Longsor di Desa Teluk Dalam, Pelabuhan Utama Menuju Hidayat Putus

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa tanah longsor baru saja terjadi di Kuala Hidayat Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir.

Dari informasi yang di peroleh dari Kepala Desa Teluk Dalam, Muhammad Irham menyatakan bahwa bencana alam tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 Wib, Minggu (2/1/2022).

Atas musibah itu, 3 Unit Rumah warga ambruk atau rusak parah. selain itu juga pelabuhan utama menuju Hidayat putus total akibat tanah longsor.

IMG-20220102-WA0157

“Akibat musibah tersebut 3 unit rumah ambruk ke tanah. tidak ada korban jiwa, akan tetapi pelabuhan utama menuju Hidayat putus,” ungkap M Irham. (Arbain)




Warga Desa Panglima Raja yang Terkena Musibah Angin Kencang Dapat Bantuan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 43 warga Desa Panglima Raja yang terdampak atas musibah air pasang dan angin kencang mendapat bantuan dari Dinas Soisal dan BPBD Provinsi Riau, Sabtu (11/12/2021).

IMG-20220304-WA0100

Sebelumnya, musibah air pasang dalam disertai angin kencang hingga menimbulkan ombak besar membuat 42 unit rumah warga mengalami rusak ringan dan 1 unit rumah rusak berat itu terjadi pada 8 Desember 2021.

IMG-20220304-WA0107

Kepala Desa Panglima Raja, Erwanto mengatakan ucapan terimakasih atas bantuan logistik yang diberikan dari pemerintah daerah kabupaten Inhil melalui Dinas Sosial Inhil.

IMG-20220304-WA0105

“Kita atas nama Pemerintah Desa Panglima Raja mengucapkan terimakasih atas bantuan logistik yang diberikan Dinas Sosial dan BPBD Provinsi Riau kepada 43 kepala keluarga yang terkena musibah,” tutur Erwanto.

IMG-20220304-WA0104

Selain itu, Erwanto juga berpesan kepada masyarakat agar selalu bersabar atas musibah yang dialami.

IMG-20220304-WA0101

“Kita harus yakin, bahwa setiap ujian yang datang kepada kita pasti ada hikmah yang bisa kita ambil,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, akan tetapi kerugian dikasir mencapai 150 juta rupiah. (Adv/GF/Arb)




6 Kabar Terkini soal Dugaan Dosen Unri Ciumi Mahasiswi

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Kabar terbaru terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswi Universitas Riau (Unri). Kasus tersebut kini ditangani Polda Riau dan tim penyidik telah memeriksa terlapor Dekan FISIP Universitas Riau (Unri) Syafri Harto terkait kasus tersebut.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video pengakuan seorang mahasiswi soal pelecehan seksual di kampus Unri viral. Mahasiswi tersebut mengaku menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan Dekan FISIP Unri Syafri Harto.

Wanita dengan wajah yang disamarkan itu mengaku mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018 yang sedang menjalani bimbingan skripsi. Dia mengaku mengalami pelecehan pada akhir Oktober lalu di lingkungan kampus.

Mahasiswi itu mengaku dicium Syafri saat bimbingan. Kasus ini telah dilaporkan ke polisi.

Syafri telah membantah tudingan tersebut. Dia kemudian melaporkan balik mahasiswi tersebut ke Polda Riau. Syafri melapor karena merasa nama baiknya dicemarkan. Dia juga mengancam akan menuntut Rp 10 miliar ke mahasiswi itu. Berikut ini kabar terbaru terkait kasus tersebut.

  1. Polda Riau Ambil Alih Kasus Dosen Unri Diduga Ciumi Mahasiswi

Laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswi Universitas Riau (Unri) diambil alih Polda Riau. Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan mahasiswi diduga korban ke Polresta Pekanbaru.

“Laporan mahasiswi di Polresta Pekanbaru telah dilimpahkan ke Polda Riau. Kasusnya sekarang ditangani Ditreskrimum,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Sunarto mengatakan ada dua kasus yang ditangani Polda Riau terkait dugaan pelecehan yang dialami mahasiswi Unri tersebut. Kasus pertama terkait laporan mahasiswi dan, kedua, kasus laporan balik Syafri Harto atas pencemaran nama baik dan UU ITE.

“Yang dari Polresta ditangani Ditreskrimum dan satu lagi di Krimsus. Kedua kasus saat ini ditangani di Polda Riau,” katanya.

  1. Dekan FISIP Unri Bungkam Usai Diperiksa Polisi

Dekan FISIP Universitas Riau (Unri) Syafri Harto diperiksa polisi terkait laporan kasus dugaan pelecehan seorang mahasiswi. Syafri Harto bungkam setelah diperiksa.

Syafri Harto disebut datang ke Polda Riau sekitar pukul 09.10 WIB. Dia datang didampingi kuasa hukum dan kerabat untuk menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Tahanan Titipan (Dittahti).

Syafri Harto keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 15.03 WIB, Rabu (10/11/2021). Dia terlihat memakai kemeja putih dibalut rompi cokelat.

Syafri keluar sambil menenteng tas hitam. Dia terlihat sedang bicara melalui ponselnya dan tak mau menjawab pertanyaan soal materi pemeriksaannya.

“Dengan pengacara saja,” katanya sembari meninggalkan lokasi.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan Syafri diperiksa sebagai pihak terlapor. Pemeriksaan dilakukan pada pukul 09.00-14.30 WIB atau sekitar 5 jam.

“Diperiksa pukul 09.00-14.00 WIB di Mapolda. Ada sekitar 25 pertanyaan yang diajukan penyidik terhadap HS sebagai saksi,” kata Sunarto.

  1. Pengacara Janji Dekan FISIP Unri Terbuka

Dekan FISIP Universitas Riau (Unri), Syafri Harto, diperiksa polisi sebagai terlapor kasus dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi. Pengacara Syafri, Ronal, mengklaim kliennya akan terbuka.

“Sebelumnya kami sampaikan, bukan tadi pak Syafri Harto bungkam. Tapi memang tadi buru-buru salat, makanya tadi bilang nanti kita kasih keterangan,” kata Ronal di Kampus Unri Gobah, Rabu (10/11/2021).

Ronal mengatakan kliennya datang ke Polda Riau memenuhi panggilan polisi atas laporan mahasiswi mengaku korban pelecehan. Dia mengatakan Syafri membantah mencium mahasiswi saat bimbingan skripsi.

“Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana nanti, prinsipnya Pak Syafri tidak melakukan sebagaimana yang telah dituduhkan LM,” katanya.

“Sesuai diskusi kami sama pak Syafri, kami terbuka dengan masalah ini. Baik nanti di internal atau di eksternal ya kita tetap akan penuhi panggilannya, intinya beliau terbuka ya,” sambung Ronal.

  1. TPF Dugaan Dekan Ciumi Mahasiswi Diisi Dosen, Unri Jamin Netralitas

Rektor Universitas Riau (Unri), Prof Aras Mulyadi, membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mengusut kasus mahasiswi diduga dicium dosen pembimbing. Tim itu terdiri dari dosen.

“Tim TPF sudah melakukan proses pencarian fakta. Tim terdiri dari dosen semua,” kata Humas Unri, Rioni Imron, kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Tim itu dibentuk dan mulai bekerja pada Senin (8/11). Tim dibentuk secara khusus untuk mengusut dugaan kasus yang menimpa mahasiswi.

“Tim TPF dibentuk ad hoc karena kasus ini. Dibentuk oleh pak rektor,” ujar Rion.

Tim TPF dipimpin Ketua satuan Pengawas Internal (SPI) Unri, Ikhsan, yang merupakan mantan Dekan Fakultas Hukum Unri. Dia menjamin netralitas tim TPF besutan rektor.

  1. Kemendikbud Tunggu Investigasi TPF

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) masih menunggu tim pencari fakta yang dibentuk Rektor Universitas Riau (Unri) terkait dugaan pelecehan seksual dosen terhadap mahasiswi. Investigasi masih berlangsung.

“Saat ini proses investigasi di Unri sedang berjalan. Kami terus memantau dan menunggu hasilnya,” kata Plt Dirjen Pendidikan Tinggi dan Ristek, Prof Nizam, saat dimintai konfirmasi, Selasa (9/11/2021).

Nizam tak banyak bicara soal kasus itu. Dia mengatakan Kemendikbud bakal menunggu hasil investigasi sebelum mengambil tindakan.

“Kita tunggu proses yang sedang berjalan di bawah Pak Rektor Unri,” ucapnya.

  1. BEM Unri Buka Layanan Pengaduan Pelecehan

BEM Universitas Riau (Unri) membuka layanan pengaduan korban pelecehan seksual di lingkungan kampus. Layanan ini dibuka setelah geger kasus dosen menciumi mahasiswi saat bimbingan skripsi.

Layanan itu diberi nama ‘Harapan Center’. BEM Unri menyediakan layanan pengaduan dan menjamin identitas pelapor dirahasiakan.

“BEM Unri lewat Harapan Center membuka wadah bagi para korban untuk melaporkan kasus tersebut. Tetap perjuangkan, jangan takut meski ada intimidasi,” tulis seruan di poster layanan yang dibuat BEM Unri, Selasa (9/11/2021).

BEM Unri mempersilakan para mahasiswa menghubungi kontak pengaduan di nomor 087796467671. Wakil Ketua BEM Unri Razali mengatakan pihaknya bakal membantu para korban pelecehan mendapat keadilan.

“Iya, pengaduan itu dibuka supaya tahu juga korban lain di kampus,” kata Razali.

Razali mengatakan BEM Unri bakal melindungi para korban. Dia berharap korban pelecehan tak ragu melapor.

“Semua pengaduan dan privasi pelapor kami lindungi. Namun sejauh ini belum ada pengaduan masuk ke kita,” kata Razali.

Sumber detik.com https://news.detik.com/berita/d-5806121/6-kabar-terkini-soal-dugaan-dosen-unri-ciumi-mahasiswi.




Dirugikan Atas Tuduhan Pelecehan Seksual, Dekan: Secara Hukum Akan Menuntut Balik

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Saat pihak Rektorat Universitas Riau (UR) memberikan kepastian dugaan pelecehan terhadap L, mahasiswi Hubungan Internasional (HI) di gedung Rektorat.

Ditempat terpisah, Dekan yang dituding berbuat asusila menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan untuk memberikan klarifikasi, Jumat (5/11/2021) sore.

Syafri Harto dalam keterangannya, secara tegas membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap L. Bahkan ia bersedia bersumpah Mubahalah, karena yakin tidak melakukan apa yang dituduhkan.

“Saya tidak ada melakukan seperti yang dituduhkan oleh mahasiswi itu. Saya dibilang cium pipi dia, itu tidak benar sama sekali. Saya berani bersumpah, saya mau melakukan muhabalah,” kata Syafri Harto.

Menurut versinya, saat itu L datang ke ruangannya untuk keperluan bimbingan proposal. Memang hanya berdua di dalam ruangannya, sedangkan didepan pintu ada Ayu stafnya.

Setelah bertemu, Syafri Harto kepada L mengatakan, sedang ada kegiatan lain dan menjanjikan membaca dahulu proposal nya dua sampai tiga hari.

“Saya bilang ada kegiatan lain dan saya baca dulu proposalnya dua sampai tiga hari. Kemudian saya tawarkan apakah sudah sanggup seminar, saya acc proposalnya. Waktu bimbingan itu saya tanya, dia bilang kerja,” tutur Syafri Harto.

Setelah bincang-bincang itu, L tiba-tiba menangis sembari menceritakan kondisi keluarganya hingga juga menceritakan adiknya tak kuliah sementara orangtuanya sedang sakit.

Lanjut Syafri Harto, karena merasa prihatin dan mengganggap bahwa L, sudah seperti anaknya. Sambil bergerak keluar ruangannya, dia turut memberikan semangat dengan memegang pundak L dari depan.

“Saat dia mau keluar dari ruangan, saya pegang pundaknya dari depan seperti bapak dan anaklah memberikan semangat. Jadi, tidak ada saya cium atau pelecehan seksual lainnya,” Syafri Harto.

Merespon L melapor ke Polresta Pekanbaru, Syafri Harto mengatakan, akan mengambil sikap menuntut mahasiswi tersebut dan menduga ada orang lain dibalik video pengakuan itu.

“Ini marwah saya dan merasa dirugikan, nama baik saya tercemar. Maka saya secara hukum akan menuntut balik. Ke mana pun! Saya juga akan cari aktor intelektual di balik semua ini,” tegasnya.

Syafri Harto mengaku akan menuntut mahasiswi tersebut sebesar Rp10 miliar. Karena nama baiknya sebagai dekan, pejabat negara, tokoh masyarakat Kuansing, dihormati orang Kuansing.

“Saya merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan, dan karena ini istri dan keluarga saya terganggu,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan mahasiswi itu gegabah karena justru membuat video yang kemudian viral, bukannya berkonsultasi kepada pihak kampus sehingga menimbulkan malapetaka bagi nama baiknya.

“Seharusnya kan dia konsultasi sama jurusan, dan ketemu sama saya. Bawa orang tuanya, mengapa video yang dibuatnya?” katanya.

Diberitakan sebelumnya sebuah video pengakuan L, di akun Instagram @Komahi_ur viral, yang diunggah pada Kamis (4/11/2021) lalu.

Korban L mengaku disebut sempat mencium pipi dan kening korban. Sehingga membuat korban lemas dan bergetar karena ketakutan, yang mana dekan disebut memaksa mencium bibirnya dan korban langsung melakukan perlawanan dengan mendorong pelaku kemudian berlari pergi meninggalkan kampus.

“Beliau mencium pipi kiri dan kening saya. Saya sangat ketakutan dan menundukkan kepala. Tapi Bapak SH segera mendongakkan kepala saya dan mengatakan, ‘Mana bibir, mana bibir’,” tutur L, dalam pengakuannya di video tersebut pada Kamis (4/11/2021) kemarin.***

Sumber klikmx.com




Kronologis Kebakaran di Toko Sinar Asia Tembilahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Terbakarnya sebuah toko sembako semi permanen milik Jusendra Susesman alias Ayong (55 tahun) di jalan Jendral Soedirman, Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jum’at (5/11/2021) Sore, diketahui mengalami kerugian hingga 50 Juta Rupiah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Eddiwan Shasby selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Inhil kepada awak media, Jum’at (5/11) malam.

Menurutnya, Kebakaran tersebut berawal dari adanya arus pendek listrik sehingga dari korsleting tersebut menimbulkan api, lalu api dengan cepat membakar isi toko.

“Dugaan kuat kita akibat arus pendek pada listrik di toko,” Ujarnya melalui via WhatsApp.

Lebih lanjut, Eddiwan mengatakan bahwa kronologis kejadian bermula saat masyarakat dari luar toko melihat ada kumpulan asap di dalam toko.

“Masyarakat diluar toko Sinar Mas melihat ada asap di dalam toko, lalu berteriak memanggil pemilik toko, setelah dibuka tak ada api diruangan bawah rupanya banyak asap dari plafon, sehingga pemilik ruko panik dan menelpon Pemadam kebakaran,” Jelas Kadis Damkar.

Beberapa saat setelah menelpon Pemadam Kebakaran, lalu 2 unit mobil pemadam, 1 ambulance, 1 pickup BPBD, dan 2 Viar Satredkar diturunkan ke lokasi kejadian.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.20 wib malam, dan beruntung tidak ada korban jiwa.

“Didalam ruko tersebut diketahui ada 9 orang keluarga yang tinggal disana bersama pemiliknya Ayong,” ungkapnya.

“Untuk kedepannya, Kepada seluruh masyarakat Inhil agar dimohon diperhatikan lagi kondisi listrik dan hal-hal lainnya yang dikhawatirkan berpotensi terjadi hal yang sama seperti di toko Ayong,” pesan Kadis Damkar Inhil.

Editor Arbain




Dugaan Pelecehan Seksual Menimpa Mahasiswi di Riau

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Dugaan pelecehan seksual menimpa salah seorang mahasiswi di perguruan tinggi Universitas Riau (UR) angkatan 2018.

Dugaan pelecehan seksual itu viral setalah video keterangan korban di upload oleh akun Instagram komahi_ur, Kamis (4/11/2021).

Dari video yang ratusan ribu kali tanyang itu, terlihat seorang wanita duduk sendiri di depan kamera dengan wajah buram. Wanita itu mengaku sebagai mahasiswi jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2018.

Tak hanya itu, Mahasiswi tersebut juga mengaku telah dilecehkan di lingkungan kampus saat melakukan bimbingan skripsi.

“Kronologinya terjadi pada 27 Oktober lalu, hari Rabu sekitar pukul 12.30 WIB,” kisah Mahasiswi itu.

Saat itu katanya, peristiwa tersebut terjadi saat akan melakukan bimbingan skripsi dengan dosen pembimbing yang memiliki jabatan penting di kampus tersebut.

Ia mengaku bimbingan skripsi di ruangan sang dosen seorang diri. Tidak ada orang lain saat mulai bimbingan hingga selesai.

“Mengawali bimbingan dan menanyakan pertanyaan tentang pekerjaan, kehidupan, dan beberapa kali mengatakan kata-kata yang membuat saya tidak nyaman. Seperti ‘i love you’. Hal itu membuat saya terkejut,” kata mahasiswi itu dalam video yang beredar.

Setelah bimbingan berjalan lancar, ia pamit dan menyalami tangan sang dosen. Lalu ia mengaku bahunya dipegang erat oleh sang dosen. Tak lama setelah itu tubuhnya didekatkan dan kepalanya dipegang lalu sang dosen tersebut mencium pipi kiri dan kening.

Merasa ketakutan, mahasiswi itu kemudian menunduk. Namun kepalanya kembali diangkat ke atas dalam kondisi ketakutan.

“Saya sangat ketakutan, saya langsung menundukkan kepala saya. Namun kepala saya langsung diangkat keatas dan berkata ‘mana bibir, mana bibir’ yang membuat saya sangat terhina dan terkejut,” ungkapnya

Karena menolak, mahasiswi itu kemudian diizinkan meninggalkan ruangan. Tanpa buang waktu, ia langsung keluar dari ruangan sang dosen dengan kondisi ketakutan.

“Saya langsung meninggalkan ruang dekan dan kampus dengan gemetar,” katanya.

Atas perbuatan itu, Mahasiswi tersebut mengaku sangat terhina dan sangat dilecehkan atas peristiwa yang menimpa dirinya.

https://www.instagram.com/tv/CV2Jn0zlAln/?utm_medium=share_sheet

Menanggapi persoalan tersebut, dilansir dari tribunpekanbaru.com saat melakukan upaya konfirmasi kepada Dekan FISIP UNRI, Syafriharto.

Saat dihubungi lewat sambungan telfon dan ditanyai perihal video pengakuan yang telah viral itu, Syafriharto mengaku belum mengetahuinya.

“Hah, tak tahu saya tuh, belum dapat saya informasinya,” kata Syafriharto, Kamis (4/11/2021).

“Coba kirim (videonya),” imbuhnya.

Tribunpekanbaru.com lalu mengirimkan video yang diminta oleh Syafriharto lewat pesan WhatsApp.

“Nanti saya cek dulu,” tuturnya lewat pesan WhatsApp.

Selanjutnya, tribunpekanbaru.com memintai tanggapan atau klarifikasi dari Syafriharto.

“Saya belum tau ni… terkejut saya ni,” sebut Syafriharto membalas pesan.

Saat ditanyai terkait ini, apa langkah yang akan diambilnya, dan apakah dia melontarkan bantahan atas tuduhan itu, Syafriharto belum memberikan balasan.

Editor Arbain