Kantor Camat Enok Terbakar

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kantor Camat Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, terbakar pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 15.10 WIB. Peristiwa ini diduga dipicu oleh arus pendek listrik.

Kepala Dinas Kebakaran (Damkar) akabupaten Indragiri Hilir, H. Junaidi, S.Sos., M.Si, kepada wartawan menyampaikan peristiwa kebakaran terjadi pertama kali diketahui oleh seorang anggota Balakar Kecamatan Enok, Nuraimin (39). Mendapati hal tersebut, segera melakukan tindakan dan melaporkan langsung ke pos jaga Dinas Damkar Kabupaten Indragiri Hilir.

Saksi menyebutkan, ia menerima informasi dari staf kantor camat bahwa api mulai membesar di gedung tersebut. “Begitu mendapat laporan, saya langsung menuju lokasi dan mendapati hampir seluruh kantor camat sudah dilalap api,” ujarnya.

Bahkan menurut Camat Enok, Wono Sugito, S. IP, saat kejadian sedang berada di ruangan camat. “ Saya sedang di ruangan camat, kemudian diberitahu ada bagian yang terbakar. Api begitu cepat merayap bangunan lain sehingga banyak yang tidak dapat dilakukan, termasuk ruangan tempat penyimpanan peralatan kebakaran“ aku Wono.

Selain itu, terang Wono, di saat kejadian kelompok pengajian ibu-ibu juga sedang melaksanakan kegiatan rutin. Sehingga berberapa ibu berteriak histeris dan otomatis kekhusukan pengajjan buyar dan bubar demi menyelamatkan diri masing-masing.

Warga bersama personel Polsek Enok, Koramil, dan Balakar berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api baru.

Hingga pukul 16.15 WIB, api dipastikan padam dan kondisi dinyatakan aman. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sementara kerugian materiil masih dalam pendataan. Upaya pemadaman memanfaatkan sumber air dari sumur di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kecamatan dan dinas terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. *




Mengerikan! Tenaga Medis Puskesmas Tambusai Utara Diteror Pria Gangguan Jiwa

ARB INdonesia, ROKAN HULU — Suasana mencekam menyelimuti lingkungan Puskesmas Tambusai Utara I, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Seorang pria bernama Fredi, diduga mengalami gangguan kejiwaan, melakukan aksi teror, perusakan, hingga pengancaman bersenjata tajam terhadap Kepala Puskesmas dan para tenaga kesehatan.

Kejadian bermula pada akhir tahun 2024, ketika Fredi pulang dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) setelah menjalani perawatan atas inisiatif keluarganya sendiri. Namun, bukannya membaik, setelah kembali ke kampung halaman, Fredi justru kembali berulah. Ia merusak CCTV, tidur di musala puskesmas, dan melakukan teror terhadap staf usai apel pagi.

Lebih parah lagi, Fredi menyebarkan video di media sosial Facebook sambil berteriak menuduh bahwa Kepala Puskesmas-lah yang melaporkannya ke RSJ. Dalam video itu, ia menuding dirinya “ditangkap” dan “dirugikan” karena gagal menjadi caleg akibat rawatan di rumah sakit jiwa.

Akibat tuduhan tak berdasar tersebut, Kepala Puskesmas Tambusai Utara sempat menjadi sasaran amarah publik di dunia maya. Namun, pihak keluarga Fredi kemudian meminta maaf secara tertulis kepada pihak puskesmas dan membuat laporan resmi ke Polsek Tambusai Utara, dengan tembusan kepada pemerintah Desa Tambusai Utara dan Desa Mahato Sakti.

Situasi kembali memanas pada September 2025. Fredi kembali berulah dengan mengancam keselamatan tenaga medis. Ia sempat menutup jalan keluar puskesmas sambil membawa senjata tajam, bahkan mengejar mobil Kepala Puskesmas dan staf. Tak berhenti di situ, ia juga membacok ban mobil milik Kepala Puskesmas.

Merasa terancam, pihak puskesmas kembali melapor ke Polsek Tambusai Utara pada 23 dan 24 September 2025. Polisi sempat melakukan mediasi dan mengamankan senjata tajam, namun ketika hendak dibawa ke kantor polisi, Fredi melompat dari mobil patroli dan melarikan diri.

Hingga kini, pria tersebut masih bebas berkeliaran di wilayah Tambusai Utara dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa senjata tajam. Kondisi ini membuat Kepala Puskesmas, keluarga, dan seluruh tenaga medis hidup dalam ketakutan dan rasa was-was saat bertugas.

“Kami khawatir atas keselamatan diri dan keluarga. Untuk sementara saya bekerja dari rumah (WFH) demi keamanan,” ujar Kepala Puskesmas dalam keterangannya.

Pihak puskesmas telah melaporkan seluruh kejadian ini kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga Fredi agar yang bersangkutan kembali menjalani perawatan secara tuntas di RSJ dan rutin meminum obat yang diberikan.

Kepala Puskesmas juga meminta Dinas Sosial memperpanjang masa rawat Fredi demi keamanan masyarakat sekitar.

Kasus ini menjadi peringatan serius akan pentingnya pengawasan terhadap pasien gangguan jiwa yang belum stabil setelah perawatan, agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.*




Tersengat Aliran Listrik, Seorang Teknisi Wi-Fi di Rohul Meninggal Dunia

ARB INdonesia, ROKAN HULU – Warga Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, dihebohkan insiden tragis pada Jumat sore (10/10/2025). Seorang teknisi jaringan Wi-Fi tewas tersengat listrik saat menarik kabel jaringan di RW 6, sekitar pukul 17.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, saat itu dua orang teknisi tengah memasang kabel jaringan Wi-Fi milik seorang pengusaha lokal. Na’as, salah seorang teknisi, bernama Reski alias Eki (20), warga Desa Kumu, tersengat arus listrik ketika menarik kabel di tiang PLN di jalan lintas Pasir Utama – Pasir Agung.

Menurut kesaksian warga, korban pertama kali ditemukan sudah tergeletak kaku di pinggir jalan oleh pengendara yang melintas. Warga sekitar kemudian bergegas menolong dan membawa korban ke teras rumah penduduk setempat. Namun na’as, nyawa Eki sudah tak tertolong.

“Waktu ditemukan sudah tidak bergerak, langsung dibawa warga ke tempat teduh, tapi sudah meninggal,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pihak keluarga segera dihubungi oleh warga, dan tak lama kemudian paman korban tiba bersama personel Polsek Rambah Hilir. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD setempat untuk pemeriksaan medis.

Kapolsek Rambah Hilir, IPDA Okto Wahyudi, S.Fil., M.M., saat dikonfirmasi wartawan, mengarahkan agar konfirmasi disampaikan kepada Kanit Reskrim Polsek. Namun hingga berita ini diterbitkan, Kanit Reskrim belum merespons panggilan dan pesan wartawan.

Korban diketahui merupakan tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai teknisi jaringan Wi-Fi di bawah usaha milik Wawan Setiawan. Ia dikenal rajin serta bertanggung jawab. Setelah pemeriksaan medis, jenazah korban langsung dimakamkan di kampung halamannya, Desa Kumu.

Keluarga korban menyatakan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi. “Kami sudah ikhlas, ini sudah takdir,” ujar salah satu anggota keluarga singkat.

Namun, pasca kejadian tersebut, mencuat isu di tengah masyarakat bahwa usaha jaringan Wi-Fi milik Wawan Setiawan tidak memiliki izin resmi. Lebih jauh, disebutkan pula bahwa teknisi yang bekerja tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja (K3).

Ketika wartawan mencoba mengonfirmasi Wawan Setiawan terkait insiden tersebut serta legalitas usahanya, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban hingga berita ini dirilis.

Kematian tragis Reski menyisakan duka mendalam, peristiwa ini juga membuka pertanyaan besar mengenai pengawasan terhadap usaha layanan internet rumahan yang marak tumbuh di pedesaan tanpa pengawasan dan standar keselamatan kerja yang memadai.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait soal dugaan kelalaian atau pelanggaran izin usaha yang mungkin melatarbelakangi insiden maut tersebut. ( Rls )




Terbaru, Disdagtrin Inhil Catat ada 313 Kios yang Terbakar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILI – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bupati Inhil, Herman, setelah kebakaran hebat melanda pasar terapung Tembilahan pada Jumat (10/10/2025) dini hari.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtri) Inhil, Nursal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap pedagang korban kebakaran.

“Menindaklanjuti perintah Bupati Inhil, Disdagtri sudah melakukan pendataan korban kebakaran di pasar terapung Tembilahan. Dari hasil pendataan, dijumpai 313 kios tempat penampungan sementara habis terbakar, terdiri dari 74 lapak di bibir sungai dan 239 lapak yang mengarah ke Jalan Yos Sudarso,” terang Nursal.

Ia menambahkan, lokasi pasar saat ini masih dalam garis polisi (police line) untuk kepentingan penyelidikan oleh pihak berwajib. Sementara itu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan pascakebakaran bisa segera dilakukan.

“Pihak Pemda berharap masalah yang dialami para pedagang bisa segera teratasi, sehingga aktivitas perdagangan kembali berjalan dan perputaran ekonomi di pasar terapung dapat pulih seperti semula,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Indragiri Hilir Herman menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran tersebut dan memerintahkan dinas terkait untuk segera mendata korban dan menyiapkan langkah penataan ulang agar pasar lebih aman ke depan.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.15 WIB itu meludeskan ratusan lapak pedagang pasar ikan asin dan sayur. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar dan kini tengah dihitung oleh tim Disdagtri. *




Potret Pilu Ratusan Kios di Pasar Tembilahan yang Tersisa Puing-puing Kayu

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Api telah padam dan asap telah reda, namun luka belum sembuh pasca kebakaran hebat yang melanda Pasar Induk Tembilahan, Jumat (10/10/2025) dini hari.

Ratusan kios pedagang dilaporkan ludes terbakar dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, hanya menyisakan puing-puing hangus dan rangka besi yang bengkok.

Pagi harinya, suasana pasar berubah menjadi aliran sungai kesedihan. Para pedagang berdiri di antara sisa-sisa lapak mereka, memunguti barang yang masih bisa diselamatkan.

Karung-karung plastik, rak besi, dan papan kayu yang gosong menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Beberapa ibu pedagang tampak menangis, sementara yang lain tampak termenung, memikirkan bagaimana melanjutkan usaha yang telah dirintis selama ini.

Pihak kepolisian saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di salah satu kios. Namun penyelidikan terus kami lakukan untuk memastikan penyebab pasti serta menghitung total kerugian,” kata Kapolsek KSKP Tembilahan IPTU Fauzan.

Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdagtri) Kabupaten Indragiri Hilir gercep melakukan pendataan pedagang yang terdampak.

“Kami sedang di lapangan langsung melakukan pengecekan jumlah kios yang terbakar. Saat ini, terdata sudah 250-an dan untuk total kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” terang Nursal.

Menurut Kadisdagtrin, kios-kios yang terbakar tersebut merupakan penampungan sementara bagi pedagang pasca kebakaran Pasar Terapung yang terjadi tahun 2019 silam.

“Itu tempat penampungan sementara pasca kebakaran Pasar Terapung 2019 silam,” terangnya.

Menurut saksi mata, Hendri (46 tahun) yang bertugas piket jaga pasar, menyatakan sekitar pukul pukul 00.30 WIB dinihari kobaran api sudah membesar berasal dari area kios sayur.

Mendapati itu, yang bersangkutan langsung menghubungi dan melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).

“Begitu menerima laporan adanya kebakaran di pasar di Jl. Yos Sudarso, pasukan petugas pemadam segera menuju lokasi. Empat unit mobil pemadam, satu mesin apung, dan tiga mesin portabel dikerahkan untuk memadamkan api,” jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Junaidi, SE,M.Si

Setelah memakan waktu sekitar tiga jam, amukan api berhasil dijinakkan pukul 03.45 WIB, oleh tim gabungan dari DPKP Inhil, BPBD Inhil dan unit bantuan dari PSMTI dan Unit pemadam warga jalan Padupai. Penanganan ini sedikit terhambat karena pasokan air dan kondisi air sungai Indragiri sedang surut,

“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil tadi malam berjumlah 16 orang dan satu unit pemadam kebakaran diterjunkan membantu proses pemadaman yang dilakukan oleh Mobil Damkar DPKP. Kondisi air sungai Indragiri saat terjadi kebakaran sedang surut,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Inhil, Ari Surya Indragiri, SE,M.Si. (ARB)




Rakit Penyeberangan di Sungai Ujung Batu Karam

ARB INdonesia, ROKAN HULU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rokan Hulu bergerak cepat menindaklanjuti insiden tenggelamnya rakit penyeberangan di aliran Sungai Rokan, tepatnya di wilayah Desa Sukadamai, Kecamatan Ujungbatu, pada Minggu (5/10/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan laporan resmi dari Kepala Terminal Ujungbatu, Saudara Andi, serta hasil konfirmasi lapangan dengan Kepala Desa Sukadamai, diketahui bahwa rakit penyeberangan tersebut tengah mengangkut penumpang dari Desa Sukadamai menuju Desa Pematang Tebih saat kejadian berlangsung.

Saat rakit hampir merapat di tepi sungai, rakit tersebut mengalami kebocoran dan diduga kelebihan muatan. Namun berkat kesigapan operator rakit dan bantuan warga sekitar, seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.

“Alhamdulillah, seluruh penumpang selamat. Ini berkat respon cepat operator dan masyarakat setempat yang langsung melakukan evakuasi,” ujar Kepala Terminal Ujungbatu, Andi, melalui laporan resminya kepada Dishub Rohul.

Dari data di lapangan, terdapat sepuluh unit sepeda motor (Honda) yang sempat tenggelam. Berkat kerja sama warga dan petugas, seluruh kendaraan berhasil diangkat dan langsung dibawa ke bengkel untuk diperbaiki.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Rokan Hulu langsung mengambil langkah tegas dan preventif. Melalui arahan Kadis Perhubungan, seluruh operator rakit penyeberangan diimbau tidak mengangkut penumpang maupun kendaraan melebihi kapasitas muatan, yang telah ditetapkan maksimal 6 hingga 7 unit sepeda motor per perjalanan.

Selain itu, Dishub juga menegaskan agar operator selalu memastikan kondisi fisik rakit dalam keadaan laik dan aman sebelum dioperasikan, serta memperhatikan aspek keselamatan bagi penumpang maupun operator.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Operator wajib memeriksa kondisi rakit dan memastikan tidak terjadi kelebihan muatan. Ini menjadi evaluasi penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Kadis Perhubungan Rohul, melalui Kabid Ari Gunadi.

Sebagai tindak lanjut, Dishub Rohul bersama pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan operator rakit akan segera menggelar rapat koordinasi untuk membahas penanggulangan kerugian penumpang, perbaikan sarana penyeberangan, serta penyusunan langkah-langkah peningkatan keselamatan transportasi air di wilayah tersebut.

“Kita akan duduk bersama semua pihak untuk mencari solusi terbaik, termasuk pembahasan penanggulangan kerugian yang dialami penumpang. Prinsipnya, semua pihak berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa penyeberangan,” tambah Ari Gunadi.

Dishub Rohul juga berencana memperkuat pembinaan dan pengawasan berkelanjutan terhadap seluruh operator rakit di berbagai titik penyeberangan di Kabupaten Rokan Hulu. Langkah ini diambil untuk meningkatkan disiplin, kesadaran keselamatan, dan pelayanan publik yang berstandar tinggi.

“Insiden ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin berhati-hati dan disiplin dalam operasional transportasi. Kami mengapresiasi sinergi cepat antara aparat desa, operator, dan masyarakat yang telah membantu penanganan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rokan Hulu, H. Anton, ST, MM, menyampaikan rasa prihatin dan syukur atas tidak adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas penyeberangan sungai.

“Kami turut prihatin atas peristiwa ini. Kepada seluruh masyarakat, kami mengingatkan agar senantiasa mengedepankan kehati-hatian dan keselamatan. Alhamdulillah, situasi telah tertangani dengan baik, dan kita harapkan dalam waktu dekat aktivitas penyeberangan akan kembali normal sepenuhnya,” ujar Bupati Anton.

Tak hanya itu, Bupati juga menghimbau kepada Para Operator agar dapat mematuhi aturan dan ketentuan serta menyiapkan Rompi Pelampung bagi penumpang, dengan maksud lebih mengutamakan keselamatan para penumpang.

Bupati juga menambahkan bahwa pembangunan jembatan Ujungbatu yang saat ini sedang dalam tahap akhir perbaikan diperkirakan akan kembali dapat digunakan pada akhir Oktober 2025, sehingga arus transportasi warga dapat kembali lancar dan aman.

Dengan langkah cepat Dishub, dukungan pemerintah daerah, serta kesadaran masyarakat, aktivitas penyeberangan di Sungai Rokan kini telah kembali berjalan normal dengan pengawasan yang lebih ketat dari petugas lapangan.

Sebagai informasi, saat ini Operator sedang dimintai keterangan oleh pihak Polsek Ujungbatu dan juga akan dilakukan olah TKP. ( Kri )