Mengenai Covid-19, Camat Tembilahan : Jangan Karena Sudah Dilakukan Penyemprotan Lantas Kita Lalai

Foto : H.Ahmad Khusairi, Camat Tembilahan.


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kecamatan Tembilahan merasa sangat bersyukur atas inisiatif dari berbagai elemen yang sudah berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (3/4/2020).


Hal itu disampaikan H.Ahmad Khusairi Camat Tembilahan saat turun langsung melakukan penyemprotan dan pembagian cairan disinfektan bersama Gerakan Kwarcab Pramuka Inhil, TNI, Polri, PSMTI, Polsek, Puskesmas, dan  Lurah, di Jalan Amuntai Kelurahan Sungai Beringin.


Dikatakan Camat Tembilahan, disamping melakukan penyemprotan, ada proses edukasi yang disampaikan kepada masyarakat tentang gerakan mengajarkan bagaimana cara pembuatan larutan disinfektan yang benar.


“Kita berharap kegiatan seperti ini akan diteruskan oleh masyarakat secara mandiri. Minimal dari edukasi yang diberikan, kedepannya mampu diaplikasikan di rumah-rumah sendiri ataupun di lingkungannya,” tutur H.Ahmad Khusairi


Lanjutnya, dengan antusias warga dalam menghadapi Covid-19, masyarakat bisa menjadi garda terdepan untuk melakukan penanggulangan menyebarnya virus corona ini di wilayah Kecamatan Tembilahan khususnya.


“Bisa kita lihat dari respon positif masyarakat yang berbondong-bondong mengambil cairan yang disediakan oleh pemerintah,” kata H.Ahmad Khusairi.


Selain itu, Camat Tembilahan juga berpesan kepada masyarakat agar  jangan terlena dengan apa yang sudah dilakukan. Sebab jangan mentang-mentang sudah dilakukan penyemprotan, lantas kita menjadi lalai.


“Pola hidup bersih dan sehat  harus tetap dijaga, seperti mencuci tangan dan memakan makanan yang sehat,” pesannya.


Terakhir disampaikannya, bahwa di Kelurahan Seberang  Tembilahan hari ini juga melakukan penyemprotan disinfektan dengan sasaran utama di pelabuhan penyeberangan, rumah ibadah dan rumah warga sekitar.


Editor Arbain




Info penting dari Tim Gugus Covid-19 Inhil, Selain Himbauan ada Insentif 600 Ribu per Bulan Bagi…

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Info terkini dari Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Indragiri Hilir, selain mengeluarkan himbauan dan menginfokan update data terkini Covid-19, Tim Gugus juga menginformasikan bahwa ada Isentif  600.000 per Bulan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.


Update Data


Data sebaran Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir, per 2 April 2020  tercatat keseluruhan 1.589 orang yang masuk dalam kategori OTG, ODP, dan PDP.


Dari 1.589 orang:
– 1.327 orang dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG)
– 162 orang dalam kategori Orang Dalam Pantauan (ODP)
– 96 orang dalam kategori  Selesasi Pemantauan
– 4 orang Pasien Dalam Pantauan (PDP), 2 diantaranya telah dinyatakan sembuh dan pulang
– 0 Positif Covid-19.


Melalui konferensi pers, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Inhil, Trio Beni Putra, SE, MM menyampaikan dari Gugus Tugas Pintu Masuk melaporkan kedatangan penumpang dari Kepulauan Riau ke Inhil pertanggal 1 April 2020 yang telah dilakukan screening 218 Orang, ODP 1 Orang dan OTG 36 Orang.







“Penumpang yang datang ini ada yang berasal dari Malaysia, DKI Jakarta dan Yogyakarta,” tutur Trio.


Himbauan


Lanjutnya, melalui Surat Edaran Nomor 78/ Satpol.PP/III/2020 Tentang kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Covid-19 di Kabupaten Inhil menyatakan :


1. Pemerintah Kabupaten Inhil telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Non Alam akibat Virus Corona di Kab.Inhil terhitung mulai tanggal 18 Maret sampai dengan 15 April 2020


2. Kegiatan belajar mengajar bagi siswa/i mulai dari PAUD/TK sampai dengan Perguruan Tinggi dilaksanakan di rumah dengan menggunakan media pembelajaran secara daring/online


3. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah yang banyak seperti rapat kerja, rapat koordinasi, seminar/simposium,FGD, kursus dan lain-lain agar ditunda pelaksanaannya.


4. Kegiatan keramaian pada tempat hiburan (karaoke, warnet, gelanggang permainan, permainan biliard, tempat olahraga, cafe dan tempat hiburan lain ataubsejenisnya) agar ditutup sementara dan kegiatan lainnya yang melibatkan masa (unjuk rasa, pertemuan sosial, politik, budaya, agama, festival, bazar, pameran, pasar malam, resepsi keluarga dan kegiatan sejenis lainnya) agar ditiadakan atau ditunda sampai dengan tanggal 18 April 2020.


5. Rumah makan/cafe/kedai kopi atau sejenisnya boleh beroperasi dengan mengutamakan pelayanan bawa pulang (take away) dan tidak menyediakan kursi dan meja untuk pelayanan ditempat.


6. Semua pihak diminta untuk tenang dan tidak panik, tidak membuat atau menyebarkan informasi yang tidak akurat/hoax dan nelaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat.


7. Bagi yang tidak mengindahkan edaran ini, akan dikenakan sanksi berupa penutupan paksa oleh Tim Terpadu Penularan Covid-19 Inhil.


Permohonan Insentif


Selain himbauan tersebut, bagi masyarakat yang tidak mampu dan merasakan dampak dari Covid-19, serta diluar dari penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dapat melakukan permohonan untuk mendapatkan Isentif Rp. 600.000 per bulan selama 4 bulan.


“Bantuan tersebut akan diberikan oleh pemerintah pusat. Riau hari ini menadapatkan kuota sebesar 92.893 orang, siapa Kabupaten yang cepat mengirim data dialah yang akan diprioritaskan,” kata Trio Beni.


Syarat Wajib :
1. Umur 18 tahun ke atas
2. NIK
3. No. HP/ WA
4. Alamat yang jelas


“Semua data diverifikasi oleh Kementrian. Waktu pengusulan data 2 hari, dari hari ini sampai dengan 4 April 2020. Data bisa diserahkan secara online ke Disnakertrans Kabupaten Inhil,” imbuh Trio Beni.


Untuk mendaftar klik link dibawah
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSemSuezwnnsyFuScYUWWrsDt0OBnme2p9fNmdgUgZnq96806A/viewform


Info lebih lanjut silahkan hubungi kontak person dari Menakertrans


HARDIANTO
WA : 081286126118


MARIO (Kabid Persandian & Penempatan Tenaga Kerja)
WA : 085271483111


(Gugus Tugas  Pencegahan covid-19 Inhil)
Editor Arbain




Tangkal Covid-19, Desa Panglima Raja Semprot Disinfektan di Rumah Warga dan Tempat Umum

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka menangkal  penyebaran pendemi virus Corona (Covid-19), Pemerintah Desa (Pemdes) Panglima Raja  Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan penyemprotan cairan disinfektan pada fasilitas umum, Kamis (2/4/2020).


Dalam penyemprotan cairan disinfektan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Erwanto beserta jajaran Desa Panglima Raja, dan dihadiri oleh Camat Concong, Babinkantibmas, Babinsa dan pihak Puskesmas.


Disampaikan Kades Erwanto, penyemprotan disinfektan ini ditargetkan pada pada seluruh rumah warga dan ditempat-tempat umum yang dianggap bisa menimbulkan keramaian.


“Dimulai di tempat umum seperti masjid, sekolah dan rumah warga,” tutur Erwanto.


Lanjutnya, salah satu upaya pemerintah Kabupaten Inhil untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, berdasarkan arahan Bupati melalui peran pemerintah desa sangat penting dalam hal pencegahan Pendemi Covid-19.


“Maka dalam hal ini, kami melakukan penyemprotan cairan disinfektan di rumah-rumah warga bertujuan dalam upaya pencegahan dini dari penularan Covid-19,” imbuhnya.


Selain itu, Erwanto juga menghimbau agar warga Desa Panglima Raja tidak panik dalam menghadapi persoalan ini, agar  semua hal-hal yang tidak  diinginkan bisa sama-sama diatasi,


” Yang terpenting kita jangan panik, akan tetapi jangan pula dianggap enteng soal wabah corona ini,” tutup Erwanto.


Editor Arbain




Per 1 April 2020 Kasus Positif Corona di Inhil Nol, ODP Meroket

Foto Screenshot data doc Pdf Sebaran Covid-19 Kabupaten Inhil


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sehubungan dengan Pandemi Covid-19,  per 1 April 2020 kasus positif Corona di Kabupaten Indragiri Hilir masih di angka nol besar, namun angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik meroket.


Data sebaran  Covid-19 Kabupaten Inhil, update 1 April 2020 bahwa warga inhil yang dinyatakan Pasien Dalam Pantauan  (PDP) berjumlah 4 orang, 2 diantaranya dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang.


Sementara data teranyar, diketahui jumlah ODP yang semula hanya 176 orang, kini naik secara signifikan menjadi 1.274 orang. 33 orang telah selesai dilakukan pemantauan.


Total keseluruhan data yang terkonfirmasi ODP dan PDP menjadi 1.278 orang.


Foto Screenshot situs website https://covid19.inhilkab.go.id


Dengan adanya lonjakan tersebut, disampaikan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan sekaligus juru bicara (jubir) bidang medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Inhil, dr Saut Pakpahan, mengatakan bahwa perubahan data tersebut terjadi pasca adanya jalinan kesepakatan antara Gubernur Riau dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau.


“Dalam kesepakatan itu, Orang Tanpa Gejala (OTG) masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Oleh sebab itu, jumlah ODP di Kabupaten Inhil naik drastis hingga 1.278 atau hampir 7 kali lipat dari angka sebelumnya,” tutur Saut, Rabu (1/4/2020) di RSUD Puri Husada Tembilahan. (Tim Gugus Tugas Covid-19 Inhil)


Lanjutnya, kesepakatan seperti yang terjadi di Riau, sebenarnya juga telah dilakukan di Provinsi lain. Namun, khusus untuk di Riau baru diberlakukan per 1 April 2020.


Untuk itu, dr Saut mengharapkan agar masyarakat tidak khawatir dengan kenaikan angka ODP tersebut. Sebab, sebelumnya memang antara OTG dengan ODP tercatat dalam kategori berbeda.


“Masyarakat jangan khawatir, jangan panik. Sebelumny, juga seperti data OTG ini memang juga sudah ada, tapi tidak dimasukkan dalam data ODP. Sekarang, setelah kesepakatan OTG dan ODP digabung,” jelas dr Saut.


Untuk diketahui,  melalui situs website https://covid19.inhilkab.go.id  sejauh ini belum ada warga Inhil yang dinyatakan positif terpapar virus corona.


Editor Arbain




1.677 Positif Corona di Indonesia Tersebar di 32 Provinsi

Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (31/3/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)







ARB INdonesia, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Corona Achmad Yurianto mengatakan, terdapat penambahan 149 orang positif Covid-19 pada Rabu (1/4/2020). Sehingga totalnya menjadi 1.677 orang di seluruh tanah air.

Menurut Yurianto, untuk jumlah pasien meninggal dunia bertambah 21 orang. Jadi, total akumulatif yang tutup usia ada 157 orang.

“Kematian konfirmasi positif hari ini bertambah 21 orang, sehingga total 157 orang,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Meski begitu, ada pula yang sudah dinyatakan sembuh dan negatif dari virus Corona Covid-19 sebanyak 22 orang. Sehingga, totalnya 103 orang sembuh.

Jumlah mereka yang terkonfirmasi positif Corona tersebar di sejumlah provinsi. Ada 32 provinsi di Indonesia mengonfirmasi di wilayahnya terdapat pasien positif Covid-19. Berikut sebarannya:

1. Aceh terdapat lima pasien Covid-19

2. Bali terdapat 25 pasien Covid-19 mengalami penambahan enam orang dari sebelumnya 19 orang. Ada dua orang terkonfirmasi meninggal karena virus ini

3. Banten ada 152 pasien Covid-19. Mengalami penambahan 11 orang dari sebelumnya 141. Sementara jumlah yang meninggal mencapai 14 orang

4. Bangka Belitung ada dua pasien Covid-19 dengan satu orang meninggal dunia

5. Bengkulu ada satu pasien Covid-19 dan telah meninggal dunia.

6. DI Yogyakarta ada 28 pasien Covid-19, mengalami penambahan lima orang dari sebelumnya hanya 23 orang. Sementara korban meninggal karena virus ini ada dua orang

7. DKI Jakarta menjadi provinsi paling banyak terdapat pasien Corona, yakni mencapai 808. Angka tersebut mengalami penambahan 62 orang dari hasil sebelumnya 746 orang. Jakarta pun menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yaitu mencapai 85 orang

8. Jambi ada orang positif Covid-19

9. Jawa Barat menjadi provinsi kedua terbanyak memiliki pasien positif Covid-19. Ada 220 orang positif Covid-19 di Jawa Barat. Hal ini mengalami penambahan 21 orang dari sebelumnya 199 orang. Korban meninggal di Jawa Barat ada 21 orang

10. Jawa Tengah ada 104 orang terinfeksi virus Corona. Angka tersebut mengalami lonjakan 11 orang dari sebelumnya 93 saja. Angka kematian di provinsi ini mencapai tujuh orang

11. Jawa Timur sama seperti Jawa Tengah memiliki 104 positif Covid-19. Dengan penambahan 11 orang dari sebelumnya 93 saja. Namun angka kematian di Jawa Tengah sedikit lebih tinggi, yakni sembilan orang

12. Kalimantan Barat ada 10 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Angka ini mengalami penambahan satu orang dari sebelumnya hanya sembilan orang saja. Sementara jumlah kematian di Kalimantan Barat ada dua orang

13. Kalimantan Timur ada 21 pasien Corona, mengalami penambahan satu orang dengan angka kematian hanya satu orang saja

14. Kalimantan Tengah ada sembilan pasien Covid-19

15. Kalimantan Selatan ada delapan pasien positif Corona

16. Kalimantan Utara ada dua positif Covid-19

17. Kepulauan Riau ada tujuh pasien Covid-19 dan satu orang meninggal

18. Nusa Tenggara Barat ada enam orang positif Covid-19 dengan peningkatan jumlah dua orang dari sebelumnya hanya empat orang

19. Sumatera Selatan ada lima orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan dua orang dinyatakan meninggal dunia

20. Sumatera Barat ada delapan terkonfirmasi positif Covid-19.

21. Sulawesi Utara ada tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19. Ad penambahan satu orang dari sebelumnya hanya dua orang saja

22. Sumatera Utara ada 22 orang positif Corona. Mengalami peningkatan dua orang dari hari sebelumnya yang hanya 20. Sudah ada tiga korban meninggal dunia

23. Sulawesi Tenggara ada tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19

24. Sulawesi Selatan ada 66 terkonfirmasi positif Corona. Angka tersebut mengalami lonjakan 15 orang dari sebelumnya hanya 51 saja. Sudah ada lima orang dinyatakan meninggal karena virus ini

25. Sulawesi Tengah ada dua orang dinyatakan positif Covid-19.

26. Lampung ada delapan orang dinyatakan terinfeksi virus Corona

27. Riau ada tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19

28. Maluku Utara ada satu orang terkonfirmasi positif Corona

29. Maluku ada satu orang terinfeksi virus Corona

30. Papua Barat ada dua orang dinyatakan positif Covid-19 dengan satu orang meninggal dunia.

31. Papua ada sepuluh orang terinfeksi virus Corona

32. Sulawesi Barat ada satu orang terinfeksi virus Corona.


loading…




Sumber liputan6.com
https://m.liputan6.com/news/read/4216949/1677-positif-corona-di-indonesia-tersebar-di-32-provinsi




Data Per 1 April 2020: Total Sumbangan Masyarakat untuk Penanganan Corona Rp 66,5 Miliar

ARB INdonesia, JAKARTA – Juru bicara pemerintah untuk virus Corona Covid-19, Achmad Yurianto, mengucapkan bersyukur atas kepedulian masyarakat, terlebih kepada Satuan Gugus Tugas dalam menangani pandemi ini.

“Kami bersyukur bahwa kepedulian masyarakat baik secara individu maupun kelompok telah mendonasikan lebih dari Rp 66,5 miliar sampai saat ini kepada rekening gugus tugas dalam rangka untuk menangani permasalahan ini secara komprehensif,” kata Yurianto di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Dia menegaskan, pekerjaan ini memang melibatkan banyak pihak. “Ini sudah melibatkan 5 ribu petugas kesehatan yang terjun di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan penyelidikan epidemiologi,” kata Yurianto.

Adapun sejumlah alat untuk rapid test juga sudah didistribusikan ke seluruh dinas Provinsi.

“475.200 kits untuk rapid test telah didistribusikan ke seluruh dinas provinsi untuk digunakan screening awal didalam kaitan penanganan untuk menemukan kasus positif di dalam rangka memutus rantai penularannya,” pungkas dia.

103 Pasien Dinyatakan Sembuh

Sebelumnya Yurianto memaparkan, sebanyak 157 orang meninggal dunia dari jumlah tersebut. Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan negatif dari virus Corona Covid-19 juga bertambah.

Sampai dengan saat ini, sebanyak 103 pasien sudah dinyatakan sembuh dan negatif dari Corona Covid-19.

“Kasus sembuh bertambah 22 orang, sehingga total menjadi 103 orang,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Penambahan kasus Corona Covid-19 ini terhitung terhitung sejak pukul 12.00 WIB pada Selasa, 31 Maret hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Sumber liputan6.com
https://m.liputan6.com/news/read/4216919/data-per-1-april-2020-total-sumbangan-masyarakat-untuk-penanganan-corona-rp-665-miliar