Bertemakan Membangun Karakter Bangsa, HIMA Magister PGMI UIN Riau Gelar Webinar Nasional

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Himpunan Mahasiwa Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk kesekian kalinya mengadakan webinar nasional.


Kali ini tema yang diangkat adalah “ Membangun Karakter Bangsa”, webinar nasional ini diadakan pada hari kamis 17 Desember 2020 lalu.


Pada kegiatan Webinar nasional kali ini HIMA PGMI Fakultas Tarbiayah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau menghadirkan narasumber dari negeri tentangga yakni Prof Gamal Abdul Nazir, dosen Universitas Brunai Darussalam.


Tidak hanya itu, HIMA juga menghadirkan narasumber daru Universitas Gajah Mada, Dr Sahilal Arimi, M.Hum, serta dari UIN SUSKA Riau Prof. Amril, M. MA dan Dr. Zulhidah, M.Ag.


Materi yang disampaikan Prof. Gamal adalah “Penguatan Karakter Bangsa Melalui Budaya Melayu”. Ia membahas bagamana karakter atau pembentukan akhlak adalah salah satu tugas atau risalah Nubuwwah Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana yang tertulis didalam Surah Al-Kalam ayat 4 yang artinya “dan sesungguhnya engkau benar benar berbudi pekerti luhur”.


Prof Gamal mengaitkan bahwa kejayaan suatu massa tergantung pada akhlak atau karakter serta budi pekerti bangsa itu sendiri.


“Dimana seorang penyair mesir termasur yakni Ahmad Syauqi Beik mengatakan “Sesungguhnya kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlaknya selagi mereka berakhlak dan berbudi perangai utama. Jjka pada mereka telah hilang akhlaknya, maka jatuhlah umat (bangsa) itu,” imbuh Prof Gamal.


Lanjutnya, kedatangan Islam ke dunia Melayu membawa berkah dan perubahan yang mendasar dalam semua bidang kehidupan Ilmu, Tamaddun, Pendidikan, Ekonomi, Politik (NAQUIB AL-ATTAS).


“Pendidikan Karakter Islami tidak dapat dipisahkan dengan budaya Melayu, karena Kebudayaan Melayu itu masih relevan dijadikan sebagai asas pembentukan karakter Islami dan Pembinaan karakter Islami dalam budaya Melayu yang dinukilkan melalui pantun, gurindam,” papar dosen Universitas Brunai Darussalam.


Maka sangatlah relevan jika kebudayaan melayu dijadikan asas sebgai pembentukan karakter islami.


“Selain itu Islam harus dijadikan sebagai panduan dan pendidik utama kerana tanpa Islam bangsa Melayu akan kehilangan jati diri mereka,” tuturnya.


Selain itu, materi tentang karakter juga disampaikan dosen Universitas Gajah Mada, Dr Sahilal Arimi mengatakan bahwa bahasa merupakan refleksi dari Karakter Bangsa.


Sebagai contoh, ujaran berkarakter dalam Bahasa Indonesia diantaranya “mau ke mana?, Silakan mampir dulu, anggap saja seperti rumah sendiri, dompet saya hilang di jalan, aduh, jari saya terluka, mohon izin ke belakang sebentar, semangat!, Maaf numpang tanya, dan terima kasih sudah repot membantu.


“Hal itu lebih menguatkan bahwa bangsa Indonesia dikenal ramah, santun dan damai (menghindari konflik, non-opposan),” imbuhnya.


Lanjut Dr Sahilal memaparkan, terdapat 4 Cabang Linguistik yang relevan membicarakan karakter adalah :


  1. Linguistik Forensik, cabang ilmu bahasa yang mempelajari hubungan bahasa dan kasus hukum
  2. Pragmatik, cabang ilmu bahasa yang mempelajari maksud penutur berdasarkan konteks
  3. Sosiolinguistik, cabang ilmu bahasa yang mempelajari variasi bahasa berdasarkan struktur masyarakat penuturnya
  4. Linguistik Kognitif, cabang ilmu bahasa yang mempelajari hubungan ekspresi kebahasaan dengan pikiran penuturnya. Lewat bahasa kita menunjukkan identitas, merepresentasikan budaya, membangun bangsa lewat bahasa kita bangga dengan identitas, bangga dengan budaya, dan bangga dengan bangsa kita, indonesia.


“Berdasarkan beberapa hal tersebut, kita harus jujur bahwa PR kita dalam membangun karakter bangsa harus memantapkan dan memperbaiki bahasa, serta memantapkan dan memperbaiki budaya,” ujarnya.


Sementara itu, dosen UIN SUSKA Riau Prof. Amril, M. MA dan Dr. Zulhidah, M.Ag. membahas karakter melalui Refleksi Sejarah Pendidikan Karakter di Indonesia serta mengimplementasikannya kedalam pembelajaran.


Mengambil pelajaran dari perjalanan pendidikan karakter pada suatu bangsa (Indonesia), pada masa lalu sebagai modal dasar untuk membangun karakter Bangsa hari ini dan esok melalui pendidikan berkarakter (nasional) yang telah ditetapkan.


Melalui pendidikan karakter peserta didik dalam kehidupannya bisa melalukan kebajikan bagi masyarakat melalui penanaman nilai-nilai moral preskriptif- preventif.


Terdapat lima nilai pendidikan yang implementasikan dalam Kurikulum k 13 yakni:


Religius: Iman kepada Tuhan yang Maha Esa, ditandai dengan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, menjunjung tinggi toleransi terhadap pelaksanaan ajaran agama dan kepercayaan yang berbeda, rukun dan damai dengan pemeluk agama lain, cinta damai, melindungi, suka persahabatan, tidak memaksakan kehendak.


Nasionalis: Menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompok. Untuk itu cara berpikir dan bersikap, serta kepedulian menjadi perhatian utama. Karakter nasionalis ini ditandai al. mengapresiasi kebudayaan bangsanya dan menghormatinya, melahirkan rela berkorban, disiplin, taat hukum ditengah-tengah keragaman.


Integritas : Nilai yang berusaha memperbaiki dirinya agar dapat menjadi dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaannya, memiliki komitmen serta kesetiaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Karakter integritas ini ditandai tanggung jawab sebagai warga negara, aktif kegiatan sosial, menghargai martabat orang lain, dan menunjukkan keteladanan.


Mandiri: Sikap tidak bergantung pada orang lain baik dalam tenaga, pikiran, dan waktu sendiri demi mewujudkan cita-cita. Karakter mandiri ini ditandai dengan etos kerja yang baik, ketangguhan, daya juang, profesionalitas, kreativitas, dan keberanian.


Gotong royong: Sikap menghargai kerja sama dalam menyelesaikan masalah bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, serta memberi pertolongan yang membutuhkan.


Jika dipahami lebih jauh, dalam UU ini sudah mencakup pendidikan karekter. Misalnya pada bagian kalimat terakhir dari defenisi pendidikan dalam UU tentang SISDIKNAS ini, yaitu memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.


Selain bagian dari defenisi pendidikan di Indonesia, bagian kalimat tersebut juga menggambarkan tujuan pendidikan yang mencakup tiga dimensi. Yaitu dimensi ketuhanan, pribadi dan sosial.


Artinya, pendidikan bukan diarahkan pada pendidikan yang sekuler, bukan pada pendidikan individualistik, dan bukan pula pada pendidikan sosialistik. Tapi dari defenisi pendidikan ini, pendidikan yang diarahkan di Indonesia itu adalah pendidikan mencari keseimbangan antara ketuhanan, individu dan sosial.


Dari keempat narasumber tersebut dapat dipahami bahwa Membangun Karakter Bangsa itu amatlah penting bukan hanya dalam pembelajaran di sekolah akan tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Dimana kita sebagai masyarakat timur dikenal dengan sikap santun, ramah dan damai, untuk itu perlu mengembangkan karakter itu sendiri.


Menanamkan sikap bagimana mengahargai, menghormati, peduli sesama bukan sebagai masyarakat yang individual.


Bukan hanya itu saja bahkan di dalam Islam itu sendiri mengajarkan seorang manusia harus berakhlak mulia serta berbudi luhur dean merupakan tugas Risallah nubuwah Nabi Muhammad SAW yang termaktub di dalam hadis riwayat Imam Ahmad Mengatakan “Sungguh aku diutus menjadi rasul tidak lain adalah menyemempurnakan akhlak yang sholeh”.


Untuk itu Pendidikan Islam sangat penting dalam membentuk dan mengembangkan karakter siswa.


“Pendidikan agama dan moral harus saling berintegrasi dan berinteraksi melalui realitas sosial yang berkembang di masyarakat. Pendidikan yang memuat nilai-nilai keagamaan pada akhirnya mampu membentuk manusia seutuhnya,” pemaparan dosen UIN SUSKA Riau Prof. Amril, M. MA dan Dr. Zulhidah, M.Ag.


Kontributor : Rosdiana Dewi,
Mahasiswa Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah, UIN SUSKA RIAU


Editor : Arbain




Randi Arriavinandi Terpilih Sebagai Ketua IKA Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau

Randi Arriavinandi Ketua terpilih IKA-PE UIN Suska Riau


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Proses rentetan mekanisme pemilihan ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Ekonomi (IKA-PE) UIN Suska Riau periode 2021-2023 berlangsung lancar dan telah menetapkan Randi Arriavinandi sebagai ketua perdana.


Kegiatan tersebut dilaksanakan secara online melalui vote google form sejak tanggal 23 hingga 25 Desember 2020.


Pemilihan ini dilaksanakan dalam dua kali putaran dan tercatat ada 4 kandidat calon ketua IKA-PE UIN Suska Riau yaitu Buzmarizal Effendi, Juliwan, Randi Arriavinandi, dan Nurcia.


Pada hasil akhir pemilihan Ketua Organisasi Alumni ini, Randi Arriavinandi ditetapkan sebagai Ketua terpilih setelah meraih suara terbanyak melalui hasil vote di Keluarga Besar Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau, Jum’at(25/12/2020).


Selaku ketua terpilih, Randi Arriavinandi, S.Pd mengucapkan rasa terimakasih banyak kepada seluruh keluarga besar alumni Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau. Wabil khusus kepada kepanitiaan pemilihan ketua organisasi alumni yang telah berpartisipasi penuh melaksanakan rangkaian agenda pemilihan.


“Ini merupakan langkah awal dan ikhtiar kita bersama dalam membentuk wadah berhimpun, yakni Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Ekonomi (IKA-PE) UIN Suska Riau,” tuturnya.


“Tanpa kerjasama dan support dari keluarga besar pendidikan ekonomi kami sadari tidak akan mampu memajukan organisasi alumni ini,” tambah Randi.


Selain itu, Randi juga berharap agar seluruh yang tergabung di keluarga besar dapat berkontribusi dan berpartisipasi serta tak enggan memberikan saran, masukan, serta nasehat demi terwujudnya organisasi yang solid.


“Dalam waktu dekat kami akan melakukan aktivitas tahap awal yakni merancang dan menetapkan formasi struktur pengurus,” Imbuh Ketua IKA-PE UIN Suska Riau.


Selain itu Randi juga mengatakan akan mendata alumni sejak angkatan pertama hingga sekarang, serta melakukan silahturahmi dengan pihak jurusan, fakultas, Kampus termasuk IKA UIN Suska.


“Kita akan melihat kebutuhan untuk mahasiswa, jurusan, alumni Pendidikan Ekonomi,” tutup Randi yang juga sebagai Kandidat Magister Pendidikan Ekonomi Universitas Riau.


Untuk diketahui, dari hasil pemilihan tersebut, ketua terpilih juga mendapatkan ucapan selamat dari para dosen, alumni dan Mahasiswa jurusan Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau.


Editor Arbain




Penerima Beasiswa Berprestasi 2020, Disdik Inhil Akan Umumkan Melalui Media Koran dan Online

Foto : Kasubag Keuangan dan Perlengkapan Disdik INHIL, Hj Ismiantun SE


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintahan Kabupaten Inhil melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil akan mengumumkan daftar penerimaan Beasiswa untuk mahasiswa DIII, SI, S2 dan S3 yang
berprestasi tahun 2020 melaui media koran dan online.


Hal itu dikatakan langsung plt Kepala Dinad Pendidikan Inhil, H Fathurrahman melalui Kasubag Keuangan dan Perlengkapan, Hj Ismiantun SE, Rabu(15/12/2020).


Pemberian beasiswa yang diumumkan secara langsung melalui media cetak dan online tersebut tidak lain agar keterbukaan dan transparansi terkait seleksi beasiswa tersebut bisa dilihat secara langsung oleh publik sehingga tidak adanya hal tidak diinginkan


” Yang jelas kita ingin ada transparansi, sehingga informasi yang dipublis melalui media dapat tersampaikan tanpa harus datang kekantor. Yang jelas pencairan dana beasiswa ini ada 2 tahap yakni Transfer dan tunai pada tanggal 18 Desember 2020,” ucapnya.


“Untuk beasiswa berprestasi ini kita umumkan dulu, bagi yang lulus bisa dapat mengambilnya melalui tunai atau non tunai pada tanggal yang telah ditetapkan di kantor Disdik Inhil ,” tambahnya.


Selain itu, Hj Ismiantun menyebutkan
tujuan diberikan beasiswa adalah untuk memotivasi mahasiswa agar lebih semangat untuk menyelesaikan kuliahnya.


“Dan juga dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga bagi mahasiswa yang menerima,” tutupnya


Untuk diketahui, terkait pengumuman tersebut dapat dilihat langsung melalui resmi Disdik Inhil (Disdik.inhil.com), Koran Harian Pagi Posmetro Indragiri dan media Inhilnews.com. (*)


Editor : Arbain




Kuliah Daring dan Menjadi Mahasiswa Kreatif di Masa Pandemi

Foto : Sri Erdawati, S.Pd.I., M.Pd.
Dosen STAI Auliaurrasyidin Tembilahan.


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pendemi Covid-19 atau populer disebut sebagai Virus Corona, saat ini masih mewabah diseluruh penjuru dunia. Pemerintah mengambil kebijakan agar segala aktifitas hendaknya dilakukan dari rumah atau disingkat dengan WFH (Work From Home).


Imbasnya, terhadap dunia pendidikan, mengharuskan setiap Perguruan Tinggi untuk menerapkan sistem belajar secara Daring (Dalam Jaringan).


Belajar Daring mewajibkan mahasiswa memiliki handphone dan laptop yang terkoneksi pada jaringan internet yang stabil, sebagian besar mahasiswa tidak merasa keberatan dengan solusi alternatif ini, sebab menurut mereka barang-barang elektronik tersebut telah menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa milenial.


Sementara sebagian yang lain mengalami kendala, terutama karena sulitnya jaringan internet dan mengeluh soal beban kuota internet yang kian meningkat.


Kuliah Daring ini telah berjalan hampir dua semester, akhir semester genap 2019/2020 dan awal semester ganjil 2020/2021. Sebagian dosen menggunakan Google Classroom, Zoom Meeting, Google Meet, Google Forms, bahkan WhatsApp sebagai aplikasi dan platfrom andalan untuk memudahkan proses belajar mengajar.


Dengan menggunakan aplikasi ini antara dosen dan mahasiswa dapat bertatap muka di depan layar kamera dan berbagi file materi serta bahan ajar yang dibagikan pada proses perkuliahan.


Perubahan sistem perkuliahan dari tatap muka (kuliah offline) ke daring (kuliah online) memang menuai kesan kurang efektif, apalagi bila materi yang diajarkan sifatnya praktek langsung yang mengharuskan mahasiswa belajar di laboratorium dan turun ke lapangan.


Akan tetapi karena kondisi memang tidak memungkinkan, maka sistem belajar seperti ini harus tetap dilaksanakan. Tentu dihadapi dengan mempersiapkan metode dan teknis yang matang dan dipilih sesuai dengan kemampuan responsif dan daya serap mahasiswa.


Kendati mendapat tudingan miring soal keefektifitasan sistem Kuliah Daring, tetap saja Kuliah Daring memiliki sisi positif yang sangat banyak dan penting bagi pengembangan pembelajaran mahasiswa ke dapan.


Mahasiswa menjadi lebih kreatif dalam menggunakan teknologi dan informasi, Mahasiswa dapat memanfaatkan waktu dan gadget yang mereka punya semaksimal mungkin. Bahkan, justru berkat belajar Daring, ada banyak mahasiswa yang ketika belajar secara offline terlihat pasif, tetapi ketika belajar online mereka menjadi aktif.


Kuliah Daring juga menunjukkan eksistensi skill dan hobby terpendam mahasiswa, sehingga menjadi tersalurkan ke arah yang lebih bermanfaat.


Ternyata tidak sedikit mahasiswa yang jago dalam mengedit gambar, memotong video, dan mengisi suara musik, sehingga ketika ditugaskan membuat video presentasi kuliah mereka sangat mahir, lebih baik, dan jauh lebih menarik dari teman-temannya yang tidak memiliki skill itu.


Begitu pula ketika ditugaskan membuat drama pendek mahasiswa menjadi tidak canggung menatap layar kamera untuk menunjukkan mimik wajah, gerak gerik anggota tubuh, dan mengatur intonasi suara.


Seolah-olah mereka benar-benar sedang shooting film layar lebar. Sisi positif ini mesti diperhatikan untuk menjaring mahasiswa-mahasiswa yang memiliki bakat di bidang seni dan budaya. Mahasiswa-mahasiswa ini berhak diapresiasi dan menjadi aset kampus yang berprestasi di bidangnya masing-masing.


Bila sudut pandang ini lebih dilihat dan diangkat, maka tidak akan ada lagi tudingan bahwa belajar Daring tidak efektif. Justru belajar Daring dapat meningkatkan rasa parcaya diri serta menumbuhkan jiwa inovatif dan kreatif mahasiswa.


Apalagi sekarang Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konteks ini mahasiswa sedang berhadapan dengan Revolusi Industri 4.0, semua dikaitkan dengan koneksi internet, dunia cyber, big data,  komputer, dan keteraturan sistem teknologi. Maka, inilah saatnya mahasiswa belajar dan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi secara maksima ke arah yang lebih positif.


Penulis : Sri Erdawati, S.Pd.I., M.Pd. (Dosen STAI Auliaurrasyidin Tembilahan)


editor arb




SK Pemberhentian Akhmad Mujahidin Sebagai Rektor UIN Suska Riau Beredar

Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin


ARBindonesia.com, PEKANBARU –  Berbentuk Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Agama RI tentang pemberhentian jabatan Akhmad Mujahidin sebagai Rektor Universitas Islam Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau beredar luas di jejaringan media sosial.


SK pemberhentian yang berbentuk copy-an surat dan ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi tersebut telah beredar di grup-grub WhatsApp, Selasa (24/11/2020).


Dalam surat itu, Rektor UIN Suska Riau dijatuhkan hukuman disiplin kepada Prof. DR. Akhmad Mujahidin, S.Ag, M.Ag berupa pembebasan tugas tambahan sebagai rektor.



“Karena yang bersangkutan dinilai lemah dalam mengontrol pengelolaan anggaran dan terbukti telah menyalahgunakan wewenang memutasikan pejabat administrasi di lingkungan UIN Suska Riau,” bagian yang tertulis dalam Surat Keputusan Kementrian Agama RI nomor 191/B.II/2/PDJ/2020, ter tanggal 23 November 2020.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi Akhmad Mujahidin untuk dikonfirmasi mengenai keabsahan SK pemberhentian yang ditujukan kepada dirinya tersebut.


(Arbain)




Tumbuhkan Kewirausahaan bagi Penerima Layanan, Balai Anak Rumbai Kembangkan Art Therapy

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Penyebaran Covid-19 telah mengubah kehidupan kita dari berbagai macam aspek, tak terkecuali bagi penerima layanan. Balai Anak Rumbai Pekanbaru melakukan upaya menciptakan berbagai inovasi bersama Penerima layanan sehingga dapat menjawab kebutuhan dan tantangan layanan ke depan, Sabtu (21/11/2020).


Art Therapy bagian dari Implementasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi penerima layanan berbasis residensial dengan pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan bagi Penerima Layanan yang sedang menjalani Rehabilitasi sosial di Balai Anak Rumbai Pekanbaru.


Terapi Seni _(Art Therapy)_ sebagai salah satu media untuk menjaga kesehatan mental bagi Penerima layanan dengan cara-cara kreatif termasuk membuat karya seni.


Balai anak Rumbai Pekanbaru mengembangkan Art Therapy bagi Penerima Layanan dengan menciptkan produk lampu tidur hias dari Pipa paralon bekas, berbagai miniatur kerajinan dari besi bekas serta pembuatan Tanjak (ikat kepala khas melayu Riau).


Kepala BRSAMPK Rumbai Pekanbaru, Ahmad Subarkah mengungkapkan kegiatan Art Therapy ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan vokasional, menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta pemanfaatan waktu luang yang positif bagi Penerima Layanan.


“Pembuatan lampu tidur dari Pipa Paralon bekas, pembuatan Tanjak dan  Pembuatan miniatur dari besi menghasilkan  miniatur piano, pompa minyak, gitar, Pot bunga shabby dan miniatur produk lainnya dilaksanakan dengan pendampingan dari pekerja sosial, instruktur, dan pembina lainnya serta melibatkan  mahasiswa magang dari Universitas Islam Riau, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Mahasiswa UIN Sultan Syarif kasim,” imbuhnya.


Sementara itu, Yustisia selaku pekerja sosial menyampaikan Aktivitas seni dalam _Art Therapy_ bukanlah hanya kegiatan untuk mengisi waktu luang, melainkan mempunyai dampak secara psikologis bagi yang melakukannya.


“Selain Kegiatan Art Therapy, bagi Penerima Layanan bukan hanya ditujukan sebagai wadah ekspresi diri, namun ketertarikan Penerima layanan melakukan kegiatan tersebut digerakkan oleh dorongan-dorongan alam bawah sadar yang membuat dorongan tersebut tersalurkan dengan tepat dan membuat diri Penerima Layanan menjadi lebih nyaman lagi, sehingga berdampak positif bagi pikiran emosi dan perilaku,” ujar Yustisia


Terkahir dikatakannya Penerima layanan terlihat sangat antusias ketika mengikuti setiap sesi kegiatan Art Therapy dan diharapkan selain dapat bermanfaat untuk diri penerima layanan dalam mengeksplorasi dan memahami diri.


“Hasil Art Therapy ini menghasilkan produk dan mempunyai nilai jual sehingga menambah kepercayaan diri bagi Penerima layanan dengan produk karya seni nya dihargai,” tutupnya. (hms Balai Anak Pekanbaru)


editor arb