Sistem Merit 2022, Bupati Inhil Raih Kategori Baik

ARB INdonesia, JAKARTA -Berhasil menerapkan sistem merit dalam pemerintahannya, Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meraih anugerah meritokrasi Tahun 2022 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua KASN, Prof. Agus Pramusinto, MDA. Bertempat di Hotel Grand Sahid, Kamis (8/12/2022).

HM Wardan mengaku bersyukur diperolehnya anugerah Meritokrasi tahun 2022 ini sebab sudah tiga tahun berturut-turut dengan kategori Baik. Ianya menilai, anugrah ini merupakan penghargaan dari Pemerintah Pusat kepada Pemkab Inhil dalam penerapan sistem Merit sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014.

Kepala daerah yang menerima penghargaan dinilai telah menjalankan kebijakan dan kewenangan manajemen kepegawaian yang mengacu kepada sistem Merit.

“Penerapan sistem merit yang baik merupakan bukti nyata komitmen PPK dalam menginterpretasikan Undang-undang demi terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, tidak sekedar menempatkan right man on the right place namun juga memandang pegawai sebagai aset berharga yang perlu dikembangkan dan dikelola,” ujar Wardan

Menurutnya, diperlukan kerja keras dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas tata kelola manajemen ASN di Pemkab Inhil serta mewujudkan good goverment.

“Prestasi ini tentunya tidak lepas dari dukungan, kerja keras serta peran semua pihak  dan kepala SKPD, terkhusus kepada Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM), serta pokja sistem merit” tegasnya.

“Akan terwujudnya ASN yang profesional, berintegristas, sejahtera dan berperan sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan NKRI serta dapat mendukung penyelenggaraan pemerintah yang efektif, efisien, terbuka dan mampu penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat”, tambah wardan

Sementara itu, Kepala BKPSDM KabupatenInhil, H. Fauzar menambahkan bahwa, Ada delapa aspek yang dinilai pada penganugerahan tersebut melalui aplikasi SIPINTER KASN, antara lain aspek pengadaan, aspek pengembangan karir, aspek promosi dan mutasi, aspek manajemen kinerja, aspek penggajian, penghargaan, dan disiplin, aspek perlindungan dan pelayanan, dan aspek sistem informasi.

“Dari semua aspek yg dinilai, Pemkab. Inhil mendapat penilaian dengan kategori Baik. Penilainya awalnya daerah diminta melakukan penilaian secara mandiri, dimana aspek-aspek itu dibreakdown, termasuk memberikan bukti pendukungnya,”ungkapnya.

“Kemudian akan diverifikasi dan klarifikasi oleh KASN, sehingga sampai akhir menjelang akhir tahun ini diputuskan berapa nilai merit sistem untuk daerah,” tambah Fauzar.

Disampaikan Fauzar, Anugerah Meritokrasi ini diselenggarakan setiap tahun. Untuk Kabupaten Indragiri Hilir sendiri, sejak tahun 2020 telah mendapat anugrah penerapan sistem merit yang pertama. Kemudian, di tahun 2021 dan 2022 terus meningkatkan penilainya mulai yakni di angka 262.5, 281.5 dan 289

“Akhirnya di tahun 2022 ini dengan komitmen Bupati Inhil selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), serta dukungan Sekda, Perangkat Daerah, tahun ini nilai kita meningkat menjadi 289 dengan kategori baik,” tuturnya.

“Semoga tahun depan nilai sistem meritnya bisa meningkat menjadi sangat baik, nantinya untuk penempatan JPT pratama sudah tidak perlu dari seleksi terbuka, namun PPK bisa memilih sendiri dari talenta yang ada untuk ditempatkan sesuai posisinya,” akhirnya. ***

Editor Arbain.




Pemprov Riau Sayangkan Pernyataan Pemkab Meranti

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kadis Kominfotik Provinsi Riau Erisman Yahya sangat menyayangkan pernyataan Pemkab Meranti melalui Kabag Humas dan Protokol, Yusran yang mengesankan bahwa Pemprov Riau selama ini menganaktirikan kabupaten termuda di Riau itu.

“Semestinya bicara berdasarkan data, jangan asumsi yang terkesan tendensius,” ucap Erisman, Jum’at (11/11/2022) di Pekanbaru.

Sebagaimana dilansir beberapa media, Yusran menyebut bahwa Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti M Adil enggan hadir di acara-acara rapat yang digelar Pemprov Riau karena kecewa dengan sikap Gubernur Riau yang selama ini dinilai menganaktirikan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Yusran bahkan menyebut bahwa tahun ini Meranti hanya menerima bankeu dari Pemprov Riau sebesar Rp3,8 miliar.

Ditegaskan Erisman, ada beberapa hal yang wajib diluruskan dari pernyataan Yusran tersebut.

Pertama, Yusran menyebut bahwa APBD Provinsi Riau TA 2022 sebesar Rp10 triliun. “APBD Riau saja dia tak tahu. TA 2022 APBD Riau hanya Rp8,932 triliun bukan Rp10 triliun. Itu saja sudah salah,” kesalnya.

Kedua, bankeu yang disalurkan Pemprov Riau ke Meranti melalui APBD TA 2022 sesuai data dari Bappedalitbang Provinsi Riau bukan Rp3,8 miliar, tapi Rp22.186.552.000.

“Ini naik dari tahun 2021 lalu yang hanya sebesar Rp19.774.133.000, merupakan bankeu dan bantuan keluarga miskin,” ungkap Erisman lagi.

Erisman menjelaskan bahwa bankeu itu disalurkan berdasarkan indikator yang jelas. Bukan sekehendak hati saja.

“Tak bisa semaunya saja. Bankeu itu kan ada indikatornya. Misalnya bankeu untuk guru bantu. Tentu berdasarkan jumlah guru bantu di kabupaten terkait. Kalau banyak terdata, tentu lebih besar. Begitupun sebaliknya,” jelasnya.

Erisman menyebut bahwa kemajuan daerah bisa dicapai dengan sinergi dan koordinasi yang baik. Bukan dengan cara saling menjatuhkan.

“Semestinya kita jalin kerjasama yang baik. Sinergi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan begitu berbagai persoalan yang ada bisa dicarikan solusinya. Kalau saling salah-menyalah, apalagi tidak objektif, ya mau kita bawa kemana kampung kita nih,” sesal Erisman.

Erisman juga menyebut bahwa otonomi daerah sesuai UU Otda diletakkan di kabupaten/kota.

“Artinya kabupaten/kota semestinya kreatif dan inovatif dalam menggali PAD di daerahnya, sehingga punya kemandirian fiskal. Jadi, tak selalu tergantung kepada provinsi. Itulah tujuan otonomi,” tegasnya.

Pastinya, Pemprov Riau sangat ingin seluruh kabupaten/kota yang ada di Riau maju dan sejahtera. Tapi tentu bankeu yang disalurkan kepada kabupaten/kota sesuai aturan dan kemampuan keuangan.

“Jadi sekali lagi tidak ada yang namanya anak benar atau anak tiri itu,” pungkasnya. ***




Semua Kecamatan di Inhil Dapat BKK Dari Pemprov Riau Senilai Rp 100 Juta

ARB INdonesia, PEKANBARU – Tahun anggaran 2022, sebanyak 20 pemerintah kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Riau.

Bantuan dengan nilai Rp 100 juta yang diperuntukan bagi pemerintah kecamatan tersebut telah dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) beberapa waktu lalu di BPKAD Provinsi Riau.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Inhil, Nurrahman menyampaikan bahwa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kecamatan Pemprov Riau telah dilakukan proses pencairannya.

“Sudah dicairkan dan sudah kita salurkan ke semua pemerintah kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil. Masing-masing 100 juta per kecamatan,” tutur Kepala BPKAD Inhil kepada awak media, Selasa (18/10/2022).

Untuk diketahui, Pemprov Riau tahun 2022 telah mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp100 juta untuk 169 kecamatan yang ada di Riau.

BKK Kecamatan tersebut pada tahun ini lebih difokuskan untuk peningkatan Kamtibmas, seperti pencegahan radikalisme dan narkoba oleh forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) saat turun lapangan. Termasuk untuk pemantauan dana desa di masing-masing kecamatan.

Hingga saat ini diketahui baru dua kabupaten yang telah mencairkan BKK Pemprov Riau untuk kecamatan tersbeut, yakni Kabupaten Indragiri Hilir dan Kampar. (Arbain)




Atusias Masyarakat Membeludak, Inilah Potret Festival Menongkah di Desa Bekawan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri serta membuka secara resmi festival menongkah di Desa Bekawan, Kecamatan Mandah, Jum’at (23/9/2022).

IMG_20220924_090852

Kehadiran orang nomor satu di Inhil ini dalam pembukaan festival Menongkah yang di selenggarakan oleh Pemerintah Desa Bekawan bersama BDPN dan IKDR membuat antusias masyarakat tak terbendung.

IMG_20220924_091106

Hal itu terlihat, sejak awal kedatang HM Wardan beserta rombongan yang disambut nyanyian dan tepuk tangan oleh sang pelajar yang berbaris rapi ditepi jalan.

IMG_20220924_090109

Tak haya itu, di berbagai persimpangan jalan menuju lokasi pusat pelaksanaan juga terlihat telah dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung pembukaan festival menongkah yang diserangkaikan dengan kegiatan memperingati Hari Ozon Sedunia serta aksi menanam 1.000 bibit mangrove dan penyerahan bantuan 200 papan tongkah untuk nelayan.

IMG_20220924_090138

Sesampai bupati dua periode ke pusat pelaksanaan festival, matanya tak berkedip ketika dipersembahkan dengan tarian menongkah anak-anak suku Duanu yang diberi nama Tari Mut Tiangan.

IMG_20220924_090356

Sangking terpukaunya pasangan Hj Zulaikah ini, membuat ia berharap bahwa tarian tersebut bisa menjadi tarian daerah Kabupaten Inhil.

IMG_20220924_090703

“Tadi kita juga telah melihat bersama tarian Mut Tiangan (Menangkap Kerang) yang ditampilakan, untuk itu saya juga berharap  tarian ini menjadi tarian daerah kabupaten Indragiri Hilir”, kata HM Wardan dalam sambutan.

Disisi lain, Bupati Inhil juga menyampaikan bahwa menongkah kerang merupakan tradisi leluhur masyarakat suku Duanu.

“Menongkah ini pernah berjaya dimasa lalu dan dicatat dalam sejarah dunia dan hingga saat ini masih terus menunjukan eksistensinya ditengah masyarakat,” tutur HM Wardan.

IMG_20220924_091013

Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga dan budaya terus meberikan perhatian terhadap budaya menongkah ini dan terus berupaya menjadikan budaya menongkah ini sebagai salah satu wisata yang menarik minat masyarakat sehingga dapat meningkatkan sektor pariwisata di Inhil.

IMG_20220924_091127

“Kini Menongkah memiliki potensi yang luar bisa dalam meningkatkan sektor pariwisata di Negeri Hamparan Kelapa DuniaDunia, dan menjadi salah satu kalender wisata andalan Kabupaten Inhil,” ungkap Bupati 2 Periode.

IMG_20220924_090809

Tercatat, festival menongkah di Desa Bwkawan, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Mandah sudah lebih dari 10 kali pelaksanaanya.

Tentunya kita semua patut berbangga, sebab telah 2 kali festival Menongkah ini mendapat rekor muri. Tak hanya itu festival ini juga dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTP) pertama di Kabupaten Inhil oleh Kemendikbud RI.

IMG_20220924_091037

(ARBAIN/Galeri Foto)




Rawan Terjadi Karhutla, Pemerintah Kecamatan Mandah Luncurkan Inovasi OSPS MPA

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meluncurkan sebuah inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam memberi informasi terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Inovasi ini berupa media pelaporan kebakaran berbasis online dan terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp itu diberi nama OSPS MPA (Online System Pengaduan Siaga Masyarakat Peduli Api).

IMG_20220916_112808
Camat Mandah, Ns.Matzen, S.Kep, MSi, MM.Kes

Disampaikan Camat Mandah, Ns.Matzen, S.Kep, MSi, MM.Kes bahwa mengingat di wilayah Kecamatan Madah merupakan suatu kecamatan yang sangat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Maka, kami meluncurkan inovasi yang tercetus dengen latarbelakang banyaknya terjadi karhutla di Wilayah Kecamatan Mandah yang selama ini kurang terkomunikasikan dan kurang terkoordinasi,” papar Camat Mandah kepada awak media, Jum’at (16/9/2022).

Dengan adanya inovasi OSPS MPA ini, masyarakat dan anggota MPA lebih mudah dan jauh lebih akurat dalam memberikan informasi jika menemukan titik api.

“Dengan cepatnya informasi yang disampaikan, maka masalah titik api yang di temukan tersebut akan semakin cepat dan tepat dalam penangananya. Sehingga titik kebakaran tersebut tidak semakin meluas,” ungkap Ns.Matzen, S.Kep, MSi, MM.Kes

Terakhir Camat Mandah berharap dengan diluncurkannya inovasi tersebut dapat berguna untuk masyarakat banyak terutama di wilayah Kecamatan Mandah.

“Semoga dengan adanya inovasi ini, nawaitu kita dalam penanganan dan mengantisipasi karhutla di wilayah Kecamatan Mandah dapat berjalan baik, sehingga kedepannya tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan akibat karhutla,” tutup Camat Madah, Ns.Matzen, S.Kep, MSi, MM.Kes.

Untuk diketahui, OSPS MPA memiliki fungsi utama sebagai media layanan pengaduan bagi masyarakat wilayah Kecamatan Mandah, dalam melaporkan perihal temuan titik api yang beresiko terjadinya kebakaran lahan.

Adapun kemudahan dan fitur yang disajikan pada layanan OSPS MPA, diantaranya:

  1. Layanan pelaporan terintegrasi langsung ke aplikasi WhatsApp pengguna. Sehingga mempermudah dalam penyampaian atau pelaporan terkait temuan titik api.
  2. Layanan kontak person yang aktiv 24 jam, sehingga masyarakat atau pelapor akan mendapatkan balasan dari admin dengan cepat.
    Menampilkan informasi mengenai sejauh mana penanggulangan dari suatu kejadian kebakaran lahan.
  3. Auto Share, fitur ini merupakan salah satu fitur yang paling vital dari layanan OSPS MPA.

Adapun cara kerja dari fitur ini yaitu:

Ketika admin OSPS MPA mendapat laporan temuan titik api dari masyarakat maka secara otomatis laporan tersebut di share ke stakeholders terkait melalui Group WhatsApp OSPS MPA Kecamatan Mandah, yakni Camat, TNI, Polri, Bhabinkamtibmas, Damkar, Lurah, Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RT dan tokoh msyarakat.

Dari beberapa fitur yang disajikan dalam layanan OSPS MPA tersebut, secara umum inovasi ini dibuat untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan untuk kedepannya.

Sebagai informasi juga, pemanfaatan hutan dan perlindungannya telah diatur dalam UUD 45, UU No. 5 tahun 1990, UU No 23 tahun 1997, UU No. 41 tahun 1999, PP No 28 tahun 1985 dan beberapa keputusan Menteri Kehutanan serta beberapa keputusan Dirjen PHPA dan Dirjen Pengusahaan Hutan.

Namun gangguan terhadap sumberdaya hutan terus berlangsung bahkan intensitasnya makin meningkat.

Kebakaran hutan merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global, dan asapnya mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat, sungai, danau, laut dan udara.

Kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan sudah menjadi tugas berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat.

Peran serta masyarakat menjadi sangat penting, mengingat keberadaannya, yang berbatasan langsung dengan hutan dan daerah rawan kabakaran lainnya.

Dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, salah satu cara masyarakat dalam memberikan kontribusinya, yaitu dengan segera melaporkan ketika dijumpa titik api yang berisiko terjadinya kebakaran lahan. (ARBAIN)




Hari Pertama H Syamsuar Kunker ke Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar benar-benar memaksimalkan momen kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Indragiri Hilir.

Hari pertama kunker (Selasa, 06/09/2022), Syamsuar mengunjungi paling tidak tiga lokasi yang jadi perhatiannya.

Bertolak dari Pekanbaru dengan menggunakan helikopter pada Selasa pagi, Syamsuar dan rombongan mendarat di halaman Kantor Bupati Inhil sekira pukul 09.00 pagi.

Break sebentar sembari minum teh bersama Bupati Inhil HM Wardan. Syamsuar dan rombongan selanjutnya bergegas menuju Dermaga Pelindo, Tembilahan.

Tempat pertama yang dikunjungi Syamsuar adalah Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah.

Perlu waktu sekira 45 menit dari Pelabuhan Pelindo dengan menggunakan speed untuk sampai ke desa yang sering terjadi abrasi itu.

Di sini, Syamsuar menyerahkan secara simbolis Rumah Layak Huni (RLH) yang diperuntukkan bagi warga korban bencana longsor.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan sejak dua tahun terakhir membangun RLH bagi warga korban longsor. Terutama yang tinggal di pinggir laut.

Akibat abrasi, rumah mereka tergerus ke laut. Sebab itu, Pemprov Riau merelokasi dan membangunkan RLH untuk mereka.

Tahun 2021, Pemprov Riau membangun 20 unit RLH. 10 unit di Kuala Enok dan selebihnya di Desa Tanjung Baru.

Tahun Anggaran 2022 ini, Pemprov Riau kembali membangun 21 unit RLH. Gubri Syamsuar pun hadir untuk melakukan peletakan batu pertama.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Gubernur yang sangat peduli dengan masyarakat korban bencana,” kata Bupati Inhil HM Wardan saat menyampaikan sambutan.

Wardan mengakui bahwa Inhil termasuk daerah yang rawan bencana.

Selama tahun 2022 saja, ulasnya, terjadi angin ribut atau puting beliung sebanyak 4 kali, kebarakan perumahan 17 kali, longsor 13 kali dan banjir 5 kali. “Kalau di bulan November dan Desember, di Inhil biasa air laut naik ke darat (banjir rob),” ungkapnya.

Dalam pada itu, Gubri Syamsuar dalam sambutannya mengajak masyarakat menjaga lingkungan agar bencana alam dapat diminimalisir.

Hutan mangrove dan gambut yang luas di Riau, khususnya di Inhil harus dijaga. “Ada 127 ribu hektar mangrove di Inhil ini. Terluas di Indonesia,” ucapnya.

Keberadaan mangrove dan gambut, tegas Syamsuar justru saat ini jadi idola. Karena dianggap mampu mengurangi emisi karbon.

Makanya saat kunker ini, Gubri juga melakukan penanaman mangrove bersama Bupati Wardan.

“Dunia internasional punya perhatian lebih kepada mangrove dan gambut ini,” katanya sembari menambahkan bahwa di hutan mangrove juga potensi dilakukan budidaya kepiting.

Pada kesempatan itu, Syamsuar juga mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap krisis pangan dan energi. “Saat ini sudah 60 negara yang hampir kolaps karena krisis pangan dan energi ini. Negara kita jangan sampai terjadi,” ingatnya.

Untuk itu, Syamsuar kembali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan dan pekarangan, terutama untuk menanam cabai dan komoditas palawija lainnya.

Di Inhil, ternak ayam juga sangat potensial karena dekat dengan Singapura. Saat ini, Singapura punya permintaan yang tinggi terhadap suplai ayam.

“Di Riau sempat tinggi inflasi akibat kelangkaan cabai. Mari sama-sama ke depan kita tanam cabai. Kita manfaatkan pekarangan kita untuk menanam cabai agar kebutuhan kita terpenuhi,” ajaknya.

Syamsuar menyebut, Kota Tembilahan selain Pekanbaru dan Dumai, sangat menentukan bagi inflasi di Riau.

“Jadi kalau harga-harga di Inhil ini terkendali, maka Riau aman. Begitu juga di Pekanbaru dan Dumai,” katanya.

Gubri Syamsuar di sela-sela pidatonya juga memerintahkan Dinas PUPR agar melakukan semenisasi terkait jalan di Desa Tanjung Baru.

“Tadi sepanjang jalan ke sini, anak-anak sekolah yang menyambut saya semua teriak, Pak tolong perhatikan jalan kami. Coba Dinas PUPR lakukan semenisasi nanti,” tegasnya.

Terima Kasih Pak Gubri

Salah seorang penerima Rumah Layak Huni (RLH), Ahmad Sarbini saat diwawancara mengaku sangat bersyukur. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Gubernur,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, karena merasa gembira.

Apalagi, Gubri Syamsuar langsung menyerahkan kunci secara simbolis. Sebelumnya, kata Sarbini, ia dan keluarga terpaksa menumpang di rumah keluarga karena rumahnya tergerus laut alias abrasi.

“Alhamdulillah kami sekarang punya rumah lagi, yang jauh lebih bagus,” katanya penuh syukur.

Usai menyambangi Desa Tanjung Baru, Syamsuar bersama rombongan beranjak menuju salah satu Rumah Tahfidz atau TPQ Asy-Syifa’ di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra.

Perlu waktu sekira satu jam untuk sampai ke lokasi itu. Hujan deras sepertinya tidak menyurutkan langkah Syamsuar untuk ke sana.

Apalagi, setiap menuju lokasi, transportasi yang digunakan adalah sepeda motor.

Sampai di Rumah Tahfidz, Gubri Syamsuar sempat berinteraksi dengan murid-murid tahfidz yang berjumlah sekira 150 orang.

Seperti diketahui, Gubri Syamsuar punya perhatian khusus terhadap rumah-rumah tahfidz ini.

Bahkan, Syamsuar sengaja menyiapkan guru tahfidz dari Yaman, yang siap mengajari anak-anak Riau bagaimana cepat menghafal Al-Quran.

“Nanti siapa yang mau ikut dari Inhil, lapor Pak Bupati, biar didata. Nanti sampaikan ke kami. Ini semua gratis. Dana kami yang siapkan. Anak-anak tinggal belajar saja,” ucapnya.

Syamsuar memang ingin agar Riau menjadi negeri yang penuh berkah. Antara lain dengan mencetak banyak para hafidz dan hafidzah.

Bangun Jalan Tiga Kilometer

Usai meninjau rumah tahfidz sekaligus Gubri Syamsuar menyerahkan bantuan, selanjutnya bertolak ke makam Syekh Abdurrahman Siddiq.

Gubri ingin berziarah sekaligus meninjau jalan sepanjang 3 kilometer menuju makam, yang tahun lalu dibangun Pemprov Riau.

Gubri berharap, makam Syekh Abdurrahman Siddiq benar-benar menjadi tempat wisata religi. Apalagi setiap menjelang Ramadhan atau lebaran, makam Tuan Guru Sapat itu selalu ramai dikunjungi peziarah, baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain dibangun jalan, saat ini makam juga dipugar untuk direnovasi.

“Mudah-mudahan para peziarah nyaman dan aman untuk datang ke sini,” pungkas mantan Bupati Siak dua periode itu.

Rencananya, Gubri Syamsuar akan berada di Inhil selama dua hari, sekaligus peninjauan jalan lintas yang rusak akibat abrasi.

Ikut bersama Gubri dalam kunker ini, Kadis PUPR M Arief Setiawan dan Kadis Kominfotik Provinsi Riau Erisman Yahya. ***