Jelang Hadapi AZ, MU Sulit Menang di Belanda

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Jelang bertamu ke markas AZ Alkmaar pada matchday kedua Liga Europa, Kamis (4/10) malam WIB, Manchester United dihadapkan pada fakta kekalahan dalam dua laga tandang terakhir di Belanda.

MU mengawali kompetisi Liga Europa dengan kemenangan tipis atas Astana di Stadion Old Trafford. Pada laga kedua, The Red Devils mendapat jatah berkunjung ke Belanda menghadapi AZ.

Di tengah penampilan anak asuh Ole Gunnar Solskjaer yang tidak meyakinkan pada awal musim ini, MU juga mengalami krisis kemenangan dalam laga di Belanda.

Dalam dua laga tandang terakhir di Belanda, MU selalu menelan kekalahan. Pada Liga Champions 2015/2016, MU kalah 1-2 dari PSV Eindhoven dalam laga fase grup.

Sempat unggul berkat gol Memphis Depay, MU yang waktu itu masih dilatih Louis van Gaal dibobol Hector Moreno dan Luciano Narsingh pada babak kedua.

MU kembali mengalami kekalahan tandang di Belanda dalam laga Liga Europa 2016/2017. Sebelum menjadi juara di ajang tersebut, MU sempat mengalami kekalahan 0-1 dari Feyenoord di fase grup. Gol tunggal Tony Vilhena menjadi penentu laga tersebut.

David de Gea, Juan Mata, Marcus Rashford, dan Marcus Rojo yang dibawa Solskjaer dalam laga menghadapi AZ menjadi beberapa pemain yang merasakan kekalahan di Belanda.

Terlepas dari dua laga tandang terakhir ke Belanda yang berujung kekalahan, MU meraih sembilan kemenangan dari 17 laga melawan wakil Negeri Kincir Angin. Sementara tiga laga lain berakhir imbang dan lima lainnya kalah. Selain pernah menghadapi PSV dan Feyenoord, MU pernah juga menghadapi Ajax dan Willem II.

Dalam pertandingan kedua di Liga Europa musim ini, Solskjaer tidak dapat membawa skuat terbaik. Beberapa pemain andalan seperti Paul Pogba dan Anthony Martial masih belum pulih dari cedera. Manajer asal Norwegia itu juga mengatakan bakal kembali mengandalkan pemain muda.

Angel Gomes, Daniel James, Mason Greenwood, dan Scott McTominay adalah pemain-pemain muda yang dibawa Solskjaer dalam laga yang akan berlangsung di Stadion Cars Jeans.

Sumber CNN Indonesia




Egy Maulana: Emas SEA Games Harga Mati untuk Timnas Indonesia

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Gelandang Egy Maulana Vikry menyebut Timnas Indonesia U-23 wajib meraih medali emas di SEA Games 2019 Manila, Filipina.

Medali emas merupakan target yang selalu dicanangkan cabang olah raga sepak bola dalam setiap pagelaran SEA Games.

Karena itu Egy Maulana sadar di SEA Games tahun ini masyarakat Indonesia akan kembali mengharapkan prestasi dari Timnas Indonesia U-23. Pada gelaran SEA Games terakhir di Kuala Lumpur 2017 lalu, Skuat Garuda harus puas dengan raihan medali perunggu.

“Emas [SEA Games 2019] harga mati. Biar orang tahu kami bisa raih prestasi. Semua orang berharap banyak dari kami, tentu itu jadi beban. Tetapi [tergantung] bagaimana kami bisa saling merangkul dan kerja keras, nanti Allah bantu,” kata Egy usai latihan di Lapangan C Senayan, Kamis (3/10) pagi.

Egy Maulana mengaku optimistis Timnas Indonesia U-23 kali ini bisa membawa pulang medali emas. Indonesia terakhir kali meraih emas di SEA Games pada 1991 di Filipina usai menang 4-3 atas Thailand melalui adu penalti.

Untuk bisa mencapai target tersebut, Egy Maulana menilai Timnas Indonesia U-23 perlu fokus pada setiap pertandingan di fase grup. Undian untuk cabang sepak bola baru akan digelar panitia Filipina SEA Games Organizing Committee (PHISGOC), Kamis (3/10).

“Lawan siapa saja asal yang penting kerja keras di setiap pertandingannya. Pokoknya semua pemain targetnya harus juara. Untuk menuju ke sana harus dihadapi satu per satu lawannya,” ujar pemain 19 tahun itu.

Egy bergabung dengan Skuat Garuda Muda sejak hari pertama pemusatan latihan di Lapangan Padjajaran, Bogor, Rabu (2/10). Ia didatangkan langsung pelatih Indra Sjafri dari klubnya Lechia Gdanks.

Kembali bergabung dengan Timnas Indonesia U-23, Egy Maulana mengaku tidak ada kendala saat beradaptasi dengan cuaca. Menurutnya, cuaca di Polandia tidak jauh berbeda dengan Indonesia saat ini.

“Tidak beda karena musim di sana sama dengan di Indonesia. Musim panas di Polandia mengerikan, sama saja dengan di sini. Makanya saya bilang tidak masalah. Kalau jet lag biasan karena jam tidur, kecuali kalau di sana musim dingin mungkin terasa beda,” ucap Egy. 

Sumber CNN Indonesia




Sepuluh Fakta Usai Barcelona Bungkam Inter di Camp Nou

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Barcelona membungkam Inter Milanpada matchday kedua Liga Champions 2019/2020. Ada 10 fakta yang tersaji usai laga sengit tersebut.

Barcelona menang 2-1 atas Inter di Camp Nou, Kamis (3/10/2019) dini hari WIB, pada laga kedua Grup F Liga Champions 2019/2020. Di laga itu, Blaugrana sempat ketinggalan lebih dulu.

Inter sempat memimpin lewat Lautaro Martinez. Namun, Barcelona membalas melalui dua gol Luis Suarez sehingga comeback dan merebut kemenangan di akhir laga.

Dilansir Opta, ada beberapa catatan yang lahir usai laga tersebut. Berikut detikSport rangkum.

1. Untuk pertama kalinya sejak musim 2009/2010, Inter tidak menang di dua laga pertama fase grup Liga Champions.

2. Barcelona memenangi semua pertandingan kandang Liga Champions kontra Inter. Lima kali Blaugrana tak terkalahkan.

3. Inter kalah meski sempat memimpin duluan di pertandingan Liga Champions untuk yang ketiga kalinya.

4. Gol Lautaro Martinez saat laga baru berjalan 1 menit 59 detik, membuat Barcelona menelan kebobolan tercepat yang kedua. Yang pertama ketika dibobol Alexandro Pato saat laga berjalan 24 detik.

5. Gol Lautaro Martinez saat laga baru berjalan 1 menit 59 detik juga yang tercepat dicetak Inter sejak gol Dejan Stankovic vs Schalke pada April 2011 (26 detik).

6. Inter mecetak gol tandang pertamanya menghadapi Barcelona di Liga Champions.

7. Luis Suarez mencetak gol di fase grup Liga Champions untuk pertama kalinya sejak September 2016.

8. 14 gol terakhir Luis Suarez di Liga Champions dilesakkan di kandang.

9. Luis Suarez kini sudah menceta 7 gol melawan tim Italia di Liga Champions, terbanyak ketimbang ia membobol negara lain.

10. Barcelona selalu mencetak gol di tujuh laga kompetisi Eropa melawan Inter.

Sumber Detikcom




Resmi! Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Paling Ganas di Liga Champions

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Megabintang Juventus, Crisriano Ronaldo, resmi menjadi pemain aktif paling ganas dalam ajang Liga Champions.

Pria asal Portugal itu baru saja menyumbangkan satu gol dalam kemenangan 3-0 Juventus vs Bayer Leverkusen, di Allianz Stadium, Selasa atau Rabu (2/10/2019) dini hari WIB.

Gol sang megabintang tercipta pada masa akhir pertandingan, tepatnya saat menit ke-89.

Bagi Ronaldo, gol itu memiliki arti spesial. Kini, dia tercatat sudah mencetak gol ke gawang 33 klub berbeda pada ajang Liga Champions.

Dengan demikian, Ronaldo sukses menyamai rekor legenda Real Madrid, Raul Gonzalez, yang juga sudah membobol 33 klub berbeda di ajang antarklub bergengsi Benua Eropa tersebut.

Catatan Ronaldo itu sekaligus melewati catatan rival abadinya, Lionel Messi, yang baru mencetak gol ke gawang 32 klub.

“Tiga poin penting! Kerja yang bagus, tim!” tulis Ronaldo dalam unggahannya di Instagram seusai pertandingan.

Ronaldo punya peluang untuk melewati catatan Raul Gonzalez saat Juventus menghadapi Lokomotiv Moskow pada laga fase Grup D Liga Champions berikutnya.

Pertandingan melawan Lokomotiv akan berlangsung pada 22 Oktober dan 6 November 2019.

Selain rekor mencetak gol ke 33 klub berbeda, Ronaldo pun kian memantapkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Champions.

Hingga sejauh ini, eks pemain Manchester United dan Real Madrid itu sudah mencetak 127 gol di Liga Champions.

Jika digabung dengan seluruh kompetisi Eropa, Ronaldo sudah menorehkan 130 gol.

Sementara itu, pesaing terdekatnya yakni Messi, baru mengemas 112 gol di Liga Chamoions.

Ronaldo juga baru saja melewati rekor kiper Iker Casillas sebagai pemain dengan kemenangan terbanyak di Liga Champions.

Selama mengikuti Liga Champions, Ronaldo sudah merasakan 102 kemenangan dengan sejumlah klub.

Adapun Casillas 102 kemenangan, lalu diikuti Xavi (91), Messi (80), Raul (79), dan Andres Iniesta (79).

Sumber Kompascom




Start Terburuk Real Madrid di Liga Champions

ARB INdonesia, OLAHRAGA- Real Madrid masih gagal menang diLiga Champions 2019/2020, setelah ditahanClub Brugge di matchday kedua. Los Blancos pun mencatat start terburuknya.

Madrid kepayahan saat menghadapi Club Brugge di matchday kedua Grup A. Bertanding di Santiago Bernabeu, Rabu (2/10/2019) dini hari WIB, Karim Benzema dkk malah sempat ketinggalan 0-2 lebih dulu.

Emmanuel Dennis Bonaventure menjadi momok Madrid di babak pertama. Gawang Thibuat Courtois dua kali dibobol pada menit ke-9 dan 39.

Madrid baru membalas di babak kedua. Kapten Sergio Ramos memperkecil skor di menit ke-55. Kemudian Casemiro mencetak gol penyeimbang di menit ke-84, setelah tim tamu harus bermain dengan 10 orang semenit sebelumnya lantaran Ruud Vormer menelan kartu kuning keduanya.

Baca juga :
http://barangai.online/madrid-nyaris-kalah-zidane-gol-pertama-club-brugge-konyol/

Skor imbang 2-2 membuat Madrid belum meraih kemenangan di Liga Champions musim ini. Sebelumnya di laga perdana, mereka juga tumbang 0-3 dari Paris Saint-Germain yang di laga kedua kembali menang 1-0 atas Galatasaray.

Seperti dicatat Opta, Madrid pun menuai start terburuknya. Dua laga tanpa kemenangan, untuk pertama kalinya dilalui klub yang justru punya koleksi trofi Liga Champions terbanyak itu.

Kini, Madrid sementara menjadi juru kunci Grup A dengan baru mendulang satu poin. Pasukan Zinedine Zidan berada di bawah PSG (6), Club Brugge (2), dan Galatasaray yang juga meraih satu poin, namun wakil Turki masih unggul selisih gol.

Sumber Detikcom




Madrid Nyaris Kalah, Zidane: Gol Pertama Club Brugge Konyol

ARB INdonesia, OLAHRAGA – – Real Madrid nyaris dipermalukan Club Brugge karena sempat tertinggal 0-2. Los Blancos diakui Zinedine Zidane lengah di babak pertama hingga kecolongan dua gol.

Madrid sempat tertinggal dua gol saat menjamu Brugge di Santiago Bernabeu, Rabu (2/10/2019) dinihari WIB. Emmanuel Dennis mencetak gol di menit kesembilan dan 39 untuk membawa tim tamu memimpin 2-0 saat turun minum.

Tuan rumah baru memperbaiki penampilannya di babak kedua. Sergio Ramos menipiskan selisih di menit ke-55, hingga kemudian Casemiro menyamakan kedudukan lima menit jelang waktu normal usai.
Zidane menyoroti betapa buruknya Madrid memulai laga dan tak waspada dengan pergerakan lawan. Gol pertama Brugge misalnya, tercipta akibat kegagalan pertahanan tim mengantipasi Percy Tau.

Tau berlari dalam posisi bebas di sisi kanan pertahanan Madrid, lalu mengirim umpan yang diselesaikan Dennis. Gol ini terasa kian memalukan buat Madrid karena Dennis sebenarnya gagal mengontrol umpan dengan sempurna, hingga bola kemudian mengenai kaki kirinya dan bergulir ke dalam gawang.

Thibaut Courtois sudah terlanjut mati langkah untuk mengantisipasi bola pelan tersebut. Zidane tak segan mengkritik pertahanan timnya dalam proses terciptanya gol ini.

“Gol pertama yang masuk ke gawang kami itu menggelikan. Kami memulai dengan buruk dan dari menit ke-10, kami tak konsentrasi di area-area di mana lawan bisa melukai kami,” kata Zidane dikutip Marca.

“Ketika mereka mencetak gol pertama, mereka mendapatkan dorongan dan kami malah lebih buruk lagi. Lalu mereka mencetak gol kedua. Tapi saya bersikeras bahwa saya senang dengan babak kedua, ini hasil yang buruk tapi reaksi yang bagus dari tim.”

“Kami tetap tak bisa senang sih, kami memainkan 45 menit dengan sangat berbeda dari 45 menit lainnya. Tapi ya saya senang dengan reaksinya, meski tidak dengan satu poinnya,” tandasnya.

Dengan hasil ini, Madrid tercecer di dasar klasemen Grup A dengan baru mengumpulkan satu poin dari dua laga. Paris Saint-Germain kukuh di puncak dengan enam poin, disusul Brugge (2 [poin), dan Galatasaray (1 poin).

Sumber Detikcom