Pembelah Laut Biru dan Hijau, Pulau Dodola Syurganya Pariwisata di Morotai

Video

ARBIndonesia.com, PULAU MOROTAI – Pulau Dodola merupakan salah satu destinasi wisata domestik unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Pulau ini banyak dianugerahi akan keindahannya, sehingga ia disebut sebagai syurganya pariwisata di Kabupaten yang memiliki 33 pulau ini.

Keberadaannya tepat di antara pertengahan laut biru dan laut hijau, sehingga pulau ini juga disebut sebagai pulau pembelah lautan.

Uniknya juga, pulau ini terdiri dari Pulau Dodola besar dan Dodola kecil. Kedua pulau ini terhubung oleh hamparan pantai pasir putih yang lembut, hal itu hanya bisa terlihat saat air laut sedang surut.

Jalan pasir putih dari Pulau Dodola Besar menuju Dodola Kecil

Dari tinjauan langsung dilokasi oleh arbindonesia.com, untuk melewati hamparan pasir antara Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil membutuhkan sekitar 780 langkah orang dewasa.

Keindahan lainnya pada Pulau Dodola ini, selain menjadi tempat favorit snorkling dan diving, dari informasi yang dihimpun keindahan bawah lautnya juga tidak kalah menawan, tercatat ada 13 titik penyelaman di tempat ini.

Selain itu juga terdapat beberapa kapal dan pesawat perang yang karam di dasar laut. Sebab, Morotai pernah menjadi tempat peperangan antara Jepang dan sekutu pada Perang Dunia ke-2.

Terlebih dipulau ini juga pengunjung dapat mengitari keindahan hutan mangrove dengan bersepeda.

Pengunjung pulau dodola dari Kab.Indragiri Hilir

Akan tetapi, sejak masa pandemi covid 19, pengunjung wisata di Pulau Dodola ini turun secara drastis dan hanya di kunjungi oleh wisatawan lokal.

“Sejak pandemi covid 19 hanya wisatawan lokal saja, biasanya wisatawan mancanegara negara ramai datang kesini,” kata salah seorang petugas di tempat wisata Pulau Dodola, Minggu (4/4/2021).

Untuk menuju kelokasi Pulau Dodola yang tidak berpenghuni ini, dari ibu kota Kabupaten Pulau Morotai, Daruba hanya memakan waktu tempuh sekitar 20 menit menggunakan seedboat.

Arbain




Musisi Inhil Berduka, Gitaris Legendaris Bang Yuda Tutup Usia

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR,- Dunia musik di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berdukacita, pasalnya seorang gitaris legendaris yang akrab disapa Bang Satpa Yuda Bin Haji Legimin Radjiman meninggal dunia diusia 43 tahun, Kamis (31/3/2021) sekira pukul 23.30 wib malam.

Diketahui, Bang Yuda merupakan seorang musisi Inhil yang pernah mengisi break stage di sebuah acara Meja Pers yang digelar oleh Organisasi FKWI pada akhir tahun 2019 lalu.

Mendengar kabar tersebut, Ketua Forum Komunikasi Wartawan Inhil (FKWI), Deby Chandra mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota mengucapkan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian sosok legendaris Inhil.

“Mewakili seluruh pengurus dan anggota FKWI, Saya mengucapkan turut berduka sedalam-dalamnya atas kepergian sosok yang sangat hebat dalam dunia musik di Inhil khususnya,” kata Deby Chandra selaku Ketua FKWI.

“Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah yang maha kuasa, dilapangkan kuburnya dan diberikan cahaya kebaikan. Selamat jalan bang Yuda,” Akhiri Ketua FKWI.

Untuk diketahui, Musisi legendaris tersebut tutup usia di RSUD PH Tembilahan, dan sempat dirawat dalam beberapa hari. (*)




Hanguskan 11 Unit Rumah, Kebakaran Diguntung Dipadamkan oleh Masyarakat dan Hujan Deras

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 11 unit rumah di Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) habis lahap sijago merah.

Peristiwa kebakaran yang mengakibatkan kerugian materil mencapai 900 juta itu terjadi pada pukul 01.30 dini hari, Selasa (23/03/2021).

Dari informasi yang bersumber dari medialokal.co melaui Babinsa Koramil 06/Kateman, Serda Lendi Piter Sirimba menyampaikan bahwa saksi atas nama Suyanti terbangun lantaran terkejut
mendengar suara dan api di bagian dinding atas sebelah rumahnya.

Mengetahui hal itu, Suyanti segera bergegas meminta pertolongan keluar rumah.

“Namun saat itu api sudah membesar dan membakar tiga rumah lainnya,” ungkap Serda Lendi Piter Sirimba menyampaikan keterangan saksi yang didapatnya.

Masyarakat pun akhirnya beramai ramai melakukan pemadaman hingga pukul 04:00 Wib.

Rumah warga usai dilalap jago merah

“Pemadaman dilakukan oleh masyarakat juga dibantu oleh hujan deras. 11 rumah hangus dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkiraan sekitar Rp. 900.000.000 (Sembilan Ratus Juta Rupiah).

“Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, masih dalam upaya lidik pihak yang berwajib,” tukasnya. (Jun/MLC)

Editor Arbain




Angin Kencang dan Hujan Lebat, Satu Rumah di Jalan Pelajar Rusak Berat

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Akibat angin kencang dan hujan lebat, satu unit rumah warga di Jalan Pelajar, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami rusak berat.

“Habis atap rumah semuanya. Kejadian sekitar pukul Dua Setengah (14.30) Wib,” kata Amin, pemilik rumah saat dijumpai awak media.

Dari pantauan langsung dilokasi, Amin terlihat sibuk memasang atap rumah pada bagian kamar agar bisa berteduh menjelang besok.

“Tidur disini, ni lagi masang atap kamar biar tak kehujanan kalau hujan malam ini,” katanya saat ditanyai akan tidur dimana malam ini dengan kondisi rumah yang mengalami rusak berat.

Arbain




Jago Merah Lahap Warung Canai di Jalan Sederhana

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Baru saja satu unit rumah di Jalan Sederhana, Tembilahan Hulu habis dilahap sijago merah, Kamis (18/3/2021) malam.

Diketahui, rumah yang terbakar tersebut merupakan warung yang menjual makan (Canai)

Dari keterangan warga setempat, peristiwa kebakaran yang menghanguskan warung canai tersebut terjadi sekitar 20.10 Wib.

“Warung Aan Canai, saat tiba dilokasi api sudah membesar,” kata seorang warga tempatan kepada arbindonesia.com.

Dari pantauan dilokasi, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.45 Wib.

Beruntung saat itu petugas beserta 3 unit pemadam kebakaran lekas melakukan tindakan sehingga api tidak sampai menjalar kebangunan yang berada didekatnya.

Hingga berita ini disiarkan, belum diketahui penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan bertingkat dua tersebut, begitu juga dengan kerugian materiil yang ditimbulkan akibat peristiwa itu.

Arbain




Aa Gym Gugat Cerai Teh Ninih ke Pengadilan Agama

Foto: Aa gym, pojoksatu/capin

ARBIndonesia.com, BANDUNG – Ustad kondang Abdullah Gymnastiar atau dikenal Aa Gym menggugat cerai istrinya yakni Ninih Muthmainnah atau dikenal Teh Ninih.

Dalam gugatan cerai kali ini dilayangkan oleh Aa Gym ke Pengadilan Agama Bandung.

Kuasa Hukum Aa Gym, Yoki menjelaskan bahwa pihak Aa Gym sudah mengajukan permohonan gugatan cerai hari ini.

“Kita sudah mengajukan permohonan cerai talak yang mengajukan ada Aa mengajukan permohonan. Yang menceraikan Aa Gym,” kata Kuasa Hukum Aa Gym, Yoki, Rabu (17/3).

Yoki menambahkan, gugatan cerai dilayangkan karena sudah tidak ada kecocokan lagi di antara Aa dan Teh Ninih. Namun dia tak menjelaskan secara rinci soal penyebab tidak ada kecocokan di antara mereka.

“Kalau alasan detailnya kan kita gak bisa jelasin karena sidangnya sidang tertutup ya, tapi secara global sudah tidak ada kecocokan lagi lah dengan pasangan itu,” terangnya.

Ditambahkannya, bahwa perihal apa yang menjadi permohonan gugatan cerai, belum tau persis.

“Kami tidak tahu persis, sejak kapannya. Tapi yang jelas kami diminta untuk menyelesaikan permohonan cerai talak ini oleh Aa Gym,” pungkasnya.

Sumber pojoksatu.id