‘Si Anak Parit’ Putra Gaung Raih Gelar Doktor Pertama

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Siapa sangka seorang putra kelahiran Gaung berjuluk ‘Si Anak Paret’ berhasil menempuh pendidikan Strata Tiga (S3) yang akan menyandang gelar Doktor.

Si Anak Parit itu ialah Dr. Irjus Indrawan, S. Pd.I,. M. Pd.I lahir di Paret Nibung, Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Si Anak Parit dari keluarga tidak mampu, namun berkat kegigihan dan doanya, ia berhasil menyelesaikan studi di UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi dengan biaya gratis.

“Alhamdulillah kuliah S3 secara gratis, karena 2018 berhasil lolos seleksi beasiswa yang diselenggarakan Kemenag RI dalam program 5000 Doktor,” kata Si Anak Parit itu, Senin (4/7).

Bukan hanya itu, diceritakan Irjus Indrawan, S1 dan S2 nya pun menggunakan uang sendiri hasil kerja sampingan di kota Pekanbaru. Mulai dari kerja tambal ban, cuci motor, ngamen, dan jadi stoker oplet.

“Sewaktu S1 dan S2 saye kuliah dengan biaya mandiri, karena orang tua ekonominya sulit, sehingga tidak cukup untuk biaya kuliah saye di Pekanbaru,”

“Dulu saye sering makan apa adanya, jauh dari kata 4 sehat 5 sempurna. Saye sambil kuliah sambil kerja, kerja serabutan, tambal ban, cuci motor, ngamen,”

“Selain ngamen, saye sering jadi stoker oplet untuk ke kampus. Dapat uang, juga gratis ke kampus Hehehe,” cerita si Anak Paret itu diiringi gelak tawa (menggambarkan rasa gembiranya).

Pada intinya, kata Anak Paret itu, jangan malu untuk bekerja selagi halal. Karena tujuan kita kuliah untuk merintis masa depan yang lebih baik dan membahagiakan orang tua bukan untuk kuliah bergaya.

Si Anak Parit itu saat ini mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar (dosen) di Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan.

Ia mengaku cerita perjalanan hidupnya dalam menempuh pendidikan ini hanya sebagai motivasi para generasi putra putri asal Kecamatan Gaung untuk optimis dalam menggapai cita-cita.

“Ini sebagai motivasi kepada adek-adek ku di Kecamatan Gaung. Raihlah mimpimu setinggi langit. Tidak ada yang tidak mungkin,” ungkapnya.

Pendidikan itu merupakan senjata paling ampuh untuk mendobrak kebodohan dan kemiskinan. Maka dari itu si Anak Paret bertekad mematahkan stigma negatif tentang anak parit atau anak kampung sulit mendapatkan pendidikan tinggi.

“Alhamdulillah saye mampu mematahkan pandangan negatif tentang anak paret sulit untuk sekolah tinggi. Anak paret adalah anak yang terkebelakangan akan pendidikan,” sebutnya.

“Jika ada niat, insyallah dari terbatas akan melewati batas,” kata Irjus yang merupakan putra dari Bapak Jasman (Alm) dan ibu Salimah, memotivasi generasi asal Gaung.

Diceritakannya lagi, ia pernah berpikir tidak akan mampu mencapai jenjang pendidikan srata, karena keterbatasan ekonomi. Namun berkat dorongan dan doa orang tuan, si Anak Paret berhasil meraih S3 nya.

“Dulu saye tidak pernah terpikirkan akan mampu mencapai jenjang srata pendidikan tertinggi ini, karena kondisi ekonomi orang tua, dan susahnya akses pendidikan pada waktu itu,” bebernya.

Namun semangat dan dorongan itu, Ia dapat sekolah tinggi paling tidak dapat melebihi pendidikan orangtuanya, karena orangtuanya hanya tamatan SR (SD). Sedangkan Abang kandungnya Jauhari, S. Pd. I., MM tamatan S2.

“Mudah mudahan keberhasilan saye ini mampu memberikan motivasi kepada khalayak ramai khususnya anak anak paret. Jangan takut untuk bermimpi besar, kalaupun kita jatuh, kita jatuhnya diantara para bintang,” sebutnya lagi.

Diakui Anak Parit, selain dorongan orang tuanya, Dr. H. Indra Muklis Adnan yang merupakan mantan bupati Inhil juga memberikan motivasi dan semangat. Sehingga si Anak Parit terpanggil untuk menyelesaikan pendidikannya.

“Walaupun beliau sudah tua, tapi semangat beliau untuk pendidikan sangat tinggi. Beliau banyak mendirikan lembaga pendidikan, beliau juga terus kuliah, sehingga saye merasa terpanggil untuk dapat gelar akademik seperti beliau juga. Alhamdulillah, akhirnya saye dapat juga gelar akademik (S3) seperti beliau,” tutupnya. (M.Dd)




Eko Wibowo Resmi Dikukuhkan Sebagai Ketua IKA FTK UIN Suska Riau

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sebanyak 210 Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (IKA FTK) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau periode 2022-2026 secara resmi dikukuhkan oleh Dekan FTK, Dr. H. Kadar, M.Ag.

Acara pelantikan yang mengusung tema “Menggapai FTK UIN SUSKA Riau yang Terbilang dan Gemilang” tersebut digelar di Aula Lantai 5 Rektorat UIN Suska Riau, Rabu (29/6/2022) pagi.

Dekan FTK UIN Suska Riau, Dr. H. Kadar, M.Ag.
dalam sambutannya mengatakan bahwa FTK merupakan Fakultas terbesar dan tertua serta menjadi fakultas terfavorit di Universitas ini.

Tak hanya itu kata Dekan, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini juga merupakan Fakultas yang paling banyak prodinya.

“Fakultas Tarbiyah merupakan fakultas terbesar di riau dan tertua kemudian terbanyak mahasiswanya dan juga yang paling banyak prodinya yang berbeda dari fakultas lainnya” ucapnya.

Sementara itu, Ketua IKA FTK UIN Suska Riau, Eko Wibowo dalam sambutan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat mulai dari awal terbentuknya IKA FTK hingga terselenggaranya acara sakral yaitu pelantikan.

“Semoga IKA FTK kedepannya semakin maju dan berkembang ,” kata Eko Wibowo dalam sambutannya seusai dilantik oleh Dekan FTK.

IMG-20220630-WA0096
Pelantikan IKA Fakultas dan Prodi FTK UIN Suska Riau

Dalam acara tersebut, selain dari pelantikan pengurus IKA FTK, sebanyak 630 pengurus yang tergabung dalam 13 IKA Program Studi se-lingkungan FTK UIN Suska Riau juga dilantik oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. H. Kadar, M.Ag.

Kepala Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus IKA Fakultas dan Prodi Selingkungan FTK UIN Suska Riau.

“Atas nama Pemprov Riau, kami mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus IKA Fakultas dan Prodi, semoga kepengurusan ini semakin memperkokoh visi-misi dan profesi kita semua untuk menyongsong masa depan bangsa yang kita cintai menjadi lebih terbilang masa yang akan datang,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Kanwil Kemenag Riau, Mahyudin yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa dirinya sangat antusias bisa hadir dalam acara ini.

“Kami mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, dan hari ini saya sangat berbahagia bisa hadir pada pelantikan IKA Fakultas dan Prodi ini,” ujar Mahyudin yang juga merupakan alumni dari FTK juga pada tahun 1993.

“Saya sebetulnya hadir hari ini tidak sebagai Kepala Kanwil Kemenag Riau, tetapi hadir sebagai alumni,” imbuhnya.

Selain itu, Ia juga menyebutkan bahwa momentum pelantikan IKA Fakultas dan Prodi di FTK ini merupakan momentum yang sangat penting.

“Momen pelantikan IKA ini adalah momen yang sangat penting, dalam rangka menghimpun para alumni yang saya kira cukup berkiprah di berbagai tempat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IKA UIN Suska Riau, Abdul Wahid melalui Sekretaris Umum, Alnofrizal mengatakan bahwa IKA FTK ini merupakan IKA pertama di tingkat fakultas yang telah terbentuk dan dilantik.

“IKA FTK UIN Suska Riau ini merupakan Ikatan Alumni pertama yang ada di Fakultas Tarbiyah ini. Semoga dengan telah dilantikanya kepengurusan IKA Fakultaa dan Prodi FTK ini kedepannya bisa lebih mengharumkan nama baik Fakultas hingga Universitas,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pada acara yang bernuansa kekeluargaan itu dihadiri oleh Dekan FTK UIN Suska Riau, H Kadar, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan, Kepala Kanwil Kemenag Riau Mahyudin, Wakil Rektor I UIN Suska, Helmiati.

Selain itu, tampak juga hadir pengurus pusat IKA UIN SUSKA Riau yang diwakili oleh Sekretaris yaitu Alnofrizal, serta tamu undangan lainnya.

Editor : Arbain




Putri Melayu Asal Meranti Jadi Profesor IT Pertama di Riau

ARB INdonesia, PEKANBARU – Prof Dr Okfalisa ST MSc adalah putri Melayu pertama yang menjadi profesor IT atau teknologi informasi di Provinsi Riau.

Wanita kelahiran Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, ini juga guru besar bidang ilmu Teknik Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di Kota Pekanbaru.

Okfalisa ditetapkan sebagai guru besar di UIN Suska Riau oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada 1 November 2021.

Gelar profesor dikukuhkan oleh Rektor UIN Suska Riau di Auditorium Gedung Rektorat, Rabu (2/2/2022).

Profesor atau guru besar adalah prestasi tertinggi di bidang akademik dengan penilaian Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni dalam bidang pendidikan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Saat pengukuhan, Okfalisa mengucapkan terima kasih kepada semua civitas akademika UIN Suska Riau atas dukungan yang telah diberikan.

Dukungan kepada dirinya menjadi motivasi untuk meraih gelar profesor dan menjadi guru besar di UIN Suska Riau.

“Terima kasih semua atas dukungannya, karena tanpa dukungan dari semuanya, maka kegiatan ini tidak akan terlaksanakan dengan baik,” kata Okfalisa dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Wanita berusia 44 tahun ini merupakan guru besar perdana di Fakultas Teknik dan Informatika.

Selain itu, ia juga satu-satunya guru besar termuda di UIN Suska Riau.

Dalam lima tahun terakhir, Okfalisa berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas penelitiannya beserta tim peneliti internal dan eksternal UIN Suska.

Ia mendapatkan hibah dana penelitian yang bergengsi di tingkat nasional, meliputi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Bank Indonesia Institut dan Kementerian Keuangan.

Adapun, fokus bidang kajiannya yaitu pada pengembangan digitalisasi pada UMKM dan syariah fintech recommandation system.

Untuk kontribusi dalam pengembangan keilmuan, dalam beberapa kegiatan, Okfalisa diundang sebagai pembicara di tingkat nasional dan internasional.

Prestasi yang diperolehnya kini merupakan buah perjuangan dan kerja kerasnya dari bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Ia mendapatkan predikat juara kelas selama melaksanakan pendidikan di Kota Pekanbaru. Keberhasilan meraih prestasi ini atas dukungan keluarga.

Kemudian, dengan minat perkembangan keilmuan bidang informatika, Okfalisa melanjutkan studi S1 di STT Telkom Bandung, dan melanjutkan jenjang S2-S3 di Faculty Computer Science and Information System di Universiti Teknologi Malaysia.

“Semoga gelar profesor dan amanah yang diberikan kepada saya dapat menggiring saya ke jalan yang diridhoi Allah SWT,” kata Okfalisa.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau, Khairunnas Rajab, menyatakan rasa bangga dengan prestasi yang diraih Okfalisa.

“Saya senang sekali, selamat kepada Okfalisa yang telah menjadi profesor sekaligus guru besar UIN Suska Riau di Fakultas Sains dan Teknologi. Berkah untuk UIN Suska Riau, berkah untuk bersama,” kata Khairunnas.

Sumber Kompas.com




Ada Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu dari Pemprov Riau, Ini Persyaratannya

ARB INdonesia, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membuka penerimaan proposal bantuan sosial (Bansos) pendidikan mahasiswa tidak mampu tahun 2022. Berdasarkan pengumuman, Bansos ini diusulkan tahun 2022 untuk pencairan tahun 2023. 

“Untuk pengajuan berkas permohonan proposal dari perguruan tinggi secara kolektif ke Gubernur Riau Cq Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau, kami tunggu berkasnya hingga tanggal 25 Februari 2022 mendatang,” kata Kepala Biro Kesra Riau, Zulkifli Syukur di Pekanbaru, Selasa (1/2/2022).

Zulkifli mengatakan, bahwa bansos pendidikan ini adalah pemberian bantuan dari Pemprov Riau kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan program D3, S1 atau D4 di perguruan tinggi yang berada dalam wilayah Riau, dan memenuhi kriteria sebagai mahasiswa kurang mampu yang terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial yang bersifat selektif, tidak wajib dan tidak terus menerus diberikan setiap tahun anggaran, diperuntukkan sebagai bantuan biaya pendidikan dan penunjang pendidikan lainnya.

“Masing-masing perguruan tinggi menerima proposal permohonan bansos pendidikan mahasiswa tidak mampu dari mahasiswanya, selanjutnya melakukan seleksi, berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan dalam pengumuman ini,” jelasnya.

Selanjutnya, proposal mahasiswa yang dinyatakan telah lulus seleksi oleh masing-masing perguruan tinggi diajukan kepada Gubernur Riau dengan menyertakan surat pengantar, yang berisi daftar nama-nama pemohon Bansos Pendidikan dan ditandatangani oleh Pimpinan Perguruan Tinggi bersangkutan, dan menyertakan softcopy berisi nama-nama usulan mahasiswa pemohon Bansos Pendidikan.

“Komponen pembiayaan yang diajukan di dalam proposal terdiri atas dana pendidikan, seperti uang semester atau uang Satuan Kredit semester (SKS) atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) per tahun yang ditetapkan oleh perguruan tinggi, dan biaya pendukung perkuliahan, seperti biaya praktikum, biaya buku, biaya print bahan kuliah dan biaya fotocopy,” terangnya. 

Lalu, persyaratan umumnya, yakni Warga negara Republik Indonesia; mahasiswa pada program strata 1 (S1) dan Diploma IV (D4) dari perguruan tinggi negeri (PTIN) atau perguruan tinggi Swasta (PTS) yang berada di Wilayah Provinsi Riau, maksimal semester VI (enam) pada saat mengajukan permohonan; mahasiswa pada program Diploma III (D3) dari PTN atau PTS yang berada di wilayah Provinsi Riau, maksimal semester IV (empat) pada saat mengajukan permohonan.

Persyaratan selanjutnya, mahasiswa aktif dan memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang mash berlaku [bukan mahasiswa yang cuti akademik atau mahasiswa tanpa keterangan] dengan dibuktikan melalui Surat Keterangan Aktif Kuliah dari pimpinan perguruan tinggi (Dekan/Wakil Dekan/Ketua Jurusan/Ketua Prodi/Sebutan lainnya); mahasiswa tidak sedang menerima beasiswa dan/atau akan mendapatkan beasiswa dari sumber lain pada tahun berikutnya ditunjukkan dengan surat pernyataan yang disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi (Dekan/Wakil Dekan/Ketua Jurusan/Ketua Prodi/sebutan lainnya); mahasiswa atau orang tua yang berasal dari keluarga tidak mampu terdaftar dalam DTKS Kemensos di Riau dan bukan pemegang kartu Indonesia Pintar (KIP).

Selain itu, ada juga persyaratan khusus, yakni membuat surat permohonan Bantuan Sosial yang ditunjukkan kepada Gubernur Cq Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Riau; membuat proposal yang berisi latar belakang, maksud dan tujuan, identitas lengkap pemohon, rincian anggaran belanja yang diajukan, diskripsi singkat tentang kondisi ekonomi pemohon dan keluarga pemohon; dan penutup.

Serta, melampirkan dokumen persyaratan sebagai berikut fotocopy kartu tanda penduduk (KTP), fotocopy kartu keluarga (KK), surat Keterangan aktif kuliah dari perguruan tinggi masing-masing, fotocopy kartu tanda mahasiswa (KTM) dilegalisir oleh perguruan tinggi; surat tidak menuntut hasil seleksi bermeteral 10.000, surat pernyataan keabsahan data dan dokumen yang dilampirkan bermeteral 10.000; surat peryataan tidak sedang dan/atau akan menerima beasiswa/bantuan pendidikan dari pihak lain yang disahkan pimpinan perguruan tinggi; fotocopy rekening tabungan Bank Riaukepri/Bank Riaukepri Syariah atas nama yang bersangkutan. Lalu, pas foto ukuran 4×6 sebanyak dua lembar, melampirkan Surat DTKS dari Dinas Sosial Kabupaten Kota setempat.

Ketentuan lain, proposal yang diajukan dijilid dengan warna sampul sebagai berikut: S1 warna kuning; D4 warna hijau; D3 warna biru; proposal dijilid rapi rangkap tiga, satu asli dikirim ke Gubernur Riau Cq Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Riau, satu fotocopy untuk perguruan tinggi dan satu fotocopy untuk arsip pemohon. ***
Sumber cakaplah.com




Ikadin Riau Gelar Pendidikan Kemahiran Advokat Bersama Fakultas Hukum Unri

ARB INdonesia, PEKANBARU – Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Provinsi Riau menggelar kegiatan Pendidikan Kemahiran Advokat bersama Fakultas Hukum Universitas Riau, yang diadakan di Gedung Fakultas Hukum Unri, Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Ahad (30/1/2022) pagi.

Ketua DPD Ikadin Riau, Suryadi SH mengatakan serangkaian acara ini dihadiri oleh 15 peserta dengan latar belakang pendidikan strata 1 Ilmu Hukum, yang datang dari berbagai kota dan provinsi.

“Ini merupakan angkatan yang ketiga. Tadi pagi kita sudah menggelar pembukaan dan siang nanti dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Tenaga Pengajar dari Ikadin Pusat dan Dosen Fakultas Hukum Unri,” ucapnya.

Dengan kegiatan bertema “Mewujudkan Advokat Ikadin yang profesional, bermarwah dan bermartabat”, Suryadi mengharapkan calon Advokat tersebut dapat bekerja secara profesional, menjaga nama baik diri dan profesi, serta menjunjung tinggi nilai HAM dan demokrasi.

“Alhamdulillah sesuai data kita tidak ada Advokat Ikadin yang terjebak dalam kasus hukum seperti korupsi dan lainnya, mengingat profesinya sebagai tugas yang mulia,” ujarnya saat didampingi Sekretaris DPC Ikadin Pekanbaru, S Indrawan SH, Ahad (30/1).

Disamping itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau, Dr Mexsasai Indra SH MH menyebutkan rangkaian acara ini merupakan implementasi perjanjian kerjasama antara Fakultas Hukum Unri dengan Ikadin bulan lalu.

“Sempat tertunda pada 2 tahun sebelumnya dikarenakan situasi pandemi Covid-19 dan tidak memungkinan untuk diadakan secara online, dan bulan lalu kita perbaharui kerjasamanya,” ucapnya.

Indra mengatakan narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini akan melakukan sharing bersama. Adapun pihak DPP Ikadin yang turut hadir adalah Sekretaris Jendral DPP Ikadin M Rasyid Ridho SH MH.

“Untuk Unri sendiri ada beberapa Tenaga Pengajar yang kita libatkan umumnya berpendidikan Doktor dengan spesifikasi bidangnya masing-masing, ada lingkungan, perbankan, hukum tata negara, dan bidang lainnya,” Kata Dekan Fakultas Hukum Unri.

Dengan diadakannya kegiatan ini, Mexsasai Indra mengharapkan pelaksaan pendidikan tersebut mampu terlaksana dengan baik oleh pihaknya serta kepada peserta pendidikan dapat menjadi praktisi hukum yang menjunjung tinggi nilai keadilan.

Ditambahkan Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Riau, Erdiansyah SH MH, Fakultas Hukum Universitas Riau sebagai Badan Hukum Publik terbuka dan menerima semua Organisasi ataupun Asosiasi yang ingin bekerja sama dengan pihaknya.

“Ikadin sudah menjalin kerjasama dengan pihak Unri selama 3 tahun ini, dan dukungan yang kita berikan berupa tenaga pengajar, ruangan serta fasilitas lain agar mendukung proses pembelajaran itu dengan baik,” ucapnya.

Erdiansyah mengharapkan dengan adanya kegiatan pendidikan kemahiran Advokat ini dapat menjadi bekal bagi para calon Advokat untuk dapat terjun ke lapangan dan melakukan praktek serta melaksanakan kemahiran hukumnya.

“Advokat ini tugasnya memberikan bantuan hukum ada letigasi dan non letigasi, mereka juga memberikan konsultasi hukum bagi masyarakat yang tidak mampu, dan ini sudah diatur jelas dalam undang-undang nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, dan mereka juga diberikan perlindungan hukum sepanjang mereka melakukan tugas dengan baik,” pungkasnya. ***




Perduli Terhadap Pendidikan, HMI MPO Mengajar Anak Jalanan

ARB INdonesia, PEKANBARU – Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Komisariat Pertanian UIR Minggu sore 23/01/2022 melanjutkan program HMI Mengajar anak-anak laskar lalanan di Kota Pekanbaru yang kesekian kalinya.

Bertempat di Simpang empat Mall SKA, dengan beberapa orang dari pengurus HMI komisariat Pertanian UIR bersama rekan dan senior HMI Pekanbaru lainnya yang turut serta mengajar anak-anak laskar Jalanan Kota Pekanbaru yang notaben sebagai pengamen dan penjual tisu di simpang empat Mall SKA.

Kepala Unit PTJK HMI MPO Komisariat Pertanian UIR, M. Rio Aslani Alhafiz mengungkapkan Kegiatan tersebut dijalankan oleh pengurus komisariat pertanian UIR di setiap hari minggu.

“Dengan adanya kawan-kawan yang berkesempatan untuk mengajar anak-anak laskar lalanan tersebut dapat membantu pengetahuan dan wawasan mereka kedepannya, sehingga mereka yang hidup di jalanan bisa terus melanjutkan pendidikan nya hingga ke jenjang berikutnya,” harapnya.

Sementara itu Ketua Umum HMI MPO Komisariat Pertanian UIR, Mattalail Fajri Yansyah mengungkapkan HMI mengajar adalah bentuk tindakan empati Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Komisariat Pertanian UIR terhadap rendahnya tingkat pendidikan anak jalanan.

“Sebagai mana yang kita ketahui bersama, kehidupan anak anak jalanan sangat jauh dari pendidikan. Semoga dengan adanya program ini dapat terus meningkatkan kemampuan anak anak jalanan dalam bidang pengetahuan. Sehingga bisa memberikan pencerahan agar menyadarkan mereka betapa pentingnya pendidikan bagi mereka,” tuturnya

“Karena mereka berlatar belakang dari jalanan, maka cara didiknya juga gaya jalanan, kita ajak main, baru kita pancing, ini loh hal keren, dari situ anak-anak mau belajar,” tambah Mattalail Fajri Yansyah.

“Ketika melihat anak-anak ini diselamatkan dari jurang kehancuran, itu nilainya sama dengan menyelamatkan dunia dan isinya,” akhirinya. ***