Pria di Inhil Ini Ditemukan Tewas Tergantung

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pamit untuk pergi ibadah sholat magrib. Seorang pria berinisial ZU ditemukan tewas tergantung dengan leher terjerat tali di dalam kamar rumahnya di Dusun Sepakat, Desa Kota Baru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (6/9/21) kemarin.

Laki-laki berusia 40 tahun itu pertama kali ditemukan oleh anaknya saat ingin mengambil charger handphone di dalam kamar.

Karena terkejut melihat kejadian itu, sang anak pun memberitahukan kepada ibunya. Kemudian warga setempat yang mengetahui langsung menurunkan jasad korban serta melaporkan ke pihak kepolisian terdekat.

Mendengar dari laporan itu petugas bersama pihak medis mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan.

Kapolres Inhil AKPB Dian Setyawan SIK melalui Kapolsek Keritang AKP Martunus saat dikonfirmasi, Selasa (7/9/21) membenarkan adanya kejadian yang memilukan tersebut.

“Betul, korban diketahui bunuh diri dan dari keterangan dari keluarga dan warga sekitar, korban sering mengeluh sakit dada dan juga bisa melukai dirinya sendiri,”kata Kapolsek.

Kejadian itu berawal dalam sehari sebelumnya, korban yang bekerja sebagai buruh ini pamit kepada istri untuk kerja lembur di Pasar Kembang namun sang istri melarangnya.

“Di pagi harinya korban seperti biasa pergi kerja, setelah magrib korban beralasan untuk menunaikan shalat maghrib, lalu ditemukan oleh anaknya tergantung didalam kamar,” ucapnya.

Lanjut Kapolsek, dari pihak keluarga korban juga menceritakan kalau korban sering mengeluh sakit dada.

“Selain itu dari keterangan warga sekitar dan tetangga, korban juga sering melukai dirinya sendiri. Hasil pemeriksaan visum sementara terhadap korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, tutup Kapolsek.***/RU




Masuk Kepekarangan Rumah Warga di Inhil, Seekor Beruang Madu di Amankan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Seekor anak Beruang Madu seberat kurang lebih 30 kilogram dilaporkan masuk ke pekarangan rumah warga di Desa Pelanduk, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kemunculan satwa itu membuat warga resah dan khawatir saat beraktivitas. Kemudian warga melaporkan peristiwa ini ke Polsek Mandah.

“Ya, pada Rabu (28/7) lalu kami dapat informasi dari Kanit Reskrim Polsek Mandah, ada Anak Beruang Madu berjenis kelamin betina dengan bobot berat kurang lebih 30 kilo yang masuk ke pekarangan rumah warga di Desa Pelanduk,” kata Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan saat dikonfirmasi.

Kapolres menyebutkan, anak Beruang Madu itu lalu ditangkap dan diamankan Polsek Mandah bersama warga.

“Dan setelah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Riau, pada Kamis (29/7) di Pelabuhan Lasdap Tembilahan, kami serahkan anak Beruang Madu itu kepada pihak BKSDA Riau melalui Polisi hutan dan bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem untuk dievakuasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Beruang Madu merupakan hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

“Di Indonesia, Beruang Madu merupakan satwa liar dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi,” jelas Kapolres Inhil AKBP Dian. ***




Longsor di Kuala Enok, Pelabuhan dan Bangunan Pasar Ikan yang Tidak Difungsikan Ambruk

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa tanah longsor di Ibu Kota Kecamatan Tanah Merah (Kuala Enok), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali terjadi, Minggu (25/7/2021) pagi sekitar pukul 10.00 Wib.

Akibat peristiwa tersebut, pelabuhan bongkar muat milik Syahbandar itu runtuh tanpa sisa bak hilang ditelan bumi.

Selain itu, bangunan pasar ikan yang tidak pernah difungsikan sebagaimana peruntukannya juga mengalami rusak berat akibat hantaman tanah longsor yang sering melanda di Kecamatan Tanah Merah.

Seperti yang diungkapkan Camat Tanah Merah, Antoni mengatakan bahwa sebelum pelabuhan bongkar muat syahbandar dan pasar ikan tersebut mengalami longsor, sehari sebelumnya dua unit rumah warga juga ambruk akibat tanah longsor.

“Semalam (Sabtu,24/7) dua unit rumah rusak akibat tanah longsor, hari ini sekitar pukul 10.00 wib pelabuhan Syahbandar dan pasar ikan juga runtuh akibat tanah longsor,” tutur Antoni saat di hubungi arbindonesia.com, Minggu (25/7/2021).

Lanjutnya, sebelum pelabuhan bongkar muat yang berukuran sekitar 10×20 meter itu mengalami longsor tanpa sisa. Camat Tanah Merah juga mengatakan bahwa kondisi pelabuhan tersebut pada awalnya memang mengalami kemiringan sehingga tidak difungsikan sebagaimana layaknya aktivitas di pelabuhan bongkar muat lainya.

“Karena tidak ada pelabuhan bongkar muat lagi, mau tidak mau maka pelabuhan itu yang digunakan untuk bongkar muat,” kata Antoni.

Sama halnya dengan pasar ikan tersebut kata Antoni, sejak dibangun beberapa tahun lalu hingga mengalami kerusakan akibat tanah longsor hari ini, pasar tersebut tidak pernah difungsikan sebagaimana fungsinya.

“Bangunan pasar Ikan itu hanya digunakan untuk tempat orang santai dan berjualan minum-minuman yang buka jam 4 sore tutup jam 10 malam,” imbuh Camat Tanah Merah.

“Untuk korban jiwa atas peristiwa tanah longsor hari ini tidak ada,” tambahnya.

Untuk diketahui, terhitung sejak 4 bulan belakangan hingga saat ini (Minggu 25/7/2021), sebanyak 22 unit rumah yang mengalami kerusakan berat dan ringan akibat tanah longsor di Kecamatan Tanah Merah.

Dari hasil wawancara awak media ARB INdonesia kepada Camat Tanah Merah, Antoni, bahwa 20 unit rumah warga yaang mengalami kerusakan akibat tanah longsor akan dilakukan relokasi.

Hal tersebut telah mendapat persetujuan atas usulan yang diajukan Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Kelurahan dan Desa terkait melalui Dinas PUPR Provinsi Riau.

“Atas tindak lanjut usulan tersebut, hari Kamis nanti kami dipanggil oleh Dinas PUPR Provinsi untuk membuat pokja terkait relokasi rumah warga yang rusak akibat tanah longsor. Jadi total yang telah disetujui ada 20 rumah, dan 2 rumah yang baru mengalami tanah longsor masih menunggu persetujuan dari Dinas PUPR Provinsi Riau,” tutur Camat Tanah Merah, Antoni.

(Arbain)




Kritik Jokowi, Akun Medsos dan WhatsApp Sejumlah Pengurus BEM UI Diretas

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Sehari setelah memposting Meme Presiden Joko Widodo (Jokowi) The King of Lip Service , sejumlah akun milik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diretas secara digital oleh kelompok tak dikenal.

Hal itu terungkap usai akun Twitter @Leon_Alvinda mempostingnya, Senin (28/6/2021) pagi tadi. Dalam postingan itu juga menceritakan beberapa pengurus lainnya diserang secara daring.

“Pada tanggal 27 dan 28 Juni 2021, telah terjadi peretasan akun media sosial kepada beberapa pengurus BEM UI 2021,” cuit Leon dalam Twitternya.

Leon kemudian memaparkan kejadian diawali pada pukul 00.56 akun WhatsApp Tiara Sahfina, yang merupakan Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI 2021 tidak dapat diakses. Peretasan itu terlihat dalam telepon genggam Tiara, hingga saat ini akun WhatsApp Tiara belum dapat diakses kembali.

Hal sama juga terjadi pada pukul 07.11 akun WhatsApp Yogie yang merupakan Wakil Ketua BEM UI tidak bisa diakses. Dalam layar ponsel pintarnya terlihat muncul notifikasi akun tersebut sudah digunakan di HP lain 07.20 WIB akun tersebut sudah bisa digunakan lagi.

Tak hanya menyerang WhatsApp, peretasan juga terjadi pada akun Telegram Koorbid Sosial Lingkungan BEM UI, Naifah Uzlah pada pukul 02:15 WIB. “Ke empat, pada pukul 21.45 WIB akun Instagram Syahrul Badri (Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI) mengalami ‘restriction’ setelah mengunggah beberapa postingan di insta-story menyangkut surat pemanggilan fungsionaris BEM UI oleh pihak UI,” jelasnya.

Terhadap Instagram Syahrul, Leon mengungkapkan sampai saat ini pemilik akun belum bisa menggunakan akun tersebut seperti biasa. Melihat kondisi ini, dirinya mengecam aksi serangan digital ini.

“Dengan ini kami mengecam keras segala bentuk serangan digital yang dilakukan kepada beberapa pengurus BEM UI 2021,” tutupnya dalam cuitan. ***

sumber sindonews.com




Kebakaran di PT BBF Inhil, ini Kata Kapolres

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – PT. Bayas Bio Fuels (BBF) yang berada Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir – Riau mengalami kebakaran.

Dari informasi yang diperoleh, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak kelapa sawit yang terletak antara perbatasan Kabupaten Inhil-Inhu itu terbakar sekitar pukul 20.30 Wib, Senin (21/6/2021).

Mengenai kebakaran tersebut, perkembangan informasi sementara yang didapat dari Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan, SH. SIK. MHum menyebutkan bahwa api telah berhasil dipadamkan sekita pukul 21.30 Wib.

Selain itu juga, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sedangkan kerugian materil yang dialami PT BBF tersebut berupa 1 unit mesin dirty cooling tower.

“Sudah berhasil dipadamkan pukul 21.30 wib, tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian materiil 1 unit mesin dirty cooling tower,” tutur Kapolres Inhil.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih mencari informasi lebih lanjut terkait penyebab kebakaran di perusahaan PT. Bayas Bio Fuels (BBF).

Arbain




PT BBF di Perbatasan Inhil-Inhu Terbakar

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – PT. Bayas Bio Fuels (BBF) yang berada Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir – Riau mengalami kebakaran hebat.

Dari informasi yang diperoleh, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak kelapa sawit yang terletak antara perbatasan Kabupaten Inhil-Inhu itu terbakar sekitar pukul 20.30 Wib, Senin (21/6/2021).

Dikutip dari medialokal, Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, H. Eddiwan Shasby menyebut bahwa lokasi kebakaran tepatnya di PT. Bayas Bio Fuels (BBF) yang berada di perbatasan Inhil- Inhu.

“Saat ini, Mobil damkar dan anggota sedang menuju lokasi kebakaran,” Jelasnya.

Lanjutnya, Eddiwan Shasby menjelaskan belum diketahui berapa banyak yang terbakar dan kerugian yang timbul, karena saat ini kebakaran masih berlangsung.

Hingga berita ini disiarkan, awak media masih mencari informasi lebih lanjut terkait peristiwa kebakaran di perusahaan PT. Bayas Bio Fuels (BBF).

Arbain