Hanguskan 11 Unit Rumah, Kebakaran Diguntung Dipadamkan oleh Masyarakat dan Hujan Deras

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 11 unit rumah di Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) habis lahap sijago merah.

Peristiwa kebakaran yang mengakibatkan kerugian materil mencapai 900 juta itu terjadi pada pukul 01.30 dini hari, Selasa (23/03/2021).

Dari informasi yang bersumber dari medialokal.co melaui Babinsa Koramil 06/Kateman, Serda Lendi Piter Sirimba menyampaikan bahwa saksi atas nama Suyanti terbangun lantaran terkejut
mendengar suara dan api di bagian dinding atas sebelah rumahnya.

Mengetahui hal itu, Suyanti segera bergegas meminta pertolongan keluar rumah.

“Namun saat itu api sudah membesar dan membakar tiga rumah lainnya,” ungkap Serda Lendi Piter Sirimba menyampaikan keterangan saksi yang didapatnya.

Masyarakat pun akhirnya beramai ramai melakukan pemadaman hingga pukul 04:00 Wib.

Rumah warga usai dilalap jago merah

“Pemadaman dilakukan oleh masyarakat juga dibantu oleh hujan deras. 11 rumah hangus dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkiraan sekitar Rp. 900.000.000 (Sembilan Ratus Juta Rupiah).

“Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, masih dalam upaya lidik pihak yang berwajib,” tukasnya. (Jun/MLC)

Editor Arbain




Angin Kencang dan Hujan Lebat, Satu Rumah di Jalan Pelajar Rusak Berat

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Akibat angin kencang dan hujan lebat, satu unit rumah warga di Jalan Pelajar, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami rusak berat.

“Habis atap rumah semuanya. Kejadian sekitar pukul Dua Setengah (14.30) Wib,” kata Amin, pemilik rumah saat dijumpai awak media.

Dari pantauan langsung dilokasi, Amin terlihat sibuk memasang atap rumah pada bagian kamar agar bisa berteduh menjelang besok.

“Tidur disini, ni lagi masang atap kamar biar tak kehujanan kalau hujan malam ini,” katanya saat ditanyai akan tidur dimana malam ini dengan kondisi rumah yang mengalami rusak berat.

Arbain




Jago Merah Lahap Warung Canai di Jalan Sederhana

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Baru saja satu unit rumah di Jalan Sederhana, Tembilahan Hulu habis dilahap sijago merah, Kamis (18/3/2021) malam.

Diketahui, rumah yang terbakar tersebut merupakan warung yang menjual makan (Canai)

Dari keterangan warga setempat, peristiwa kebakaran yang menghanguskan warung canai tersebut terjadi sekitar 20.10 Wib.

“Warung Aan Canai, saat tiba dilokasi api sudah membesar,” kata seorang warga tempatan kepada arbindonesia.com.

Dari pantauan dilokasi, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.45 Wib.

Beruntung saat itu petugas beserta 3 unit pemadam kebakaran lekas melakukan tindakan sehingga api tidak sampai menjalar kebangunan yang berada didekatnya.

Hingga berita ini disiarkan, belum diketahui penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan bertingkat dua tersebut, begitu juga dengan kerugian materiil yang ditimbulkan akibat peristiwa itu.

Arbain




Aa Gym Gugat Cerai Teh Ninih ke Pengadilan Agama

Foto: Aa gym, pojoksatu/capin

ARBIndonesia.com, BANDUNG – Ustad kondang Abdullah Gymnastiar atau dikenal Aa Gym menggugat cerai istrinya yakni Ninih Muthmainnah atau dikenal Teh Ninih.

Dalam gugatan cerai kali ini dilayangkan oleh Aa Gym ke Pengadilan Agama Bandung.

Kuasa Hukum Aa Gym, Yoki menjelaskan bahwa pihak Aa Gym sudah mengajukan permohonan gugatan cerai hari ini.

“Kita sudah mengajukan permohonan cerai talak yang mengajukan ada Aa mengajukan permohonan. Yang menceraikan Aa Gym,” kata Kuasa Hukum Aa Gym, Yoki, Rabu (17/3).

Yoki menambahkan, gugatan cerai dilayangkan karena sudah tidak ada kecocokan lagi di antara Aa dan Teh Ninih. Namun dia tak menjelaskan secara rinci soal penyebab tidak ada kecocokan di antara mereka.

“Kalau alasan detailnya kan kita gak bisa jelasin karena sidangnya sidang tertutup ya, tapi secara global sudah tidak ada kecocokan lagi lah dengan pasangan itu,” terangnya.

Ditambahkannya, bahwa perihal apa yang menjadi permohonan gugatan cerai, belum tau persis.

“Kami tidak tahu persis, sejak kapannya. Tapi yang jelas kami diminta untuk menyelesaikan permohonan cerai talak ini oleh Aa Gym,” pungkasnya.

Sumber pojoksatu.id




Saat Sedang Membaca Maulid, Habib Musthofa bin Jafar Assegaf Meninggal Dunia

Al Habib Musthofa bin Hamid Al-jufri meninggal dunia di Karawang. (Foto: Instagram/cellicanurrachadiana)

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Ulama besar Alhabibul Mahbub Musthofa Bin Jafar Assegaf, meninggal dunia pada Minggu (14/3/2021) malam. Alhabibul Mahbub Musthofa wafat pada saat sedang membaca maulid di Majelis Maulid.

Informasi tersebut disampaikan Ustaz Yusuf Mansur. Dari rekaman video yang dibagikan Ustaz Yusuf Mansur, tampak pelayat ramai di rumah duku.

“Wafatnya lagi baca maulid di Majlis Maulid,” ujar Ustaz Yusuf Mansur.
Kabar meninggalnya Alhabibul Mahbub Musthofa pertama kali diketahui dari video yang dibagikan Hassan Jafar Umar Assegaf yang merupakan kerabat almarhum.

“Innalilahi rojiun, telah kembali ke rahmatullah Alhabibul Mahbub Musthofa Bin Jafar Assegaf pada ini malam 1 Syahban 1442 H,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa almarhum akan dimakamkan Senin 15 Maret 2021 selepas dzuhur. Almarhum akan dimakamkan di samping sang ibu, Syarifah Fatma binti Hasan Al Athos di Masjid Nurul Musthofa.

“Insya Allah akan disemayamkan bada salat dzuhur untuk menguburkan Beliau di samping makam ibundanya Syarifah Fatma binti Hasan Al Athos di Masjid Nurul Musthofa,” ujarnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab wafatnya Alhabibul Mahbub Musthofa Bin Jafar Assegaf.

Sumber sindonews com




Bus Pariwisata Terjun Kejurang, 19 Orang Dikabarkan Tewas

kecelakaan bus pariwisata di tanjakan cae sumedang


ARBIndonesia.com, SUMEDANG – Bus pariwisata berisi 59 penumpang terjun ke jurang di wilayah Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Sumedang, Rabu (10/3) malam. Sebanyak 19 orang dikabarkan tewas dalam laka ini.


Bus pariwisata ini mengangkut wisatawan asal Subang. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan itu melibatkan satu unit bus pariwisata atau kecelakaan tunggal.


Dari laman media sosial yang diunggah oleh akun Instagram @aslisumedang, terlihat bus itu terperosok ke jurang. Terlihat pula video ambulans melintas dengan kecepatan tinggi.


Saat dikonfirmasi ke Kanitlaka Lantas Polres Sumedang, Iptu Adam Rohmat membenarkan perihal kecelakaan tersebut.


“Iya benar (kecelakaan) di Wado Tanjakan Cae,” kata Kanitlaka Polres Sumedang Iptu Adam Rohmat melalui sambungan telepon, Rabu (10/3) malam.


Adam belum menjelaskan secara rinci kronologis dari peristiwa itu. Namun, dipastikan polisi telah tiba di lokasi kejadian.


“Nanti ya, belum diketahui ada atau tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.


Diakui Iptu Adam, jajaran Lakalantas Polres Sumedang saat ini tengah melakukan proses evakuasi.


“Nanti ya, kronologisnya nanti nyusul aja, kita kan harus benar ini memberikan keterangan,” pungkasnya.


Kades Sukajadi, Kec. Wado, Dede Suhendar kepada wartawan melalui ponselnya, menjelaskan kecelakaan tersebut.


“Bus pariwisata itu ukurannya cukup besar dan jumlah penumpang pun banyak, ada ibu-ibu, anak-aank dan orang tua,” ucapnya, Rabu (10/3) malam.


Dede menambahkan, belasan orang yang meninggal dunia, kini dibawa ke Puskesmas Wado.


“Saya sendiri ikut mengevakuasi korban yang meninggal dunia, ada sebanyak 15 orang. Ya, meninggal dunia sekira belasan orang,” jelasnya.


Bus nahas tersebut, ujar dia menambahkan, melaju dari arah Malangbong tujuan Sumedang. Kecelakaan terjadi tepatnya di Kp. Kawung Luwuk Rt 1 RW 6 Dusun Cilangkap Desa Sukajadi Kec. Wado.


Mengutip sebagian penumpang yang selamat, kades mengatakan jika korban merupakan rombongan asal Subang.


“Mereka pulang dari tempat ziarah, Pamijahan Tasikmalaya,” ucap dia.


Korban masih dievakuasi dan di lokasi pun sudah ada petugas dari kepolisian.


Sumber pojoksatu.id