Ayo Daftar TNI AD, Daftar di Kodim 0314/Inhil, Ini Persyaratannya

ARB Indonesia, TEMBILAHAN – Kabar gembira, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Republik Indonesia tahun anggaran 2019 ini, kembali memberikan kesempatan bagi para pemuda Indonesia untuk mengabdi sebagai TNI AD.

Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faisal mengungkapkan, untuk penerimaan tahun ini Kodim 0314/Inhil mendapat kuota 48 orang.

“Tahun sebelumnya kuota penerimaan per wilayah tidak ditentukan sementara tahun ini wilayah kodim 0314/Inhil mengusulkan sesuai kebutuhan, dan mendapat kuota 48 orang,” ungkap Dandim Inhil Letkol Inf Imir Faisal melalui Pasi Ops Kapten Inf Tarmizi

Masih kata Kapten Inf Tarmizi bagi para pemuda di Kabupaten Inhil yang berminat untuk bergabung ke TNI AD bisa langsung mendaftarkan diri, baik itu melalui Bhabinsa atau Koramil di setiap Kecamatan yang ada di Inhil atau langsung ke Kantor Kodim 0314/Inhil batas akhir waktu pendaftarannya hari ini.

“Pelaksanaan kegiatan seleksi dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 16-17 nopember 2019 di makorem 031/Wb dan kita himbau kepada para pemuda Inhil mari kita manfaatkan peluang ini untuk menjadi prajurit TNI AD,” ujarnya.

Bagi yang berminat atau ingin mendaftarkan diri dengan persyaratan administrasi Calon Tamtama prajurit karir Gelombang tahun anggaran 2019 diantaranya:

  1. Ijazah SD,SMP, SMA/SMK/MA.
  2. SKHUN/NEM SD, SMP, SMA/SMK/MA.
  3. Akte Kelahiran.
  4. Kartu Keluarga (KK).
  5. KTP Calon, KTP Orangtua/Wali.
  6. Kartu BPJS.
  7. SKCK dari Polres sesuai alamat/domisili.
  8. Surat keterangan bebas narkoba dari Rumah sakit pemerintah setempat.
    9.Surat keterangan bhabinsa mengetahui lurah setempat.
  9.  Printout daftar online.
  10. Paspoto 4×6, 6 lembar hitam putih.
  11.  Map warna merah 3 Lembar.
  12. Untuk batas umur maksimal 22 tahun dan tinggi badan minimal 163 sentimeter.

“Untuk semua persyaratan administrasi difotokopi masing-masing 13 lembar dan dilegalisir. Pada saat mendaftar, semua persyaratan administrasi yang asli dibawa dan fotokopi yang dilegalisir masing-masing rangkap satu,” ujarnya.

“Apabila orangtua telah meninggal, lampirkan Kurat  Keterangan Kematian atau Akte Kematian, fotokopi KTP calon dan KTP orangtua jadi satu lembar. Apabila terjadi gangguan daftar online segera si calon diarahkan ke Ajenrem,” paparnya.

Dandim 0314/Inhil menambahkan, apabila calon sudah terdata di masing-masing Kodim, secepatnya akan diarahkan untuk validasi atau daftar ulang ke Ajenrem 031/WB guna melengkapi administrasi yang lainnya.

“Sekali lagi kita mengajak pemuda untuk memanfaatkan peluang ini, tetap ikuti aturan yang sudah diatur oleh panitia penerimaan,” pungkasnya seraya menyampaikan, masuk tentara tanpa dipungut biaya. (arb)




Kwarcab Inhil Kembali Adakan Diklat Satgas Pramuka Peduli Bencana

loading…



ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kwartir Cabang(kwarcab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Satgas Pramuka Peduli (PP) penanggulangan bencana angkatan II 12 sampai 17 November 2019, yang di ikuti oleh peserta dari utusan Kwartir ranting(kwaran) yang ada di Inhil.

Dalam kegiatan ini peserta di berikan pelatihan dasar simulasi penaggulangan kebakaran hutan dan lahan (karlahut) oleh Instruktur yang kompeten dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Inhil, simulasi penanggulangan kebakaran pemukiman warga oleh instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran Inhil.

Selain itu Diklat satgas PP juga memberikan bekal pengetahuan peran pramuka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, peran pramuka dalam membantu rekayasa lalu lintas ketika terjadi bencana yang dalam hal ini di hadirkan pemateri dari Polres Inhil.
Serta peserta juga di berikan bekal pengetahuan tentang peran pramuka dalam Bela Negara oleh pemateri dari Kodim 0314 Inhil.

Selaku Ka. Kwarcab Inhil, Junaidy Ismail mengatakan Diklat pramuka peduli ini merupakan agenda rutin Kwarcab Inhil yang diadakan setiap tahun, dengan tujuan untuk menumbuh kembangkan minat perserta didik dan pembina pramuka dalam mejaga dan melestarikan alam sekitar di tempat mereka berada.

“Diklat kali ini yang kedua kalinya, dimulai pada tanggal 11 Nopember dan akan berakhir pada 17 Nopember 2019, yang semua kegiatan berlangsung di Graha Pramuka Kwarcab Inhil jalan Sobrantas Tembilahan” ujar Junaidy Ismail selaku Ka. Kwarcab Inhil.

Selain itu, Junaidy Ismail juga mengatakan, Kegiatan Satgas Pramuka Peduli ini di ikuti oleh peserta yang berasal dari Kwartir Ranting (kwaran) di jajaran Kwarcab Inhil, yang mana setiap Kwaran mengutus 5 orang peserta yang terdiri dari 4 orang peserta didik pa/pi dan 1 orang pembina.

“Kita harapkan diklat yang kita adakan ini dapat diadakan juga di Kwaran setelah para peserta tersebut kembali ke daerah mereka masing-masing dan ilmu yang mereka dapatkan dapat membantu masyarakat dalam penanganan Karlahut yang terjadi dimanapun itu di wilayah tempat mereka berada” imbuh Junaidy Ismail. (Arb)




Siap Daftar CPNS 2019 Besok? Ini Dokumen Syarat dan Cara Bikin Akun

Foto Kompas com

ARB INdonesia – Pendaftaran seleksi CPNS 2019 akan dibuka esok hari, Senin (11/11/2019). Proses pendaftaran ini dilakukan secara daring (online) melalui situs https://sscasn. bkn.go.id/

Bagaimana pendaftaran tersebut dilakukan?

Pertama, sebelum melakukan pendaftaran, calon peserta harus terlebih dahulu menyiapkan dokumen dan persyaratan.

Adapun dokumen-dokumen yang perlu disiapkan sebelum melakukan pendaftaran di portal SSCASN antara lain adalah:
1. Pas Foto berwarna berlatarbelakang merah
2. Swafoto dengan Kartu Identitas dan Kartu Informasi Akun
3. KTP/Surat Keterangan Kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
4. Ijazah
5.Transkrip nilai
6. Surat lamaran
7. Dokumen pendukung lainnya yang dipersyaratkan sesuai instansi yang diminati.

loading…



Tata cara pendaftaran di laman SSCASN

Alur pendaftaran seleksi CPNS 2019 dimulai di laman http://sscasn.bkn.go.id/ dengan validasi data kependudukan. Berikut alurnya:

1. Pelamar membuat akun pada laman SSCASN BKN dengan cara:
– Mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepala keluarga pada Kartu Keluarga (KK)
– Melengkapi biodata dan kolom isian lainnya
– Mengunggah pasfoto dengan latar belakang warnah merah ukuran 4×6 dalam format JPG
– Mencetak Kartu Informasi Akun

2. Pelamar melakukan log in ke https://sscasn.bkn.go.id dengan menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan

3. Pelamar mengunggah swafoto dengan Kartu Identitas dan Kartu Informasi Akun untuk dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya

4. Pelamar melengkapi data diri

5. Pelamar memilih instansi yang akan didaftari dengan memilih jenis formasi, jabatan sesuai kualifikasi pendidikan, lokasi formasi, lokasi tes, serta data lain yang harus dilengkapi

6. Pelamar mengunggah dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam instansi dan formasi yang dipilih

7. Pelamar memastikan bahwa dokumen yang diunggah dapat terbaca. Kesalahan dalam pengunggahan dokumen dapat mengakibatkan pelamar tidak lulus seleksi administrasi

8. Pelamar menyimpan data yang telah diperiksa pada “Form Resume” dan memastikan bahwa data tersebut telah terisi secara lengkap dan benar

9. Pelamar mencetak Kartu Pendaftaran SSCASN 2019 untuk digunakan sebagai bukti telah menyelesaikan proses pendaftaran.

Untuk detail jadwal pelaksanaan maupun perubahan-perubahan yang mungkin terjadi selama proses seleksi CPNS 2019 disampaikan oleh masing-masing instansi.

Sementara, pengumuman kelulusan dari seleksi administrasi didasarkan pada hasil verifikasi dokumen yang telah diunggah ke laman SSCASN. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan diumumkan oleh panitia melalui laman instansi yang didaftar dan https://sscasn.bkn.go.id/

Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi kemudian wajib mencetak kartu peserta ujian dari laman https://sscasn.bkn.go.id/

Masalah yang mungkin ditemui saat pendaftaran

Menjelang pendaftaran online seleksi CPNS 2019, BKN pun telah menerima sejumlah pertanyaan melalui portal LAPOR BKN.

Salah satu pertanyaan yang paling banyak adalah terkait persyaratan KTP.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com (4/11/2019), Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyampaikan bahwa calon pelamar yang belum mendapatkan KTP asli, diperbolehkan melampirkan KTP sementara atau yang sering disebut surat keterangan (suket).

Kemudian, terkait swafoto yang dipersyaratkan, ada ketentuan-ketentuan yang perlu diperhatikan.

Menurut Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara Mohammad ridwan, ketentuan swafoto masih sama seperti tahun lalu, yaitu yang terpenting terlihat muka, KTP, dan Kartu Informasi Akun.

Tahun lalu, swafoto yang diunggah berukuran maksimal 200 kb dengan format .jpeg atau .jpg

Melansir dari buku petunjuk teknis pendaftaran CPNS pada portal SSCN tahun lalu, berikut ketentuan fotonya:

1. Swafoto (selfie) dengan memegang KTP dan Kartu Informasi Akun dengan posisi melebar atau landscape

2. Apabila pelamar lupa belum mencetak Kartu Informasi Akun, maka pelamar dapat mencetak ulang dengan mengklik tombol “Cetak Ulang Kartu Informasi Akun”

Sumber Kompas com

  • https://www.kompas.com/tren/read/2019/11/10/190000565/siap-daftar-cpns-2019-besok-ini-dokumen-syarat-dan-cara-bikin-akun?page=all



Angin Panas Pembuangan AC Ternyata Bisa Dijadikan Energi Listrik

Mahasiswa Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) menunjukkan prestasinya di kancah Internasional. Foto/SINDONews/Ali Masduki

loading…



ARB INdonesia, SURABAYA – Pembuangan AC yang tidak terpakai dan menghasilkan angin panas bisa dijadikan energi listrik. Itu dibuktikan mahasiswa Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya).

Mahasiswa cerdik itu terdiri dari Monica Deta Elysia Roosmadhy, Harda Grahita, Michelle Grace Firensen, Cindi Friskila Andreline dan Xaverio Anggara Nugroho. Melalui karya tugas akhirnya, mereka menciptakan fluithers sebagai alat penghasil listrik.

Fluithers merupakan singkatan dari fluid and thermal energy resource system. Yakni sebuah alat penghasil listrik dari energi terbuang air conditioner (AC) menjadi energi terbarukan yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Monica mengatakan, pembuatan fluithers berangkat dari ketertarikannya pada energi. Berawal dari hal yang sederhana dengan memperhatikan sisi pembuangan AC yang tidak terpakai dan menghasilkan angin panas. Dirinya berpikir bahwa panas atau energi kalor dan angin yang memiliki energi kinetik dapat diubah menjadi energi listrik.

“Saya melihat kebutuhan masyarakat sungguh besar pada energi listrik, namun saat ini fosil sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik telah mencapai batasnya. Kemudian saya muncul ide untuk mengubah angin panas yang terbuang pada AC menjadi listrik sehingga bisa digunakan kembali oleh masyarakat,”katanya.

Pembuatan konsep dan proses merancang alat dilakukan oleh Monica dimulai pada bulan Agustus. Selama kurang lebih tiga bulan dalam merancang alat, mahasiswi yang gemar kuliner ini mengaku sering menemui tantangan dan kendala saat pembuatan alat khususnya dalam mencari baling-baling yang pas sesuai kecepatan angin dalam menghasilkan listrik.

“Cari baling-baling itu susah karena jenisnya beragam. Kemudian saya mencari jenis baling-baling yang bisa memutar cepat sesuai kecepatan angin 7,59 m/s. Akhirnya saya menggunakan baling-baling horizontal. Kesulitan yang lain ketika mengetahui bahwa angin outdoor AC itu tidak bulat dan hanya berada dipinggir. Jadi saya harus berpikir bagaimana cara menangkap energinya sehingga nanti bisa menjadi listrik,” ungkap mahasiswi 21 tahun ini.

Berkat karya inovasinya itu, Monica bersama timnya berhasil menorehkan prestasi di kancah Internasional dengan meraih Silver Award kategori Higher Institution Students (Science, Engineering & Technology) dalam ajang ‘International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 2/2019, pada 2 November 2019 di Palace of The Golden Horses, Malaysia.

Mereka pulang tersenyum dengan membawa pulang piala, sertifikat, dan sejumlah uang. Mereka akan menyempurnakan dan mengembangkan Fluithers agar menjadi alat penghasil listrik yang baik untuk digunakan oleh masyarakat luas.

“Senang dan bangga ide saya bisa diapresiasi di tingkat Internasional. Ini artinya Fluithers memiliki nilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat,”ujarnya.

Mahasiswi semester tujuh ini berharap, nantinya Fluithers bisa diperjual belikan dan menjadi alat wajib bagi orang-orang yang memiliki AC. “Semoga dengan hadirnya Fluithers maka masyarakat juga dapat menghemat biaya listrik dan energi rumah tangga,”ucapnya.

Dosen Pembimbing sekaligus Dosen Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Ubaya, Herman Susanto menjelaskan, bahwa pembuatan Fluithers berfokus pada penggunaan wind turbine dan termoelektrik dalam menghasilkan energi listrik. Wind turbine digunakan untuk mengubah angin menjadi energi listrik. Sedangkan termoelektrik untuk mengubah panas menjadi energi listrik.

“Output energi bisa langsung diaplikasikan pada lampu atau alat listrik yang lain. Keunggulannya yang lain adalah alat ini bisa menyimpan energi pada baterai. Jadi desain yang kami buat capable untuk langsung digunakan atau disimpan,” pungkas Herman.

Sumber Sindonewscom




Baca di Sini! Kisi-kisi Soal Ujian CPNS 2019

Foto: Suana tes CPNS/Foto: dok. Humas PBSI

ARB INdonesia, JAKARTA – Pendaftaran CPNS akan dibuka mulai akhir Oktober 2019. Usai mendaftar pelamar akan melalui ujian seleksi CPNS.

Dalam tes ini, pelamar akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Nah, apa saja ya kisi-kisinya?

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan menyatakan bahwa tes SKD CPNS 2019 tidak akan jauh berbeda seperti di tahun sebelumnya.

Dia menyatakan 80% kemungkinan tes akan sama modelnya. Mulai dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Materinya nggak beda ya seperti TIU, TWK, TKP itu kisi-kisinya ada pas pengumuman Pak MenPAN-RB nanti. Kira-kira sih 80% nggak akan beda ya sama saja,” terang Ridwan kepada detikcom, Sabtu (19/10/2019).

Selain itu, menurut Ridwan, akan ada soal tentang pencegahan radikalisme akan muncul dalam tes tahun ini. Soal ini tidak muncul dalam tes tahun lalu.

“Mungkin nanti soal radikalisme masuk di sana, tahun lalu kan belum ada. Karena ini perlu, karena kan beberapa teman kami PNS ada yang terpapar radikalisme, mungkin itu bisa masuk,” kata Ridwan.

Dia juga mengingatkan bahwa tes TKP sempat bikin pusing para peserta seleksi CPNS di 2018. Oleh sebab itu Pendaftar diminta betul-betul mempersiapkan diri untuk soal tersebut.

“Mungkin juga harus diperhatikan, pada tahun 2018 itu TKP soal karakteristik pribadi banyak yang bermasalah. Mungkin itu yang mesti dipersiapkan sebaik-baiknya, dua tes ini sangat tricky,” kata Ridwan.

Sebagai informasi, Tes Intelegensia Umum (TIU) diujikan untuk mengukur seberapa cakap CPNS dalam logika, verbal, figural dan analisis, memecahkan masalah dengan inovasi baru.

Kemudian, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam SKD akan menguji pemahaman akan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, nasionalisme, hingga bahasa Indonesia.

Selanjutnya, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) berisi tentang sosial budaya, pelayanan publik, kreativitas dan inovasi, profesionalisme, jejaring kerja.

Sumber Detik. com




UAS Mengundurkan Diri dari PNS Kampus UIN Sultan Syarif Kasim

Foto: Ustaz Abdul Somad (Antara Foto/Syifa Yulinnas)

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kabar mengejutkan datang dari Ustaz Abdul Somad Batubara (UAS). Ustaz kondang ini mengundurkan diri sebagai PNS Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Pekanbaru.

“Iya benar, UAS mengundurkan diri sebagai tenaga pengajar sebagai PNS di Kampus UIN. Iya ini ada surat resminya,” kata Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan Keuangan dan Kepegawaian UIN Suska Pekanbaru, Prod DR Ahmad Supardi MA, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (15/10/2019).

Ahmad tidak bisa menyebutkan secara pasti kapan surat pengunduran diri UAS tersebut. Namun yang pasti surat pengunduran diri ustaz yang sedang berkuliah S3 di Sudan ini sudah diterima Rektorat UIN Pekanbaru.

“Saya lupa tanggal berapa surat pengundurannya. Tapi beberapa waktu yang lalu lah.Saya lagi di Bogor ini,” kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan, surat pengunduran diri UAS masih diproses di pihak rektorat. Nantinya jika sudah selesai, akan dilaporkan ke Kemenag.

“Belum (Kemenag). Inikan sedang kita proses sekarang, iya (masih) di internalnya UIN,” kata Ahmad.

Sumber Detik. com