Ketum PB HMI MPO Kunjungi Ketum DPP Santri Tani NU

ARBIndonesia.com – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) Affandi Ismail bertemu dengan Ketua Umum DPP Santri Tani Nahdlatul Ulama T. Rusli Ahmad, SE. Minggu (20/06/2021).

Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail didampingi Ketua HMI Badan Koordinasi (BADKO) HMI SUMBAGTERA (Sumatera Bagian Tengah Dan Utara), Muhammad Nur, Demisioner Sekretaris HMI Badko Sumatera Raya 2018-2020, Randi Arriavinandi, beserta Ketua Umum HMI Cabang Kampar, Dedy Yulianto dan HMI Cabang Pekanbaru, M. Fauzal Al-Ansyor.

Pertemuan yang berlangsung di Taman Agrowisata RA Kopi Aren jalan Siak II Rumbai Pekanbaru dilakukan dalam rangka menjalin silaturahmi, dan penyampaian agenda kunjungan kerja Ketua Umum PB HMI, mengingat T. Rusli Ahmad juga merupakan seorang alumni HMI di Provinsi Riau.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail menyampaikan maksud kedatangan ke provinsi riau yaitu untuk kunjungan ke HMI Cabang Kuantan Singingi sekaligus melantik Pengurus HMI Cabang Kuantan Singingi Periode 2021-2022.

Nantinya Affandi Ismail yang langsung melantik HMI Cabang Kuantan Singingi.

T. Rusli Ahmad selaku Ketua Umum Santri Tani NU menyambut baik kedatangan PB HMI dan Badko HMI Sumbagtera serta beberapa cabang di riau ini.

Kepada PB HMI, Ketua Umum SANTAN NU itu menyarankan agar kegiatan perkaderan yang akan dilaksanakan oleh HMI dapat menyentuh dan bermanfaat langsung pada aspek kemasyarakatan dan kehidupan umat islam di indonesia.

“Aktivis masa kini sudah mesti membuat kegiatan-kegiatan yang berkolaborasi dengan kehidupan masyarakat dan mendukung kesejahteraan rakyat,” ujar Rusli Ahmad.

Rusli juga menekankan peran pemuda sangat penting dalam menunjang kesejahteraan ekonomi dan sosial di zaman saat ini. Dengan berkolaborasinya kegiatan kepemudaan dan kemasyarakatan akan sangat membantu langsung kehidupan rakyat di indonesia.

Muhammad Nur selaku Ketua HMI Badko Sumbagtera ikut menyampaikan dalam waktu dekat akan segera melaksanakan kegiatan pelantikan pengurus dan mengajak ketua umum santri tani dapat bersinergi dalam program-program badko menguatkan kegiatan perkaderan cabang dalam bidang pertanian dan kemasyarakatan yang ada di riau.

Ketua Umum HMI Cabang Kampar, Dedy Yulianto mengatakan dalam waktu dekat juga akan mengadakan program kemitraan agrowisata di beberapa wilayah kab. kampar.

Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, M. Fauzal Al-Ansyor mengatakan HMI Cabang Pekanbaru ikut mendukung dan siap bekerjasama dalam program-program dibidang pertanian bersama agenda santri tani ini.

Pertemuan yang singkat dan penuh hikmat itu ditutup dengan ucapan terimakasih banyak oleh Ketua Umum PB HMI atas wejangan kopi aren hangat dan foto bersama jajaran Pengurus HMI dengan ketua umum santri tani tersebut. ***




Rekomendasikan 12 Calon Anggota Baru PWI, Agus : Satu Diantaranya Sudah UKW

ARBIndonesia.com, TEMBILAHAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merekomendasikan sebanyak 12 orang calon anggota baru.

Dua belas calon anggota baru tersebut akan mengikuti tes ujian masuk anggota PWI yang digelar oleh PWI Riau, 28-29 Mei 2021 di Pekanbaru.

“Sebanyak dua belas orang diberi rekomendasi untuk mengikuti ujian masuk PWI yang digelar di PWI Riau. Satu diantaranya sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW)” ujar Ketua PWI Inhil Ardiansyah Julor melalui Wakil Ketua Bidang Organisasi Ramli Agus, Rabu (26/5/2021).

Dalam pemberian rekomendasi kata Agus, PWI Inhil sudah sangat selektif sesuai hanya diberikan kepada yang memenuhi syarat, karena setiap wartawan harus memiliki integritas, kualitas, jelas medianya dan bukan abal-abal,” tegas Agus lagi.

Pria asli kelahiran Tembilahan itu berharap semua peserta tes calon anggota yang direkomemdasi oleh PWI Inhil bisa lulus mengikuti ujian tertulis dan wawacara dengan hasil yang terbaik.

“Harapan kita semuanya lulus dan ada yang masuk sepuluh besar terbaik karena nantik ada reward yang akan diberikan oleh PWI Riau,” tutup Agus. ***




Ketua HIMA Magister Psikologi: Tahniah atas Pelantikan Rektor UIN Suska Riau

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Prof. Dr. Khairunnass Rajab, M.Ag hari ini secara resmi dilantik menjadi Rektor UIN Suska Riau periode 2021-2025 oleh Menteri Agama RI, Rabu (19/5/2021).

“Tahniah atas pelantikan Prof. Dr. Khairunnas Rajab , M.Ag sebagai Rektor UIN Suska Riau 2021-2025, barakakallah, semoga Allah beri kemudahan dan kelancaran dalam mengemban amanah menjadikan
UIN Suska Riau Gemilang & Terbilang,” tutur Ketua HIMA Magister Psikologi, Cahaya Makbul.

Lanjutnya, besar harapan ada perubahan menuju arah yang lebih baik dan mampu memberikan inovasi baru di era digitalisasi sehingga UIN Suska Riau mampu beradaptasi di masa krisis Pandemi.

“Kami berharap dengan Rektor baru yang terpilih dapat mengembalikan kemerdekaan Mahasiswa dalam menjalankan roda organisasi didalam kampus sebagai agen of change dan agen of control. Serta dapat memberikan kepastian kepada mahasiswa/i lulusan 2019 hingga hari ini yang belum di wisuda,” harap Cahya Makbul.

Editor Arb




Ketum HMI Komisariat Fasih Sampaikan ‘Pesan Cinta’ untuk Rektor UIN Suska Riau yang Baru Terpilih

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Syar’iah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menyampaikan pesan cinta terhadap Rektor UIN Suska Riau yang baru saja terpilih, Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag.

Melalui keterengan tertulis yang diterima ARB Indonesia, Ketum HMI Komisariat, Imsardi Harahap menyampaikan bahwa UIN Suska Riau merupakan salah satu kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang cukup sering terdengar ditengah-tengah publik, baik atas aroma positif dan juga negatif.

Terhitung sejak 2 tahun terakhir, dinamika yang terjadi di kampus Madani itu bukan hanya menjadi bahan perbincangan dikalangan mahasiswa di kampus itu saja, melainkan sampai menyita perhatian Mahasiswa dan berbagai elemen dikancah Nasional.

Bermula dari banyaknya rentetan permasalahan yang timbul, mulai dari carut marutnya pengelolaan anggaran kampus, penyalahgunaan wewenang memutasikan pejabat administrasi di lingkungan kampus, pembungkaman suara mahasiswa, matinya Demokrasi kampus, banyaknya gedung mangkrak, tak adanya bantuan atau pengurangan UKT bagi mahasiswa terdampak Pandemi Covid-19, dan masalah-masalah lainnya.

Seluruh problematika yang ada tentunya mengundang perhatian menyulut naluri kepedulian serta membakar amarah para aktivis mahasiswa yang menjadi semacam magnet gelombang aksi demonstrasi yang semakin hari kian memanas.

Dinamika panas tersebut berlangsung dengan cukup alot, dikarenakan tidak adanya itikad baik antara Mahasiswa dengan pimpinan, sehingga memaksa Mahasiswa untuk melakukan aksi demonstrasi diluar kampus, dan berbagai macam aksi lainnya.

Berujung pada pemberhentian Akhmad Mujahidin pertanggal 23 November 2020, tertuang dalam surat rahasia Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 191/B.11/2/PDJ/2020, lalu dan menunjuk Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno sebagai Plt Rektor sebelum adanya rektor defenitif.

Selang beberapa waktu setelah itu, maka tersebarlah informasi penjaringan bakal calon rektor.

Lagi-lagi informasi ini menarik perhatian terlebih bagi beberapa bakal calon yang telah ambisius sejak lama.

Alhasil ada 6 kandidat yang telah terdaftar dan telah melakukan berbagai tahapan, sampai pada terpilihnya 3 kandidat terkuat (3 besar) pada tahap Komisi Seleksi (Komsel).

Maka keluarlah Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Pertanggal 18 Mei 2021 yang menetapkan Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag Sebagai rektor terpilih UIN Suska Riau 2021 sampai 2025 mendatang.

Selain itu, Imsardi Harahap selaku Ketua Umum HMI Komisariat Fasih UIN juga menyampaikan ucapan selamat dan menyampaikan beberapa pesan cinta kepada rektor terpilih Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag.

“Tahniah Wa Innalillah Pak Prof, selamat Bekerja. Semoga jargon ‘UIN Suska Riau Gemilang dan Terbilang’ bukan hanya sekedar ramuan kata yang hanya memberikan angin segar sementara, melainkan benar-benar serius, bersyukur dan ikhlas dalam mengabdi pada kampus,”
Ucap Imsardi Harahap, Selasa (18/5/2021).

Ia juga menambahkan beberapa harapan kepada rektor terpilih agar benar-benar menjadikan kampus dan segala isinya menjadi prioritas, dan tentunya senantiasa mengedepankan kepentingan umum demi terwujudnya cita-cita bersama.

“Mimpi buruk dimasa lalu jangan sampai terulang kembali, rektor tak boleh arogan, kampus memiliki banyak penghuni yang harus diperlakukan sebagai manusia dan tentunya dengan cara manusiawi. Pimpinan sudah seharusnya memberikan kebebasan berekspresi bagi mahasiswa, menyalurkan minat bakatnya dengan tergabung pada UKK, UKM, dan Organisasi Eksternal lainnya,” tutur Imsardi yang merupakan Mahasiswa Fakultas Syar’iah dan Hukum.

Lanjutnya, semoga kedepannya pimpinan dan Mahasiswa dapat hidup rukun, bersama- sama menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di kampus, mengedepankan nilai-nilai persaudaraan tanpa sekat posisi yang berujung perpecahan, serta dapat berkolaborasi demi kepentingan UIN Suska Riau.

“Pak Prof, yang baik kami apresiasi, yang buruk kami habisi. Selamat Bekerja Pak Prof,” tutup Ketum HMI Komisariat Fasih UIN Suska Riau.

Editor Arb




Bekerjasama dengan Unilak, Anggota DPR RI Taja Sosialisasi 4 Pilar di Pekanbaru

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau, anggota DPR RI dari fraksi PDIP, Ir Effendi Sianipar menaja Sosialisasi 4 Pilar beberapa waktu lalu, di Hotel Bono, Kota Pekanbaru.

Sosialisasi 4 pilar Kebangsaan tersebut berisikan tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Untuk itu pemahaman dan kesadaran tentang nilai-nilai wawasan kebangsaan harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama.

Karena itu perlu pemahaman kembali terhadap 4 pilar utama kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu perlu seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda yang merupakan penerus bangsa harus memahami kembali empat pilar kebangsaan.

Karena sudah mutlak dan harus segera dilakukan demi menyelamatkan Bangsa Indonesia dari ancaman perpecahan kedepannya.

Hal ini terungkap pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri oleh lebih kurang 100 orang peserta yang terdiri dari Mahasiswa Keguruan (Calon Guru).

Menurut Dodi Sukma, selaku Ketua Pusdiklat Unilak yang juga merupakan ketua pelaksana acara tersebut, tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini dihadiri ratusan orang Mahasiswa yang merupakan calon guru. Kita berharap calon guru yang hadir mengikuti acara sosialisasi 4 pilar tersebut dapat mengaplikasikannya dan nanti apabila kedepan menjadi seorang guru. 4 pilar ini bisa disampaikan kepada anak didik di sekolah yang nantinya sebagai generasi penerus bangsa, serta dapat membuat Indonesia kedepan lebih maju dan bermartabat,“ ungkap Dodi.

Sementara itu, anggota DPR RI Dapil Riau, Ir Effendi Sianipar menyampaikan bahwa 4 Pilar tersebut yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Empat Pilar Kebangsaan merupakan suatu sistem yang tidak boleh ditinggalkan satupun. Karena jika salah satu pilar tidak berfungsi maka bagian yang lain juga tidak akan bisa berfungsi normal,” jelasnya.

Diharapkannya, tidak hanya dipahami, empat Pilar Kebangsaan hendaknya dapat dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia, mengingat masyarakat terpapar nilai- nilai lain budaya luar.

“Mari bersama kita terapkan dikehidupan ini menerapkan 4 Pilar Kebangsaan, ” ujar Ir Effendi Sianipar.

Selain itu, pemateri Dr. Irawan Harahap menjelaskan, 4 Pilar Kebangsaan tersebut harus diterapkan secara bersama, karena satu dari 4 pilar tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya.

“4 Pilar tersebutlah yang memperkokoh dan menjaga persatuan bangsa,” ungkapnya.

“Nilai-nilai empat pilar kebangsaan jangan hanya menjadi sebuah hapalan tapi harus bisa merubah sikap, moral dan etika segenap komponen bangsa agar lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-hari. ” imbuh Irawan. (DS)

Editor Arb




Ketum HMI Medan Harap Pemerintah Mampu Berikan Solusi Pendidikan di Pelosok Negeri

ARBIndonesia.com, MEDAN – Ketua umum (ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Medan, Rizki Rahayu Fitri berharap pemerintah mampu berikan solusi pendidikan di pelosok negeri.

“Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di Indonesia tentu merasa prihatin melihat konsep pendidikan yang dibangun saat ini tidak merata, padahal memperjuangkan agar generasi Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang layak tersebut bukanlah mudah, mungkin seperti itu ucapnya jikalau ia masih bernyawa,” papar Rizki Rahayu Fitri, Sabtu (1/5/2021).

Menurut Ketum HMI ini, bahwa semboyan pendidikan yang ia (Ki Hajar Dewantara) bangun mengenai, Ing Ngarso Sung Tolodo, Ing Madiya Mangun Karso serta Tut Wuri Handayani terus bergumam di Indonesia, tetapi praktiknya ini tidak sesuai harapan.

“Pemerataan pendidikan hingga abad 21 ini belum ada tampak kejelasan dari pemerintah pusat dan daerah. Kendala yang dihadapi masih serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, artinya bahwa belum ada pemerintah yang berhasil menyelesaikan kendala tersebut,” imbuh Rizki Rahayu Fitri

Ditambah bonus saat ini mengenai virus yang mewabah sebagai PR bagi pemerintah agar bekerja semaksimal mungkin untuk menganulir 20 persen APBN pendidikan di Indonesia juga tidak terselesaikan.

“Pendidikan pasca new normal akibat covid-19 memang sebuah solusi untuk memudahkan masyarakat yang hidup di kota dan lebih modern, tetapi juga sebuah malapetaka bagi yang jauh dari akses seperti yang dirasakan masyarakat yang berada di kota,” tuturnya.

Kendati demikian kata Rizki Rahayu Fitri, timbulah kesenjangan sosial bahwa mayarakat di kota lebih sedikit cerdas dibanding yang di pedesaan, sebab pembelajaran via virtual ini membutuhkan banyak biaya.

“Setiap pelajar baik mahasiswa dan siswa diwajibkan memiliki laptop dan android serta kuota dan jaringan yang baik agar bisa mengakses pembelajaran. Hal ini belum bisa diperoleh bagi masyarakat yang ekonominya kebawah,” katanya.

Lanjutnya, melihat akses perekonomian diberi izin untuk dibuka, seperti bioskop, mall, wisata dan lain-lain yang mengundang penyebaran virus corona dapat beroperasi kembali. Kenapa dunia pendidikan tidak diizinkan, padahal yang paling krusial ialah pendidikan dilaksanakan secara face to face. Impact dari pendidikan ditutup membuat mahasiswa dan siswa menjadi malas berpikir.

“Maka yang sangat diharapkan peringatan hari pendidikan nasional tahun ini adalah terobosan dan solusi untuk mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pemerataan fasilitas di pelosok-pelosok desa,” akhirnya.

Editor Arb