Warga Desa Teluk Kabung Disambar Buaya Saat Hendak Mencuci Kain

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sorang ibu rumah tangga (IRT), Ernawati (40 tahun) disambar hewan buas jenis buaya muara saat hendak mencuci kain di sungai samping rumahnya.

Peristiwa tersebut pada Rabu, 21 September 2022, sekira pukul 12.00 WIB, di perairan Desa Teluk Kabung Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

“Korban disambar buaya saat mencuci kain di sungai Desa Teluk Kabung,” kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasi Humas AKP Liber Nainggolan melalui keterangan rilisnya, Kamis (22/9).

IMG_20220923_135123
Korban disambar buaya saat mendapatkan perawatan medis

Buaya ganas itu seketika muncul dari permukaan air dan menyambar lengan sebelah kanan korban. Terjadi tarik menarik dan sempat memukul dan meninju hewan ganas tersebut hingga gigitannya terlepas.

“Saat disambar, korban langsung memukul dan meninju buaya tersebut dengan tangan kiri korban sehingga gigitan buaya terlepas,” paparnya.

Saksi bernama Sukri (49 tahun) dan Radiyanti (29 tahun) yang merupakan adik korban langsung berteriak dan menolong kakaknya yang saat itu mengalami luka robek di lengan kanan akibat gigitan buaya itu.

“Korban dibawa warga kerumahnya, dan selanjutnya memanggil petugas Puskesmas pembantu Desa Teluk Kabung, guna dilakukannya perawatan terhadap korban.” Tutupnya. (MDd)




Kebakaran di Kecamatan Mandah, Pemilik Rumah Tewas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa tragis menimpa lansia berumur 72 tahun, Marhmah tewas terbakar bersama rumahnya yang beratap daun rumbia.

Kejadian naas tersebut di Desa Bolak Raya, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau pada Kamis dini hari, 22 September 2022, sekira pukul 05.30 WIB.

Menurut keterangan saksi, Muhammad Khailani saat itu bangun dari tidur dan keluar mengambil air wudhu dengan kondisi hujan deras sekira Pukul 05:30 WIB.

Pada saat selesai sholat subuh, Khailani keluar dari rumah dan melihat api menyala di dalam rumah korban yang terbuat dari dinding asbes.

“Api sudah menyala menjalar ke atap rumah korban yang terbuat daun rumbia,” kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasi Humas AKP Liber Nainggolan melalui keterangan rilisnya, Kamis (22/9).

“Pada saat itu kondisi arus listrik mati dan hujan deras, saksi langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” paparnya.

Mendengar teriakan minta tolong, warga berdatangan dan membantu memadamkan api. Sekira pukul 06:15 WIB api sudah bisa di padamkan dan korban pun yang tinggal sendiri di dalam rumah tidak bisa di selamatkan lagi.

“Sudah meninggal dunia dengan kondisi badan hangus terbakar. Setelah itu korban dievakuasi ke rumah masyarakat,” terangnya.

Penyebab kebakaran diduga dikarenakan pelita/lampu obor karena pada saat kejadian lampu listrik mati dan saat olah TKP ditemukan pelita/lampu obor yang sudah terbakar di dalam kamar korban.

“Kondisi rumah rusak sedang namun belum dapat diperkirakan kerugian materilnya.” Tutupnya. (MDd)




Di Basement DPRD Riau, Wanita ini Ditemukan Tewas Tergantung Dalam Mobil

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sesosok wanita ditemukan tewas didalam mobilnya yang terparkir di basement Kantor DPRD Riau dengan kondisi leher terikat Sabtu (10/9/2022).

“Iya tadi sekitar pukul 11.30 WIB ditemukan di basement Kantor DPRD Riau,” kata Kapolsek Bukit Raya, AKP Syafnil.

Syafnil mengatakan, mayat wanita tersebut ditemukan dalam kondisi leher terikat dipegangan tangan mobil pintu sebelah kanan.

“Iya didalam mobil posisi lehernya terikat. Belum tau kami itu pembunuhan apa bunuh diri,” jelas Syafnil.

Syafnil mengaku belum mengetahui identitas wanita tersebut. Saat ini sedang diselidiki oleh anggotanya.

“Belum tau identitasnya. Lagi dicari suaminya oleh anggota saya,” lanjutnya.

Syafnil menambahkan, penanganan perkara sudah dilimpahkan kepada Satreskrim Polresta Pekanbaru.

“Saat ini penanganan sudah di Polresta,” tutupnya. (mdd)




Tabrakan Speedboat dengan Pompong di Perairan Gaung, 1 Orang Tewas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Insiden tabrakan antara speedboat dengan pompong (perahu kayu) mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Kejadian tersebut pada Kamis (1/9/2022) sore di perairan Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, tepatnya di Desa Belantaraya.

Korban bernama Hanadi (50 tahun) tewas akibat jatuh ke air usai pompong (perahu) yang dikemudikannya mengalami tabrakan dengan speedboat bermesin 40 Pk.

Kepala Desa Desa Belantaraya, Hasbullah Jali, saat dihubungi via seluler membenarkan peristiwa tersebut dan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Iya benar, sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jawab Hasbullah, Kamis (1/9).

Kronologis kejadian berawal ketika speedboat hendak menuju dari arah hulu ke hilir, tiba-tiba korban keluar dari belakang kapal buah kelapa yang sedang bertambat di pancangnya.

“Langsung tertabrak hingga korban jatuh dan tenggelam,” sebutnya.

Kejadian sekitar pukul 16.10 Wib, dan korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 17.30 Wib dengan menggunakan rawai (tali panjang yang dipasang kail pancing).

Perlu diketahui, Korban saat ini sudah dievakuasi kerumah duka untuk kemudian dilakukan pembersihan terhadap luka yang mengenai bagian kepala dan sisi tubuh lainnya.

Terkait nasib nakhoda speedboat belum diketahui seperti apa kondisinya. Hingg berita ini diterbitkan awak media masih mencari informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian. (MDd)




Kepala Bayi Putus Saat Proses Persalinan di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Suatu kejadian yang tidak biasanya terjadi di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Dimana, peristiwa yang memilukan itu terjadi saat proses persalinan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang bayi dengan kondisi kepala tertinggal didalam perut atau badan terpisah dari kepala (putus).

Kejadian tersebut disaksikan langsung sang suami bernama Khadir saat mendampingi istrinya ketika proses persalinan, Jumat (26/8/2022), sekira Pukul 23.00 WIB.

Dengan keadaan masih syok, Khaidir mencoba menjelaskan kepada awak media mulai dari awal. Lelaki yang merupakan warga berdomisili di Jalan Sungai Beringin Tembilahan tinggal bersama istrinya bernama Nova Hidayati.

Pada malam kejadian, sewaktu istrinya pecah air ketuban, ia langsung bergegas memanggil mobil Ambulan Puskesmas Gajah Mada Tembilahan sesuai dengan BPJS Kesehatan yang ia punya.

Tiba di UGD Gajah Mada Tembilahan, kata Khaidir, ketika diperiksa Bidan yang ada, tampak sedikit pinggul si bayi sudah keluar.

Setelah melihat kondisinya seperti itu, Bidan langsung melakukan proses persalinan.

“Pertama kaki bayi yang keluarkan, kemudian dikorek-korek keluar lah tangannya. Nah saat tinggal kepala, susah untuk dikeluarkan. Terus dicoba ditarik bidan beberapa kali hingga salah satunya bidan harus naik keatas tempat persalinan. Saat itu saya menyaksikan langsung, badan anak saya terpisah dari kepala. Jadi kepala anak saya masih tertinggal di dalam. “Putus kepalanya” ucap bidan dan langsung melepas badan si bayi,” ucap Khadir menirukan.

Selanjutnya, sang Ibu Nova dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada untuk mengeluarkan kepala bayi yang masih tertinggal didalam.

“Dirujuk ke rumah sakit untuk mengeluarkan kepala yang tertinggal di dalam perut dengan cara melakukan operasi. Namun setelah istri saya tahu bahwa yang tertinggal itu kepala , istri saya mencoba dengan sekuat tenaga (mengejan) akhirnya keluar lah tanpa harus operasi sesar, ” ungkap Khaidir dengan mata berkaca-kaca.

Bahkan katanya, dokter di UGD RSUD Puri Husada Tembilahan seperti kaget langsung duduk di kursi mengetahui yang tertinggal itu adalah kepala.

Sementara tragedi itu, Khaidir mengaku selalu terbayang anaknya yang tidak berkepala ketika ia memejamkan mata.

Pria yang sehari-hari sebagai pekerja di sebuah bengkel las berharap ada keadilan yang didapat dan cukup hanya sekali ini terjadi menimpanya maupun keluarga serta masyarakat lain.

“Masih bersyukur istri saya masih diberikan keselamatan dan sudah kluar pagi tadi,” Senin (29/8/2022).

Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Marlina ketika dijumpai awak media, Selasa (30/8/2022) memilih bungkam dan meninggalkan wartawan yang berusaha mengkonfirmasi apakah proses sudah sesuai SOP penanganan dan bagaimana tindakan lanjut setelahnya.

Begitu juga dengan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Rahmi, memilih diam seribu bahasa ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (Arbain/Tim)




Bertiangkan Batang Kelapa, Jembatan Utama di Desa Lahang Tengah Roboh

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Hanya Bertiangkan batang kelapa, Jembatan utama yang menjadi penghubung antara Desa Lahang Tengah menuju Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir roboh.

Robohnya jembatan dengan panjang 70 meter tersebut terjadi pada Selasa (16/8/2022), sekira pukul 11.00 WIB, hal itu mengakibatkan akses tranportasi masayarakat lumpuh total.

“Tadi sekira pukul 11.00 WIB ambruknya,” kata Kades Lahang Tengah, Arifin Ahmad.

Ambruknya jembatan utama yang berada di Jalan Masjid Desa Lahang Tengah tersebut akibat diterjang pohon nipah berukuruan besar saat air dalam keadaan surat (deras).

“Dilanggar nipah tadi, jembatan langsung roboh di bagian tengah,” sebutnya.

IMG-20220816-WA0010

Akses tersebut merupakan jembatan darurat, dimana sebelum jembatan menuju jalan Masjid penghubung dusun 1 dan dusun 2 itu dibangun menggunakan dana swadaya.

“Itu jembatan darurat dibangun menggunakan dana swadaya dan hasil gotong royong warga. Sebelumnya jembatan jalan Masjid itu juga pernah ambruk,” papar Arifin.

Jembatan itu sudah dua kali ambruk. Sebelum pernah dianggarkan, bahkan sempat adanya pengukuran dari dinas terkait. Tapi saat dicek anggaranya hilang alias dibatalkan.

“Kami sempat kecewa, tapi harus bagaimana lagi. Alasannya adanya pemangkasan anggaranlah, kami kurang tau juga,” ucapnya.

Arifin berharap kepada Pemerintah Daerah agar menganggarkan pembangunan jembatan utama itu. Dimana jembatan itu satu-satunya yang dilewati warga setempat.

“Pak Bupati HM Wardan tolong kami. Semoga kembali dianggarkan tahun ini. Jembatan itu juga sebagai akses menju ke kantor desa,” harapnya.

Editor Arbain