Pentingnya Muatan Moral dalam Kurikulum Daerah Kabupaten Indragiri Hilir

Pentingnya Muatan Moral dalam Kurikulum Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, oleh : Budi Wahyono, M.Pd.

Perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk pada perilaku anak-anak. Saat ini, banyak fenomena yang menunjukkan mulai terkikisnya adab dan nilai moral pada generasi muda. Sikap sopan santun, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama semakin berkurang. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menanamkan muatan moral sejak dini.

Pendidikan muatan moral merupakan proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk karakter anak agar memiliki nilai-nilai kebaikan, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, nilai-nilai moral telah tertuang dalam Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Oleh karena itu, pendidikan moral bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian utama dalam proses pembentukan kepribadian peserta didik.

Salah satu penyebab terkikisnya moral anak adalah penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Akses mudah terhadap media sosial membuat anak terpapar berbagai konten yang belum tentu sesuai dengan usia dan perkembangan mereka. Tanpa bimbingan yang tepat, anak cenderung meniru perilaku yang kurang baik, seperti berkata kasar, kurang menghargai orang lain, bahkan kehilangan rasa empati. Selain itu, kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua juga menjadi faktor yang mempercepat penurunan nilai moral.

Sekolah memiliki peran penting dalam mengatasi permasalahan ini. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap. Dalam pembelajaran sehari-hari, guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai moral melalui berbagai kegiatan, seperti kerja kelompok, diskusi, serta pembiasaan sikap disiplin dan tanggung jawab. Misalnya, dalam pelajaran PJOK, siswa dapat diajarkan nilai sportivitas, kerja sama, dan kejujuran saat bermain.

Selain itu, keluarga juga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak. Pendidikan moral pertama kali diperoleh anak dari lingkungan keluarga. Orang tua perlu memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap sopan, jujur, dan menghargai orang lain. Dengan demikian, anak akan lebih mudah meniru dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya.

Untuk memperkuat upaya tersebut, sudah saatnya muatan moral dimasukkan secara resmi ke dalam kurikulum daerah di Kabupaten Indragiri Hilir. Kurikulum daerah dapat menjadi sarana strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai moral yang relevan dengan budaya lokal dan kearifan setempat. Nilai-nilai seperti gotong royong, sopan santun masyarakat Melayu, serta penghormatan kepada orang tua dan tokoh masyarakat dapat dijadikan bagian penting dalam materi pembelajaran di sekolah.

Melalui kurikulum daerah, pendidikan muatan moral tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari siswa di sekolah dan lingkungan masyarakat. Pemerintah daerah dapat menetapkan kebijakan berupa mata pelajaran khusus atau mengintegrasikannya ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada. Selain itu, sekolah dapat mengembangkan program pembiasaan, seperti budaya salam, senyum, sapa, serta kegiatan sosial yang menumbuhkan empati dan kepedulian siswa.

Kebijakan ini akan memberikan arah yang jelas bagi sekolah dan guru dalam melaksanakan pendidikan karakter secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan dukungan kurikulum daerah, diharapkan pendidikan moral tidak lagi bersifat tambahan, tetapi menjadi prioritas utama dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia di Kabupaten Indragiri Hilir.

Untuk mengatasi terkikisnya adab pada anak, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan moral harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan penanaman nilai yang kuat sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

Kesimpulannya, pendidikan muatan moral sangat penting dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Melalui integrasi dalam kurikulum daerah di Kabupaten Indragiri Hilir, nilai-nilai moral dapat ditanamkan secara lebih terarah dan sesuai dengan budaya lokal. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menjaga adab serta menjadi pribadi yang membawa perubahan positif bagi masyarakat dan daerahnya. *




Dua Tim MAN 1 Inhil Wakili Riau di Ajang Internasional Kuala Lumpur

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Semangat dan prestasi siswa MAN 1 Indragiri Hilir kembali mengharumkan nama Riau. Dua tim dari madrasah ini resmi terpilih untuk tampil di 2nd International Student Summit yang akan digelar pada 13–16 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menjelang keberangkatan, para siswa mendapat arahan langsung dari Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Muliardi, yang meminta mereka melakukan simulasi presentasi karya ilmiah dalam Bahasa Inggris. Setiap tim memaparkan ide dan hasil risetnya, lalu menerima masukan, koreksi, serta penguatan sebagai bekal menghadapi dewan juri internasional.

Dalam pesannya, Muliardi menekankan bahwa penguasaan materi harus sejalan dengan kejelasan penyampaian dan rasa percaya diri. “Jangan hanya unggul pada substansi riset, tetapi juga pada cara menyampaikan. Percaya diri, kuasai panggung, dan tunjukkan bahwa madrasah mampu bersaing di level global,” tegasnya.

Ia juga memberikan catatan teknis mengenai struktur argumentasi, penguatan data penelitian, hingga strategi menjawab pertanyaan juri. Dukungan penuh dari Kanwil Kemenag Riau pun ditegaskan, dengan harapan para siswa mampu membawa pulang hasil terbaik sekaligus mengangkat nama madrasah dan daerah di kancah internasional.

Keikutsertaan dua tim ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah di Riau terus mendorong lahirnya inovasi berbasis sains, teknologi, dan pangan berkelanjutan. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang internasional ini diharapkan menjadi sarana diplomasi akademik serta penguatan jejaring global bagi generasi muda madrasah.

Turut mendampingi para siswa, Kepala MAN 1 Inhil Ibrahim bersama guru pembimbing Muhammad Azhar dan Abdul Manan N Djafar.

Tim Pertama
Mengusung penelitian berjudul “Classification of Images of Pure and Adulterated Pertalite Fuel Using MobileNet V2 and HSV Color Space Transformation”, tim ini beranggotakan:
– Muhammad Reza Umary (X.9) – Leader
– Rizky Nuzhul Firma (X.9)
– Rayhan Nugraha Umarytya (X.10)
– Qur’anil Nazmi Ramadhan (X.3)
– Daafi Arziki (X.4)

Tim Kedua
Dengan tema pangan berkelanjutan, tim ini menghadirkan inovasi “Green Food RIAU – SAGUPERFOOD: Functional Sago–Spirulina–Moringa Noodles as an Invention for Global Food Security”. Anggotanya adalah:
– Nayla Sheril Fawazzah (X.1) – Leader
– Hana Haura Mahirah (X.1)
– Windy Aira Safrina (X.3).

(MCR)

Editor : Arbain




Soal Beasiswa, Naufal Apresiasi Komitmen Pemda Kampar Terhadap Mahasiswa

ARB INdonesia, KAMPAR – Demonstrasi mahasiswa terjadi di gerbang komplek perkantoran pemerintahan Kabupaten Kampar pada hari Rabu (29 Oktober 2025)

Sebelumnya, Wakil Bupati Kampar juga berdialog panjang dengan Aliansi Mahasiswa Kampar pada tanggal 2 Juni 2025, juga dihadiri oleh Naufal sebagai Tokoh Mahasiswa Kecamatan Kuok.

“Benar, ini adalah aksi Mahasiswa Kampar jilid II. Namun, jawaban secara gamblang sebenarnya sudah disampaikan oleh Wakil Bupati Kampar di ruang dialog,” ucap Aktivis Kecamatan Kuok tersebut.

Naufal menyampaikan bahwa Pemda Kampar sudah menyampaikan jawaban yang memuaskan, juga mengajak aktivis Kampar untuk bersabar menunggu timeline yang sudah disampaikan.

“Semuanya saya rasa sudah sangat konkret jawabannya, bahkan juga sudah dipertegas oleh Bupati bahwa Beasiswa akan menjadi prioritas dalam rencana kerja 2026. Karenanya saya mengajak rekan-rekan lebih memilih untuk bersabar menunggu timeline anggaran yang ada, 2026 juga tidak lama lagi akan menyapa,” tegas Naufal.

Naufal mengajak aktivis kampar memperbanyak kolaborasi terhadap pemerintahan daerah, demi kemajuan kampar. Pemda Kampar saat ini sedang fokus memperbaiki banyak hal, mulai dari sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi faktor utama pembangunan, sampai wisata yang menjadi faktor utama kemajuan UMKM Rakyat.

“Saya mengajak rekan rekan aktivis untuk lebih sabar dalam menunggu timeline yang ada, sembari mengembangkan potensi potensi wisata yang ada di kecamatan masing masing,” tutup Naufal. *




Tahun 2026, Pemkab Inhil Alokasikan Rp3,7 Miliar untuk Pembangunan di SD 002 Sungai Teritip

ARB Indonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya di wilayah pesisir.

Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab Inhil telah menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk pembangunan di SD Negeri 002 Sungai Teritip, Kecamatan Kateman, pada APBD tahun anggaran 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari visi Bupati Inhil, H. Herman, dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan merata bagi seluruh anak bangsa, termasuk di daerah terpencil dan pesisir.

Kepal Dinas Pendidikan Inhil, melalui Sekretaris dinas Fauzan Amrullah, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa pagu senilai Rp3.7 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan fisik dan non-fisik yang menyentuh langsung kebutuhan sekolah dan tenaga pendidik di SD Negeri 002 Sungai Teritip. Salah satu itemnya adalah pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB).

“Mudah-mudahan tidak ada kendala, sehingga pembangunan RKB dan lainnya di SD tersebut bisa berjalan dengan maksimal,” tutur Fauzan kepada ARB INdonesia, Sabtu (11/10/2025).

Selain itu, Fuazan juga menjelaskan bahwa dalam aturannya, pemerintah daerah hanya bisa melaksanakan dua program dalam pembangunan gedung sekolah, yaitu melakukan Rehap Bangunan dan Pembangunan Ruang Kelas Baru.

Untuk Rehap itu dilakukan perbaikan pada bangunan sekolah yang ada. Sedangkan pembangunan RKB harus ditanah kosong, bukan di atas bangunan yang sudah ada. Jika membangun di atas lahan bangunan lama, program itu ada di kementerian pendidikan.

“Revitalisasi bangunan sekolah (renovasi total-red), program ini ada di Kementerian Pendidikan. Ini yang tengah Pemda Inhil perjuangkan. Ada beberapa sekolah yang telah kita usulkan dalam skala prioritas di Kementerian Pendidikan untuk program revitalisasi bangunan sekolah, termasuk SD Sungai Teritip dan Sungai Laut,” ungkapnya.

Terpisah, mengenai pembangunan di SD Negeri 002 Sungai Teritip, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Inhil, Dedi Surahman menambahkan bahwa pembangunan SDN tersebut sudah masuk dalam daftar prioritas pembangunan di tahun 2026 dengan total pagu anggaran sebesar Rp3,72 miliar.

Berikut Item pembangunan di SD Negeri 002 Sungai Teritip, Kecamatan Kateman:
– Pembangunan Ruang Guru/Kepala Sekolah/TU Rp400 juta
– Semenisasi halaman dan pembangunan toilet Rp470 juta
– Pembangunan Rumah Dinas Rp450 juta
– Pembangunan Ruang Kelas Baru Rp2.4 miliar.

“Total pagu anggaran pembangunan fisik dan non fisik di SD 002 Sungai Teritip untuk tahun 2026 senilai Rp3.720.000.000. Kami juga akan melakukan kunjungan langsung ke SD Sungai Teritip untuk memastikan kondisi dan kebutuhan riil di lapangan,” ungkap Dedi Surahman saat di hubungi ARB INdonesia, Sabtu (11/10/2025).

“Pembangunan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tutupnya.(ARBAIN)




Hebohnya pemberitaan tentang siswa di Rohul yang tidak Bisa mengikuti ujian, ini Klarifikasi pihak sekolah

ARB INdonesia, Rokan Hulu – Hebohnya pemberitaan di media online tentang seorang siswa kelas X SMK Negeri 1 Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu yang disebut – sebut tidak bisa mengikuti ujian karna menunggak uang praktek sebesar Rp. 240 ribu. 

Siswa berinisial R yang diketahui merupakan anak yatim dari Desa Bangun Purba Timur Jaya disebut sempat pulang dan menggadaikan Handpone (HP) untuk pembayaran uang praktek demi bisa mengikuti ujian.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Pihak sekolah SMK Negeri 1 Bangun Purba, memberikan klarifikasi Resmi, Senin (2/6/2025). 

Plh Kepala Sekolah, Habibi, S.Pd.I, didampingi Humas Sekolah, Jaya Putra, S.Pd, dan wali kelas, Masraini, S.Pd.i,  menyampaikan bahwa Pihak Sekolah tidak pernah melarang atau mengusir siswa untuk mengikuti Ujian hanya karena belum melunasi kewajiban Administrasi.

“Kami tidak pernah mengeluarkan kebijakan seperti itu. Semua siswa tetap mendapat hak untuk mengikuti ujian. Jika ada miskomunikasi di lapangan, kami mohon maaf,” ujar Habibi dalam keterangannya kepada media.

Lebih lanjut, pihak sekolah menyatakan akan mengevaluasi sistem komunikasi internal dan prosedur administrasi, agar tidak menimbulkan keresahan di kemudian hari, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Dalam suasana pendidikan yang semestinya ramah dan mendukung setiap anak, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kebijakan yang mengedepankan hak belajar anak di atas segala pertimbangan administratif.




Siswa Yatim di SMKN 1 Bangun Purba Dipulangkan karena Tunggakan Rp240 Ribu, Tak Diizinkan Ikut Ujian Kenaikan Kelas

ARB INdonesia, Rokan Hulu – Seorang siswa kelas X jurusan Otomotif di SMKN 1 Bangun Purba, Resta Lubis, harus menelan kekecewaan mendalam setelah dipulangkan dan tidak diperkenankan mengikuti ujian semester kenaikan kelas yang dimulai pada Senin, (2/6/ 2025).

Resta, yang merupakan anak yatim dan tinggal di Bangun Purba Timur Jaya, Kecamatan Bangun Purba, tidak diizinkan mengikuti ujian karena belum melunasi tunggakan uang praktek sebesar Rp240 ribu selama enam bulan terakhir.

Peristiwa ini memicu perhatian luas dari masyarakat dan para orang tua siswa. Banyak pihak menilai kebijakan sekolah terlalu kaku dan mengabaikan hak dasar siswa untuk mendapatkan pendidikan. Mereka menganggap bahwa persoalan administrasi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan proses belajar, terlebih bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Wali kelas Resta, Ibu Masraini, membenarkan bahwa pemulangan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan antara pihak sekolah dan wali murid terkait kewajiban pembayaran uang praktek untuk kegiatan bengkel. “Uang praktek itu sudah menunggak selama enam bulan. Karena siswa ini jurusan otomotif, memang wajib membayar biaya praktek,” ungkap Masraini saat dikonfirmasi.

Namun, saat ditanya apakah Resta masih berpeluang mengikuti ujian jika melunasi tunggakan dalam waktu dekat, Masraini tidak memberikan jawaban pasti. “Kami sedang sibuk ujian,” ujarnya singkat sebelum mengakhiri panggilan.

Kebijakan sekolah ini menuai sorotan dan kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah orang tua siswa menyampaikan keprihatinan dan mendesak sekolah untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan, terutama dalam kasus siswa dari keluarga tidak mampu. “Kalau memang ada tunggakan, harusnya bisa dicicil atau diberi keringanan. Tapi jangan sampai anak tidak bisa ikut ujian, itu terlalu berat,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan segera turun tangan untuk mengevaluasi kebijakan tersebut. Mereka menekankan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, dan tidak boleh ada lagi siswa yang kehilangan kesempatan hanya karena kendala biaya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan dari pihak sekolah mengenai apakah Resta Lubis akan mendapatkan kesempatan mengikuti ujian susulan.