Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara, ini yang Disampaikan Dandim 0314/Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal, pimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-71 di halaman Kantor Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (19/12/2019).

Upacara dimulai dengan mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh anggota Kodim 0314/Inhil. Kemudian, pengucapan UUD 1945 dan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Bela Negara.





Dalam amanat Presiden RI Joko Widodo yang disampaika  oleh Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faishal menyebutkan, hari bela negara dicanangkan untuk menghormati dan mengajak semua warga negara untuk membela negara melebihi panggilan tugas yang menjadi tanggung jawabnya bela negara.

“Tidak bisa hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, tapi harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi, serta harus memiliki Relevansi untuk memembangun SDM yang unggul. Menggali kembali pancasila sebagai dasar negara pandangan hidup dan nilai dasar bela negara dan di sesuaikan dengan kondisi kekinian yang di hadapi oleh masyarakat,” kata Dandim membacakan amanat Presiden RI.

Selain itu, sebagaimana yang diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Untuk itu, tidak hanya militer yang berperan membangun ketanahan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI,” ujarnya.





Lebih lanjut dibacakan Dandim 0314/Inhil, tanpa sikap dan perilaku bela Negara, maka pengelolaan negeri kita yang besar dan luas dengan sumber daya alamnya yang melimpah tidak akan mencapai keadilan dan kemakmuran yang dicita-citakan oleh seluruh pendahulu bangsa.

“Oleh karenanya, penanaman nilai dasar Negara harus dilakukan secara terus menerus kepada seluruh komponen masyarakat dari beragam profesi tanpa memandang usia, suku, agama, ras sebagai hak dan kewajiban tiap warga Negara yang dijamin oleh Undang-undang,” tutupnya.

Untuk diketahui acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Inhil,  Unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Inhil, Ketua Pengadilan Agama Inhil, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kabag, Ketua Persit, Ketua Organisasi Wanita dan jajaran, serta Veteran. (Arb/rl)




Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka Pekan Depan, Uji Coba Seksi 1 selama Libur Nataru

TOL PERMAI: Interchange 1 di Simpang Perawang menjadi jalan keluar bagi pengguna kendaraan yang ingin menjajal ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai) seksi 1 yang mulai dibuka pada 23 Desember mendatang. (HK FOR RIAU POS)





ARB INdonesia, RIAU – Ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai) mulai dibuka menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Khusus seksi 1 saja. Artinya, bagi yang ingin merasakan sensasi melewati ruas jalan tol Permai dari Pekanbaru-Perawang, dapat mencoba menjajalnya. Ruas ini akan diuji coba pada 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020 secara gratis.

Ya, kebijakan ini diambil pihak Hutama Karya (HK) setelah melakukan uji laik fungsional ruas jalan tol Permai khusus seksi 1. Uji laik fungsional (ULF) sudah dilakukan 16-17 Desember lalu melibatkan banyak pihak. Termasuk di dalamnya Dirjen Hubda Kemenhub RI, Kementerian UPR, dan Korlantas Polri. Dalam kegiatan itu turut hadir Direktur 





Utama HK Bintang Perbowo, SEVP Sekretaris Perusahaan HK Muhammad Fauzan, EVP Divisi Pengembangan Jalan Tol HK Agung Fajarwanto dan EVP Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol HK J Aries Dewantoro.

Bintang Perbowo menyatakan usai uji laik, sebentar lagi jalan tol yang ditunggu masyarakat Riau segera dapat dinikmati. Karena berdasarkan hasil uji laik fungsi yang telah dilakukan, jalan tol Permai Seksi 1 siap untuk difungsionalkan di akhir tahun ini.

“Setelah ULF ini kami merencanakan tol Permai akan fungsional menyambut arus mudik Natal dan Tahun Baru pada 23 Desember sampai 2 Januari 2020, mulai pukul 08.00-16.00 WIB untuk jenis kendaraan golongan 1 (nonbus),” ujarnya.

Bintang juga menambahkan, faktor keamanan pengguna jalan tol sudah dipersiapkan dengan baik oleh HK. Selain kelengkapan keselamatan di jalan tol seperti rambu-rambu dan marka jalan.

“Juga telah menyiapkan armada pelayanan lalu lintas seperti dua unit patroli jalan raya, ambulans, hingga kendaraan patroli,” tuturnya.





Lebih lanjut HK juga telah menyiapkan 2 pos polantas di simpang masuk Ringroad Km 19 dan di simpang Perawang. Koordinasi dengan pihak terkait juga sudah dilakukan dalam rencana membuka ruas jalur jalan tol ini.

 “Sudah kami koordinasikan dengan polres setempat agar dapat menyiagakan personelnya di masing-masing pos tersebut,” kata Bintang.

Seperti halnya jalan tol yang baru difungsionalkan, maka HK selaku operator jalan tol ruas Permai seksi 1 memastikan seluruh pengendara yang lewat di jalan tol ini belum dikenai biaya tol alias gratis. ULF yang dilaksanakan selama dua hari kemarin, di mana tim mencoba ketahanan material aspal melalui uji struktur. Menggunakan hammer test (uji menggunakan palu). Proses uji ini dilakukan secara visual saja pada salah satu titik pekerjaan ruas jalan. Kemudian ULF selanjutnya adalah menyusuri tol. Di mana pihak kepolisian, BPJT menyusuri ruas jalan tol dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Berikut melihat rambu-rambu dan marka kejelasan.

“Hasilnya lengkap untuk rambu dan nyaman untuk berkendara,” kata pihak HK yang dikonfirmasi RiauPos terpisah, Aswandi Amrullah.

Menurut Aswandi, dengan keseluruhan hasil ULF, maka untuk uji coba dibukanya ruas jalan tol Permai Seksi 1, diizinkan melintas kendaraan roda empat golongan 1 atau nonbus dan nontruk.





Pekanbaru-Perawang sendiri jika dilintasi lewat by pas Chevron menempuh perjalanan sekitar kurang 1 jam. Dan 1,5 jam lewat jalan arteri, karena sesuai jarak hampir menyentuh angka 60 km. Waktu tersebut diperkirakan dipangkas lebih setengah jam jika lewat ruas jalan tol. Jika berkendara dari Pekanbaru, masuk dari gerbang tol Rumbai di Muara Fajar, maka diperkirakan kurang 10 menit pengendara akan tiba di ujung seksi 1 sepanjang 9,225 km. Di mana sekitar 1,5 km nanti melintasi interchange atau persimpangan. Interchange Minas-Perawang tol Permai Seksi 1 merupakan gerbang keluarnya mengambil tikungan ke kiri. Kalau lurus mengarah ke seksi 2, Perawang-Minas. Seksi 1 menghubungkan antara Muara Fajar-Pekanbaru, ke arah Dumai dengan interchange menuju Perawang. Di Perawang ini nanti keluarnya tepat di simpang Perawang, Tualang.

Hingga kini, HK telah membangun 469,5 km jalan Tol Transsumatera dengan 373 km jalan Tol Transsumatera yang sudah beroperasi penuh. Yakni ruas Bakauheni-Terbangi 140 km, ruas Terbangi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km, ruas Medan-Binjai sepanjang 13 km, ruas Palembang-Indralaya sepanjang 22 km serta ruas fungsional Pekanbaru-Dumai seksi 1 sepanjang 9 km.





Sedangkan progres tol yang sudah terbangun namun belum beroperasi penuh adalah ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 14 km, dan ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 87,5 km. Tak hanya itu, untuk memastikan ketersediaan informasi bagi para pemudik dan mengimbau agar pemudik selalu berkendara dengan selamat di JTTS, HK telah resmi meluncurkan kampanye bertajuk Setuju. Merupakan singkatan dari selamat sampai tujuan.

Melalui kampanye Setuju, para pengemudi bakal dibekali buku saku yang menjadi panduan pengemudi melewati JTTS. Buku saku ini berisikan informasi terkait fasilitas JTTS, peta tol, dan lokasi rest area. Berisikan potensi-potensi di sekitar gerbang tol JTTS seperti rumah sakit, penginapan, tempat makan, SPBU, dan lokasi wisata. Informasi tersebut dilengkapi nomor telepon yang hendak dituju. Selain itu, buku saku juga berisikan konten how to seperti, gerakan-gerakan untuk menghilangkan penat, senam 5 menit untuk menghilangkan kantuk, dan lain-lain. Informasi juga dilengkapi cara memeriksa kendaraan yang penting dilakukan berkendara jarak jauh.





Sumber riaupos.co
http://m.riaupos.co/217669-berita-tol-pekanbarudumai-dibuka-pekan-depanuji-coba-seksi-1-selama-libur-nataru.html




Antisipasi Kamtibmas Jelang Nataru, Kapolda Yakin Kedewasaan Sikap Dimiliki Masyarakat Riau

Foto: Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi





ARB INdonesia, RIAU – Antisipasi situasi Kamtibmas menjelang peringatan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kapolda Riau mengajak masyarakat Riau untuk saling menghormati satu sama lain.

Sejauh ini,  berdasarkan antisipasi pengamanan yang dilakukan jajaran Polda Riau, terpantau situasi dan kondisi Kamtibmas di Riau secara keseluruhan dalam keadaan kondusif.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi berharap situasi kondusif ini tetap terjaga dengan melibatkan peran seluruh masyarakat Riau untuk turut sama-sama saling menjaga dan saling menghormati satu sama lainnya.

“Terciptanya situasi kondusif, tidak lain merupakan bentuk komitmen Polri dalam konsistensinya mejalankan fungsi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” imbuh Irjen Agung SIE.





Hal tersebut juga merupakan bentuk tindak lanjut Polda Riau terkait instruksi prioritas presiden yang meminta Polri menjamin kelancaran ketersedian bahan pokok, kelancaran transportasi dan menindak tegas aksi sweeping pihak tidak berwenang selama Natal dan Tahun Baru.

“Pastinya, instruksi yang diberikan adalah bentuk kepercayaan terhadap kinerja Polri. Dan kita Polda Riau siap laksanakan dan wujudkan intruksi tersebut demi kenyamanan dan keamanan kita semua,” ujar Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi.

Mengenai ketersediaan bahan pokok dan kelancaran transportasi, Kapolda Riau menyatakan telah melakukan langkah-langkah antisipasi kemungkinan adanya gangguan pada dua hal tersebut selama berlangsungnya libur Natal dan Tahun Baru.

Sementara, mengenai antisipasi pencegahan terhadap aksi sweeping, Orang nomor satu di Polda Riau itu mengharapkan gangguan tersebut tidak terjadi di Riau.

“Kita sudah dewasa, tahu harus bersikap seperti apa dan tentunya negara hukum ini tidak mengecualikan siapa pun,” tegasnya menanggapi, Senin (16/12) dikutip dari Pekanbaru MX.





Untuk mengantisipasi hal-hal yang menganggu, Kapolda yakin kedewasaan sikap itu dimiliki masyarakat Riau yang ia kenal sebagai masyarakat yang berbudaya tinggi dan bermartabat.

“Masyarakat Riau, masyarakat berbudaya tinggi yang bermartabat. Untuk itu, saya bersama masyarakat di Riau ingin menjaga kehormatan itu menjadi hal yang utama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, sifat arogansi menurutnya itu bukan sifatnya orang yang berbudaya.

“Kita ingin, kita semua menghormati satu dengan yang lain,” pungkas Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi.  (Arb/rl/edt)




HUT Kapolres Inhil ke 43, Bupati bersama Ketua DPRD dan Dandim Berikan Kejutan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kekompakan TNI-Polri, Eksekutif dan Legislatif begitu terasa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hal ini diperlihatkan pada saat Hari Ulang Tahun Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Sihaan, SIK.

Sebelum apel Kesiapsiagaan Penanggulan Bencana dan Penanganan Karhutla di Kabupaten Inhil di Lapangan Kantor Bupati Inhil, Senin (16/12/2019). Bupati Inhil HM Wardan, Ketua DPRD Inhil Dr. Ferryandi dan Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faishal  beserta anggota memberikan kejutan dengan memberikan Kue Ultah kepada Kapolres Inhil.





Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faishal menyampaikan bahwa dirinya bersama jajarannya memang sengaja datang untuk memberikan surprise di hari ulang tahun Kapolres yang ke 43 tahun.

“Saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke 43 , semoga panjang umur, sehat selalu, diberikan rezeki dan lancar karirnya,” ujarnya.





Sementara itu, Kapolres Inhil menyampaikan terima kasih kepada Dandim berserta Ketua DPRD Inhil, Bupati Inhil dan jajarannya yang telah memberikan kejutan di hari ultah-nya yang ke 43 ini.

“Terimakasih Pak Dandim, Bupati, Ketua DPRD beserta yang lainnya atas kejutan istimewa ini. Semoga kebersamaan dan sinergitas TNI, Polri dan Pemkab Inhil tetap bisa kita rajut kita jalin untuk bersama-sama menjaga Inhil agar tetap kondusif,” tutur Kapolres. (Arb)




100 Personel Brimob yang Betugas di Papua Kembali ke Riau

ARB INdonesia, PEKANBARU – Raut wajah bahagia tidak dapat disembunyikan anggota Brimobda Polda Riau yang baru pulang dari Papua, Ahad (15/12/2019) siang. Sudah empat bulan mereka tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa I untuk pengamanan di Papua.

Ada 100 personel Brimob Polda Riau yang kembali ke Riau. Saat menginjakkan kaki di Bumi Lancang anggota keluarga sudah menunggu mereka di Terminal Kargo Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Anggota Brimob langsung disambut Kapolda Riau, Irjan Pol Agung Setya Imam Effendi. “Seratus anggota Brimob kita (Polda Riau) yang ditugaskan di Papua sudah selesai melaksanakan tugas selama empat bulan di Papua. Mereka kembali dengan selamat dan sehat,” ujar Agung.





Saat menjadi BKO Polda Papua, ratusan anggota Brimob Polda Riau bekerja dengan baik. Tidak ada pelanggaran yang dilakukan selama bertugas. “Tidak ada pelanggaran yang kalian lakukan. Terima kasih,” kata Agung.

Seratus anggota Brimob Polda Riau itu tidak langsung bekerja. Mereka diberi cuti bersama keluarga sebelum kembali menjalankan tugas.





“Tentu, kita lakukan pemulihan dan penugasan di Polda Riau bersama anggota lainnya. Penugasan di sana (Papua) menguras tenaga dan kita beri waktu untuk istirahat cuti,” tutur Agung.

Saat ini masih ada 300 personel Brimob Polda Riau yang masih berada di Papua dan direncanakan pulang ke Riau. Pemulangan mereka masih menunggu putusan dari Mabes Polri.

“Nanti kita tunggu arahan dan petunjuk lanjut untuk rekan-rekan yang masih ada di Papua. Kita akan ikuti perkembangan terus. Penugasan ini merupakan bagian tak terpisahkan dalam menjaga NKRI,” kata Agung.





Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2019/12/15/100-personel-brimob-yang-betugas-di-papua-kembali-ke-riau/#sthash.bpCIw0fY.dpbs




Kritik Tajam SBY ke Pemerintahan Jokowi, dari Pengangguran Hingga Pajak Jadi Sorotan

SBY bertemu Jokowi di Istana. ©Setpres RI/Rusman





ARB INdonesia, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12), menyoroti beberapa kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi.

Dengan kritikan yang dilontarkan SBY, diharapkan pemerintahan Presiden Jokowi bisa melakukan koreksi dan perbaikan. Berikut ini kritikan-kritikan yang dilontarkan SBY untuk pemerintahan Jokowi di sektor ekonomi:





Pengangguran

Ketua Umum Demokrat SBY menyoroti terkait angka pengangguran di Indonesia. SBY mengungkapkan, berdasarkan data statistik angka pengangguran mengalami penurunan sekitar satu persen selama lima tahun pemerintahan Presiden Jokowi.

“Tentu ini belum cukup. Di samping itu, kita juga harus melihat struktur dan migrasi pekerjaan yang terjadi di masyarakat kita,” jelas SBY dalam pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12).

SBY menambahkan, meskipun tercatat sebagai bekerja, alias tidak menganggur, tapi sekitar 28,4 juta adalah pekerja paruh waktu. Sementara, yang berkategori setengah menganggur sekitar 8,14 juta.

“Tentu ini angka yang besar,” kata SBY.





Daya Beli Masyarakat Menurun

Kemudian yang disoroti SBY mengenai daya beli dan perlindungan sosial untuk masyarakat. Demokrat melihat ada penurunan daya beli ditandai dengan perlambatan penjualan retail hingga konsumsi makanan.

Demokrat pun mendukung pemerintah mengatasi persoalan tersebut dengan meningkatkan pertumbuhan dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Serta memberikan bantuan bagi masyarakat yang benar-benar mengalami kesulitan dalam kehidupan rumah tangganya.

“Inilah yang disebut dengan perlindungan sosial,” kata Ketum Demokrat SBY dalam pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12).

Demokrat juga mendukung pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial dengan menganggarkan Rp372,5 triliun yang bersumber dari APBN 2020. Program ini meliputi bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, subsidi tepat sasaran, dan juga dana desa.

“Indonesia punya pengalaman yang baik, dengan program perlindungan sosial, yang waktu itu disebut program-program pro-rakyat. Dalam waktu sepuluh tahun (2004-2014) kita bisa menurunkan angka kemiskinan sebesar 6 persen,” kata SBY.





Penerimaan Pajak Jauh dari Target & Utang

Isu ekonomi lainnya yang menjadi perhatian SBY terkait penerimaan negara melalui pajak jauh dari target. SBY menjelaskan, sampai bulan Oktober 2019, penerimaan pajak masih kurang Rp559 triliun. Penerimaan pajak dan non pajak yang tidak mencapai sasaran ini pasti akan menambah angka defisit APBN.

“Terus terang, Demokrat mengamati sasaran belanja negara kita memang tergolong tinggi. Barangkali juga terlalu ekspansif, untuk ukuran ekonomi Indonesia yang tengah menghadapi tekanan,” jelas SBY saat menyampaikan Refleksi Akhir Tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12).

Persoalannya kemudian, lanjut dia, dari mana kita menutup defisit APBN ini. Yang terlintas dan mudah tentulah, dengan cara menambah utang baru.

SBY mengakui, menambah utang baru memang dibenarkan dan bukan sebuah kesalahan. Namun, seberapa besar utang baru itu? Andaikata rasio utang terhadap PDB dianggap aman di angka 30 persen, meningkat sekitar 5 persen dari lima tahun yang lalu, untuk apa utang itu digunakan?

“Dapatkah dipastikan bahwa utang baru itu bermanfaat, produktif dan mampu menjaga pertumbuhan kita? Apalagi pasar tahu bahwa utang sejumlah BUMN untuk pembangunan infrastruktur juga meningkat sangat banyak,” jelas SBY.





Saling Sindir

Pada Mei 2018 lalu, SBY sempat membalas sindiran Presiden Joko Widodo soal kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pada 10 tahun pemerintahannya. Melalui akun twitter resminya @SBYudhoyono, SBY membalas sindiran Jokowi.

“Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*,” ucap SBY.

“Saya minta para mantan Menteri & pejabat pemerintah di era SBY, para kader Demokrat & konstituen saya, TETAP SABAR. *SBY*,” ujarnya.

Presiden Jokowi sebelumnya menyindir pemerintahan SBY terkait harga BBM khususnya wilayah timur Indonesia yang mencapai Rp 60 ribu per liter. Sedangkan pada era Jokowi subsidi sudah dicabut tapi harga BBM bisa seragam.

“Dulu subsidi Rp 340 triliun, kenapa harga nggak bisa sama? Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat,” ujar Jokowi pada Mei 2018. (*)





Sumber merdeka.com
https://www.merdeka.com/politik/kritik-tajam-sby-ke-pemerintahan-jokowi-dari-pengangguran-hingga-pajak-jadi-sorotan.html