Menag Tawarkan Umrah bagi Korban First Travel

Menag Fachrul Razi menawarkan konsep ganti rugi terhadap korban First Travel yakni dengan menawarkan paket perjalanan umrah lewat travel umrah lain. Foto/SINDOphoto





ARB INdonesia, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menawarkan konsep ganti rugi terhadap korban First Travel yakni dengan menawarkan paket perjalanan umrah lewat travel umrah lain. Hanya saja tawaran tersebut dengan syarat, bahwa korban menambah sejumlah biaya kekurangannya.

Untuk korban yang dari kalangan mampu, bisa merelakannya untuk korban yang berasal dari kalangan tidak mampu. Namun, keputusannya diserahkan kepada para korban First Travel.

“Tentang First Travel, ini kami punya konsep memang tapi konsep itu sangat tergantung temen-temen di First Travel,” ujar Fachrul kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).





Fachrul sendiri melihat bahwa banyak di antara korban First Travel itu masuk kategori orang kaya yang untuk membeli paket umrah plus pun masih mampu. Namun, mereka lebih memilih mengambil paket umrah di First Travel yang harganya lebih murah, bahkan ditambah dengan harga promo.

“Ini mungkin akan kami ajak ngomong bagaimana karena pernah punya share kesalahan juga (ikut bersalah), bagaimana kalau direlakan untuk temen-temen yang nggak punya,” usulnya. 

Kemudian, Fachrul melanjutkan, Kemenag akan menginventarisasi jumlah biaya yang sudah dikeluarkan oleh para korban First Travel ini. Misalnya, si korban telah membayar Rp12 juta dan misalnya biaya umrah paling minim itu Rp20 juta, mungkin Kemenag akan meminta tambahan Rp8 juta agar kemudian mereka bisa didaftarkan ke travel umrah yang memiliki keuntungan besar selama ini.

“Kemudian akan kami coba susupkan ke beberapa travel yang selama ini dalam tanda petik sudah punya keuntungan agak banyaklah selama menjalankan haji,” tuturnya.





Karena itu, Fachrul menambahkan pihaknya berharap bahwa para korban ini bisa dititipkan ke sejumlah travel sehingga selama periode kedua Presiden Jokowi ini bisa teratasi. Meski baru konsep, pihaknya akan memulai secara simultan dengan pendekatan ke beberapa travel umrah.

“Belum mulai melangkah kami, tapi sudah kami punya konsep seperti itu. Dan akan kami mulai secara simultan nanya berapa travel yang siap mungkin untuk dititipi dengan tambahan uang sekian. Dan akan kami coba hubungi beberapa temen-temen yang tanda petik korban First Travel ini untuk sebagian rela menganggap pahala, sebagian rela menambah sisa Rp8 juta atau berapa itu. Itu konsep kami, mudah-mudahan kalau temen-temen DPR mungkin punya ide lain, kami dengan senang hati,” tandasnya.





Sumber Sindonews.com

https://nasional.sindonews.com/read/1463429/15/menag-tawarkan-umrah-bagi-korban-first-travel-1574941209




Rp516 Miliar Anggaran PDAM agar Air Bebas Cacing Disetujui Dewan

Foto/KORAN SINDO/Ilustrasi





ARB INdonesia, JAKARTA – DPRD DKI Jakarta menyepakati anggaran yang diajukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya sebesar Rp516,7 miliar dalam KUA-PPAS tahun 2020.

Pembahasan anggaran PDAM dilakukan oleh anggota dewan saat rapat Badan Anggaran (Banggar) lanjutan KUA-PPAS.

Sejumlah anggota DPRD menganggap dana sebesar Rp516 miliar itu sangat besar sedangkan saat ini PDAM belum maksimal untuk menyalurkan air bersih kepada warga Jakarta.





“Pada waktu itu dijanjikan sebenarnya sampai di rumah itu sudah betul-betul sesuai namanya air minum, konsekuensinya seluruh pipa ganti, tapi apa yang terjadi sampai hari ini tetap saja tidak layak minum,” tegas Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan pada Kamis (28/11/2019).

Ketua Komisi D DPRD DKI, Ida Mahmuda juga tak setuju dengan nilai dana PDAM sebesar Rp516 miliar, PDAM sepantasnya hanya mendapatkan alokasi Rp240 miliar pada 2020.

Namun, ada sejumlah anggota Banggar yang setuju dengan anggaran PDAM senilai Rp516 miliar dalam APBD 2020.

Lauw Siegvrieda anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP setuju dana anggaran PDAM sebesar Rp516 miliar untuk pembenahan penyaluran air bersih pada warga DKI. Sebab, kata Rieda, masih ada cacing dalam air PAM





“Jadi saya ingin menyampaikan betul-betul minta tolong kepada Direktur PDAM (Priyatno Bambang Hernowo) perjuangkan lah untuk air bersih, itu ada air PAM juga masih ada cacingnya bayangin,” ujar Rieda.

Dengan anggaran Rp516 miliar ini, lanjut dia, PDAM harus bekerja dengan baik memberikan air bersih pada masyarakat Jakarta.

“Tolong kalau betul-betul memang sesuai untuk kepentingan masyarakat saya setuju saja (Rp516 miliar) kalau tidak ada air bersih saya udak-udak,” lanjut dia.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD DKI, Lukmanul Hakim juga setuju dengan nilai anggaran PDAM Jaya sebesar Rp516 miliar, dengan harapan PDAM bisa berbenah.





“Saya juga berpendapat dengan ibu Rieda tadi, saya tinggal di Barat pipa-pipa di Barat jangan ada cacing Pak, jadi saya setuju Rp 516 milyar,” kata pria yang akrab disapa Bung Hakim.

Ketua Banggar Prasetyo Edi Marsudi akhirnya menyetujui anggaran PDAM sebesar Rp516 miliar. “Saya putuskan anggaran PDAM sebesar Rp516 miliar,” kata Prasetyo sambil mengetuk palu.





Sumber sindonews.com

https://sumsel.sindonews.com/read/2276/1/rp516-miliar-anggaran-pdam-agar-air-bebas-cacing-disetujui-dewan-1574910685




Tahun 2020 Cetak KTP, KK dan Akta Bisa Langsung Diakses oleh Masyarakat

Foto : Kadisdukcapil Inhil saat mengikuti pertemuan rakornas di Jakarta.





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Terobos terbaru Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) sudah mulai diperkenalkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Inhil, Ahmad Ramani, Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) adalah mesin yang berinovasi bisa mencetak administrasi kependudukan yakni Kartu Keluarga  (KK), e-KTP, Akta Kelahiran secara langsung oleh masyarakat.





“Terobosan terbaru ini sudah diperkenalkan kemarin saat Rakornas kemarin. NIK e-KTP Pak Mentri Mendagri Tito Karnavian yang menjadi simulasi, di depan publik kami melihat inovasi terbaru dari program ini sangat luar biasa, bisa dicetak data kependudukan dengan seketika,” jelasnya, Kamis (28/11/2019).

Mantan Camat Keritang ini menambahkan, tahun 2020 tidak menutup kemungkinan Kabupaten Inhil akan memiliki mesin tersebut guna membantu masyarakat dalam percepatan pencetakan administrasi kependudukan.

“Semoga kita juga punya, jadi di tahun 2020 nanti masyarakat Inhil jika ada keperluan tentang data kependudukan tinggal ke mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) lalu cetak sendiri data kependudukan yang diinginkan,” ulasnya.





Ramani juga menyebutkan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) sudah diminati oleh beberapa daerah yang ada di Indonesia termasuk Kabupaten Inhil memiliki harga bervariasi tergantung merek yang dipesan, dan mesin tersebut dibeli dari anggaran daerah masing-masing. 

“Kita berharap mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) ada di Inhil. Berkenaan dengan harga berdasarkan informasi yang didapatkan bervariasi tergantung merek yang dipesan, ada yang berkisar Rp.175.000.00,- ada juga Rp.185.000.000,- paling tinggi Rp.200.000.000,- intinya tidak lelang, dan kita bisa memiliki mesin tersebut dari anggaran daerah,” imbuhnya.





Sumber kilasriau.com

http://www.kilasriau.com/news/detail/5729/tahun-2020-cetak-ktp-kk-dan-akta-bisa-langsung-diakses-oleh-masyarakat




Sri Mulyani Minta Bea Cukai Adaptif Tanggapi Keluhan Dunia Usaha

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews





ARB INdonesia, JAKARTA – Kondisi global yang berubah cepat menuntut para aparatur sipil negara (ASN) untuk mengubah mindset dan cara kerja yang adaptif serta responsif terhadap dinamika perubahan. Termasuk perkembangan model bisnis yang semakin beragam.

ASN dituntut tidak hanya memahami peraturan yang berlaku, juga memahami konteks bisnis. Hal ini tergambar dari peringkat Ease of Doing Business Indonesia, yang masih kalah cepat dibanding negara lain, yang responsif terhadap keluhan dunia usaha.





Karena itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan para pimpinan dan pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mampu menangkap aspirasi pelaku usaha. Sehingga diharapkan iklim berusaha Indonesia menjadi semakin kondusif.

“Coba sekarang teman-teman di Bea Cukai pikirkan tentang penyederhaan regulasi. Saya juga akan menantang ini untuk Direktorat Jenderal Pajak. Saya ingin teman-teman di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sekali-kali Anda untuk mencoba merasakan dan memahami kesulitan-kesulitan yang dihadapi para pengusaha di lapangan. (Pura-pura) jadilah eksportir atau importir yang tidak punya koneksi,” pesan Sri Mulyani di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Dia melanjutkan, jika aparat DJBC tidak berupaya memahami kebutuhan dunia usaha dan melakukan perbaikan yang tepat maka birokrat akan cenderung tidak memiliki empati. Dan hanya fokus pada peraturan yang berlaku. Mentalitas dan cara bekerja seperti ini akan menghambat perkembangan bisnis di Indonesia.

“Kalau anda tidak pernah memahami maka Anda tidak akan pernah punya empati. Jawaban (birokrat) akan selalu pasal, prosedur, aturan dan muka Anda ya muka besi saja (tanpa mau memahami kendala-kendala di lapangan). Which is not helping padahal value kita adalah pelayanan. Dan itu tidakterefleksikan,” tambah Menkeu.





Namun demikian, memahami bisnis dan bersikap empati bukan berarti harus kompromi terhadap integritas dan nilai-nilai profesionalisme. Para pejabat dan jajaran DJBC harus tetap waspada, mengingat kebijakan kemudahan bisnis seringkali disalahgunakan oleh beberapa oknum yang nakal.

“Pihak DJBC harus mampu mengeliminir ekses negatif suatu kebijakan dengan menertibkan para oknum tersebut namun tidak mengusik para pelaku usaha yang jujur dan patuh terhadap ketentuan,” jelasnya.





Sumber Sindonews.com
https://ekbis.sindonews.com/read/1462394/33/sri-mulyani-minta-bea-cukai-adaptif-tanggapi-keluhan-dunia-usaha-1574697244




Sampan Leper Inhil Raih Anugerah Pesona Indonesia 2019

Foto: Kadis Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Parporabud) Inhil, H Junaidy Ismail SSos MSi (Dua dari kiri) saat menerima tropy anugerah API 2019.





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR — Sampan Leper yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir ternyata tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal. Akan tetapi khazanah itu kini telah menggaung je tingkat nasional bahkan internasional.

Buktinya kemarin, tradisi bersampan diatas lumpur itu mendapat penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019, yang digelar di Balai Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata dan Ekraf RI di Jakarta, Jumat (22/12/2019). Pengharhargaan ini diterima langsung Bupati Inhil Drs HM Wardan MP yang diwakili Kadis Parporabud Inhil H Junaidy Ismail. S Sos, MSi.

“Alhamdulillah kita mendapat peringkat ketiga pada Malam API 2019 di Balai Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata dan Ekraf RI. Dimana tropynya diserahkan oleh Staf Ahli Multikultur Kemenparekraf RI Guntur Sakti, S.Sos, M.Si,” ujar H Junaidy Ismail S Sos MSi.





Apresiasi kegiatan API 2019 dendiri dilaksananakan oleh konsultan Pariwisata Ayo Jalan-Jalan yang dukung oleh Kemenparekraf RI dengan metode vote melalui SMS yang dikirim. Sebagai atraksi wisata Sampan Leper menjadi wakil Provinsi Riau kategori Atraksi Budaya bersaing dengan wakil provinsi lainnya yaitu Tari Rentak Kudo – Kota Sungai Penuh dan Dayung Belang – Kab Maluku Tenggara yang menjadi peringkat pertama dan kedua.

“Ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Masyarakat di tepian Sungai Batang Tuaka, Inhi, diman sampan leper bukan saja sebagai moda transportasi disaat air sedang surut, Sampan Leper telah menjadi atraksi budaya yang menjadi event wisata di Kabupaten Indragiri Hilir bahkan Riau,” lanjut H Junaidy Ismail SSos MSi.





Dikatakan pula melalui API 2019 inu bisa dijadikan sajang promosi untuk memperkenalkan keunikan dan kekhasan Sampan Leper yg setiap tahunnya secara rutin dilaksanakan Festival Sampan Leper di Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan.

“Kita akan terus pertahankan budaya ini, karena termasuk unik dan hampir tidak ada dilakukan di daerah manapun di Indonesia,” tutur Jumaidy Ismail.(Rls)




Kodim 0314/Inhil Laksanakan Program Pengobatan Gratis

Foto Kodim 0314/Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kodim 0314/Inhil laksanakan Kegiatan Program Binter Terpadu Pengobatan Gratis di wilayah Kodim 0314/Inhil tahun anggaran 2019. Yang dilaksanakan di Aula Graha Bhakti Kodim 0314/Inhil Jl. A Yani, Tembilahan Hulu. Rabu (20/11/2019).

Kegiatan bakti TNI dalam bentuk pengobatan gratis ini merupakan sasaran non fisik bidang Bakti TNI yang dihadiri sekitar 41 orang masyarakat dan TNI.

Dalam sambutannya, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal yang di wakili oleh Pasi Teritorial Kapten Inf A.Siregar menyampaikan, kegiatan Sasaran non Fisik Bidang bakti TNI ini meliputi Penyuluhan Kesehatan dan Pengobatan Gratis.

“Kegiatan ini merupakan suatu wujud kerjasama antara lembaga pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan dengan TNI serta masyarakat sehingga terjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik,” imbuh Kapten Inf A.Siregar.

Pasi Teritorial berharap kepada Dokter dari Dinas kesehatan, agar bisa memberikan pencerahan tentang kesehatan secara umum, supaya masyarakat kita jangan hanya taunya sakit dan harus berobat tapi tidak bisa mengantisipasi pada dirinya sendiri apa penyebab sakitnya itu.

“Setidaknya masyarakat mengerti cara mengantisipasi atau cegah dini dan bagaimana cara mengatasinya secara tindakan awal ataupun kalau istilah kesehatanya P3K. Besar harapan dari saya, kegiatan ini bisa dirasakan manfaatnya bagi seluruh masyarakat. Mohon maaf bila mana mungkin pelayanannya tidak terlalu maksimal,” tutur Pasi Teritorial.

Sementara itu, Dr Raihana yang di wakili Ns. Masitah S.Kep Menyampaikan penyuluhan atau gambaran tentang penyakit Infeksi Saluran Pernpasan (Ispa).

“ISPA ialah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri,yang cara penularannya bisa melalui kontak langsung dengan penderita yang mengalami batuk pilek atau melalui air liur kalau kita berhadapan langsung dengan penderita itu bisa cepat menular,” terang Ns. Masitah.

Lebih lanjut Ns. Masitah menyampaiakan, apabila kita yang sehat, kemudian kontak langsung dengan pasien yang kebetulan batuk, pilek dan demam itu akan mudah menular nya.

“Karena daya tahan tubuh kita diserang, hingga bisa melemah meskipun kondisi kita dalam keadaan sehat. bisa juga menjadikan badan kita infeksi karena virus atau bakteri,” jelasnya.

Apa saja gejalanya, ? yang pertama flu, batuk, bersin bersin dan bisa juga disertai sesak nafas dan badan menggigil serta nyeri otot. Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara perbanyak minum air putih, kemudian istirahat yang cukup di rumah tidak kontak langsung dengan penderita yang yang terinfeksi penyakit tersebut.

“Kurangi makan makanan yang berminyak kemudian yang goreng-gorengan seperti itulah kan untuk pencegahan nya apabila misalnya tidak ada sekitar 1 minggu tidak ada perubahan baru bisa kita ke tempat pelayanan terdekat ke bidan perawat klinik atau puskesmas yang mudah dijangkau,”Pungkasnya.

Selain itu, Busra (80) seorang warga yang tinggal di Sungai Raya, mengalami keluhan sakit dada dan sesak nafas, mengucapkan banyak terimakasih kepada Kodim 0314/Inhil atas di selenggarakanya pengobatan gratis ini.

“Kami masyarakat merasa terbantu dan dapat mengontrol kondisi kesehatan kami,” tuturnya. (Arb)