Kebakaran di Kantor Disdik Riau

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kebakaran yang terjadi di Kantor Dinas Pendidikan Riau yang terletak di belakang Kantor Gubernur Riau di Jalan Cut Nyak Dien akhirnya berhasil dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru.

Setelah melakukan pemadaman, petugas Damkar juga sempat melakukan pendinginan agar api tidak muncul kembali. Atap-atap serta ruangan kantin hangus dilahap si jago merah.

Kapolsek Sukajadi, AKP Rahmanuddin mengatakan, kebakaran diperkirakan sekitar pukul 18.30 WIB setelah salat maghrib.

“Setelah salat maghrib kejadiannya tadi saat angin kencang. Yang terbakar itu ada 2, yaitu ruang kantin dan gudang arsip,” ujar Rahmanuddin, Rabu (2/11/2022).

Ia juga menjelaskan, saat kebakaran, tidak ada aktifitas yang berada di dalam. Petugas kepolisian saat ini sedang melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pastinya insiden kebakaran tersebut.

“Pemilik kantin sudah pulang saat terjadi kebakaran. Kita belum bisa memastikan penyebab dari kebakaran tersebut, masih dalam penyelidikan,” cakapnya.

Tidak hanya itu, berkas-berkas yang berada di gudang arsip juga hangus dilahap oleh si jago merah.

“Seluruh ruangan kantin dan berkas-berkas yang berada di ruang arsip terbakar. Jadi ruang kantin dan gudang arsip ini bersebelahan. Atap gedung Kantor Dinas Pendidikan Riau juga ada yang terbakar,” pungkasnya.

Namun informasi terbakarnya gudang arsip dibantah Plt Kepala Dinas Pendidikan M Job Kurniawan. Ia mengatakan api hanya membakar kantin karena posisinya terpisah dengan gedung utama.

“Iya, kita sudah dapat laporan kalau kantin Kantor Disdik Riau terbakar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Riau, M Job Kurniawan kepada CAKAPLAH.com.

M Job memastikan kebakaran kantin kantor Disdik Riau tersebut sudah berhasil dipadamkan, dan tidak sempat merembet ke bangunan lainnya. Sehingga dokumen-dokumen kantor selamat.

“Sudah padam, dan api tidak merembet ke bangunan lain. Karena posisi kantin terpisah dengan bangunan kantor,” terangnya.

Ditanya penyebab kebakaran, M Job mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran kantin kantor Disdik Riau itu.

“Penyebabnya belum tahu. Mungkin karena kompor ya,” tukas Asisten II Setdaprov Riau ini.***

Sumber : Cakaplah.com




Warga Desa Teluk Kabung Disambar Buaya Saat Hendak Mencuci Kain

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sorang ibu rumah tangga (IRT), Ernawati (40 tahun) disambar hewan buas jenis buaya muara saat hendak mencuci kain di sungai samping rumahnya.

Peristiwa tersebut pada Rabu, 21 September 2022, sekira pukul 12.00 WIB, di perairan Desa Teluk Kabung Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

“Korban disambar buaya saat mencuci kain di sungai Desa Teluk Kabung,” kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasi Humas AKP Liber Nainggolan melalui keterangan rilisnya, Kamis (22/9).

IMG_20220923_135123
Korban disambar buaya saat mendapatkan perawatan medis

Buaya ganas itu seketika muncul dari permukaan air dan menyambar lengan sebelah kanan korban. Terjadi tarik menarik dan sempat memukul dan meninju hewan ganas tersebut hingga gigitannya terlepas.

“Saat disambar, korban langsung memukul dan meninju buaya tersebut dengan tangan kiri korban sehingga gigitan buaya terlepas,” paparnya.

Saksi bernama Sukri (49 tahun) dan Radiyanti (29 tahun) yang merupakan adik korban langsung berteriak dan menolong kakaknya yang saat itu mengalami luka robek di lengan kanan akibat gigitan buaya itu.

“Korban dibawa warga kerumahnya, dan selanjutnya memanggil petugas Puskesmas pembantu Desa Teluk Kabung, guna dilakukannya perawatan terhadap korban.” Tutupnya. (MDd)




Kebakaran di Kecamatan Mandah, Pemilik Rumah Tewas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa tragis menimpa lansia berumur 72 tahun, Marhmah tewas terbakar bersama rumahnya yang beratap daun rumbia.

Kejadian naas tersebut di Desa Bolak Raya, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau pada Kamis dini hari, 22 September 2022, sekira pukul 05.30 WIB.

Menurut keterangan saksi, Muhammad Khailani saat itu bangun dari tidur dan keluar mengambil air wudhu dengan kondisi hujan deras sekira Pukul 05:30 WIB.

Pada saat selesai sholat subuh, Khailani keluar dari rumah dan melihat api menyala di dalam rumah korban yang terbuat dari dinding asbes.

“Api sudah menyala menjalar ke atap rumah korban yang terbuat daun rumbia,” kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasi Humas AKP Liber Nainggolan melalui keterangan rilisnya, Kamis (22/9).

“Pada saat itu kondisi arus listrik mati dan hujan deras, saksi langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” paparnya.

Mendengar teriakan minta tolong, warga berdatangan dan membantu memadamkan api. Sekira pukul 06:15 WIB api sudah bisa di padamkan dan korban pun yang tinggal sendiri di dalam rumah tidak bisa di selamatkan lagi.

“Sudah meninggal dunia dengan kondisi badan hangus terbakar. Setelah itu korban dievakuasi ke rumah masyarakat,” terangnya.

Penyebab kebakaran diduga dikarenakan pelita/lampu obor karena pada saat kejadian lampu listrik mati dan saat olah TKP ditemukan pelita/lampu obor yang sudah terbakar di dalam kamar korban.

“Kondisi rumah rusak sedang namun belum dapat diperkirakan kerugian materilnya.” Tutupnya. (MDd)




Di Basement DPRD Riau, Wanita ini Ditemukan Tewas Tergantung Dalam Mobil

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sesosok wanita ditemukan tewas didalam mobilnya yang terparkir di basement Kantor DPRD Riau dengan kondisi leher terikat Sabtu (10/9/2022).

“Iya tadi sekitar pukul 11.30 WIB ditemukan di basement Kantor DPRD Riau,” kata Kapolsek Bukit Raya, AKP Syafnil.

Syafnil mengatakan, mayat wanita tersebut ditemukan dalam kondisi leher terikat dipegangan tangan mobil pintu sebelah kanan.

“Iya didalam mobil posisi lehernya terikat. Belum tau kami itu pembunuhan apa bunuh diri,” jelas Syafnil.

Syafnil mengaku belum mengetahui identitas wanita tersebut. Saat ini sedang diselidiki oleh anggotanya.

“Belum tau identitasnya. Lagi dicari suaminya oleh anggota saya,” lanjutnya.

Syafnil menambahkan, penanganan perkara sudah dilimpahkan kepada Satreskrim Polresta Pekanbaru.

“Saat ini penanganan sudah di Polresta,” tutupnya. (mdd)




Tabrakan Speedboat dengan Pompong di Perairan Gaung, 1 Orang Tewas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Insiden tabrakan antara speedboat dengan pompong (perahu kayu) mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Kejadian tersebut pada Kamis (1/9/2022) sore di perairan Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, tepatnya di Desa Belantaraya.

Korban bernama Hanadi (50 tahun) tewas akibat jatuh ke air usai pompong (perahu) yang dikemudikannya mengalami tabrakan dengan speedboat bermesin 40 Pk.

Kepala Desa Desa Belantaraya, Hasbullah Jali, saat dihubungi via seluler membenarkan peristiwa tersebut dan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Iya benar, sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jawab Hasbullah, Kamis (1/9).

Kronologis kejadian berawal ketika speedboat hendak menuju dari arah hulu ke hilir, tiba-tiba korban keluar dari belakang kapal buah kelapa yang sedang bertambat di pancangnya.

“Langsung tertabrak hingga korban jatuh dan tenggelam,” sebutnya.

Kejadian sekitar pukul 16.10 Wib, dan korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 17.30 Wib dengan menggunakan rawai (tali panjang yang dipasang kail pancing).

Perlu diketahui, Korban saat ini sudah dievakuasi kerumah duka untuk kemudian dilakukan pembersihan terhadap luka yang mengenai bagian kepala dan sisi tubuh lainnya.

Terkait nasib nakhoda speedboat belum diketahui seperti apa kondisinya. Hingg berita ini diterbitkan awak media masih mencari informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian. (MDd)




Kepala Bayi Putus Saat Proses Persalinan di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Suatu kejadian yang tidak biasanya terjadi di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Dimana, peristiwa yang memilukan itu terjadi saat proses persalinan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang bayi dengan kondisi kepala tertinggal didalam perut atau badan terpisah dari kepala (putus).

Kejadian tersebut disaksikan langsung sang suami bernama Khadir saat mendampingi istrinya ketika proses persalinan, Jumat (26/8/2022), sekira Pukul 23.00 WIB.

Dengan keadaan masih syok, Khaidir mencoba menjelaskan kepada awak media mulai dari awal. Lelaki yang merupakan warga berdomisili di Jalan Sungai Beringin Tembilahan tinggal bersama istrinya bernama Nova Hidayati.

Pada malam kejadian, sewaktu istrinya pecah air ketuban, ia langsung bergegas memanggil mobil Ambulan Puskesmas Gajah Mada Tembilahan sesuai dengan BPJS Kesehatan yang ia punya.

Tiba di UGD Gajah Mada Tembilahan, kata Khaidir, ketika diperiksa Bidan yang ada, tampak sedikit pinggul si bayi sudah keluar.

Setelah melihat kondisinya seperti itu, Bidan langsung melakukan proses persalinan.

“Pertama kaki bayi yang keluarkan, kemudian dikorek-korek keluar lah tangannya. Nah saat tinggal kepala, susah untuk dikeluarkan. Terus dicoba ditarik bidan beberapa kali hingga salah satunya bidan harus naik keatas tempat persalinan. Saat itu saya menyaksikan langsung, badan anak saya terpisah dari kepala. Jadi kepala anak saya masih tertinggal di dalam. “Putus kepalanya” ucap bidan dan langsung melepas badan si bayi,” ucap Khadir menirukan.

Selanjutnya, sang Ibu Nova dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada untuk mengeluarkan kepala bayi yang masih tertinggal didalam.

“Dirujuk ke rumah sakit untuk mengeluarkan kepala yang tertinggal di dalam perut dengan cara melakukan operasi. Namun setelah istri saya tahu bahwa yang tertinggal itu kepala , istri saya mencoba dengan sekuat tenaga (mengejan) akhirnya keluar lah tanpa harus operasi sesar, ” ungkap Khaidir dengan mata berkaca-kaca.

Bahkan katanya, dokter di UGD RSUD Puri Husada Tembilahan seperti kaget langsung duduk di kursi mengetahui yang tertinggal itu adalah kepala.

Sementara tragedi itu, Khaidir mengaku selalu terbayang anaknya yang tidak berkepala ketika ia memejamkan mata.

Pria yang sehari-hari sebagai pekerja di sebuah bengkel las berharap ada keadilan yang didapat dan cukup hanya sekali ini terjadi menimpanya maupun keluarga serta masyarakat lain.

“Masih bersyukur istri saya masih diberikan keselamatan dan sudah kluar pagi tadi,” Senin (29/8/2022).

Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Marlina ketika dijumpai awak media, Selasa (30/8/2022) memilih bungkam dan meninggalkan wartawan yang berusaha mengkonfirmasi apakah proses sudah sesuai SOP penanganan dan bagaimana tindakan lanjut setelahnya.

Begitu juga dengan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Rahmi, memilih diam seribu bahasa ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (Arbain/Tim)