Akibat Gelombang, Speed Boat Tembilahan – Simpang Gaung Karam

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Satu unit speed boat kayu yang bermuatan barang dan penumpang karam, diduga akibat hantaman gelombang.

Speed Boat tujuan Simpang Gaung ini diketahui tenggelam di wilayah perairan parit 21 Tembilahan setalah di hantam ombak yang berasal dari speed boat lain yang melintas.

“Karena gelombang. Gelombang speed boat juga,” kata seorang penumpang speed boat dalam sebuah video yang di upload akun Facebook @Ar Salim melalui siaran langsung.

Video yang diberi keterangan “Telah Terjadi Kecelakaan Bot Arah KeGaung Perkiraaan Hilir Parit 21 Tembilahan.. Semoga Tidak Ada Korban Jiwa” tersebut telah ditayangkan 2 jam lalu.

Selain itu, belum diketahui secara pasti apakah ada korban jiwa atas peristiwa tersebut.

“Mudah-mudahan tidak ada lah korban,” kata seorang penumpang saat ditanyai pemilik akun Facebook @Ar Salim

Hingga berita ini disiarkan awak media masih mencari informasi lanjutan terkait tenggelamnya speedboat penumpang yang mengalami musibah tersebut.

Link video siaran langsung oleh akun facebook @Ar Salim (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=537544684659254&id=100023513827383)
(Arbain)




Warga Gaung Disambar Buaya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tepat pada hari kedua Idul Fitri 2022, seorang warga di Kecamatan Gaung diterkam buaya ganas.

Korban Muslimin (67 tahun) warga Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kejadian tersebut pada Rabu 4 Mei 2022, sekira pukul 04.00 WIB, saat korban buang air kecil di belang rumahnya.

“Saat buang air kecil, buaya itu langsung menerkam,” kata Long menuturkan cerita korban.

Kata Long, Muslimin tidak menyangka adanya buaya di belakang rumahnya yang berada dibibir sungai.

Disaat itu suasana dalam keadaan gelap sekira pukul 04.00 WIB subuh, ia sama sekali tidak melihat adanya hewan buas itu.

“Korban mengaku tidak melihat, karena dalam keadaan gelap,” tuturnya.

Pengakuan Muslimin, buaya itu menerkam kaki kanannya, sehingga korban sempat tarik menarik dengan buaya.

“Untungnya korban dapat menyelamatkan diri. Namun kaki kanannya luka robek,” jelasnya.

Saat ini Muslimin telah ditangani oleh Tim Medis Puskemas Kuala Lahang. Namun Muslimin mengaku trauma atas kejadian tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum bisa mengkonfirmasi Kapolsek Kecamatan Gaung untuk dimintai keterangan atas kejadian tersebut. ***




Gudang Ole Ole Keripik Cabe Ika Kota Dumai Mengalami Kebakaran.

ARBindonesia,com.Dumai-Tidak di duga terjadi kebakaran di salah satu gudang tempat usaha makanan ringan keripik cabe ika.

01/05-2022 Di ketahui oleh salah satu warga dari kejauhan yaitu Bpk Saripudin yang melihat asap hitam menebal,dengan rasa penasaran warga tersebut menuju lokasi asap yang terlihat dan ternyata benar adanya kebakaran sebuah gudang pengorengan ole -ole jajanan Kota Dumai yang pemilik nya adalah Bpk Sugeng dan ibu Susi.

Tidak tinggal diam warga sekitar langsung berdatangan turun ke lokasi membantu memadamkan api dengan manual sambil menunggu Team BPBD Kota Dumai.Tidak lama kemudian Team penjinak api Kota Dumai tiba di lokasi dan langsung mengeksekusi gudang yang sedang di lahap api tersebut,dan alhasil api dapat di padam kan.

Lokasi terjadi nya kebakaran terletak di kelurahan purnama kec.Dumai Barat.lebih jelas nya jln.Harapan di depan kampus UNRI.Adapun kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 06.15 wib.

Info yang di dapat di lokasi kejadian dari warga yang berada di sana bahwasanya kebakaran terjadi dari sisa api dapur tempat pengorengan karna saat kejadian para pekerja baru habis selesai melakukan kerja lembur di gudang dapur tersebut.

Dalam musibah kebakarn tersebut syukur alhamdulillah tidak terjadi nya korban jiwa,hanya isi di dalam gudang dapur pemasakan tersebut saja yang ludes terbakar.(hrk).




Diduga Sakit, Ajo di Temukan Warga Tak Bernyawa Didalam Parit

ARB INdonesia, BANGKINANG – Seorang warga bernama Lukman alias Ajo (49) ditemukan tidak bernyawa di dalam parit di Dusun Domo, Kelurahan Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang, pada Minggu (20/20/22). Kuat dugaan korban meninggal karena sakit dan terjatuh ke dalam parit.

Kejadian ini berawal pada Minggu siang ditemukan seorang mayat Lukman dikenal warga dengan panggilan Ajo di Parit Kebun Sawit milik warga Ulfa oleh saksi Asrul Hamzah.

Saat itu Asrul yang akan melakukan panen sawit milik adiknya, kemudian ia mencium ada bau busuk dan melihat ada mayat di dalam parit, setelah melihat secara dekat ternyata mayat tersebut dikenal saksi dengan panggilan Ajo.

Selanjutnya Asrul Hamzah pergi ke Rumah Makan Ampera Buana milik Novri Pratama ( Inop ) dikarenakan Korban tinggal di Rumah Makan Ampera Buana tersebut.

Setelah memberitahukan kepada Novri Pratama ( Inop ), kemudian saksi Asrul dan saksi Pak de berangkat menuju TKP dan melihat Korban dalam keadaan telungkup nyamping memakai baju lengan pendek dan celana panjang warna gelap.

Selanjutnya warga menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasir Sialang AIPTU Alinur yang langsung turun ke TKP bersama Piket Polsek Bangkinang Kota dan Piket Polres Kampar yang di Pimpin oleh KBO Sat Lantas Polres Kampar Iptu Khamri Gufron untuk melakukan TP TKP.

Sekira pukul 13.00 Wib mayat dievakuasi oleh Tim Identifikasi Polres Kampar di Pimpin oleh Kaur Identifikasi Polres Kampar Iptu Samsunar Ependi dan selanjutnya dibawa ke RSUD Bangkinang Kab Kampar untuk dilakukan VER.

Kapolres Kampar AKBP Rido Purba SIK, MH yang diwakili oleh Kapolsek Bangkinang Kota Iptu Khairil SH, membenarkan penemuan mayat tersebut. Menurut warga yang kenal dengan korban mengatakan bahwa korban memiliki riwayat penyakit gula yg sudah akut.

“Sehingga diperkirakan penyakit tersebut menyebabkan korban hilang kesadaran dan terjatuh ke dalam parit lalu Meninggal Dunia,” Jelasnya sembari menambahkan bahwa saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. ***




Pagar Rumah Wartawan Dibongkar Maling, Taman Duta Mas Seperti Tak Bertuan

ARB INdonesia, SIAKHULU – Pagar rumah milik wartawan senior Fendri Jaswir di komplek perumahan Taman Duta Mas, Desa Tanah Merah, Kecamatan Siakhulu, Kabupaten Kampar, ludes dibongkar maling. Peristiwa pencurian itu terjadi ketika pemilik rumah sedang mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke 76 PWI di Kendari, Sulteng, pekan lalu.

Kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (17/2/2022), Pemimpin Redaksi VOXindonews itu menceritakan pagi-pagi dia dikirimi foto oleh tetangga setempat. Dalam foto itu terlihat rumah bertingkat dua di Blok A3 No. 14 Taman Duta Mas sudah hilang pagarnya.

”Fendri, pagar rumah awak (kamu) dibongkar maling tadi malam. Ini foto digrup RT yang dikirim tetangga sebelah rumah Fendri,” tulis Deslina, tetangga Fendri di blok lain melalui pesan WA.

Tetangga sebelah rumah, Masna melaporkan, pada malam sekitar pukul 21.00 WIB, pagar rumah masih ada. Tapi ketika pukul 6.30 WIB pagi ketika akan mengantar anak sekolah, pagar tersebut sudah hilang. ”Saya tak tahu jam berapa malingnya bekerja,” ujarnya.

Menurut Fendri, rumah tersebut sudah setahun kosong sejak ditinggalkan mahasiswa UIR yang kos di sana. Rumah belum disewakan lagi karena harus direhabilitasi mengingat ada atap yang bocor. ”Rumah saya memang dalam kondisi kosong,” ujarnya.

Tapi tiga hari sebelumnya mantan anggota DPRD Provinsi Riau ini sempat ke sana untuk melihat teknisi PLN mengganti listrik pascabayar ke token atau prabayar. ”Selama ini baik-baik aja, tak ada gangguan dari pihak luar,” katanya.

Fendri menilai kondisi Taman Duta Mas sudah tidak aman lagi. Sepertinya, komplek perumahan tertua setelah Pandau Permai itu tidak bertuan. Sebab, seperti diakui Deslina, beberapa waktu lalu, besi portal masuk Duta Mas yang hilang. ”Jangankan pagar rumah kosong, besi portal aja mereka bongkar,” kata Fendri mengutip Deslina.

Deslina mengaku tidak ada ronda di komplek Taman Duta Mas. Juga tidak ada petugas di pintu masuk komplek. ”Sudah lama tak ada ronda. Payah mencari orang untuk ronda,” ujar Deslina kepada Fendri.

Fendri berharap pihak kepolisian Siakhulu dapat membongkar sindikat pencuri besi pagar rumah atau portal di Siakhulu. Sebab, ulah maling ini sudah meresahkan masyarakat setempat. Dia juga berharap ronda digalakkan kembali sebagai pengamanan aktif dari masyarakat.(rls)




Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan

ARB INdonesia, KAMPAR – Pencairan Korban Nite Aro Talambanua (35) tenggelam di sungai Kampar Dsn. Kampung Godang Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang akhirnya di temukan mengapung sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian.

Minggu (13/2) sekira pukul 07.30 WIB dipimpin oleh Kasat Samapta Akp Ikhwan Widarmono dan Kapolsek Bangkinang Kota Iptu Khairil, SH lanjut melakukan pencarian oleh Polres Kampar bersama Tim BASARNAS Propinsi Riau, TAGANA Kab. Kampar, dan dibantu masyarakat menggunakan perahu mesin dan perahu tradisional.

Kemudian Sekira pukul 14.10 WIB bertempat di Sungai Kampar di Desa Batu Belah Kec. Kampar telah ditemukan korban hanyut ( +- 3 KM dari posisi tenggelam ) oleh masyarakat dan tim BASARNAS dalam posisi mengapung di tengah sungai.

Kapolres Kampar AKBP Rido Purba melalui Kapolsek Bangkinang Kota Iptu Khairil SH mrngatakan bahwa Korban kemudian langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. ” Korban langsung di makamkan di hari yang sama, ” Jelasnya.

Kapolsek berharap perlu kiranya Bhabinkamtibmas bersama aparat desa melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kampar, “untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memerhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas dan faktor cuaca serta arus sungai yg tidak bisa diprediksiā€œ harapnya.

Seperti di ketahui sebelumnya Sabtu (12/2) korban tenggelam di sungai Kampar Dsn. Kampung Godang Desa Pulau Lawas Kec. Bangkinang berangkat mencari pasir di Sungai Kampar dengan menggunakan sampan dan kaleng plat seng untuk mengambil pasir dari dalam sungai dan menaikkan ke atas sampan.

Sekira pukul 02.30 WIB setelah sampan penuh terisi pasir, korban yg hendak menuju ke dermaga untuk membongkar pasir terpeleset dari sampan dan terjatuh ke dalam air dan tenggelam. ***