Sempat Dikeluarkan, Kini Sulaiman Kembali Berstatus Siswa di SMAN 1 Tembilahan Hulu

Pertemuan Khusus di SMAN 1 Tembilahan Hulu terkait pemindahan Sulaiman, foto arb


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sulaiman salah siswa SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu (SMA Sahul) yang sempat dikeluarkan dari sekolah dengan status ‘pindah sekolah’, kini ia dinyatakan kembali sabagai siswa disekolah tersebut.


Kembalinya Sulaiman sebagai peserta didik di sekolah tersebut, merupakan hasil usulan yang disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Komisi Pendidikan Inhil, Kapolsek Tembilahan Hulu yang meminta agar pihak sekolah membatalkan pemindahan Sulaiman.


Sebelum memutuskan atas usulan tersebut, pihak SMAN 1 Tembilahan Hulu sempat melaksanakan rapat besar antara majelis guru.


“Hasil rapat yang kami laksanakan bersama 38 guru dari 68, kami sepakat untuk menerima Sulaiman untuk belajar kembali di sekolah SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu ini,” kata Farida dalam pertemuan khusus khusus bersama Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Komisi Pendidikan Inhil, Kapolsek Tembilahan Hulu, Lurah Tembilahan Hulu, NGO, dan pihak Keluarga Sulaiman, serta awak media yang digelar di gedung SMAN 1, Jalan Sapta Marga, Tembilahan Hulu, Senin (2/11/2020).


“Kepada anak kami Sulaiman, agar lebih semangat dalam menuntut ilmu serta selalu berkomunikasi dengan pihak sekolah baik itu guru BK ataupun dengan wali kelas,” harapnya.


Klarifikasi atas Pemberitaan Sebelumnya


Sebelum menetapkan kembali Sulaiman sebagai siswa di SMA N 1 Tembilahan Hulu, Faridah juga menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa pihak sekolah telah mengeluarkan siswanya (Sulaiman) secara sepihak karena jarang membuat tugas.


Ia menyebutkan bahwa sanksi yang diberikan kepada anak didiknya tersebut, tidak diberlakukan secara sepihak, akan tetapi melalui proses penilaian panjang, dan merupakan kehendak dari yang bersangkutan.


Selain itu, Faridah juga membantah pernyataan orang tua Sulaiman dalam pemberitaan sebelumnya yang menggunakan kata “dikeluarkan”.


Menurutnya, kalimat yang tepat untuk digunakan adalah dipindahkan atau pindah.


“Pindah itu juga atas kemauan sendiri si anak didik, tidak ada paksaan,”ujar plt Kepsek SMA N 1 Tembilahan Hulu.


Lanjutnya, proses penilaian hingga pemberian sanksi kepada Sulaiman dilakukan dalam rentang waktu yang cukup panjang. Sementara serah terima sebagai Plt Kepsek SMAN 1 Tembilahan Hulu pada 15 september 2020, sedangkan proses penilaian terhadap Sulaiman sudah berjalan sebelum itu.


“Artinya saya hanya mengambil peran dihujungnya. Penilaian sudah berjalan sebelum saya dikukuhkan sebagai plt kepsek,” tegaskan Faridah.


“Itupun saat saya diserahi berkas kepindahan Sulaiman, berulang-ulang kali saya pertanyakan kepada wali kelasnya apakah keputusan tersebut sudah sesuai prosedur, dijawab iya, barulah saya bersedia menandatangani.” paparnya.


“Semua berjalan dengan berproses, jadi pindahnya Sulaiman bukan atas kemauan sepihak dari sekolah,” ungkap Faridah.


Pernyataan Wali Kelas Sulaiman


Sementara itu, wali kelas Sulaiman, Indah Fitriani juga menekankan bahwa “pindah” sekolah adalah pilihan yang diputuskan sendiri oleh Sulaiman.


Proses yang pada akhirnya mengharuskan Sulaiman untuk pindah sekolah merupakan sanksi yang dipilih oleh Sulaiman “jika” ia tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang diberikan kepadanya.


“Surat perjanjian tertulis diatas matrai itu sengaja dibuat untuk menegaskan janji anak didik agar ia patuh, artinya bukan hanya berjanji mulut tapi harus ada hitam dan putihnya,” dijelaskan Indah


“Sanksi pindah sekolah jika tidak memenuhi atas perjanjian itu, Sulaiman sendiri yang pilih, bukan saya,” tambahnya.


Sebelum sampai diakhir proses, Indah menyebutkan Sulaiman sama sekali tidak pernah mengumpulkan tugas secara daring.


Solusinya, Sulaiman diberlakukan pembelajaran luring, dimana tugas-tugas sekolah dijemput dan dalam waktu tertentu dikumpulkan kembali untuk dilakukan penilaian.


Hanya saja menurut Indah, dari 14 mapel, hanya 7 mapel yang selesaiakan dan diantarkan. Dan kealpaan atas ketidaksanggupan menyelesaikan tugas dicantumkan dalam perjanjian, dan sanksinya pilihan Sulaiman adalah pindah sekolah.


“Saya pastikan juga semua sudah sesuai proses. Bukan sekolah mengeluarkan tapi pindah sekolah sesuai sanksi hukuman atas perjanjian yang dipilih sendiri oleh Sulaiman.” paparkannya


Indah menegaskan, sebagai seorang pendidik, dirinya sama sekali tidak pernah membeda-bedakan mana anak didik mampu dengan anak didik tidak mampu. Bukan hanya Sulaiman, ia juga menyebutkan ada anak didiknya yang juga tergolong tidak mampu, orang tuanya hanyalah seorang pemulung.


“Namun ia mampu menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan sekolah. Ia patuh menuntaskan semua tugas-tugas mapel yang diberikan,” dicontohkan Indah.


“Jika ada masalah, ia dengan berbagai cara mempertanyakan kepada saya, tidak halnya dengan Sulaiman, saya tidaklah mungkin mengetahui kondisi secara pasti anak didik saya yang cukup banyak satu persatu jika tidak diberitahukan oleh si anak,” tutupnya.


Pernyataan Orang Tua Sulaiman


Sebelumnya dalam pertemuan itu juga, Ibunda Sulaiman, Nurhasanah mengaku kaget dengan kata yang masih dipilihnya “dikeluarkan” anaknya dari sekolah.


Ia mengaku memang ada diberikan surat dari wali kelas saat menemuinya disekolah. Hanya saja karena ia menyebut dirinya memang tidak bisa baca tulis, dalam pertemuan itu ia meminta waktu agar surat tersebut dibawa pulang olehnya, namun wali kelas memberikan pena dan meminta ia untuk segera menandatanganinya.


“Saya sempat meminta surat itu untuk saya bawa pulang dulu. Karena saya tidak mengerti, saya tidak bisa baca tulis, tapi saya tetap disodorkan pena dan diminta untuk menandatangani. Terpaksa saya ikuti, tapi itupun dengan hanya memberikan coretan,” papar Nurhasanah.


“Belakangan saya kaget setelah tau bahwa surat itu merupakan surat itu adalah surat pernyataan bahwa saya menerima anak saya untuk dipindahkan,” katanya.


Pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Inhil


Ketua Komisi IV DPRD Inhil Samino menyebutkan bahwa dalam kondisi yang tidak biasa, seperti dimasa pandemi covid-19, khusus untuk bidang pendidikan, Pemerintah saat ini tidak memfokuskan pada capaian prestasi namun yang dituntut hanyalah agar proses pendidikan tetap berjalan, jangan sampai tertinggal sama sekali atau lose class.


Untuk itu dikatakan Samino, saat ini, pihak sekolah harus memastikan proses pembelajaran tetap dapat berjalan sesuai dengan arahan Kementrian Pendidikan, baik melalui sistem pembelajaran daring maupun luring, bukan menekankan pada capaian prestasi.


Dalam kaitannya dengan apa yang dialami, Sulaiman, Samino berpendapat bahwa memindahkan siswa karena kealpaan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah bukanlah solusi terbaik. Kondisi seperti itu diyakininya justru akan dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan anak didik. Jikalau memang harus dipindahkan juga, masalah-masalah baru atas beban fsikologis si-anak diyakini Samino akan menjadi faktor penghambat baru.


“Dalam kondisi biasa saja, memindahkan anak karena sesuatu sebab tertentu harusnya menjadi pilihan terakhir, tidak mudah. Apalagi Negara dalam kondisi yang tidak biasa seperti saat ini. Saran saya, berikan kesempatan lagi kepada Sulaiman untuk mengikuti pendidikan di sekolah ini, agar tidak menimbullkan masalah baru dikemudian hari, khususnya kepada siswanya,” Saran Samino yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Inhil ini


Samino meminta agar apa yang terjadi terhadap Sulaiman cukuplah diakhiri sampai disini, jadikan semua ini sebagai suatu intropeksi bagi lembaga pendidikan karena mendidik memang bukanlah tugas mudah, perlu kesabaran dan niat tulus.


Kepada Sulaiman, Samino juga berpesan agar dapat lebih memotifasi diri untuk menerima transfer ilmu dengan baik yang dimaknai dengan mentaati semua aturan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dari sekolah semampu mungkin.


“Saat ini seluruh peserta UN lulus, anak-anak didik seluruhnya naik kelas. Karena memang kondisinya seperti itu. Tidak ditekankan pada prestasi. Mau atau tidak mau. Yang penting pendidikannya saja harus tetap berjalan. Ini bukan hanya menjadi persoalan Indonesia tapi juga persolan seluruh Dunia.” akhiri Samino. (Arbain)


Sumber detikriau.org




Ketua 'Kompak' Riau Kecam Tindakan Pihak Sekolah SMA N 1 Tbh Hulu yang Memindahkan Siswanya Karna Jarang Kerjakan Tugas

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ketua Komunitas Peduli Anak (Kompak) Provinsi Riau mengecam tindakan yang dilakukan pihak SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu yang memindahkan salah satu siswanya hanya karena jarang mengerjakan tugas Daring (komunikasi virtual yang mengandalkan internet).


Ketua Kompak Provinsi Riau, Maryanto, SH menyatakan, pihaknya langsung mendatangi rumah orangtua, Sulaiman siswa Kelas X IPS I SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu di Jalan Perintis Gang MIN 1 Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, Jum’at (30/10/2020) setelah mendapat informasi dari rekan wartawan mengenai ‘dikeluarkannya’ anak dari kalangan tidak mampu ini dari sekolah tersebut.


“Kami sangat mengecam langkah pihak SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu yang diduga sengaja mengeluarkan siswa bernama Sulaiman dari sekolah, hanya karena jarang mengerjakan tugas via daring,” ungkap pria yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indragiri Hilir, usai mendatangi langsung kediaman siswa ini.


Diceritakannya, setelah bertemu orang tua Sulaiman, diketahui bahwa anaknya memang terkadang tidak mengerjakan tugas sekolah via daring, karena HP merek Asus yang layarnya sudah ‘retak seribu’ juga dipakai bertiga dengan adiknya yang sekolah di MIN dan bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan.


“Anak saya bukan malas pak, tapi HP yang dipakai bertiga bersama suami saya dan adik Sulaiman juga jarang ada paketnya, kami susah pak. Sulaiman saja selalu ikut bapaknya kerja bangunan,” ujar Nurhasanah menceritakan kondisi kehidupan mereka dan kesulitan anaknya belajar via daring ini.


Makanya, Nurhasanah kaget ketika dipanggil pihak sekolah dan diminta menandatangani kertas yang sudah disediakan oleh pihak sekolah, karena tidak paham (karena memang Nurhasanah tidak pandai tulis baca), maka dia hanya mencoret aja di bagian yang harus ditanda tangani.


Ternyata, surat ini surat permohonan pindah dari SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu ke MA Sabilal Muhtadin, surat ini sudah disediakan pihak sekolah tersebut. Padahal, ia tidak pernah minta anaknya pindah dari sekolah ini.


“Saya tidak pernah minta anak saya pindah, saya dipanggil surat coret disini (di bagian tanda tangan, red) kata gurunya, maka saya yang tak paham ini coret lah pak, ” ujarnya.


Diakuinya, selama ini adanya tidak nakal dan melakukan tindakan lain yang merugikan sekolah, maka sedih saja ketika anaknya dinyatakan pindah ke sekolah lain.


“Seharusnya pihak sekolah harus arif dan bijaksana dan menyelidiki penyebab anak tersebut tidak mengerjakan tugas sekolah, tidak boleh asal pindahkan begitu saja, apalagi memang orangtua tidak pernah ingin anaknya pindah sekolah,” cetus pria yang juga sebagai advokat ini.


Tindakan seperti ini merupakan diskriminatif terhadap anak-anak dari kalangan tidak mampu, karena ‘mengeluarkan’ sepihak tanpa melihat secara utuh permasalahan yang dihadapi anak tersebut.


“Diharapkan, permasalahan ini menjadi atensi pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau, karena ini menyangkut rasa keadilan dan kesempatan anak bangsa untuk memperoleh pendidikan yang layak dan masa depan mereka, ” harapnya.


Sampai saat ini, pihak SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut. (*)




Terpilih dalam Mubes IPMKK, ini kata Adepri Maulana

ARBindonesia.com, KAMPAR – Adepri Maulana resmi pimpin Ikatan Pelajar Mahasiswa Kenegerian Kampa (IPMKK) periode 2020/2021, setelah barhasil meraih suara terbanyak dalam Musyawara Besar (Mubes) yang digelar di Aula Kantor Camat Kampa, Kabupaten Kampar, Sabtu (19/9/2020).


Mubes dipimpin oleh Presidium sidang I Fikri Amanah, S.Pt, Presidium sidang II Fadli Rusli, dan presidium sidang III bung Erik. Serta dihadiri puluhan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam IPMKK.


Sah terpilih sebagai ketua IPMKK, Adepri mengatakan nantinya akan berusaha merangkul seluruh pelajar dan mahasiswa di Kenegerian Kampa.


“Sesuai dengan visi dan misi kita, nantinya banyak kegiatan yang akan kita laksanakan seperti kegiatan keagamaan dan juga kebudayaan, sesuai dengan adat di Kenegerian Kampa ini,” tuturnya.


Selain itu, Mahasiswa UIN Suska Pekanbaru ini juga mengajak anggota IPMKK untuk menjaga solidaritas dalam berjalannya roda organisasi.


“Ini amanah yang harus dipertanggung jawabkan, maka untuk kemajuan organisasi ini perlu kerjasama untuk mewujudkan visi misi kita bersama. Mari sama-sama kita bahu membahu dan menjaga kekompakan agar marwah IPMKK tetap terjaga dihadapan masyarakat,” tutup Adepri.


Sementara itu, Camat Kampa yang membuka acara Mubes tersebut, Dedi herman, S.Stp  dalam sambutannya ia berharap IPMKK ini menjadi wadah untuk menampung aspirasi kawan-kawan mahasiswa dan juga dapat memajukan khususnya wilayah di kenegerian kampa.


” Kita berharap agar IPMKK dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan hingga ke desa-desa yang ada di Kenegerian Kampa. harap Camat. (*/Fad)


Editor Arb




Profesor Asal Indonesia Raih Penghargaan Dosen Terbaik dari Universitas di Jerman

Foto Kemenlu


ARBindonesia.com, JERMAN – Salah satu putra bangsa kembali mengharumkan nama Indonesia di bidang pendidikan. Hendro Wicaksono, Profesor asal Indonesia menerima penghargaan Teacher of the Year dari Universitas Jacobs, Jerman (01/09/2020).


Penghargaan ini diberikan oleh Universitas Jacobs kepada dosen yang memiliki prestasi luar biasa dalam proses pembelajaran. Khusus dalam masa pandemi COVID-19, penilaian terhadap dosen juga dilakukan atas proses pembelajaran daring yang dilakukan.


Hendro dinilai berhasil menjadikan metode pembelajaran daring yang secara intrinsik memuaskan dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Ia juga dinilai berhasil memberikan perkuliahan secara persuasif dan mendorong antusiasme tinggi para mahasiswa khususnya pada masa pembelajaran secara virtual.


Dosen dengan gelar lengkap Prof. Dr-Ing Hendro Wicaksono , menyebutkan bahwa di masa pandemi COVID-19 ini, transformasi digital berjalan semakin cepat. Materi pembelajaran di internet pada dasarnya sangat mudah diakses oleh mahasiswa.


“Kita dengan mudah dapat mempelajari konsep-konsep dan teknologi baru lewat internet. Bahkan dengan konsep gamification dan virtual reality, kita dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran dengan menyenangkan. Tanpa ada pertemuan tatap muka dengan dosen, sepertinya semua ilmu yang dibutuhkan bisa kita dapat,” ujar Hendro.


Hendro yang memperoleh gelar Dr. -Ing. di bidang Teknologi Mesin dari Institut Teknologi Karlsruhe, Jerman dinobatkan sebagai Profesor di Universitas Jacobs, Bremen saat ia berusia 38 tahun. Hendro saat ini juga menjabat sebagai Head of Research Group for Intelligent Data Management for Industry 4.0 (INDEED) di kampus ini.


Disamping itu, ia juga sangat aktif di berbagai organisasi, saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Wilayah Khusus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jerman, Koordinator Divisi Pendidikan, Ikatan Ahli Sarjana Indonesia (IASI) Jerman, Anggota Dewan Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman, dan juga merupakan Ketua Komisaris dan co-founder dua startup teknologi di Indonesia, yang bergerak di bidang perlindungan lingkungan dan pelayanan kesehatan digital.


Hasil riset Hendro juga diakui dan digunakan di banyak institusi di Jerman dan Eropa lainnya. Tahun 2013 Hendro mengembangkan sistem untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi berbasis artificial intelligence yang saat ini digunakan di beberapa gedung di Jerman, di Eindhoven Belanda, Sevilla dan Barcelona di Spanyol.


(Sumber: KBRI Berlin)




Kolaborasi Jubir Kepresidenan RI dengan Praktisi Amerika dan Akademisi Malaysia di Webinar Kovid Psikologi

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Setelah sukses melaksanakan 16 kali webinar nasional dengan tema-tema seputar covid 19 dan psikologi, komunitas virtual dengan psikologi (Kovid Psikologi) juga menggelar seminar internasional dengan mendatangkan narasumber dari tiga Negara yaitu Indonesia, Amerika dan Malaysia.


Masing-masing adalah Muhammad Fadjroel Rachman dari Indonesia yang merupakan Jubir Kepresidenan RI, Joan Rebmann Condon seorang psikolog dan praktisi dari Amerika Serikat serta Dr.Rer.Nat, Nurul seorang psikolog dan akademisi dari Malaysia. Yang bertindak sebagai Keynote Speaker pada seminar ini adalah Prof.Khairunnas Rajab yang merupakan dekan Fakultas Psikologi UIN Suska Riau.


Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Agustus 2020 via zoom dan ditayangkan secara live melalui chanel youtube. Webinar kali ini bertemakan Freedom in Pandemic.



Menurut Cahaya Makbul selaku koordinator Kovid Psikologi, tema tentang kebebasan ini sengaja diangkatkan bersempena ulang tahun Republik Indonesia yang ke 75.


“Seperti biasanya, webinar yang ditaja oleh Kovid Psikologi selalu mengkolaborasikan keilmuan psikologi dengan keilmuan lainnya,”imbuhnya.


Kegiatan ini dipandu oleh Mangisi Erlinda, mahasiswi magister Psikologi UIN Suska Riau selaku moderator.


Dalam pemaparannya Prof.Khairunnas Rajab sebagai seorang Psikoterapis Islam menjelaskan bahwa masa pandemi harus dihadapi dengan kekuatan fisik, mental dan spiritual.


“Dalam Islam, ritual wudhu dan membersihkan anggota tubuh menjadi salah satu cara dalam menjaga kebersihan fisik,” paparnya.


“Stabilitas mental dan spiritual juga dibutuhkan untuk meningkatkan immunitas tubuh dalam menghadapi efek Covid-19,” kata Prof Khairunnas Rajab.


Selanjutnya, Joan Rebmann Condon menjelaskan tentang Capacitar Internasional, sebuah lembaga yang memberikan pelatihan kepada grassroot dan pemimpin masyarakat.


Pelatihan tentang trauma healing dan bagaimana tubuh merespons kecemasan dan kekuatiran secara holistik.


“Kesehatan tubuh, pikiran dan spiritual adalah hal yang harus dijaga secara bersamaan karena semuanya saling terkait. Khususnya dalam menghadapi kecemasan dan ketakutan selama masa pandemi,” paparnya.


Selain iti Joan juga membagikan beberapa tehnik Capacitar seperti tehnik pernafasan, self-center, finger hold dan titik akupuntur untuk meningkatkan immunitas tubuh.


Sementara, Dr. Nurul menerangkan tentang tantangan dalam pekerjaan selama masa pandemi.


Yang paling utama adalah kondisi para pekerja di atas produksi. Tantangan yang dihadapi para pekerja semakin beragam di masa bekerja dari rumah.


“Konflik antara pekerjaan dan kesibukan rumah tangga, bagaimana mengatur semangat kerja dan produktivitas serta stress akibat masa karantina yang berkepanjangan adalah persoalan yang banyak muncul di masa pandemi ini,” paparnya.


Di sisi lain, Jubir Kepresidenan RI, Bung Fadroel menjelaskan bahwa Peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 75 pada tahun ini harus di rayakan secara berbeda.


Namun Presiden RI tetap menjalankan visinya yang menginginkan Indonesia menjadi negara yang maju.


“Tahun ini Indonesia masuk kategori middle class income country, dan diharapkan dalam 25 tahun kedepan Indonesia menjadi salah satu negara dengan penghasilan kapita terbesar,” tutur Bung Fadroel


Dalam menyikapi Covid-19, pemerintah telah mempersiapkan banyak dana baik dalam bidang pengobatan, penyuluhan kesehatan dan pembelian/pembuatan vaksin Covid- 19, ungkap Bung Fadroel.


“Vaksin menjadi salah satu prioritas presiden untuk segera mengakhiri pandemi Covid-19. Hal ini terus dilakukan dengan menugaskan menteri BUMN dan menteri luar negeri untuk terus menjalin kerjasama dengan negara-negara yang akan memproduksi vaksin Covid-19 ini,” tutup Jubir Kepresidenan RI.


(Kovid Psikologi/arb)




Audiensi di Diskominfops Inhil, AMI : Sangat Puas Atas Jawaban yang Diberikan

Usai melaksanakan audiensi, AMI dan Pihak Diskominfops Inhil malaksanakan foto bersama dengan simbol Keterbukaan Informasi Publik. Arb


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Audiensi mengenai transparansi APBD di Disnas Komunikasi Informasi dan Persandian Statistik (Diskominfops) Inhil,
Aliansi Mahasiswa Inhil (AMI) mengaku puas atas pemaparan yang diberikan oleh pihak PLT Kadiskominfops, Trio Beni Purta.


Pengakuan tersebut disampaikan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) AMI yang akrab disapa ‘Bung Jepe’ saat diwawancarai usai melaksanakan audiensi, Kamis (27/08/2020) siang, di Kantor Kominfops Inhil.


Dikatakan Korlap Bung Jepe, tujuan dari disuarakannya transparansi APBD pada saat unjuk rasa beberapa waktu lalu di halaman kantor Bupati Inhil, adalah untuk mendapatkan informasi sejauh mana penggunaan anggaran daerah.


“Kami sangat puas atas jawaban yang diberikan, bahkan Kepala Plt Diskominfops Inhil akan mengajak SKPD lain untuk mendeklarasikan apa yang kami suarakan,” ujarnya.


Selain itu ia juga mengatakan bahwa terkait aplikasi INPAS ia mengaku sangat luar biasa dan diluar ekspetasinya.


“Bahkan kami sangat puas sekali dengan aplikasi INPAS yang sebelumnya tidak bisa di Download akhirnya bisa, dan hasilnya sangat memuaskan,” ucap Korlap AMI.


Tak hanya itu, Korlap AMI juga menyatakan bahwa INPAS bisa dikatakan satu-satunya Aplikasi yang terbaik dimiliki Pemerintah Kabupaten Inhil untuk saat ini.


“Kita sangat mengapresiasi hal itu,” tutupnya. (Arb)