Setelah ada Pemasangan Lampu Jalan oleh Dinas Perkim, Jalan Dock Menuju Purnama Terang

ARBindonesia.com, Dumai – Kabar gembira bagi pengguna jalan batu bintang dari mulai simpang Dock menuju purnama, terlihat sudah ada empat buah lampu yang terpasang, Rabu (17-06/2020).


Penerangan lampu jalan ini sangat di tunggu-tunggu oleh pengguna jalan yang sering melintas di jalan tersebut, terkhusus masyarakat Kelurahan Purnama.Kecamatan Dumai Barat.


Upaya penerangan lampu jalan ini dilakukan oleh Dinas Perkim Kota Dumai melalui Kabid Dinas Perkim Wahyudi, S.Sos.


Lampu jalan ini juga sangat penting, mengingat rawannya tingkat kecelakaan dan begal sering terjadi di jalan dock menuju Purnama.


Jika jalan itu terang otomatis masyarakat tidak lagi begitu merasa takut untuk melintas di jalan tersebut.


Tokoh muda Dumai, Jailani.A.M menyampaikan saya sangat mengapresiasi Dinas Perkim Kota Dumai karena sudah berupaya menghidupkan lampu di jalan Dock menuju Purnama.Hal ini sudah lama didambakan oleh masyarakat pengguna jalan.


“Alhamdulillah berkat Kabid Dinas Perkim Pak Wahyudi, S.Sos. Jalan tersebut bisa terang dan pengguna jalan pun merasa nyaman dan aman di saat melintas di jalan tersebut,” ungkap Jay.


Ia menambahkan, dikesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Wahyudi, S.Sos dan kawan-kawan. Karena sudah mengupayakan penerangan lampu jalan Dock menuju Purnama.


“Semoga dengan ada nya lampu jalan ini kita berharap tingkat kecelakaan dan kriminal tidak lagi terjadi di jalan Dock menuju Purnama,” tutup pemuda yang kerap di sapa Udo Jay itu. (hrk)




HIPMI Inhil Sambut Baik Kabar Penyerahan Aset Pelabuhan Parit 21 oleh Pemprov Riau

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyambut baik kabar penyerahan sepenuhnya aset Pelabuhan Parit 21 Tembilahan oleh Pemerintah Provinsi Riau kepada Pemerintah Kabupaten Inhil.


Seperti diketahui selama ini status pelabuhan yang sejak lama belum difungsikan tersebut merupakan Asset p
Pemprov Riau dari sisi laut nya, dengan adanya hibah tersebut kini status Pelabuhan Parit 21 sepenuhnya milik Pemkab Inhil.


“Kita sangat menyambut baik kabar ini, harapanya pelabuhan tersebut segera difungsikan. Dunia usaha di Inhil harus didukung sektor pelabuhan yang mempuni,” ujar Bendahara Hipmi Inhil, Abdul Aziz Latini, Rabu (17/06/2020).


Aziz yang juga digadang-gadangkan akan memimpin HIPMI Inhil tersebut menambahkan keberadaan pelabuhan sangat penting dalam menggenjot roda perkonomian kawasan pesisir.


“Menurut saya berkembang pesatnya satu daerah salah satu faktor di dukung dari sektor kepelabuhan, kita liat salah satunya kota dumai, palembang dan belawan,” kata Aziz yang juga pengurus di DPC INSA/ISAA Indragiri yang merupakan asosiasi pengusaha pelayaran di Inhil dan Inhu.


Aziz mengatakan HIPMI sebagai wadah para pengusaha muda siap bersinergi dengan Pemda Inhil atau melalui PT KIG dalam rangka pengoperasian pelabuhan Parit 21 Tembilahan.


“Dengan beroperasinya pelabuhan parit 21 jelas ada PAD untuk pemkab inhil jika di kelola dengan baik, selanjutnya juga bisa menjadi check point jadi kita tau jumlah kelapa yang di export melalui pelabuhan tembilahan setiap bulannya,” jelas Aziz.


“Pelaku-pelaku usaha di kabupaten Inhil sangat memungkinkan menggunakan gudang Parit 21 Tembilahan untuk penumpukan barang yang di import dari dan keluar negeri, kan ada pendapatan lagi bagi PT KIG penyewaan gudangnya,” tambah Aziz.


Sebagai langkah kongkrit, Aziz mengatakan HIPMI inhil juga bersedia membantu PT KIG menyediakan kapal untuk uji coba sandar perdana di pelabuhan Parit 21 Tembilahan jika telah di operasikan.


“HIPMI Inhil kapan saja diperlukan PT KIG selalu siap sedia, ini untuk kemajuan daerah Kabupaten Indragiri Hilir yang sama-sama kita cintai ini,” pungkas Aziz. (*)




Digratiskan Bupati, Santri Gontor Mengaku Sangat Terbantu

ARBIndonesia.com, TEMBILAHAN – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, memastikan seluruh pelajar dan santri yang akan berangkat belajar ke luar Provinsi, mendapatkan pelayanan rapid test secara gratis.


“Kita sudah menggratiskan biaya itu. Semua pelajar dan santri kita pastikan terlayani, sehingga mereka dapat berangkat sesuai rencana,”kata Bupati Inhil HM Wardan, Selasa (16/6).


Bupati menegaskan jika ada pelajar, santri ataupun mahasiswa yang merasa tidak mendapatkan pelayanan tersebut supaya segera melaporkan kepada Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Inhil.


“Kami berikkan kesempatan seluas-luasnya untuk pelajar, santri dan mahasiswa yang ingin mendapatkan pelayanan ini,”tegas Bupati Inhil dua priode itu.


Menurutnya, pelaksanaan rapid test ini dibutuhkan para pelajar dan santri tersebut sebagai persyaratan untuk mereka kembali belajar di lembaga pendidikan mereka masing-masing, terutama di luar Provinsi Riau.


Sementara itu, Pembibing Rombongan Santri Gontor, Jawa Timur (Jatim) Muhammad Farhan Shadik, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan yang telah diambil Bupati. Setidaknya mampu meringankan baiya yang dikeluarkan.


“Alhamdulillah, pelaksanaan rapid test gelombang pertama dan kedua sudah selesai dan berjalan lancar. Kami ucapkan terimakasih kepasa pak Bupati Inhil HM Wardan,”terang Farhan Shadik.


Secara ekonomi, kebijakan tersebut lanjutnya merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil dalam membantu masyarakat. Apalagi ditengah pademi Covid 19 yang sudah berlangsung cukup lama.




Milad Inhil ke 55 Tahun, Rapat Paripurna akan Digelar dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir akan melaksanakan rapat Paripurna dalam rangka Milad Inhil ke-55, Minggu (14/6/2020).


Namun berbeda dari biasanya, kali ini rapat Paripurna Istimewa tersebut akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19.


“Mulai dari penyusunan tata letak kursi yang diberi jarak 1,5 Meter, dan jumlah undangan yang disebarkan juga hanya 140. Semua berdasarkan rekomendasi Tim protokol kesehatan covid 19 Kabupaten Inhil,” terang Setwan DPRD Inhil Indra Yepi Rais


Tidak hanya itu, Panitia juga menyiapkan tempat cuci tangan, pengukur suhu, serta menyediakan masker.


“Semua tamu undangan yang masuk ke gedung DPRD wajib menggunakan masker,”imbuhnya. (Arb)




Problematika Orang Tua dan Anak saat Sekolah di Masa New Normal

ARBindonesia.com – Tantangan utama dalam menghadapi masa pandemi adalah bertahan hidup, dan tantangan dalam menghadapi kehidupan yang baru adalah pembiasaan dan regulasi yang memadai.


Begitulah polemik dalam menjalani proses pembelajaran dan pendidikan bagi anak-anak sekolah.


Pada kesempatan kali ini dalam menjawab keluh kesah para orang tua, Kovid Psikologi kembali menggelar seminar nasional dengan mengangkatkan topik tentang Problematika Orang Tua dan Anak Kembali Sekolah di Masa New Normal .


Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Juni 2020 melalui aplikasi virtual Zoom yang dapat diakses streaming via Youtube di akun Kovid Psikologi Channel.


Menghadirkan beberapa narasumber untuk memperbincangkan seputar permasalahan tersebut yaitu Dr. Muhammad Hasbi, M.Pd selaku Direktur PAUD Kemendikbud meninjau kebijakan pemerintah tentang sekolah di masa New Normal, Retno Listyarti, M.Si selaku komisioner KPAI meninjau perlindungan hak pendidikan anak di masa New Normal, dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A (K), M.Biomed selaku Satgas Covid-19 IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) meninjau kembali sekolah menurut kajian IDAI, dan Yulita Kurniawaty Asra, M.Psi, Psikolog, meninjau kesiapan orang tua mendampingi anak kembali sekolah di masa New Normal.


Kondisi pandemi yang dialami hampir seluruh dunia menyebabkan kecemasan yang luar biasa bagi orang tua. Kondisi yang memaksa orang tua berfikir ekstra demi memastikan anak-anak mereka dapat tetap tumbuh sehat sesuai dengan kebutuhan mereka, mendapatkan pendidikan yang layak namun tetap aman dan terhindar dari bahaya penularan virus covid 19.


Tidak sedikit orang tua yang begitu khawatir dan ragu akan kesiapan pihak sekolah dalam menghadapi new normal yang dicanangkan pemerintah, ragu melepas kembali anak-anak mereka ke sekolah meski menyadari belum efektifnya pembelajaran jarak jauh terutama pada daerah-daerah terpencil.


“Kebijakan mengenai Kembali ke sekolah di mana New Normal bukan hanya kewenangan Kemendikbud tetapi keputusan bersama berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak yang berwenang, “ ungkap Direktur Paud Kemendikbud.


Ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini pemerintah belum ada menggumumkan masuk sekolah walaupun di daerah-daerah sudah ada Dinas Pendidikan yang mengeluarkan surat edaran tentang dibukanya kembali sekolah.


Terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai Sekolah di masa new normal, Komisi Perlindungan Anak Indonesia memberikan rekomendasi berdasarkan hasil survey jika sekolah kembali di buka, yaitu :


Lakukan test PCR untuk tenaga pendidikan, tenaga kependidikan dan peserta didik.


Ketika sekolah dibuka, harus ada protocol kesehatan covid 19 untuk satuan pendidikan dan protocol tersebut harus dibuat sesuai jenjang, mulai dari jenjang TK-SMA/SMK karena situasi dan kondisi anak di masing-masing jenjang pendidikan berbeda-beda.


Komite Sekolah harus mengecek dan kesiapan para guru dan sarana di sekolah apakah sudah siap, diantaranya: desinfektan, wastafel dengan air mengalir dan sabun, pengaturan tugas guru mengatur murid-murid ketika datang atau pulang tidak saling bermain.


Guru dan murid yang demam, batuk pilek diare harus berobat dulu dan di istirahat 3-5 hari, pengaturan jumlah, jarak dan posisi meja kursi agar anak tidak saling mendekat didalam kelas, pembatasan dengan tali antara kursi-kursi atau tempat duduk siswa, agar anak-anak tidak berjalan-jalan dan saling mendekat di dalam kelas.


Orangtua siswa dan para siswa sudah disosialisasikan protokol kesehatan covid 19 oleh pihak sekolah dan atau komite sekolah agar ada persepsi yang sama terutama dalam menyiapkan budaya baru atau perilaku baru di sekolah di masa new normal.


Jika sekolah belum siap, sebaiknya menunda buka sekolah.


Mengedukasi orang tua siswa agar melatih dan menyiapkan anak-anaknya dalam menjalan protokol kesehatan covid yaitu dengan cara masker yang sesuai dengan ukuran wajah anak dalam jumlah cukup, melatih anaknya membiasakan memakai masker terus menerus selama beberapa jam, melatih anaknya segera cuci tangan dengan benar ketika baru sampai sekolah, sebelum pulang dan sampai dirumah.


Melatih anak tidak berdekatan dengan orang lain, Jika orangtua belum siap maka tunda sekolah di buka.


Pembukaan sekolah harus bertahap dimulai dari jenjang pendidikan yang tertinggi yaitu SMA/SMK/sederajat.


Jika SMA/SMK patuh protokol kesehatan Covid 19 lanjut pada tingkat SMP.


Jika SMP patuh lanjut SD kelas 4,5, dan 6.
Jika SD kelas 4, 5 dan 6 patuh lanjut buka kelas 1, 2, dan 3.


Jika kelas 1, 2 dan 3 patuh lanjut buka PAUD/KB/TK.


Rekomendasi KPAI yang disampaikan oleh Retno Listyarti, M.Si tersebut senada hal nya dengan kajian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang di sampaikan oleh dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.S (K), M. Biomed, seperti ini anjuran IDAI:


IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar.


IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan, menggunakan modul belajar dari rumah yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020.


Pembukaan kembali sekolahsekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun.


Apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAI menghimbau agar semua pihak dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI sesuai dengan area yang sudah memenuhi syarat pembukaan. Perencanaan meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi.


Untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat maka IDAI menyarankan agar pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif (30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi COVID-19) termasuk juga pada kelompok usia anak.


Sebagai wujud antisipasi kita bersama juga menyikapi dengan bijak keadaan polemik yang tidak semua orang dapat mengikuti peraturan dan melakukan pengawasan, maka mengenai problematika orang tua dan anak kembali sekolah di masa new normal sangat patut direnungkan oleh para orang tua selaku unit terkecil dari masyarakat dan juga pemerintah beserta kelembagaan yang menaungi sebagai pemangku kendali sosial di Negeri ini.


Psikolog Klinis Anak Yulita Kurniawaty Asra, M.Psi., Psikolog menegaskan bahwa orang tua harus memiliki kesiapan dalam mendampingi anak dengan memahami perkembangan kognitif, fisik dan aspek psikologis secara utuh.


Diakhir seminar, Cahaya Makbul, S.Psi selaku moderator menyimpulkan bahwa semua narasumber setuju untuk melakukan evaluasi sistem pembelajaran di masa new normal sebelum kembali mengambil keputusan untuk melanjutkan daring ataupun luring.


“Kovidpsikologi akan terus melakukan edukasi dalam bentuk program seminar nasional online. Hal ini satu langkah pertama untuk bersama-sama saling menguatkan dan memberi manfaat kepada sesama manusia. Tentunya, dengan itu semua kembali dikonvensikan sebagai amal ibadah kita kepada Allah SWT,” tutur Cahya Maqbul.


(Tim Kovid Psikologi)




Pemkab Inhil Sudah Kirim Video Inovatif New Normal ke Akun Kemendagri

foto Kepala Badan Pemdapatan Daerah Kab Inhil, Mukhtar T


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Mukhtar T mengatakan tujuh video inovatif new normal sudah dikirim ke situs Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).


“Ada tujuh video yang sudah kirim. Video-video itu telah diseleksi terlebih dahulu oleh pak Bupati,”kata Mukhtar, Senin (8/6).


Yang pasti, menurutnya pengiriman telah sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh pihak panitia. Dengan demikian, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil hanya menunggu hasilnya.


“Mudah-mudahan video kita terbaik. Kita tunggu saja tim penilai Kemendagri mengumumkannya,”harap Kaban.


Dia mengakui akan sedikit terjadi kemoloran pengumaman oleh pihak panitia. Mengingat panitia memperpajang batas pengiiriman video keratif hingga tanggal 15 Juni 2020 mendatang.


“Kita mengirimnya sesuai jadwal. Kita berharap ada prioritas bagi kita karena sudah mengikuti jadwal awal,”paparnya lagi.


Sebelumnya Bupati Inhil HM Wardan, ikut menyeleksi sejumlah video yang dibuat. Dari semua itu ada tujuh video yang dianggap paling terbaik untuk dikutkan dalam lomba video inovasi New Normal Covid 19.


Bupati menuturkan, penyelenggaraan lomba oleh Kemendagri tersebut dilatarbelakangi ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir sehingga membutuhkan sebuah skenario guna beradaptasi dengan kondisi yang ada.


“Skenario ini dimaksudkan agar masyarakat dapat beraktifitas dan tetap produktif, namun aman dari paparan Covid-19 dengan menekankan penerapan protokol kesehatan,” jelas Bupati


Menurut Bupati, dari hasil seleksi, seluruh video inovasi itu sangatlah mengagumkan. Tidak satu pun dari karya tersebut yang mengecewakan. Semua karya video layak untuk ikut serta dalam ajang lomba (ARB).