Presiden Joko Widodo Gelar Rapat Jarak Jauh

 Foto/Instagram Pramono Anung


ARB INdonesia, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri Kabinet Indonesia Maju menggelar rapat kabinet dengan cara teleconference atau jarak jauh.

Cara tersebut diambil untuk menghindari penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah menulari 117 orang di Tanah Air, salah satunya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan rapat terbatas secara jarak jauh ini dipimpin Presiden Jokowi yang berada di Istana Kepresidenan, dan diikuti para menteri di kantor kementeriannya maing-masing.

Menurut dia, rapat jarak jauh menjalankan prinsip “jarak sosial” atau social distancing. “Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet Indonesia Maju, Senin (16/3) dipimpin Presiden Jokowi secara jarak jauh dari Istana Presiden di Bogor dan kementerian masing-masing. Menjalankan prinsip “Jarak-Sosial” (Social Distancing) dan pemerintahan efektif,” kata Fadjroel melalui akun Twitternya, @fadjroel, Senin (16/3/2020).

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menginformasikan rapat terbatas yang dipimpin Presiden dan Wapres secara teleconference itu diikuti oleh 41 anggota kabinet.

“Rapat terbatas yg dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi dan Wapres Kiai Ma’ruf Amin dan diikuti 41 anggota kabinet membahas percepatan ekonomi menghadapi tekanan virus Corona,” kata Pramono, Senin (16/3/2020).


Editor Arbain


Sumber Sindonews.com https://nasional.sindonews.com/read/1557871/12/jokowi-gelar-rapat-jarak-jauh-istana-jalankan-prinsip-jarak-sosial-1584336672




Soal Virus Corona, Bupati Inhil Himbau Masyarakat Tidak Panik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H. Muhammad Wardan menghimbau seluruh masyarakat Inhil agar tetap tenang dalam menghadapi virus corona (Covid-19) yang saat ini sudah mulai masuk kebeberapa wilayah di Indonesia.


Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Isra Mi’raj di rumah dinas Ketua DPRD Inhil H. Ferryandi, Minggu (15/03/2020) malam.


Bupati Inhil mengingatkan masyarakat untuk tetap tawakal dan mau mengatur pola hidup sehat.


“Selalu cuci tangan dengan air sabun seperti yang dianjurkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan banyak hal yang harus diperhatikan untuk mengantisipasi ependemi ini,” ujarnya


Bupati yang dikenal sangat agamis ini meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap penyebaran virus corona yang melanda Indonesia.


“Saya menghimbau kepada masyarakat Inhil agar tidak panik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Inhil terus bergerak mewaspadai hal-hal yang tak diinginkan, dengan senantiasa siaga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,”imbuhnya. (GMS)


Editor Arbain




Hadapi Virus Corona, PLN Tingkatkan Stadar Penyediaan Listrik

ARB INdonesia.com, JAKARTA – Direktur Utama Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kesiagaan dan kesigapan untuk menjaga pasokan listrik kepada masyarakat selama Covid-19.


Di antaranya dengan menerapkan standar yang lebih tinggi terutama pada operasi penyediaan listrik, mulai dari Penyediaan Energi Primer, Pembangkitan, Pengaturan Beban, Transmisi, dan Distribusi untuk tetap menjaga pelayanan pasokan listrik ke pelanggan, termasuk melaksanakan pekerjaan pemeliharan sesuai jadwal yang telah direncanakan.


“Semua itu kami lakukan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan PLN, kami juga instruksikan kepada seluruh insan PLN agar tetap bertugas menjaga pasokan energi listrik,” kata Zulkifli di Jakarta, ditulis Senin (16/3).


Sejak awal Maret, PLN telah melakukan langkah-langkah preventif terhadap upaya pencegahan penyebaran covid-19. PLN juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan meningkatkan kebersihan lingkungan kerja secara rutin kepada Petugas Control Room dan Dispatcher pengelola aliran listrik.


Pada unit-unit kerja yang bersifat kritikal, juga akan disediakan ruang pemeriksaan kesehatan rutin beserta petugas medis dan peralatan pendukungnya. Sementara itu, PLN juga menambah unit Control System sebagai cadangan (Mirroring) untuk memastikan bahwa pasokan listrik kepada masyarakat tidak terganggu.


“Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima sehingga bisa bekerja maksimal dalam menjaga pasokan listrik bagi masyarakat,” jelasnya.


1 dari 1 halaman


Pemeriksaan Kesehatan


Pemeriksaan kesehatan juga diberlakukan bagi petugas Contact Center PLN 123 agar tetap dapat melayani masyarakat selama 24 jam 7 hari dalam seminggu, untuk berbagai macam layanan dari mulai informasi tagihan rekening listrik, pelayanan pengaduan gangguan dan pelayanan penyambungan baru maupun tambah daya.


Kami telah memetakan, bagian-bagian mana yang harus tetap bekerja penuh tidak boleh berhenti atau 24 jam, dan bagian mana yang dapat dijalankan melalui kantor-kantor PLN, dan bagian-bagian mana yang dapat dikerjakan oleh pegawai dari tempat tinggal mereka, imbuhnya.


Zulkifli memastikan bahwa pelayanan ketenagalistrikan yang disediakan PLN kepada pelanggan dan masyarakat luas tidak akan berkurang atau menurun akibat merebaknya wabah Covid-19.


Bagaimanapun, tambah Zulkifli, di tengah situasi seperti sekarang ini, ketersediaan listrik di rumah-rumah merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh mengalami gangguan, untuk itu kami akan pantau dan pastikan bahwa semua berjalan lancar dan pasokan listrik kepada warga tetap aman.


Sumber: Liputan6.com




Kabar Baik dari RS Persahabatan, Sudah 6 Orang Positif Corona Sembuh

ARB INdonesia.com – RS Persahabatan mengumumkan, sampai saat ini, sudah enam pasien sembuh dari corona. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya pada Kamis (12/3), tiga orang dinyatakan sembuh.


Direktur Utama RS Persahabatan Rita Rogayah, mengatakan bahwa para pasien yang telah sembuh telah dikeluarkan dari ruang isolasi dan dipindah


“Sampai saat ini sudah enam orang sudah sembuh, tapi kami pindahkan ke perawatan biasa. Jadi sudah enam (orang) di rumah sakit Persahabatan yang hasil PCR yang tadinya positif kemudian menjadi negatif, sehingga dipindahkan dari ruangan isolasi ke ruangan biasa dan setelah itu dipindahkan ke rumah,” ungkap Rita di RS Persahabatan, Pusangan, Jakarta Timur, Sabtu (14/3).


Rita tak merinci lebih lanjut identitas maupun nomor kasus enam pasien yang dimaksud. Ia juga tidak menjelaskan berapa jumlah pasien positif corona maupun (pasien dalam pengawasan) PDP yang ditangani RS Persahabatan saat ini.


Data soal jumlah pasien di RS Persahabatan per hari Jumat (13/3), jumlah pasien positif yaitu lima orang, sementara pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 11 pasien.


Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah (kiri) didampingi Dokter Spesialis Paru Prasenohadi saat konferensi pers di RSUP Persahabatan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


Di samping itu, ada pula sebanyak setidaknya empat orang masuk dalam waiting list penanganan di RS Persahabatan.


Adapun tiga pasien sembuh di RS Persahabatan yang telah diumumkan sebelumnya yaitu pasien 06, 14, dan 19.


Kumparan telah mencoba meminta keterangan pihak RS Persahabatan terkait data terbaru jumlah pasien positif maupun PDP di RS Persahabatan, namun belum mendapatkan jawaban.


Sumber : Kumparan.com




Bisakah Uang Kertas Tularkan Virus Corona?

ARB INdonesia.com, JAKARTA – Semakin bertambahnya pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia membuat orang semakin waspada. Salah satu yang jadi kekhawatiran penularan virus itu yakni lewat uang kertas.


Lantas, bisakah uang kertas bisa jadi media penularan virus corona?


Dilansir dari Euronews, Senin (16/3/2020), para ahli mengatakan kalau kecil kemungkinan virus corona bisa menyebar lewat uang kertas yang berpindah tangan saat transaksi.


Ini karena sebagian besar kasus penularan virus corona yang terungkap disebabkan melalui kontak langsung, bukan dari benda yang disentuh.


Meski di sisi lain, ada beberapa laporan yang menyebut penggunaan uang kertas memiliki risiko jadi media penyebaran wabah.


“Kami tidak tahu berapa lama virus ini bertahan lama pada uang kertas. Virus tidak akan lama bertahan di permukaan, terutama di permukaan yang kering seperti uang kertas,” kata Stephanie Brickman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Pada Februari lalu, pemerintah China dilaporkan menginstruksikan bank-bank untuk melakukan sterilisasi uang kertas sebelum dikeluarkan untuk mencegah penyebaran corona.


Di Iran, pemerintah mendorong masyarakat untuk menghindari penggunaan uang kertas dan membayar transaksis secara nontunai.


Sementara itu dikutip dari Channelnewsasia, Bank of Korea (BOK) melakukan karantina pada uang kertas yang selama dua minggu untuk menghilangkan potensi virus corona. Bahkan sebagian uang yang dihimpun akhirnya dibakar oleh bank sentral itu.


Selain itu, BOK juga menempatkan uang kertas untuk dipanaskan dalam suhu ruangan tinggi sebelum kembali diedarkan.


“Berlaku untuk semua uang tunai yang masuk ke bank sentral dari bank-bank lokal. Bank Sentral Korsel akan menyimpannya di tempat aman selama dua minggu, mengingat virus umumnya akan mati setelah sembilan hari,” kata salah seorang pejabat BOK.


Proses pemanasan uang kertas oleh BOK dilakukan di dalam ruang yang bersuhu hingga 150 derajat celcius selama tiga detik, sebelum kemudian dipindahkan ke tempat penyimpanan dalam suhu ruangan 42 derajat celcius.


Uang yang telah melalui proses pemanasan baru bisa dikemas untuk kemudian bisa beredar kembali. Pejabat bank sentral menyebutkan sebagai proses desinfektanisasi pada uang kertas.


Sebagai informasi, dalam waktu kurang dari dua bulan, wabah penyakit Covid-19 telah menebar ketakutan di seluruh dunia.


mana 19 di antaranya di Jakarta, 2 di Jawa Tengah,” kata Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan.


Menurutnya, penambahan kasus di Jakarta merupakan hasil penelusuran terhadap kontak dari kasus sebelumnya.


Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan orang dinyatakan sembuh dan lima orang meninggal. Menurutnya, pasien yang meninggal karena terdapat komorbid atau penyakit penyerta.


Secara keseluruhan, terdapat 1.293 spesimen terkait virus corona yang telah diperiksa.


“Sudah lebih dari 1.000 (spesimen yang diperiksa). Terus bergerak,” ungkap Yuri di Kompleks Istana, Jakarta.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Uang Kertas Bisa Tularkan Virus Corona?”




Universitas Riau Tunda Pelaksanaan Wisuda

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Wisuda Universitas Riau (Unri) Periode Maret 2020 yang semula akan digelar pada tanggal 18-19 Maret 2020, ditunda sampai batas waktu yang akan ditentukan selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di lingkungan Unri.


Rektor Universitas Riau (Unri) Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, mengatakan penundaan ini merupakan langkah pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19 serta menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan.


“Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri tentang pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan serta memperhatikan hasil rapat bersama dengan seluruh unsur jajaran pimpinan di lingkungan Unri, maka Unri mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2/UN19/SE/2020 tentang pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan Universitas Riau,” jelas Rektor.


“Lebih lanjut terkait dengan pelaksanaan wisuda, langkah penundaan wisuda periode tanggal 18-19 Maret 2020 ini dinilai cukup berat, namun berdasarkan hasil pertimbangan dan masukan dari seluruh unsur pimpinan di lingkungan Unri serta mencermati ketetapan dari Badan Kesehatan Dunia yang telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, maka Unri mengambil langkah untuk mencegah penyebaran yang dilakukan dan menimbang kepentingan yang lebih besar,” kata Guru Besar Bidang Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Unri ini menjelaskan.


Untuk selanjutnya, para wisudawan diminta untuk mengikuti perkembangan informasi melalui saluran informasi resmi Unri, baik melalui website maupun media sosial resmi Unri.


Sumber: Haluanriau.CO