Hima Paluta Pekanbaru Gelar Pelantikan Pengurus dan Dialog Kedaerahan

ARBIndonesia.com, PEKANBARU -Himpunan Mahasiswa Padang Lawas Utara (Paluta) Pekanbaru gelar agenda Pelantikan Pengurus Periode 2021-2022, Minggu (04/7/2021) di Aula Kesbangpol Kota Pekanbaru.

Dalam sesi itu juga, Paluta juga mengadakan dialog kedaerahan dengan tema “Mengawal dan Membangun Paluta Dari Jauh; Apa yang harus kita lakukan?”.

Pelantikan tersebut mengundang organisasi kemahasiswaan Paguyuban dan Cipayung Plus, dan mendapat respon positif dari berbagai kalangan.

Sedangakan dialog tersebut mengundang 3 Narasumber yaitu Dr. Sholehuddin Harahap, SHI, M. Sy, Parluhutan Siregar, M. Hum, dan Amir Aripin Harahap. Dialog berjalan dengan sangat alot dan aktif, dibuktikan dengan banyak pertanyaan dan antusiasnya audience.

Dialog yang bertujuan untuk mencari solusi terbaik demi Paluta Tercinta, tentunya tidak aneh dan sudah sepantasnya mendapat respon dan dukungan dari berbagai kalangan.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Padang Lawas Utara Pekanbaru Periode 2021-2022 dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa Hima Paluta Pekanbaru akan menerima dengan senang hati bagi mahasiswa yang berasal dari Paluta dan tidak menutup kemungkinan juga bagi yang bukan putra daerah Paluta.

“Hima Paluta Pekanbaru merupakan wadah bagi teman-teman yang berasal dari Padang Lawas Utara dan berdomisili atau sedang berkuliah di Pekanbaru, namun tidak menutup kemungkinan juga bagi teman-teman yang tidak berasal dari Paluta untuk bergabung, karena ada dua jenis keanggotaan di Hima Paluta Pekanbaru, yaitu Kader Biasa dan Kader Luar Biasa,”
ucapnya.

Imsardi Harahap juga menyampaikan bahwa Hima Paluta Pekanbaru memiliki SDM hebat, banyak kader yang berpotensi, dan dapat menjadi modal utama serta senior yang telah menyandang gelar Magister, kader-kader yang memiliki keahlian-keahlian pada bidangnya.

“Tentunya SDM yang ada hari ini merupakan spirit bagi kita, dan merupakan wajah Paluta dimasa yang akan datang. Kader Hima Paluta Pekanbaru akan dan pantas mengisi posisi-posisi penting yang ada di Tano Balakka,” lanjutnya.

Terakhir Imsardi Harahap menyampaikan pesan-pesan kepada pengurus yang baru saja di Lantik.

“Kepada teman-teman yang baru saja dilantik, semoga menjadi amanah yang dapat kita pikul bersama, semoga pundak kita diberi kekuatan oleh Alloh SWT, dan semoga dapat menjalankan dan menyelesaikan kepengurusan ini sampai selesai,” tutupnya.

Nama-nama Pengurus Hima Paluta Periode 2021-2022

STRUKTUR KEPENGURUSAN
HIMPUNAN MAHASISWA PADANG LAWAS UTARA PEKANBARU
PERIODE 2021-2022 / 1442-1443 H

SK Nomor : 007/A/KPTS/12/1442

Ketua Umum : Imsardi Harahap
Sekretaris Jenderal : Salman Paris Nasution
Bendaraha Umum : Asrinan Parubahan Nasution
Wakil Bendaraha Umum : Putriani Dalimunthe

Bidang Hukum dan Advokasi :
Ketua : Ardiansyah Hasibuan
Staff : Alwi Hasibuan

Bidang Kajian Strategis dan Literasi Kader :
Ketua : Ahmad Rinaldi Hasibuan
Staff : Ainul Mardiah Siregar
Rispa Khairani Harahap

Bidang Pengkaderan
Ketua : Hotib Sempurna Siregar
Staff : Patma Dani Harahap
Rispa Wiyanna Siregar

Bidang Keagamaan :
Ketua : Jumadil Akhir Nasution
Staff : Armandani Harahap

Bidang Kewirausahaan :
Ketua : Akhiruddin Hasibuan
Staf : Fita Sari Harahap
Leliana Harahap
Irma Diana Rambe

Bidang Olahraga :
Ketua : Parubahan Rambe
Staff : Makmur Tanjung
Hasna Siregar

Editor Arb




Mengenai Isu Aktual di Indonesia, HMI MPO Medan Gelar Diskusi Publik

ARBIndonesia.com, MEDAN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO cabang Medan menggelar diskusi publik terkait isu-isu aktual yang ada di negeri ini, Indonesia.

Webinar nasional ini diselenggarakan pada Senin (28/6/2021) disiarkan secara langsung melalui via zoom meeting, turut hadir dari kalangan masyarakat, mahasiswa, serta organisasi internal HMI dan eksternal HMI,

Adapun webinar kali ini mengangkat tema “Ketatanegaraan Mengenai Amandemen Konstitusi ke V Sebagai Upaya Presiden 3 Periode?”.

Ketua Umum HMI Cabang Medan, Rizki Rahayu Fitri mengatakan bahwasanya isu ini memiliki 2 gendang.

Pertama, agar membuat pola pikir masyarakat terbuka dengan keterlenaan masa jabatan presiden yang tidak boleh dikritisi serta. Kedua, menentukan sikap petahana atas kekhawatirannya mengenai pilpres 2024 mendatang.

“Hal ini tentu membuat publik gaduh. Membahas persoalan hukum ketatanegaraan tak terlepas dari yang namanya praktik politik,” pungkas Rizky Rahayu dalam keterangannya.

Ia juga mengatakan, apakah 3 periode ini sehat dengan demokrasi?, ini memungkinkan akan semakin membentuk oligarki yang masif serta sistematis. Serta struktur kekuasaan sudah jelas tak tergantikan lagi siapa orangnya.

Dalam webinar nasional ini, HMI Cabang Medan mengundang pembicara yang berkompeten di bidang tata negara, yaitu Andryan, SH.MH, Pengamat Hukum Tata Negara Wilayah Sumatera Utara serta Zuhad Aji Firmantoro, SH.MH, Ketua Umum PB HMI Periode 2018-2020 sekaligus dosen hukum Universitas Al-Azhar Indonesia.

Zuhad Aji Firmantoro menyatakan bahwa jikalau amandemen terkusus untuk Pasal 7 UUD NRI terjadi maka tentu menimbulkan pertanyaan.

“Apakah ada yang menjamin presiden untuk tidak lanjut menjadi 4 5 6 periode begitu seterusnya” ujarnya.

Zuhad Aji memandang bahwa presiden jokowi masih tetap pada pendiriannya.
“Bahwa presiden akan tetap menghargai ketetapan konstitusi,” ungkapnya.

Andryan juga menyatakan amandemen konstitusi ini dirasa cukup, dalam konteks masa jabatan presiden, karena amandemen ke IV sudah jelas menyatakan 2 periode saja.

Apakah ini mau membentuk presiden seumur hidup seperti zaman dahulu? Memang dalam mengamandemen konstitusi tidak ada yg salah, tetapi kebutuhan konstitusi itu untuk kepentingan rakyat,” urainya.

Untuk diketahui, webinar ini diikuti hampir 160 peserta, baik via zoom maupun live streaming youtube, dan antusias dari penanya juga berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa dan aktivis. ***




LPMI Unisi Gelar Sosialisasi IPEPA dan ISK BAN-PT

ARBIndonesia, INDRAGIRI HILIR – Universitas Islam Indragiri (UNISI) melalui Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) menyelenggarakan Sosialisasi Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA) dan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) bagi Program Studi (Prodi) dan Fakultas di lingkungan UNISI Tahun 2021 bertempat di Kampus UNISI I Parit 1 Tembilahan Hulu, Selasa (29/06/2021).

Sosialisasi borang isian perpanjangan akreditasi perguruan tinggi terbaru dari BAN-PT ini diikuti seluruh Ketua Prodi dan Dekan dilingkungan UNISI serta Pusat Data Perguruan Tinggi (PDPT) UNISI.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Rektor UNISI Dr. H. Najamuddin, Lc., MA mengatakan sangat pentingnya sosialisasi ini bagi prodi dilingkungan UNISI, karena banyak perkembangan terbaru yg sifatnya teknis dan prinsip dari pengisian borang perpanjangan akreditasi perguruan tinggi khususnya program-program studi yang menjadi ujung tombak penjaminan kualitas mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Untuk mendapatkan informasi yang lseluas-luasnya terkait dengan khususnya pemantauan mutu dan perpanjangan akreditasi perguruan tinggi maupun program studi dan ISK terbarukan yang sekarang ini pemeringkatannya menjadi Baik, Baik Sekali dan Unggul”, ujarnya.

Sebelumnya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan UNISI Gunawan Syahrantau, SP, MMA dalam laporannya menyampaikan tahap awal pengajuan untuk ISK prodi untuk 1 prodi terlebih dahulu. Prodi yang lain dan masih tersisa di LPMI masih menungu proses evaluasi dan ada juga yang sedang melakukan revisi di tingkat prodi.

“Ini semangat kami mudah-mudahan bisa mencapai seluruh prodi bisa mengajukan ISK” jelasnya.

Ketua LPMI UNISI, Ahmad, S.Pd, M.M, selaku narasumber menjelaskan tujuan dari kegiatan pemantauan pelaksanaan evaluasi peringkat akreditasi ini.

“Tujuannya kegiatan ini adalah untuk akreditasi, terutama untuk pemantauan peringkat akreditasi, dimana akreditasi untuk yang di BAN-PT Universitas ada yang disebut perpanjangan otomatis ketika masa berlakunya sudah habis, tetapi tidak langsung secara otomatis seperti itu, harus tetap ada prasyaratnya” ungkap dosen Pendidikan Bahasa Inggris UNISI ini.

Ia juga mengharapkan setelah berlangsungnya acara ini untuk seluruh ketua prodi supaya tetap menyiapkan instrumen, pemantauan, pelaksanaan evaluasi peringkat akreditasi, baik instrumen isian yang telah disediakan LPMI maupun bisa mengakses laman BAN-PT.

“Harapannya setelah dilaksanakan acara ini, ketika masa akreditasi suatu program studi sudah akan berakhir, kemudian dipantau dan dievaluasi oleh BAN-PT itu langsung dipersiapkan untuk perpanjangan selanjutnya. Supaya keluar otomatis tidak ada masalah” lanjutnya.

Agar lebih tepat sasaran dan praktis, kegiatan ini juga langsung dilakukan simulasi isian IPEPA Tahap 1 yang telah diisi oleh masing-masing Prodi Dilingkungan UNISI beberapa waktu yang lalu. (Rls)




TOGETHER WE CAN: SANDIAGA UNO, PEMKO PEKANBARU BAPPEDALITBANG, DISNAKER HADIR DI WEBINAR KOVID PSIKOLOG

ARBIndonesia.com – PEKANBARU – Dalam rangka memperingati World Refugee Day 20 Juni 2021 untuk mengedukasi dan mensosialisasikan tentang penanganan pengungsi, Kovid Psikologi menjalin kerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) Pekanbaru untuk melaksanakan webinar. Pada Kamis, 24 Juni 2021 14.00-16.30 via Zoom meeting dan Live Streaming Youtube Kovid Psikologi Channel.

Paga kegiatan kali ini, tim Covid Psikologi menghadirkan narasumber Dr. H. Sandiaga S. Uno, B.B.A., M.BA (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI), Dr. H. Firdaus, ST., M.T (Walikota Pekanbaru), Heriyanto, D.Hut., M.T (BAPPEDALITBANG Provinsi Riau), H. Abdul Jamal, M.Pd (Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru) yang dimoderatori Sisi Aspasia (TV Jurnalis CNN Indonesia) didampingi Host Cahaya Makbul (Coordinator of Kovid Psikologi) yang dibuka langsung oleh Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag dan Mangisi Erlinda (Head of Field Officer IOM Pekanbaru).

Indonesia, di lain sisi yang bersamaan, telah memberikan komitmennya pada salah satu kesepakatan internasional yang menjadi agenda pembangunan universal yang tertuang dalam dokumen berjudul Transforming Our World: the 2030 Agenda for Sustainable Development atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan prinsip dasar no one left behind (tidak ada seorangpun yang tertinggal) (Sekar Panuluh, 2016).

Mengacu pada tujuan-tujuan TPB yang pada dasarnya juga ikut melindungi hak asasi manusia, Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2016 ke-71 yang bertema TPB, menempatkan isu pengungsi menjadi salah satu topik bahasan yang didiskusikan oleh banyak negara termasuk Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa isu pengungsi sebenarnya menjadi salah satu isu esensial dalam politik luar negeri Indonesia khususnya dalam bidang diplomasi kemanusiaan.

Goal ke-16, dalam kerangka TPB, menjadi salah satu goal yang memiliki kaitan tererat dengan pengungsi khususnya dalam penanganan pemenuhan HAM dasar pengungsi semata-mata karena dirinya adalah manusia. Goal ke-16 tersebut adalah “Meningkatkan Masyarakat yang Inklusif dan Damai untuk Pembangunan Berkelanjutan, Menyediakan Akses terhadap Keadilan bagi Semua, dan Membangun Institusi yang Efektif, Akuntabel dan Inklusif di Semua Tingkatan” yang mana menjadi hal yang dapat diberlakukan sama, tidak hanya pada warga negara Indonesia (WNI) namun juga pada pengungsi yang memang memiliki kondisi tersendiri dan membutuhkan perhatian khusus dari perlindungan internasional.

Webinar sudah berjalan dengan baik dan diikuti oleh 367 peserta. Pesertanya berasal dari kalangan mahasiswa, kantor Imigrasi, dosen, LSM dan pejabat pemerintah lainnya.

Paparan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi solusi bagi para pengungsi sebagai cara untuk bertahan hidup dan untuk aktualisasi diri mereka.

“Pengungsi dapat berpartisipasi dalam sektor pariwisata, seni, budaya, UMKM dan kuliner dan Menteri akan mendukung mereka Together we can” kata sandiaga Uno.

Walikota Pekanbaru yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru sekaligus Ketua SATGAS Penanganan pengungsi menyambut ungkapan Sandiaga Uno dengan menjelaskan tentang Satgas Pengungsi dan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua Sekretariat SDGs Provinsi Riau yang dipaparkan Heriyanto menjelaskan tentang tujuan SDGs di provinsi Riau dan kemungkinan untuk memasukkan pengungsi dalam rangcangan pembangunan berkelanjutan.

“Hal ini perlu dirumuskan secara matang dan tentunya menyesuaikan aturan yang mengatur tentang pengungsi,” tambah Heriyanto.

Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) mengaku memahami kondisi pengungsi dan menjelaskannya dengan baik karena mengikuti situasi sejak beberapa tahun lalu dan memberikan dukungannya kepada anak-anak pengungsi di Pekanbaru untuk mendapatkan akses di sekolah umum.

Disebutkan, dirinya akan kembali memberikan dukungan penuh kepada Disnaker asalkan ada regulasi dan kebijakan yang jelas. Ia juga menekankan komitmen masing-masing pemangku kepentingan karena penanganan pengungsi harus dilakukan secara bersama-sama dan berdasarkan pendekatan kemanusiaan.

“Kita menyarankan para pengungsi untuk terlibat dalam industri pariwisata dan kuliner seperti guru Bahasa, membuat kue untuk acara, memberikan pelatihan keterampilan, dll,” tambah Jamal

Dalam sesi diskusi, Kadiv Imigrasi Riau bersama-sama menjawab beberapa pertanyaan tentang potensi penanganan dari pengungsi seperti Covid19 dan terorisme.

“Kita perlu duduk bersama untuk merumuskan dan memperkuat Kerjasama dalam penanganan pengungsi yang ada di Riau,” ungkap Tito.

Turut hadir UNHCR untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang peran UNHCR dalam mengelola pengungsi di Pekanbaru.

Webinar ini berjalan dengan sangat baik dengan dimoderatori Sisi Aspasia yang merupakan TV Jurnalis CNN Indonesia.

Hal ini diapresiasi oleh Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag selaku Founder of Kovid Psikologi yang mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada narasumber dan moderator yang telah hadir pada webinar sesi ke 21 Kovid Psikologi dengan harapan dapat menyebarkan manfaat kepada umat untuk Indonesia yang gemilang dan terbilang.

Diakhir acara terdapat 10 peserta yang beruntung mendapatkan give away yang disponsori IOM. ***




Soal Pendidikan, Mahasiswa Luar Negeri Asal Inhil: Pemda Inhil Kurang Perhatian

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ketua Umum (Ketum) Mahasiswa Luar Negeri asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Fauzan Aziz Maulana berharap pemerintah daerah memberikan sedikit rasa perhatiannya terhadap putra-putri Inhil yang menempuh pendidikan di Luar Negeri.

“Sejauh ini Pemerintah Daerah Inhil belum pernah sedikitpun menunjukan perhatiannya terhadap kami yang sedang menempuh study di luar negeri,” kata Fauzan yang merupakan Mahasiswa Magister di Tiongkok, Selasa (22/6/2021).

Bahkan kata Mahasiswa Magister di Tiongkok ini, Pemda Inhil menurutnya sampai saat ini tidak tahu berapa jumlah putra-putri Inhil yang menempuh pendidikan di Luar Negeri.

“Saya yakin juga mungkin pemerintahan daerah Kabupaten Inhil pun tidak tau ada berapa pemuda-pemudi Inhil yang sedang study di luar negeri, ini mungkin kurangnya rasa perhatiannya terhadap kami,” ungkapnya.

Saat ini kata Fauzan, Mahasiswa yang sudah terdata olehnya selaku Ketum Mahasiswa Luar Negeri Inhil baru berjumlah 7 orang.

“Ada yang di Tiongkok, Rusia, Jerman, Turki, Mesir dan juga Timur Tengah. Ini yang baru terdata, saya akan terus mencari data-data putra-putri Inhil yang study di Luar Negeri,” tuturnya.

“Mereka ini saya sebut adalah Agent of change, mereka adalah salah satu generasi penerus bangsa yang mana pemerintahan daerah harus juga memerhatikan mereka,” tambahnya.

Lanjut Fauzan, mengikuti seleksi pendidikan keluar negeri itu tidak mudah supaya bisa diterima di kampus negara-negara yang mereka tuju, selain itu juga tidak semuanya mereka adalah dari orang yang berkecukupan.

“Maka dari itu, saya berharap pemda memiliki rasa kepemilikan dan perhatian juga terhadap putra-putri daerah yg sedang berjuang membawa nama Indragiri Hilir di kancah Internasional,” ujar Fauzan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang PPI Dunia.

ARBAIN




Diskusi Bersama Dandim, Ketum Mahasiswa Luar Negeri Inhil Bahas Soal Pendidikan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ketua Umum (Ketum Mahasiswa Luar Negeri asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Fauzan Aziz Maulana melakukan silaturahmi bersama Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faisal, Senin (21/6/2021) di Makodim.

Dalam silaturahmi tersebut, Fauzan Aziz Maulana yang merupakan Mahasiswa Magister di Tiongkok itu juga membahas soal pendidikan di Indonesia dimasa pandemi Covid-19 yang sudah berjalan setahun lebih dengan sistem pembelajaran daring.

“Sebenarnya saya selalu tersirat di pikiran saya terkait pendidikan di Kabupaten Inhil, yang mana kita berada di daerah yang bisa di katakan tidak semuanya memiliki akses internet atau jaringan yang memadai dan masih terdapat juga desa yang tidak memiliki jaringan maupun listrik,” tuturnya Fauzan menyampaikan kepada Dandim 0314/Inhil.

Lanjut Fauzan, bagi yang tinggal di kota mungkin masih bisa learn from home (belajar dari rumah). Akan tetapi yang terkena dampak besar dari sekolah daring ini mereka yang tidak memiliki fasilitas yang sama terlebih mereka yang tinggal di pelosok desa.

“Saya berharap di Kabupaten Inhil khususnya secepatnya diadakan pembelajaran offline kembali dengan mengikuti protokol kesehatan,” ujar Fauzan Mahasiswa S2 di Tiongkok.

Sementara itu, melalui Fauzan, Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faisal, mengatakan bahwa ia sering mengunjungi desa-desa plosok di Kabupaten Inhil, ada 2 faktor yang menghambat anak-anak itu tidak sekolah.

Yang pertama tidak ada nya biaya, dan kedua adalah tidak adanya rasa kemauan untuk sekolah.

“Faktor pertama mungkin bisa di atasi dengan adanya biaya sekolah gratis saat ini,” ujar Fauzan meneruskan penyampaian Dandim saat berdiskusi tentang pendidikan bersama pemuda kelahiran Tembilahan itu.

Arbain