Komnas HAM Tolak Darurat Sipil: RI Butuh Darurat Kesehatan Nasional!

ARB INdonesia, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai menimbang-nimbang penetapan keadaan darurat sipilsebagai langkah terakhir penanganan COVID-19. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak setuju dengan wacana itu, karena saat ini Indonesia tidak butuh keadaan darurat sipil.


https://covid19.inhilkab.go.id/


“Yang kita butuhkan darurat kesehatan nasional,” kata komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, dalam keterangan pers tertulis, Senin (30/3/2020).

Darurat kesehatan nasional bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terancam oleh virus Corona. Darurat kesehatan nasional juga memuat kondisi sarana dan prasarana yang belum maksimal. Keadaan darurat kesehatan nasional berbeda tujuan dengan darurat sipil.

“Darurat sipil tujuannya tertib sipil yang biasanya untuk memastikan roda pemerintahan berjalan dan tertib sipil. Dari perspektif tujuan saja berbeda jauh,” tutur Choirul.

Menurutnya, saat ini pemerintah masih berjalan baik, jadi darurat sipil tidak perlu ditetapkan Jokowi. Bahkan, perkembangan penanganan COVID-19 dinilainya menuju ke arah yang lebih baik, meski belum maksimal.

“Maka yang dibutuhkan adalah darurat kesehatan nasional. Tata kelolanya yang diperbaiki, misalkan platfrom kebijakan yang utuh dan terpusat, karena karakter COVID-19 membutuhkan kebijakan utuh dan terpusat,” kata Choirul.

Melalui penetapan darurat kesehatan nasional, Komnas HAM berharap Jokowi langsung memimpin konsolidasi penanganan COVID-19, maka penanganan bakal lancar sampai daerah.

Intinya, yang dibutuhkan adalah status darurat kesehatan nasional, bukan darurat sipil. Soalnya, darurat sipil berorientasi pada penertiban, bukan pada peningkatan fungsi layanan kesehatan.

Tujuan darurat kesehatan adalah pada kerja-kerja kesehatan, bukan pada kerja penertiban. Misalkan mendorong keaktifan perangkat pemerintahan terkecil seperti RT dan RW termasuk Puskesmas menjadi garda komunikasi terdepan,” tuturnya.

Lain dengan darurat sipil, darurat kesehatan nasional bukanlah istilah hukum. Darurat sipil diatur dalam Perppu Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya. Keadaan darurat sipil punya konsekuensi ngeri bila ditetapkan, yakni penguasa darurat sipil berhak mengadakan peraturan untuk membatasi percetakan, penerbitan, tulisan, dan gambar apapun.

Penguasa darurat sipil bisa menyuruh aparat untuk menggeledah tempat sekalipun pihak pemilik tempat tidak bersedia. Penguasa darurat sipil berhak menyita semua barang yang diduga mengganggu keamanan, hingga memeriksa badan dan pakaian tiap orang yang dicurigai. Serta, penguasa darurat sipil berhak membatasi orang berada di luar rumah.

Penguasa darurat sipil berhak mengetahui semua berita dan percakapan telepon, melarang pemakaian kode hingga bahasa selain bahasa Indonesia, membatasi penggunaan alat telekomunikasi, dan menghancurkan alat telekomunikasi.

Sumber detik.com
https://news.detik.com/berita/d-4958672/komnas-ham-tolak-darurat-sipil-ri-butuh-darurat-kesehatan-nasional/2




Per 31 Maret Kasus Positif Corona di Indonesia Capai 1.528

ARB INdonesia, JAKARTA – Pemerintah memperbarui data kasus positif virus Corona di wilayah RI. Hingga hari ini, ada 1.528 kasus Corona yang terkonfirmasi positif.

“Menjadi 1.528 kasus,” ujar juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan BNPB, Selasa (31/3/2020).

Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB hari ini. Dengan total 1.528 kasus, berarti ada penambahan 114 kasus Corona dari data sebelumnya.

“Terdapat penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 114 kasus,” sebut Yurianto.

Per 30 Maret 2020, ada 1.414 kasus positif Corona di Indonesia. Sebanyak 122 orang meninggal dunia dan 75 pasien sembuh.

Sumber detik.com

https://m.detik.com/news/berita/d-4959887/per-31-maret-kasus-positif-corona-di-indonesia-capai-1528?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=mobile




Tangkal Korona, Desa Indra Sari Jaya Semprotkan Disinfektan di Tempat Umum

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka menangkal  penyebaran pendemi virus Corona (Covid-19), Pemerintah Desa (Pemdes) Indra Sari Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan penyemprotan cairan disinfektan pada fasilitas umum, Selasa (31/3/2020).


Dalam penyemprotan cairan disinfektan ini diikuti oleh Aparatur Desa, Satpol PP, Kelapa Pustu tim kesehatan Desa Indra Sari Jaya,


Kepala Desa Indra Sari Jaya, Darsum menyampaikan penyemprotan disinfektan ini ditargetkan pada pada seluruh rumah warga dan ditempat-tempat umum yang dianggap bisa menimbulkan keramaian.


“Dimulai di tempat umum seperti masjid, sekolah dan rumah warga,” tutur Kades Indra Sari Jaya, Darsum.


Lanjutnya, salah satu upaya pemerintah Kabupaten Inhil untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, berdasarkan arahan Bupati melalui peran pemerintah desa sangat pinting dalam hal pencegahan wabah virus corona.


“Maka dalam hal ini, kami melakukan penyemprotan cairan disinfektan di rumah-rumah warga bertujuan dalam upaya pencegahan dini dari penularan Covid-19,” imbuhnya.


Selain itu, Kades juga menghimbau agar warga Desa Indra Sari tidak panik dalam menghadapi persoalan ini, agar  semua hal-hal yang tidak  diinginkan bisa sama-sama diatasi,


” Yang terpenting kita jangan panik, akan tetapi jangan pula dianggap enteng soal wabah corona ini,” tutup Darsum.


Editor Arb




Cegah Penyebaran Covid-19, ini Trobosan yang Dilakukan Kades Desa Salo Timur

Kepala Desa Salo Timur H Tukiran, foto: Joni K, arbindonesia.com


ARB INdonesia, KAMPAR – Mengenai mewabahnya penyebaran virus corona (Covid-19) yang melanda hari ini, Kepala Desa Salo Timur H Tukiran yang baru dilantik beberapan bulan lalu lakukan trobosan yang brilian dalam pencegahan perkembangan Covid-19 di Desa Salo Timur, Kabupaten Kampar – Riau.


H Tukiran saat dijumpai awak media di ruang kerjanya menyampaikan, bahwa Pemdes Salo Timur telah melaksanakan beberapa langkah preventif dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.


“Diawali dengan pendataan oleh Kepala Dusun, RT dan RW bagi masyarakat kita yang pulang dari wilayah yang terpapar virus corona dan dari luar negeri. Kemudian kita juga memberikan himbauan melalui surat yang kita edarkan supaya masyarakat kita dapat mengetahui apa-apa saja yang harus diperbuatnya sesuai dengan protokol kesehatan dalam menyikapi persoalan ini,” tutur Tukiran, Selasa (31/3/2020).


Selain itu, pihaknya juga sudah memulai memproduksi masker oleh kelompok jahit Desa slSalo Timur yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat.



“Target awal kita akan produksi 1000 buah masker. Sampai hari ini sudah 500 yang jadi dan kelompok ibu-ibu ini masih melakukan pengerjaan serta akan kita distribusikan kepada masyarakat kita, namun nantinya jika ada desa lain atau pihak klKabupaten memesan masker ini kami akan lakukan pembuatan masker dengan jumlah yang besar. Saat ini kemampunan kita di desa hanya mampu memproduksi sebanyak itu,” imbuh Kades.


Terakhir dikatakanya, Melalui Pemerintah Desa Salo Timur mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat, jika mengalami gejala-gejala kesehatan untuk dapat melaporkan ke pihak Pemdes.


” Kami di desa akan melakukan pengecekan di Puskesmas. Untuk menghadapi persoalan Covid-19 masyarakat desa tidak perlu panik, Insya aAlah persoalan ini akan dapat kita selesaikn secara bersama,” tutup H Tukiran.


Reporter : Joni


Editor Arb




Penyemprotan Disinfektan Massal, 500 Lebih Personel Tim Gabungan Diterjunkan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Lebih dari 500 personel tim gabungan diterjunkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di seluruh kawasan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (31/3/2020) pagi.


Penyemprotan disinfektan dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran  Covid-19 di Kabupaten Inhil.


40.000 liter disinfektan dipersiapkan dalam kegiatan penyemprotan ini. Seluruh personel tim gabungan dibagi menjadi beberapa kelompok yang tersebar di ruas-ruas jalan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.


Menurut Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan kegiatan penyemprotan disinfektan ini merupakan salah satu kegiatan terbesar yang pernah dilaksanakan.


Disamping itu, melalui kegiatan penyemprotan disinfektan secara massal ini, diungkapkan Bupati, telah tercermin kebersamaan dan kekompakan segenap elemen masyarakat atas fenomena wabah Covid-19.


“Antusiasme sudah mulai tumbuh. Ini gerakan bersama, memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mengerti tentang bahaya Covid-19,” tutur Bupati.


Dalam kesempatan ini, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu padu memerangi Covid-19. Begitu pula kepada masyarakat, diharapkan agar menaati imbauan dan anjuran Pemerintah untuk melaksanakan kegiatan di rumah.


“Ini cara kita bersama menjadikan daerah kita terbebas dari Covid-19. Saya sudah menandatangi lebih dari 15 menandatangani surat edaran kepada seluruh komponen. Intinya menganjurkan dan meminta kepada semua untuk menaati arahan dari pimpinan kita, Bapak Presiden,” pungkas Bupati.


Adapun rincian tim gabungan yang terjun melakukan penyemprotan disinfektan massal adalah sebagai berikut:


1. TNI : 70 orang.
2. POLRI : 165 orang.
3. Satpol : 30 orang.
4. PSMTI : 50 orang.
5. Damkar : 15 orang.
6. BPBD : 25 orang.
7. Pramuka : 30 orang.
8. Ormas Granad : 10 orang.
9. FKPPI : 10 orang.
10.Wartawan : 15 orang.
11. Dinas kes : 21 orang.
12. PA : 2 orang.
13. PN : 2 orang.
14. Dishub : 7 orang.
15. Beacukai : 8 orang.
16. Banser : 10 orang.
17. PLTU : 8
18. Organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan lainnya.


Editor Db




Antisipasi Penyebaran Covid-19, di Desa Beringin Mulya Rumah dan Fasilatas Umun Disemprot

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka mengantisipasi  penyebaran pendemi virus Corona (Covid-19), perangkat Pemerintah Desa Beringin Mulya, Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir melakukan penyemprotan cairan disinfektan, Senin (30/3/2020).


Kepala Desa Beringin Mulya Kuslani melelui sekretaris Desa Didik Sugianto mengatakan, penyemprotan disenfektan merupakan salah satu upaya dalam menghambat pengembangan endemi virus corona (covid-19) di Desa Beringin Mulya khususnya.


“Sesuai dengan arahan Bupati Inhil, penyemprotan ini dilakukan dalam rangka pencegahan virus Corona, mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kita agar terhindar dari pendemi berbahaya ini,” sebut Didik Sugianto.


Dikatakan Didik, sasaran penyemprotan adalah pemukiman warga termasuk fasilitas umum, pasar, pelabuhan, kantor desa, masjid, surau, serta rumah warga Desa Bering Mulya.


“Penyemprotan disinfektan ini disasar pada seluruh fasilitas umum,
dengan target tempat yang berpotensi berkumpulnya warga,” terannya.


Editor Arb