Rossi Diklaim Tunda Pensiun Demi MotoGP Indonesia

Valentino Rossi diklaim tertarik menjajal MotoGP Indonesia. (TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)

loading…



ARB INdonesia, OLAHRAGA – Valentino Rossi diklaim tertarik tampil di MotoGP Indonesia pada 2021 sehingga berpikir untuk menunda keputusan pensiun dari MotoGP.

Rossi masih memiliki kontrak dengan Yamaha hingga akhir MotoGP 2020. Sejauh ini Rossi belum memutuskan rencana pensiun, namun Yamaha juga belum memberikan gambaran tegas mengenai nasib Rossi setelah musim MotoGP 2020 berakhir.

MotoGP Indonesia sendiri direncanakan bakal bergulir pada MotoGP 2021. Menurut Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer, Rossi tertarik untuk menjajal sirkuit MotoGP Indonesia yang bakal digelar di Mandalika, Lombok.

“Kemarin, saat bersama Dorna bertemu Presiden [Joko Widodo] di Istana Bogor, [perwakilan Dorna] berkata Rossi akan menunda pensiun setahun demi menjajal sirkuit jalanan di Mandalika kalau penyelenggaraan berjalan on time [2021].”

“Kalau Rossi sehat, niatnya begitu. Terkecuali dia mengalami cedera,” ucap Abdulbar usai bertemu Menpora Zainudin Amali di Jakarta, Selasa (5/11).

MotoGP Indonesia punya daya tarik yang membuat seri tersebut bisa jadi perhatian pebalap dan penggemar MotoGP. Pasalnya, sirkuit Mandalika akan adalah sirkuit jalanan pertama di ajang MotoGP.

Sebelum pengajuan proposal untuk MotoGP 2021, Indonesia pernah jadi tuan rumah grand prix motor pada 1996 dan 1997. Pada 1996, Mick Doohan jadi juara kelas primer (500cc). Sedangkan setahun berikutnya, giliran Tadayuki Okada yang jadi pemenang.

Rossi sendiri pernah jadi pemenang GP Indonesia, yaitu pada 1997 saat jadi juara di kelas 125cc.

Sumber CNN Indonesia




Liga Champions: Dua Bintang Dortmund Absen Hadapi Inter Milan

Marco Reus merupakan salah satu pemain bintang Borrusia Dortmund yang absen saat melawan Inter Milan. Foto: uk.sport.yahoo.com

ARB INdonesia, MILAN – Borrusia Dortmund dipastikan pincang saat menantang Inter Milan pada laga ketiga babak penyisihan grup F Liga Champions, Kamis (24/10/2019) dini hari. Melawat ke Stadion San Siro, Italia, Borrusia Dortmund dipastikan tidak diperkuat oleh dua pemain bintangnya yakni Paco Alcacer dan Marco Reus.

Paco Alcacer diketahui sudah absen sejak awal Oktober karena menderita masalah pada otot betisnya. Adapun Marco Reus, setelah mencetak gol melawan Monchengladbach terakhir kali, disebut bakal absen karena terserang flu. Kondisinya tidak begitu baik untuk diturunkan.

Terlepas dari kabar buruk itu, Borrusia Dortmund juga punya kabar gembira. Sejumlah pemain klub Jerman ini yang sebelumnya cedera, sudah ada yang pulih. Di antaranya yakni Roman Burki, Mario Gotze dan Jadon Sancho. Namun, kehilangan Alcacer dan Reus disebut tetap menjadi pukulan besar.

Inter Milan sendiri pun tidak dalam kondisi menguntungkan. Beberapa pemain bintang klub Italia ini pun diprediksi absen. Sebut saja Alexis Sanchez, Danilo D’Ambrosio dan Stefano Sensi.

Sumber  Sindonewscom/exisiomercatocom




Lima Petarung UFC yang Belum Terkalahkan

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Ajang Ultimate Fighting Championship (UFC) memiliki sejumlah petarung dengan rekor sempurna hingga saat ini, salah satunya adalah Khabib Nurmagomedov. Berikut lima petarung UFC yang belum terkalahkan.

Ada banyak petarung UFC yang masih memiliki rekor sempurna atau selalu menang. Lima petarung di bawah ini adalah petarung yang sudah menjalani lebih dari sepuluh pertarungan mixed martial art (MMA) dan masih memiliki rekor sempurna:

1. Khabib Nurmagomedov (Rusia) 28-0 (8 KO, 10 Submission)

Khabib merupakan pertarung UFC paling terkenal di dunia saat ini. Semua berkat kemenangan atas Conor McGregor di UFC 229, Oktober 2018. Terakhir, petarung yang dijuluki The Eagle itu mengalahkan Dustin Poirier di Abu Dhabi pada UFC 242, 7 September 2019, untuk mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan.

Memiliki disiplin seni bela diri combat sambo dan judo, Khabib selalu menang dari 28 pertarungan MMA dengan 12 di antaranya terjadi di UFC. Dari 28 pertarungan itu delapan di antaranya menang lewat KO dan sepuluh submission atau kuncian.

Khabib Nurmagomedov memiliki rekor 28 kemenangan. (AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV)

2. Israel Adesanya (Nigeria) 18-0 (14 KO)

Adesanya terakhir sukses melakukan unifikasi gelar juara dunia kelas menengah UFC dengan menang KO atas Robert Whittaker di UFC 243, 6 Oktober 2019. Kemenangan itu membuat Adesanya memiliki rekor 18 kemenangan di MMA dengan tujuh di antaranya terjadi di UFC.

Adesanya merupakan petarung yang agresif di atas octagon. Pasalnya, dari 18 pertarungan MMA yang sudah dijalani Adesanya sukses meraih kemenangan KO 14 di antaranya.

Israel Adesanya memiliki catatan 14 kemenangan KO. (Logan Riely / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

3. Shamil Gamzatov (Rusia) 13-0 (5 KO, 5 Submission)

Gamzatov merupakan orang baru di UFC. Penampilan petarung 29 tahun itu, termasuk di Professional Fighters League (PFL), membuat UFC mengontrak Gamzatov untuk empat pertarungan pada Juli 2019. Gamzatov akan melakoni debut melawan Klidson Abreu pada kelas berat ringan pada UFC Fight Night di Moskow, Rusia, 9 November 2019.

Penguasa seni bela diri Brazilian jiu-jitsu dan sambo itu hingga kini selalu menang dari 13 pertarungan dengan di antaranya lima kemenangan KO dan lima kuncian.

4. Gregor Gillespie (Amerika Serikat) 13-0 (6 KO, 5 Submission)

Memulai karier di UFC sejak 2016, Gillespie saat menduduki peringkat 11 kelas ringan. Dari 13 pertarungan MMA, Gillespie meraih enam kemenangan KO, lima kuncian, dan dua angka. Petarung yang dijuluki The Gift itu sudah menjalani enam pertarungan di UFC dan dijadwalkan melawan Kevin Lee di UFC 244, 2 November 2019.

Gregor Gillespie kini berada di peringkat 11 kelas ringan. (Sarah Stier/Getty Images/AFP)

5. Paulo Costa (Brasil) 13-0 (11 KO, 1 Submission)

Costa salah satu petarung terbaik di kelas menengah UFC saat ini. Petarung 28 tahun berjuluk The Eraser itu saat ini berada di peringkat dua ranking petarung kelas menengah meski baru menjalani debut di UFC pada 2017.

Costa saat ini memiliki rekor 13 kemenangan di MMA dengan 11 di antaranya diraih lewat kemenangan KO. Terakhir Costa meraih kemenangan atas Yoel Romero di UFC 241, 17 Agustus 2019.

Paulo Costa baru sekali menang lewat submission. (Joe Scarnici/Getty Images/AFP)

Sumber CNN Indonesia




Khabib Terancam Gagal Lawan Ferguson di Rusia

ARB Indonesia, OLAHRAGA – Khabib Nurmagomedov terancam gagal berduel dengan Tony Fergusondi Rusia untuk mempertahankan gelar juara kelas ringan UFC miliknya.

Khabib Nurmagomedov terancam gagal bertarung di Rusia. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

Tony Ferguson berpeluang menjadi lawan Khabib berikutnya setelah petarung asal Rusia itu mempertahankan gelar juara kelas ringan UFC usai mengalahkan Dustin Poirier, awal September 2019.

The Eagle, julukan Khabib, sempat berharap pertarungan UFC berikutnya yang dikabarkan menghadapi Tony Ferguson bisa digelar di Rusia. Stadion Luzhniki di Kota Moskow disebut-sebut sebagai target Khabib saat melawan Ferguson.

Tony Ferguson diklaim akan jadi lawan Khabib Nurmagomedov berikutnya. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)

Jika duel dengan Ferguson bisa diselenggarakan di Stadion Luzhniki, maka Khabib berpeluang mencetak rekor jumlah penonton yang hadir di pertarungan UFC.

Akan tetapi, impian Khabib tampil di negara sendiri bisa buyar lantaran UFC memiliki rencana lain. Pihak promosi dikabarkan akan menunjuk Kota New York sebagai tuan rumah laga Khabib vs Ferguson.

Di Kota New York, UFC memiliki dua pilihan untuk duel besar tersebut: di Brooklyn (Barclays Center) atau di New York City (Madison Square Garden). Keduanya menjadi venue potensial untuk duel Khabib vs Ferguson.

“Apakah saya kenal Khabib? Ya, saya sudah bertemu dengannya berkali-kali,” kata jurnalis yang dikenal dekat dengan para petarung UFC, Ariel Helwani, kepada ESPN dikutip dari Sportbible.

“Apa yang terjadi dengan Tony Ferguson? Saya duga duel Tony Ferguson vs Khabib akan terjadi pada Maret atau April [2020], dan saya mendengar bahwa [venue di] New York City sedang dibahas,” ycap Helwani menambahkan.

Sumber CNNIndonesia.com




Rusuh Indonesia vs Malaysia, FIFA Resmi Hukum PSSI

ARBINDONESIA.COM, JAKARTA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan hukuman denda untuk PSSI karena kerusuhan suporter yang terjadi di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Timnas Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 5 September 2019.

PSSI menyatakan menerima sanksi denda sebesar 45 ribu Franc Swiss atau sekitar Rp643 juta. Melalui Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, induk organisasi sepak bola di Indonesia itu juga berharap tidak ada lagi kerusuhan suporter.di

“PSSI menghormati proses hukum dan putusan dari FIFA. Kami akan segera memenuhi kewajiban kami dan mengevaluasi agar tidak terulang,” ucap Tisha dikutip dari situs resmi PSSI.

Indonesia mengalami kekalahan dari Malaysia dalam matchday pertama kualifikasi Piala Dunia 2022. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

“Sepak bola harusnya menyatukan, mempromosikan keragaman budaya dan menyerukan sikap saling menghormati,” sambungnya.

PSSI juga berharap semua pihak dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan di sepak bola Indonesia sekaligus mewujudkan nilai-nilai baik dalam sepak bola.

Pertandingan antara Skuat Garuda dan Tim Harimau Malaya sempat terhenti sesaat pada babak kedua lantaran terjadi kericuhan di bangku suporter.

Sejumlah pendukung Malaysia mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Suporter tim tamu pun sempat dievakuasi pada awal babak kedua dan pada akhir pertandingan.

Sesaat usai laga, suporter Malaysia pun tidak dapat langsung ke luar SUGBK karena situasi yang belum kondusif selepas laga yang berakhir dengan skor 3-2 untuk Malaysia.

Sehari berselang setelah laga Indonesia vs Malaysia, Federasi sepak bola Malaysia memang berencana melapor ke FIFA dan ketika itu PSSI mengaku siap menerima keputusan FIFA.

Peristiwa tersebut juga membuat pemerintah Indonesia meminta maaf secara resmi kepada pemerintah Malaysia.

Sumber CNN Indonesia




Ditepikan di Liga Champions, Bale Ingin Tinggalkan Madrid

Gareth Bale tidak masuk skuat Real Madrid saat ditahan imbang Club Brugge. (Josep LAGO / AFP)

ARBINDONESIA.COM, OLAHRAGA – Penyerang sayap Real Madrid, Gareth Bale, dikabarkan ingin hengkang setelah tak masuk skuat saat timnya ditahan Club Brugge 2-2 pada matchday kedua Liga Champions, pekan lalu.

Dilansir dari Daily Mail, media Spanyol AS mengklaim Bale semakin tidak betah di Santiago Bernabeu dan ingin hengkang  ingin segera keluar dari Madrid. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu dikabarkan membuka peluang untuk hengkang pada bursa transfer Januari 2020 mendatang.

Keinginan hengkang semakin kuat setelah dibuat marah oleh pelatih Zinedine Zidane yang tidak menyertakan namanya di Liga Champions. Padahal, saat itu Bale dalam kondisi fit dan siap untuk bermain.

Meski tidak masuk skuat, Bale tetap datang ke Santiago Bernabeu. Televisi asal Spanyol, Deportes Cuatro pun merekam gambar Bale tiba di stadion empat menit setelah pertandingan dimulai.

Bagi Bale ini bukan yang pertama dirinya ditepikan dari skuat. Pemain 30 tahun itu pernah mengalami hal serupa kala Madrid kalah 0-2 dari Real Sociedad pada awal Januari lalu.

Kala itu, Bale sudah meninggalkan tribune penonton saat pertandingan baru berjalan selama 78 menit.

Di awal musim ini, Bale santer dikabarkan akan didepak karena disebut tak masuk rencana Zidane. Dua klub besar, Manchester United dan Paris Saint-Germain, dirumorkan tertarik untuk memboyongnya.

Namun, Bale tetap bertahan di Madrid hingga ditutupnya bursa transfer pada September lalu. Keputusan itu berbuah manis karena pemain asal Wales bisa mengembalikan kepercayaan Zidane dengan penampilan apik di awal musim.

Sumber CNNIndonesia. com