Kunjungi Desa Tanjung Baru di Inhil, Gubri Tuntaskan 3 Agenda

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Gubernur Riau, H Syamsuar melakukan kunjungan kerja di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Selasa (6/9/2022).

Kedatangan orang nomor wahid di riau ke Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini bertujuan untuk melakukan peninjauan langsung pembangunan rumah layak huni yang telah selesai pengerjaannya, sekaligus melakukan penyerahan kunci dan sertifikat rumah kepada keluarga penerima manfaat.

IMG_20220906_161944
Bantuan RLH di Desa Tanjung Baru

Selain itu, Syamsuar juga melakukan pelatakan batu pertama untuk pembangunan lanjutan rumah layak huni bagi korban bencana tanah longsor yang terjadi pada awal tahun 2022 lalu.

IMG_20220906_161633
Gubernur Riau dan Bupati Inhil saat melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan RLH

Tak hanya itu saja, Gubri juga melaksanakan kegiatan penghijau dengan melakukan penanaman mangrove di Desa Tanjung Baru.

IMG_20220906_161554
Gubri, Bupati Inhil, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Inhil ketika melakukan penanaman mangrove

Dalam sambutannya, H Syamsuar menyampaikan bahwa bantuan rumah layak huni ini diperuntukkan bagi warga Desa Tanjung Baru yang mengalami musibah tanah longsor.

“Bantuan rumah layak huni ini bagian kegiatan yang sudah kita laksanakan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu sebagai wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat yang mengalami musibah,” tuturnya.

IMG_20220906_161528
Gubri, Syamsuar saat memberi kata sambutan

Selain itu kata Syamsuar, Kabupaten Inhil memang memiliki siklus alam yang rawan terjadi tanah longsor, maka untuk mengantisipasi hal itu terjadi lagi maka pembangunan rumah layak huni ini sengaja dibuat jauh dari bibir pantai.

“Salah satu solusi untuk mengantisipasi terjadinya abrasi, juga perlu adanya penghijauan dengan melestarikan hutan dan melakukan penanaman mangrove,” ungkapnya.

Terakhir Syamsuar menyampaikan bahwa Inhil adalah kabupaten yang memiliki hutan mangrove terluas di Provinsi Riau, maka dari itu ia mengajak masyarakat agar bersama-sama untuk selalu menjaga dan melestarikannya.

“Hutan mangrove dan tanah gambut ini akan menjadi primadona. Maka daerah yang banyak memiliki hutan mangrove dan tanah gambut akan menjadi daerah yang akan menjadi pusat diperhatikan oleh pemerintah pusat,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam kunker Gubernur Riau beserta rombongan ke Desa Tanjung Baru turut hadir, Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Kapolres, Dandim 0314/Inhil, Camat, Kepala Desa dan unsur lainnya. (Arbain)




Dinas PUTR Inhil Persiapkan Upaya Penanganan Darurat Jembatan di Desa Lahang Tengah

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turun langsung melihat kondisi jembatan roboh di Desa Lahang Tengah, Kecamatan Gaung.

Langkah tersebut sebagai tindak lanjut atas instruksi Bupati HM Wardan agar Dinas PUTR segera mencari solusi dan penanganan terhadap kondisi jembatan yang menjadi penghubung serta akses jalan Desa Lahang Tengah, Desa Lahang Hulu dan sebagian Desa Terusan Kempas menuju Ibukota Kecamatan Gaung.

“Berdasarkan instruksi Bapak Bupati, pada hari Rabu Sore bertepatan dengan 17 Agustus 2022, saya dan staf teknis serta didampingi Kepala Desa Lahang Tengah Arifin dan warga setempat telah melakukan tindakan perencanaan penanganan darurat fungsionalnya, walaupun sebelumnya masyarakat telah secara swadaya melakukan tindakan darurat sementara agar jembatan tersebut bisa dilewati,” ujar Kepala Dinas PUTR Umar, ST MT, kemarin.

Untuk penanganan selanjutnya, dijelaskan Umar, Dinas PUTR sudah melakukan persiapan dengan mendatangkan bahan kayu atau batang kelapa dan kayu sejenisnya sebagai tiang jembatan dan bahan bangunan atas jembatan, yang menjadi bahan konstruksi darurat fungsional jembatan tersebut.

“Sedangkan tukang atau pekerjanya menggunakan tenaga masyarakat setempat yang lebih nengetahui situasi dan kondisi pada lokasi dan medan pekerjaan,” terangnya.

Sebelum penanganan darurat fungsional dikerjakan, kata Umar lagi, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati saat melintas di atas jembatan tersebut, baik bagi pejalan kaki maupun kendaraan roda dua, dengan tidak membawa beban yg berlebih pada saat melewati jembatan.

“Ini demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau yang dapat membahayakan masyarakat,” imbuhnya. ***




Bagian Perencanaan dan Keuangan Gagas Penerapan Aplikasi KOTAKU-ONLINE, Sekda Inhil Beri Apresiasi

ARB INdonesia, Indragiri Hilir – Bagian Perencanaan dan Keuangan (Renkeu) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggagas penerapan aplikasi Konsultasi Penatausahaan Keuangan Online (KOTAKU-ONLINE) dalam Inovation Government Award (IGA) Tahun 2022.

KOTAKU-ONLINE merupakan sebuah inovasi berupa aplikasi berbasis google form yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses penatausahaan keuangan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, memberikan keleluasaan dan mempermudah aktifitas konsultansi penyelesaian masalah penatausahaan keuangan serta mengoptimalkan fungsi perbendaharaan di masing-masing unit kerja.

“Gagasan aplikasi ini memang merupakan arahan dari Bapak Bupati Indragiri Hilir melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Maka, kami pun menyambut arahan tersebut dan segera menindaklanjutinya dengan menggagas aplikasi KOTAKU-ONLINE,” ungkap Kepala Sub Bagian Keuangan Bagian Perencanaan dan Keuangan, Werie Irma Pamasih, Jumat (12/8/2022) pagi di ruang kerjanya.

Weri mengungkapkan, gagasan berupa aplikasi KOTAKU-ONLINE ini dilatarbelakangi kendala kehadiran dan waktu dikarenakan mobilitas yang tinggi akibat tuntutan tugas.

Weri mengungkapkan, penggunaan aplikasi KOTAKU-ONLINE ditargetkan bagi Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP), Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan hingga Kepala Sub Koordinator di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir.

“Teknisnya, pengaplikasian KOTAKU-ONLINE ini cukup mudah karena berbasis google form yang sudah lumrah digunakan. Kami memang bermaksud mengedepankan kemudahan agar KOTAKU-ONLINE dapat digunakan secara efektif,” tutur Weri.

Weri menjelaskan, Bendahara Pengeluaran Pembantu yang membutuhkan konsultasi dalam hal penatausahaan, administrasi keuangan maupun perbendaharaan cukup mengajukan form melalui Google Form yang telah disediakan.

“Cukup di-submit setelah pengisian data identitas. Otomatis, form yang berisi pertanyaan-pertanyaan dari BPP akan direspon melalui Whatsapp grup yang juga telah kami buat,” kata Weri.

Untuk informasi layanan KOTAKU-ONLINE, diungkapkan Weri, Bendahara Pengeluaran Pembantu dapat menerimanya dari staf Bagian Perencanaan dan Keuangan.

Gagasan KOTAKU-ONLINE tidak hanya mendapat apresiasi dari jajaran Bendahara Pengeluaran Pembantu, namun juga Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Afrizal yang menyambut baik kehadiran inovasi di bidang keuangan ini.

“Di era digital yang serba mudah ini, memang sepatutnya kita membuat terobosan, digitalisasi layanan seperti KOTAKU-ONLINE,” tutur Afrizal.

Afrizal mengungkapkan, melalui aplikasi KOTAKU-ONLINE diharapkan alur proses penatausahaan keuangan dapat lebih efisien serta program dan kegiatan setiap unit kerja di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir dapat dilaksanakan tepat waktu.

Afrizal berharap agar Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir dapat terus berinovasi demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

“Saya berharap para stakeholders yang berkepentingan dalam penatausahaan keuangan di Setda dapat memanfaatkan aplikasi ini. Selain itu, Saya juga mengimbau agar tiap-tiap bagian dapat senantiasa inovatif demi pelayanan publik yang prima dan tata kelola pemerintahan yang baik,” pungkas Afrizal. ***




UPT RSTP Bappeda Litbang Riau Bersama Bappeda Inhil Akan Laksanakan Demo Proses Penjernihan Air Tanah Gambut di Sungai Piring

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sebagai tindak lanjut pertemuan Bidang Litbang Bappeda Kab. Inhil dengan UPT. RSTP (Riau Science Techno Park) Bappedalitbang Provinsi Riau di Ruang Pertemuan UPT. RSTP beberapa waktu yang lalu, maka Bidang Litbang Bappeda Kabupaten Inhil kembali berkunjung ke UPT. RSTP bersama Dinas PUTR Inhil serta Camat Batang Tuaka beserta jajarannya dan Lurah Sungai Piring, dan rombongan dari Pemkab Inhil tersebut disambut langsung Oleh Kepala UPT. RSTP beserta jajarannya, Kamis (30/6/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka membawa sampel air tanah gambut yang berasal dari Kelurahan Sungai Piring untuk dilakukan uji labor sehingga nantinya bisa ditetapkan takaran Mix Caolin yang akan dibawa nantinya ke Kabupaten Indragiri Hilir untuk dilakukan demonstrasi terkait proses penjernihan air gambut tersebut kepada masyarakat, dan direncanakan kegiatan dilaksanakan di akhir Juli 2022 dengan rencana lokasi Pilot Projeck di Kelurahan Sungai Piring Kecamatan Batang Tuaka Kab. Inhil.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerjasama dalam Mereflikasikan Produk Inovasi Pemerintah Provinsi Riau melalui Bappedalitbang Provinsi Riau kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dengan tujuan untuk dalam membantu Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk memenuhi ketersediaan air bersih melalui penerapan Teknologi Penjernihan Air Gambut yang menggunakan Produk Inovasi Mix Kaolin (sejenis tanah liat) yang dibuat oleh UPT. RSTP Bappedalitbang Provinsi Riau.

Pada pertemuan tersebut, Pihak UPT. RSTP juga memberikan pengetahuan terkait proses yang dilakukan untuk menjernihkan air gambut tersebut, serta mendemonstrasikan tata cara penjernihan air gambut secara manual maupun mekanis yang langsung dibimbing oleh Kepala UPT. RSTP Bappedalitbang Provinsi Riau DR. Sofyan Hadi, S.Pi., MT.

Dalam paparannya, DR. Sofyan Hadi, S.Pi., MT, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pemkab Inhil dalam mencari solusi untuk penyediaan air bersih dan pihak RSTP akan mendukung secara maksimal upaya tersebut salah satunya dengan memperkenalkan teknologi penjernihan air melalui Produk Inovasi Mix Kaolin yang lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis sebab bahan bakunya berasal dari tanah liat yang ada di Kabupaten Kampar dan tidak tertutup kemungkinan akan ada bahan bakunya di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kami dari RSTP menyambut baik dan mendukung penuh upaya yang dilakukan Pemkab Inhil untuk mencari solusi terkait penyediaan air bersih di Kabupaten Indragiri Hilir yang mayoritas berupa lahan gambut dengan air tanah yang cendrung kecoklatan, dan jika teknologi penjernihan air ini sudah terlaksana di Kabupaten Indragiri Hilir maka Pihak RSTP akan membantu Pemkab Inhil untuk meneliti kembali kadar PH air tersebut sehingga nantinya akan dihasilkan kualitas air bersih yang bisa dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat Indragiri Hilir” jelas DR. Sofyan.

Senada dengan yang di sampaikan Kepala UPT. RSTP tersebut, Camat Batang Tuaka Rahelmi, S.Pd juga memberikan apresiasi yang ucapan terimakasih atas nama masyarakat Kecamatan Batang Tuaka kepada Bappeda Kab Inhil dan UPT RSTP Bappedalitbang Prov Riau yang telah menetapkan Kelurahan Sungai Piring sebagai rencana pelaksanaan demonstrasi kegiatan penjernihan air tanah gambut tersebut.

“Saya atas nama masyarakat Kecamatan Batang Tuaka pada umumnya dan masyarakat Kelurahan Sungai Piring khususnya, mengucapkan terima kasih kepada Bappeda Kab Inhil dan UPT RSTP Bappedalitbang Prov Riau yang telah menetapkan Kelurahan Sungai Piring sebagai lokasi kegiatan demonstrasi proses penjernihan air tanah gambut dengan sampel air tanah Sungai Piring” ungkap Rahelmi.

Rahelmi juga memberikan Apresiasi yang setingi-tungginya kepada Bappeda Kab. Inhil dan UPT. RSTP Bappedalitbang Provinsi Riau yang telah membuat dan menerapkan program dan kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Batang Tuaka khususnya dan Kabupaten Indragiri Hilir pada umumnya, sebab menurut Rahelmi bahwa masih banyak masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir yang masih menggunakan air tanah dengan warna kecoklatan yang disebabkan karena kondisi geografis Kabuparen Indragiri Hilir dominan adalah lahan gambut seperti halnya di Kecamatan Batang Tuaka.

Selanjutnya dari Dinas PUTR Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Bidang Cipta Karya Olpi Adriadi ST, juga menyambut baik kegiatan demonstrasi proses penjernihan air tanah gambut yang akan dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir oleh UPT. RSTP bekerjasama dengan Bappeda Kab. Inhil tersebut.

“Kami dari Dinas PUTR pada prinsipnya sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan demontrasi proses penjernihan air tanah gambut yang akan dilaksanakan oleh UPT RSTP dan Bappeda Kab Inhil dengan lokasi projeck di Kabupaten Indragiri Hilir, dan hasil pertemuan hari ini juga akan kami sampaikan kepada Pimpinan (Kadis PUTR) sebagai bahan referensi dalam menyusun program dan kegiatan untuk mendukung penyediaan air bersih di Kabupaten Indragiri Hilir” ujar Olpi.

Pihak Dinas PUTR juga akan siap berkolaborasi dengan Pihak Bappeda Kab Inhil serta UPT. Bappedalitbang Provinsi Riau jika nantinya hasil dari penerapan Inovasi yang didemontrasikan oleh pihak RSTP tersebut mampu menjadi solusi terbaik dalam penyediaan air bersih yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. (Nia. LITBANG).




RSTP akan Jalin Kerjasama dengan Pemkab Inhil Penerapan Inovasi Teknologi Pengolahan Air Gambut

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kesediaan air merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat, namun untuk di Indragiri Hilir dengan mayoritas lahan gambut sehingga sejak dulu terus mengalami krisis air bersih.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) mengunjungi UPT Riau Science Techno Park (RSTP) Bappedalitbang Provinsi Riau untuk meminta dukungan dalam memperkenalkan teknologi pengelolaan air bersih pada lahan gambut di Inhil.

Menurut Kepala Bidang Litbang Bappeda Inhil, Sirajuddin Sayuthi, M.Si, bahwa UPT RSTP menyambut baik dan mendukung penuh usulan tersebut dan akan melaksanakan sosialisasi sekaligus uji coba teknologi di tahun 2022 ini dengan menetapkan salah satu Desa ataupun Kelurahan di Kabupaten Indragiri Hilir sebagai pilot project.

IMG-20220526-WA0073

“Alhamdulillah Pemprov Riau melalui UPT RSTP Bappedalitbang Prov Riau mendukung penuh upaya Pemkab Inhil dalam penyediaan air bersih melalui penerapan Inovasi Teknologi Pengelolaan Air Gambut,” ungkap Kabid Litbang.

Dikatakan Sirajuddin, pilot project ini rencananya di bulan Juli akan dilakukan uji coba teknologi tersebut pada salah satu Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir sebagai percontohan.

Ditambahkan Sirajuddin, jika teknologi ini berhasil dan lebih efisien tentunya akan direkomendasi kepada Pimpinan untuk dapat menjadi salah satu program prioritas Pemkab Inhil maupun Pemerintah Desa dalam memenuhi kebutuhan air bersih di daerah gambut.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala UPT RSTP melalui Kepala Seksi Inkubasi Teknologi dan Bisnis, Eki Efrizal, ST, MT, mengaku sangat menyambut baik kehadiran Bappeda Inhil ke RSTP dalam menjemput teknologi pengolahan air gambut tersebut.

“Kita sangat menyambut baik, kolaborasi ini insyaallah akan kita realisasikan dan laksanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Inhil,” sebut Eki dalam diskusi bersama Litbang Bappeda Inhil.

IMG-20220526-WA0072

Jika untuk percobaan dan percontohan, bisa dibuat simulasinya dengan tempat yang sederhana. Jika dirasa oleh Pemkab Inhil terkait simulasi air bersih sudah tercapai dan berhasil serta lebih efisien dari sisi anggaran jika dibandingkan dengan pembangunan sumur bor, bisa dibangun dalam skala besar

“Pemda dan Pemdes bisa memasukkan penganggaran apakah melalui APBD Kabupaten ataupun APBDes untuk pelaksanaan pembuatan peralatan penjernihan air gambut dalam skala besar,” papar Eki.

Secara teknis, untuk pengelolaan penjernihan air gambut tersebut, Manejer Permesinan UPT. RSTP, Izan, S.ST, M.Eng, memaparkan komponen yang harus disiapkan, berupa mesin, pompa mixing, serta memakai tabung kaolin.

IMG-20220527-WA0002

Berikut spesifikasi alat yang harus disediakan, pertama tabung lamela kap 1 m2, tabung mixing bahan baku Kap 0.5 m2, tabung bahan kaolin kap 100 liter, pompa mixing, bak penampung air bersih, filter, serta box panel.

“Kapasitas produksi 2 ton air menghasilkan 2 meter kubik perjam air bersih,” terang Izan yang merupakan lulusan UGM itu.

Namun untuk kebutuhan di Inhil, terangnya lagi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih itu tergantung kebutuhan dan besarnya kapasitas mesin yang dibangun.

“Kelebihan alat teknologi ini, harga lebih ekonomis, mudah dalam mengoperasikannya, bahan penjernih dari hasil alam riau, serta ramah lingkungan,” tutup Izan. ***




Empat Kecamatan di Inhil Dapat Bantuan Mesin Perontok Padi dari Provinsi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kelompok Tani (poktan) yang tersebar di Empat kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapat bantuan alat perontok padi dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Provinsi Riau, Selasa (24/05/2022) di UPT Balai Benih Utama (BBU) Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kota.

Bantuan alat pertanian yang disalurkan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap Program Nasional (Prognas) Ketahanan Pangan.

Kepala Dinas PTPH Provinsi Riau yang di wakili oleh Kabid Prasarana dan Sarana Pertania, Ir. Yuliatmi, MP mengatakan bahwa bantuan mesin perontok padi ini merupakan kegiatan pengadaan APBD Riau TA 2022.

Dengan telah disalurkannya alat pertanian ini, Yuliatmi berharap agar diberdayakan oleh kelompok tani serta dijaga dan dirawat sehingga mesin tersebut bisa terus digunakan saat panen tiba.

“Dirawat, jangan sampai rusak dan terbengkalai. Meskipun ini dibeli dengan APBD Riau, namun mesin perontok padi ini merupakan aspirasi dari Ibu Septina Primawati Rusli anggota DPRD Riau dari Golkar,” terangnya.

Pada penyerahan tersebut, Anggota DPRD Riau Hj. Septina Primawati Rusli melalui Johari Wandi menyampaikan bahwa bantuan mesin perontok padi yang masuk aspirasinya ini ada 11 unit. Yang mana semua ini akan disebar di empat kecamatan, yakni Tembilahan Hulu, Batang Tuaka, Keritang dan Sungai Batang.

“Mudah-mudahan bantuan ini membawa manfaat. Jangan lupa untuk dijaga, dirawat dan tidak disalahgunakan, karena ini menyangkut kepercayaan Pemerintah Daerah Provinsi Riau kepada poktan yang menerima bantuan,” tutupnya.

Sementara itu, rasa syukur dan ucapan terimakasih terus mengiringi saat penyerahan dilakukan kepada 11 kelompok tani, hal sebagai tanda kebanggaan kelompok tani yang merasa haknya diperjuangkan dan diperhatikan oleh wakil rakyat yang ada di Provinsi Riau.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak/Ibu Dinas PTHP Provinsi Riau, wabil khusus kepada Ibu Septina Anggota DPRD Riau yang telah memperjuangkan aspirasi kelompok tani kami sehingga mendapatkan bantuan mesin perontok padi,” ujar perwakilan kelompok tani

“Sebelumnya kami belum pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah, mudah-mudahan bantuan ini menjadi pembuka bantuan pemerintah lainnya untuk kelompok tani di Inhil,” tutur Roslam dengan penuh semangat. (Arbain)