Jilid 6, Seminar Online Kovid Psikologi Kolaborasikan Guru Besar dari UGM dan UIN Riau serta Ekonom Milenial

ARBindonesia.com – Seminar online Jilid 6, Komunitas Virtual Dengan Psikologi (Kovid Psikologi) hadirkan pemateri dengan mengkolaborasikan dua orang Guru Besar dari UIN SUSKA Riau dan Universitas Gajah Mada dengan Ekonom Milenial.


Dalam seminar yang digelar pada Jum’at (15/5/2020) diikuti oleh 278 peserta dari seluruh Indonesia, degan mengangkat tema tentang ‘Ketahanan Keluarga dan Antisipasi Efek The New Normal.


Tema ini dibahas melalui dua perspektif keilmuan yaitu Psikologi dan Ekonomi.


Menurut keterangan dari Cahaya Makbul selaku koordinator kegiatan menyebutkan, pelaksana sengaja mendatangkan dua Guru Besar dibidang Psikologi dan seorang Ekonom millenial untuk membahas tuntas tentang tema tersebut.


Dua guru besar itu adalah Prof.Dr.Khairunnas Rajab M.Ag  Guru Besar Psikologi Agama sekaligus Dekan Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau.


Guru Besar Psikologi Keluarga Universitas Gajah Mada, Prof.Dr.Tina Afiatin,M.Si, Psikolog.


Sedangkan Ekonom millenialnya adalah Bhima Yudhistira Abdinegara, M.Sc seorang peneliti di INDEF yang mana wajahnya sudah tak asing lagi dalam diskusi-diskusi ekonomi di TV Swasta Nasional.


“Dalam seminar kali ini memang ada kolaborasi yang apik. Pertama Kolaborasi dua keilmuan yaitu psikologi dan ekonomi, yang kedua kolaborasi dua generasi yaitu X dan millenial,” terang Cahaya Makbul.


Bima Yudhistira seorang  milenial yang concern terhadap ekonomi, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa tidak semua keluarga mampu bertahan khususnya menghadapi krisis pangan.


“Jadi saya sarankan jangan berharap pada bantuan pemerintah, rakyat harus bantu rakyat, ciptakan dapur umum sebagai bentuk solidaritas pangan,” katanya.


Bhima juga menjelaskan Efek negatif dari New Normal Sektor Ritel dan pusat perbelanjaan akan berkurang drastis pengunjungnya.


Sementara efek positifnya muncul profesi baru tanpa kantor, remote working menjadi suatu keniscayaan.
Sektor kesehatan akan booming dalam jangka panjang.


“Solusinya pangkas anggaran, batalkan pemindahan ibu kota baru, realokasi seluruh proyek infrastruktur untuk stimulus, potong gaji pejabat negara dan anggota DPR,” papar Ekomon Milenial, Bima Yudhistira.


Sementara itu, Prof.Dr.Tina Afiatin mengatakan bahwa pandemi Covid-19 selain memberikan tantangan baru bagi keluarga, juga memberikan kesempatan bagi keluarga untuk belajar meningkatkan ketahanan psikologis di era digital ini melalui Literasi Media Digital, Mediasi Orang Tua, Penguatan Keluarga, dan Adaptasi terhadap Kenormalan Baru.


“Kita belum tahu kapan Pandemi Covid-19 ini akan berakhir sehingga diperlukan kemampuan adaptasi agar bisa menjalani hidup dengan sejahtera,” ungkap Guru Besar UGM.


Selain itu, Prof.Dr. Khairunnas Rajab menambahkan dalam kondisi The New Normal seperti ini diperlukan family strength yang mampu menguatkan didalam keluarga.


Family strength itu meliput keuletan, ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri,” tutur Guru Besar Psikologi Agama.


Sementara disisi lain, Mulkismawati Safar selaku moderator pada seminar tersebut mengatakan bahwa kolaborasi yang luar biasa ini memang mendatangkan antusias tersendiri dari para peserta seminar.


“Hal itu terlihat pada banyaknya peserta seminar yang tergabung di zoom dan live streaming youtube untuk
mengajukan berbagai pertanyaan kepada ketiga narasumber,” imbuhnya.


Tambahnya, dalam seminar kali ini ada give away. Bagi
Dua orang peserta dengan pertanyaan terbaik akan dapat satu buah buku. Penaya terbaik ditentukan oleh narasumber.


“Dua peserta yang beruntungn itu adalah Lisa Ariani dari Surabaya dan Marisa Handayani dari Tembilahan-Inhil-Riau,” kata Mulkismawati Safar. (CM/ARB)


Editor Arbain




Wow! Jubir Presiden RI jadi Pemateri di Seminar Online Kovid Psikologi UIN Suska Riau

ARBindonesia.com – Komunitas Virtual dengan Psikologi (Kovid Psikologi) menaja Seminar Online Nasional jilid V. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Mei 2020 itu masih mengusung tema seputar Covid 19.


“Tema yang diangkatkan pada seminar kali ini adalah Meningkatkan Iman, Imun dan Aman dalam Menghadapi Covid 19,” ungkap Cahaya Makbul selaku koordinator acara, Senin (11/5/2020).


Selanjutnya Humas Kovid Psikologi, Mulkismawati menjelaskan bahwa seminar jilid V ini menghadirkan tiga pemateri sekaligus.


“Ketiga pemateri tersebut adalah Dekan Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau Prof.Dr.Khairunnas Rajab,M.Ag, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Riau dr.Zul Asdi,SpB,M.Kes dan Juru Bicara Kepresidenan Republik Indonesia Dr. Ir.H. Fadjroel Rahman,MH,” jelasnya.


Sesuai dengan tema yang diangkat, ketiga pemateri memberikan materi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.


Prof Dr.Khairunnas Rajab sebagai seorang Psikoterapist Islam menerangkan tentang peran iman sebagai sumber terapi spritual dalam menghadapi covid 19.


“Iman dan taqwa adalah sumber kekuatan yang ikut membantu menguatkan imun,” terangnya.


Di sisi lain, sebagai seorang Tenaga Medis, dr. Zul Asdi  menjelaskan bagaimana pentingnya meningkatkan imun di tengah wabah covid 19.


“Menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat adalah kunci menjaga imun,” katanya.


Yang paling ditunggu oleh peserta seminar adalah pemaparan dari bung Fadjroel Rahman sebagai perwakilan pemerintah Indonesia yang menjelaskan tentang kebijakan dan strategi pemerintah Indonesia dalam menghadapi covid 19.


“Presiden melalui Kabinet Indonesia Maju memang memprioritas masalah kesehatan. Dibentuknya Satuan Gugus dari pusat sampai daerah merupakan bentuk nyata kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid 19,” ungkap Fajdroel Rahman.


Hal yang menarik dari seminar online kali ini adalah kehadiran sang jubir yang dengan kepiawaiannya memberikan materi serta karakternya yang semangat dan low profile membuat suasana saat diskusi menjadi lebih hidup.


Para pemateri juga saling sapa dan berinteraksi layaknya bukan dalam pertemuan virtual. Peserta yang membludak membuat panitia berinisiatif menayangkan secara live di youtube channelnya Kovid Psikologi.


Seminar yang dimoderatori oleh Ulfa Rima Ramadanti, mahasiswi magister psikologi UIN SUSKA ini berlangsung selama 2 jam 30 Menit.


“Saya sangat senang mengikuti seminar yang ditaja oleh Kovid Psikologi ini karena materinya kekinian dan pematerinya memang orang-orang yang ahli di bidangnya. Ini bukan kali pertama saya ikut,” ucap Marlen Angela Daek, salah seorang peserta seminar dari Kupang.


Dekan Fakultas Psikologi UIN-SUSKA dan Ka Prodi Magister Psikologi UIN SUSKA Riau memberikan apresiasi kepada tim Kovid Psikologi.


“Kini Kovid Psikologi semakin diminati dan menjadi perhatian publik. Setelah menghadirkan beberapa pakar dan menyelesaikan 5 sesi seminar Nasional online, bahkan dilirik oleh media lain yg ingin ikut terlibat mempublish juga, seperti ARB INdonesia.com. Kami berharap Kovid Psikologi kiranya dapat menjadikan psikologi semakin gemilang. Terima kasih Tim Kovid Psikologi, karena telah mengharumkan nama Fakultas Psikologi,” ungkap Dekan Fakultas Psikologi UIN Suska Riau tersebut.


Beberapa catatan penting dari seminar tersebut adalah perlunya sinerginitas antara kekuatan spritual yang akan berefek pada imunitas seseorang dalam menghadapi wabah covid 19 ini.


Pelaksanaannya secara menyeluruh harus ditopang oleh kebijakan yang cepat dan tepat dari pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam memberikan rasa aman pada seluruh rakyatnya. Kerjasama yang bersinergi antara semua pihak semoga bisa membuat Indonesia segera aman dari Covid 19. (MS).


Editor Arb




Video Aksi Rayakan Kelulusan Viral, Belasan Pelajar SMAN 1 Kunto Darussalam Minta Maaf

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Setelah video merayakan kelulusan viral dijejaringan sosial, belasan pelajar SMA Negeri 1 Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) – Riau, akhirnya mengaku bersalah dan meminta maaf.


Sebelumnya, belasan Pelajar SMA ini mendadak viral di media sosial (medsos) kerena postingan sejumlah foto dan video yang memperlihatkan para Pelajar SMA yang bertingkah tak seronok saat merayakan kelulusan.


Dalam aksinya, terlihat tiga orang siswi yang nekat melakukan aksi photo berpelukan dengan lawan jenis usai merayakan kelulusannya yang diumumkan pada Sabtu (2/5/2020) sore.



Foto dan video itu diperkirakan diunggah pada akhir pekan lalu usai pengumuman kelulusan para pelajar sekolah.


Sedikitnya terdapat tiga photo dan satu video yang menyebar di media sosial, baik itu Instagram, Twitter hingga menyebar kesejumlah WhatsApp.


Video amatir yang diunggah di salah satu story akun Instagram @hayatunjumainii berdurasi sekitar 44 detik tersebut memperlihatkan seorang siswi dengan berpakaian seragam rok mini warna abu-abu, bergambar dibagian pantat yang mirip seperti alat kelamin pria.


Tak hanya itu, dalam video itu juga terlihat aksi teriak-teriak seraya mengajak semua teman-temannya untuk mencorat-coret seragang sekolah tersebut.


Selain itu, dia juga mengunggah photo bersama dengan seorang siswa SMA yang pakaiannya dicoret dan digambar wanita tanpa busana.


Kata-kata yang ditulis serta video yang diunggahnya itu beredar mengundang banyak perhatian masyarakat dan netizen.


Bahkan, tulisan dan Video Hayatun Jumaini itu sudah dibagikan hingga ribuan kali oleh netizen di Facebook.


Dalam unggahannya mengatakan, mengajak sebagian anak pelajar yang baru lulus itu untuk bergoyang dan menikmati kelulusan mereka. Bahkan saat Hayatun Jumaini memanggil seorang siswi untuk bergoyang bernada kotor “Hei sinilah, taik kau,” sambil menenggak teh botol.


Perilakunya itu, mendapat berbagai tanggapan dari kalangan masyarakat dalam dan luar daerah khususnya para netizen di Facebook.


PLT Kadisdik Provinsi Riau : Pengumuman Kelulusan Melalui Online dan Diumumkan Malam Hari


Atas peristiwa itu, PLT Kadisdik Provinsi Riau, Kaharudin saat dikonfirmasi via selulernya Senin (4/5/2020) malam, ia mengaku telah mengetahui soal kejadian tersebut dan sangat menyayangkan aksi siswa tersebut.


“Saya juga sudah dapat informasi soal kejadian itu viral di media sosial,” katanya.


Menurutnya, kelulusan siswa sengaja diumumkan pada Sabtu (2/5/2020) malam guna untuk mengantisipasi siswa melakukan perayaan, seperti konvoi, coret baju dan sebagainya.


“Kelulusan kita umumkan lewat online malam hari. Supaya tidak ada siswa yang merayakan, karena dilarang, dan sekarang kan juga ada wabah virus corona,” kata Kaharudin.


Namun, perayaan kelulusan dilakukan siswa pada esok paginya, Minggu (3/5/2020).


“Perayaan kelulusan tidak dilakukan oleh semua siswa, tapi hanya ada beberapa orang dengan melakukan konvoi di jalan sekitar Kecamatan Kunto Darussalam,” sebutnya.


Setalah Viral Siswa Minta Maaf


Setelah sempat viral di berbagai medsos, akhirnya pelaku yang telah melakukan aksi corat-coret di kelulusan SMA tersebut meminta maaf kepada semua pihak yang telah dirugikan dalam video yang diunggahnya dengan berdurasi 57 detik.


“Kami sendiri yang telah melanggar aturan sekolah, sebenarnya pihak sekolah tidak membenarkan hal itu (aksi corat-coret_red), tapi kami sendiri membuat hal tersebut menjadi salah,” terangnya.


“Kami mohon maaf kepada semua pihak yang telah dirugikan. Buat netizen, pihak sekolah, pihak Dinas Pendidikan, kami mohon maaf,” tutupnya yang didampingi oleh dua orang rekannya.


Reporter Faidar
Editor Arb




Mengenai Video Aksi Kelulusan SMAN 1 Kunto Darussalam, ini Kata Dewan Pendidikan Riau

Foto : Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Ir H. Fendri Jaswir, MP


ARBindonesia.com, ROKANHULU – Mengenai viralnya video aksi kelulusan siswa SMA Negeri 1 Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Ir H. Fendri Jaswir, MP  prihatin atas kejadian tersebut.


Sebab didalam video yang beredar, terlihat sekelompok siswa SMA tersebut tengah merayakan kelulusan dengan hura-hura serta berpenampilan seronok, Sabtu (2/5/2020).


Dengan adanya kejadian itu, Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Ir H. Fendri Jaswir, MP mengaku prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut, Senin (4 /5/2020).


Apalagi dalam suasana bulan Suci Ramadhan dan ditengah merebaknya pandemi Covid-19.  Hal itu tidak menggambarkan sikap, perilaku, etika dan moral seorang siswa yang sedang menjalani pendidikan.


“Tindakan oknum siswa tersebut yang sudah melampaui batas-batas etika dan moral yang diajarkan di sekolah,” harapnya.


Selain itu, Ir H. Fendri juga menyampaikan bahwa pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian ini.


Sebab, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau sudah mengingatkan secara tertulis kepada Kepala SMA dan SMK Negeri, agar dalam pengumuman kelulusan menghindari kontak langsung, kerumunan siswa, dan coret-coret pakaian serta hura-hura siswa.


“Karena itu, pengumuman dilakukan malam hari pukul 21.00 WIB melalui website sekolah,” paparnya.


Menurutnya, peristiwa yang terjadi di SMAN 1 Kunto Darussalam boleh jadi lolos dari kontrol pihak sekolah. Namun seharusnya pihak sekolah sudah bisa mengantisipasinya dari awal.


“Pihak sekolah juga bisa minta bantuan pihak kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya lagi.


Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Provinsi Riau diminta mengambil tindakan terhadap pihak sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku.


“Kepada oknum siswa yang telah membuat ‘keonaran’ dengan melakukan tindakan-tindakan kelewat batas seperti yang telah diakui oleh oknum siswa, perlu diambil tindakan dan sanksi seperti menahan ijazahnya atau tindakan lain sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Ir H. Fendri.


Tambahnya lagi, dari peristiwa ini perlu diresapi bahwa dihujung jenjang pendidikan itu ada tiga hal yang harus dicapai yakni pengetahuan atau kognitif, sikap atau afektif,  dan keterampilan atau psikomotorik.


“Ketiga hal ini harus seimbang, bahkan sikap atau moral seharusnya lebih banyak diajarkan.  Roh dari pendidikan di Bumi Melayu ini adalah akhlak dan moral,” tandanya.


Karena itu, Pendidikan Agama, PPKn, muatan lokal Budaya Melayu Riau, dan konseling, harus diperkuat dan bersinergi di masa mendatang.


“Kita berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi dimasa mendatang,” harap Anggota Dewan Pendidikan.


Terakhir disampaimannya bahwa pernyataan sikap tersebut sebagai tanggung jawab moral atas terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan di SMAN 1 Kunto Darussalam, Kabupaten Rohul. (*)


Reporter Faidar
Editor Arb




Bertemakan Pendidikan di Masa Pandemi, Kovid Psikologi Kembali Gelar Seminar Online

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Komunitas Virtual Psikologi (Kovid Psikologi) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menggelar kegiatan  seminar online yang bertemakan ‘Pendidikan di Masa Pandemi’, Sabtu (1/5/2020).


Seminar online ini dilaksanakan mengingat salah satu ruang yang juga terdampak dari keadaan pandemi Covid-19 ini adalah pendidikan, yakni dari segi proses pembelajaran dengan diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan  Studying From Home ( SFH).


Diberlakukannya SFH (Belajar dari Rumah) tentunya mendatangkan berbagai konsekuensi dan pengaruh terhadap perserta didik itu sendiri.


Maka peran serta orang tua dalam mendampingi putra/putrinya sangat diutamakan pada pembelajaran menggunakan media seperti internet.


Namun keterlibatan orang tua secara intensif dalam memantau dan mendampingi anak-anak belajar di rumah dalam waktu yang cukup lama adalah kegiatan yang tidak biasa bagi sebagian orang.


Karenanya butuh perencanaan dan keterampilan khusus, apalagi bagi orang tua yang juga sedang menjalani Working From Home (WFH). Ini merupakan tantangan tersendiri dalam mendampingi anak-anak belajar di rumah.


Kondisi anak-anak yang biasanya belajar di sekolah sekarang dialihkan dirumah dengan metode dan strategi yang berbeda juga tak terlepas dari berbagai persoalan.


Pastinya semuanya terlibat dan berpengaruh baik sadar maupun tidak di kalangan pendidik maupun peserta didik.


Dikataka juru bicara tim Komunitas Virtual Psikologi (Kovid Psikologi), Cahya Maqbul, oleh karena itu jelang memperingati Hari Pendidikan Nasional, Kovid Psikologi kembali mengadakan seminar dengan basis dalam jaringan (online) kepada khalayak untuk membicarakan dan bersama menemukan solusi yang efektif bagi guru maupun siswa tentang sistem PJJ dan SFH ini, Jum’at (1/5/2020).


“Dengan turut mengajak dari kalangan guru, akademisi, juga dosen, acara virtual ini dilaksanakan dengan media salah satu aplikasi virtual meeting serta dikoneksikan secara streaming melalui platform media sosial,” tutur Cahaya Makbul.


Lanjutnya, lebih dari 100 peserta hadir dalam Seminar tersebut yang menghadirkan narasumber, Hamid Muhammad, M.Sc, Ph.D (PLT Dirjen PAUD Dikdasmen Kemdikbud) dan Dr. Vivik Shofiah, M.Si (Kaprodi Magister Psikologi UIN SUSKA Riau) yang mempersoalkan: Pendidikan di masa Pandemi, Problematika dan Solusinya (Perspektif Psikologi dan Kebijakan Publik).


Tidak ada yang memilih untuk mendapatkan keadaan pelik seperti ini, termasuk juga dampaknya. Segala konsekuensi dari keadaan yang kita dapati tidak menjadikan diri kita berputus asa. Begitulah kesimpulan singkat yang bisa dipetik dari pembicaraan virtual itu.


Anggapan-anggapan pesimistik bagi dari kalangan akademisi yang juga tak urung mendapatkan posisi kerja yang semestinya justru menjadikan orang tersebut sebenar-benarnya ‘pengangguran’, yakni tanpa adanya kegiatan produktif lainnya yang bisa menumbuh kembangkan diri layaknya manusia (bisa dengan membaca, menulis, membantu mengurus rumah, dan sebagainya)


“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga negeri ini melahirkan begitu banyak manusia yang intelek, bukan melahirkan intelek yang mengaku-ngaku manusia. Daya juang untuk mewujudkan itu ada pada hari ini dan selamanya,” ucap alumni S1 Psikologi UIN Suska Riau, Cahaya Makbul. (CM)


Editor Arb




Guru Honorer Minta Dukungan PGRI agar NIP PPPK Segera Terbit

Para Pengurus DPD Forum Honorer Non Kategori 2 PGHRI bersama Ketua PGRI Jateng Muhdi. Foto: Forum Honorer for JPNN.com

ARB INdonesia, JAKARTA – Guru honorer non-K2 meminta dukungan PGRI agar NIP PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap I segera diterbitkan. Selain itu mereka juga meminta agar segera ada rekrutmen PPPK tahap II untuk guru honorer non-K2 serta tenaga kependidikan.

“Kami sudah menyampaikan secara resmi kepada ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah tentang hasil RDPU PGHRI (Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia)) dengani Komisi X DPR RI pada 28 Januari 2020,” kata Ketua DPD Forum Honorer Non Kategori Indonesia Komnas PGHRI Aenurrofiq Abdiwibowo kepada JPNN.com, Minggu (22/3).


Selain itu, disampaikan juga permohonan bimbingan, fasilitasi dan advokasi kepada PGRI provinsi untuk menjadi program kerja PGRI di tingkat daerah, provinsi dan pusat. Di samping memfasilitasi tindak lanjut pengawalan hasil RDPU PGHRI dengan Komisi X DPR RI kepada Komisi X DPR RI,  Gubenur Jawa Tengah, Ketua Umum PB PGRI dan Presiden RI.

“Kami minta dukungan agar segera ditetapkan NIP bagi yang lolos seleksi PPPK tahap I serta regulasi rekruitmen PPPK tahap II untuk memberi kesempatan bagi honorer nonkategori pendidik dan tenaga kependidikan berdasar Dapodik Kemendikbud dan naskah akademis kajian PP 49 Tahun 2018 pada 2020-2024,” terangnya.


Aenurrofiq yang juga wakil ketua umum DPP Forum Honorer Non Kategori 2 Indonesia Komnas PGHRI menambahkan pihaknya berharap selama masa tunggu pemerintah diharapkan menerbitkan regulasi Kemendikbud serta kementerian terkait agar honorer mendapatkan hak layak upah atau adanya standarisasi upah. Juga kemudahan mengikuti PPG (pendidikan profesi guru) dan program pemerintah lainnya.


Permintaan lainnya adalah pelaksanaan juknis BOS 50% untuk honorer agar di tiap kabupaten memaksimalkan juknis tersebut.

“Alhamdulillah laporan kami direspon baik oleh Ketua PGRI Jateng yang tidak lelah dan tidak bosan menerima dan memperjuangkan honorer K2 dan nonkategori agar mendapatkan kesejahteraan dan legalitas bisa mengikuti rekruitmen PPPK tahap 2 dan selanjutnya,” ucapnya.


PGRI adalah rumah bagi guru baik itu PNS maupun non PNS. Bahkan sudah menjadi program kerja PGRI untuk memperjuangkan guru (PNS dan non PNS Guru serta tenaga kependidikan).


PGRI meminta seluruh honorer agar mengikuti perkembangan dan menjadi guru penggerak di sekolah. Ini sebagai bukti honorer berkualitas dan kapabel sehingga layak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah.


“PGRI juga mengimbau serta mempersiapkan diri bilamana dibuka kembali rekruitmen PPPK Tahap 2 semua honorer sudah siap mengikuti tes dan memenuhi persyaratan dari pemerintah. PGRI akan membantu mengomunikasikan kepada PGRI kabupaten agar tiap kabupaten bisa memaksimalkan upah honorer sesuai juknis BOS,” tandasnya.

Sumber JPNN.com