari sampai 20 Februari 2021 Pukul 15.00 WIB, tercatat jumlah kejadian bencana sebanyak 532 kejadian.


Kejadian bencana alam mendominasi adalah bencana banjir , kemudian diikuti puting beliung dan tanah longsor.


Bencana alam menimbulkan terdampak dan mengungsi 2.782.350 jiwa, sedangkan sebanyak 243 jiwa meninggal dunia dan 7 hilang serta 12.104 jiwa luka-luka.


Selain bencana alam, pada tanggal 13 April 2020 pemerintah menetapkan penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional non alam.


Catatan BNPB , sebanyak 275 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan tanah longsor 106 dan puting beliung 107. Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu gelombang pasang 8 kejadian dan gempa bumi 10 kejadian, dan karhutla 25 kejadian.


Sementara itu, dampak bencana sekitar 51.253 rumah rusak dengan rincian 4.590 rumah rusak berat, 5.469 rumah rusak sedang dan 41.194 rumah rusak ringan.


Sebanyak 1.326 fasilitas umum juga mengalami kerusakan dengan rincian 631 fasilitas pendidikan, 548 fasilitas peribadatan, dan 147 fasilitas kesehatan rusak, 207 kantor rusak dan 78 jembatan mengalami kerusakan akibat bencana.


Sumber Sindonews.com