Indra Sjafri bersedia latih timnas senior Indonesia

Pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri memberi arahan timnya saat melawan Timnas Thailand dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (26/11/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)





ARB INdonesia, MANILA – Usai membawa skuatnya ke final SEA Games 2019, pelatih tim nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri mengatakan bahwa dirinya bersedia jika PSSI menunjuknya menjadi pelatih timnas senior Indonesia.

“Saya siap kalau ditunjuk menjadi pelatih tim nasional,” ujar Indra di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu (7/12).

Juru taktik asal Sumatera Barat itu menegaskan bahwa dirinya memilik pengalaman melatih yang mumpuni, baik di level klub maupun tim nasional kelompok umur.





Indra Sjari dikenal memiliki jejak panjang di dunia kepelatihan tim nasional kelompok umur. Dia pernah membawa timnas U-17 Indonesia juara di turnamen Asosiasi Sepak Bola Hong Kong (HKFA) U-17 pada tahun 2012.

Setahun berikutnya, Indra kembali membawa Indonesia menjadi yang terbaik di turnamen HKFA U-19.

Pelatih berusia 56 tahun itu pernah membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 tahun 2013 dan Piala AFF U-22 tahun 2019. Kedua gelar itu menjadi yang pertama bagi Indonesia sepanjang sejarah.

Di tingkat Asia, timnas U-19 diantarkannya ke perempat final Piala Asia U-19 tahun 2018. Indra juga pernah tercatat sebagai pelatih klub Bali United.





Terkini, Indra Sjafri sukses membawa anak-anak asuhnya melaju ke final SEA Games 2019, di mana Indonesia akan melawan Vietnam pada Selasa (10/12) di Stadion Rizal Memorial, Manila.

Pencapaian final itu menjadi yang pertama untuk timnas sejak SEA Games 2013 dan lebih baik dari SEA Games 2017, saat Indonesia ditangani pelatih asal Spanyol Luis Milla, di mana Garuda Muda cuma sampai semifinal yang akhirnya merebut medali perunggu.

Indonesia belum pernah mencicipi medali emas sepak bola putra SEA Games sejak menggapainya pada tahun 1991.





PSSI sendiri masih mencari sosok yang tepat untuk menangani tim nasional Indonesia sepeninggal pelatih asal Skotlandia Simon McMenemy.

PSSI masih menempatkan dua nama sebagai calon pelatih timnas Indonesia yaitu Shin Tae-Yong dan Luis Milla. Mereka pun telah bersua PSSI dalam beberapa minggu yang lalu di Filipina serta Manila untuk pemaparan program kepelatihannya jika terpilih menjadi juru taktik tim berjuluk Garuda.

Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochamad Iriawan pun menyebut bahwa pihaknya sudah menghubungi pelatih dan legenda sepak bola asal Belanda Ruud Gullit untuk dicalonkan menjadi pelatih timnas Indonesia.(*)





Sumber antaranews.com
https://m.antaranews.com/berita/1198824/indra-sjafri-bersedia-latih-timnas-senior-indonesia




SEA Games: Pelatih Vietnam Ingin Kalahkan Indonesia Tiga Kali

Park Hang-Seo yakin kalahkan Indonesia untuk kali ketiga. (CNN Indonesia/Surya Sumirat)





ARB INdonesia, SEA GAMES – Pelatih Vietnam Park Hang Seo percaya diri untuk meraih kemenangan untuk kali ketiga lawan Timnas Indonesia termasuk di final SEA Games 2019.

Vietnam arahan Park Hang Seo tercatat sudah dua kali mengalahkan Timnas Indonesia U-23. Pada Maret 2019, Garuda Muda gagal lolos ke putaran Piala Asia 2020 usai menderita kekalahan 0-1 dari Vietnam.

Kekalahan kedua Indonesia terjadi di fase Grup B SEA Games 2019. Sempat unggul lebih dulu, Vietnam berhasil bangkit dan memetik kemenangan 2-1 di akhir laga.





Kini, kedua tim kembali bersua di final SEA Games 2019 yang akan digelar di Stadion Rizal Memorial, Slasa (10/12). Park Hang Seo pun optimistis bisa mengantongi kemenangan ketiga lawan Indonesia.

“Vietnam memenangkan pertandingan lawan Indonesia di Kualifiksi Piala Asia U-23 dan babak penyisihan grup SEA Games. Mereka memiliki kekuatan yang merata antara tim utama dan cadangan,” kata Park Hang Seo dikutip Bongdaplus.

“Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, kami berhasil mengalahkan mereka dua kali. Maka dari itu, Vietnam akan kembali menang lawan Indonesia di final SEA Games,” sambung juru taktik asal Korea Selatan tersebut.

Vietnam kalahkan Indonesia 2-1 di babak grup. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Vietnam berhasil melaju ke final usai mengalahkan Kamboja dengan skor telak 4-0. Sementara Indonesia menang 4-2 atas Myanmar melalui perpanjangan waktu. (*)





Sumber CNNIndonesia.com
https://m.cnnindonesia.com/olahraga/20191208015230-142-455090/sea-games-pelatih-vietnam-ingin-kalahkan-indonesia-tiga-kali




Lolos ke Final, Indra Sjafri: Timnas Punya Mental Juara!

Perjuangan Indonesia untuk merebut medali emas SEA Games 2019 di Manila Filipina tinggal selangkah lagi setelah memastikan tempat di laga final. Foto: PSSI





ARB INdonesia, MANILA – Perjuangan Indonesia untuk merebut medali emas SEA Games 2019 di Manila Filipina tinggal selangkah lagi. Tim polesan pelatih Indra Sjafri telah memastikan tempat di final setelah mengalahkan Myanmar lewat tambahan waktu 2×15 menit dengan skor 4-2 pada laga yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Sabtu (7/12/2019).

Menghadapi Myanmar, pemain Indonesia tampil sangat percaya diri. Mereka bisa menguasai jalannya pertandingan dengan dominasi penguasaan bola. Di babak pertama, Indra Sjafri menurunkan Muhammad Rafli sebagai ujung tombak. Sementara Osvaldo Haay dipasang dibelakangnya. Egy Maulana Vikri dan Sadil Ramdhani bekerja sebagai penyerang sayap.

Sementara Evan Dimas dan Zulfiandi ditempatkan di lini tengah. Adapun pada lini belakang Indra mempercayakan Asnawi Mangkualam, Adi Bagas Nugroho, Andi Setyo Nugroho dan Firza Andika. Sementara penjaga gawang diisi Nadeo Arga Winata.





Sampai babak pertama selesai, kedudukan masih 0-0. Di babak kedua, Indra Sjafri mengubah strategi dengan menarik Rafli dan memasukan Sani Rizki. Sani ditempatkan di belakang Osvaldo yang didorong sebagai ujung tombak. Pergantian ini, cukup efektif. Indonesia pun mendapatkan dua gol dari Evan Dhimas dan Eggy Maulana Vikri pada menit ke-57 dan ke-71.

Akan tetapi, Myanmar tak langsung menyerah. Mereka bahkan merespons dengan mencetak dua gol lewat aksi Mann Aung Kaung (79) dan Win Naing Tun (80). Untungnya dua gol balasan cepat Myanmar tak membuat jatuh mental pemain Indonesia. Evan Dhimas dkk tetap menekan meski sampai babak kedua berakhir hasilnya tetap 2-2.

Dalam masa tambahan waktu, pemain Indonesia tampil terus menekan. Hasilnya, Osvaldo Haay mencetak gol pada menit ke-101. Sementara Evan Dhimas melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 4-2 pada menit ke-117.





Pelatih Indra Sjafri memuji semangat juang para pemain. “Mereka membuktikan punya mental juara. Meski kebobolan dua gol dalam waktu singkat, mereka tetap merespons dengan cara positif. Kekuatan mental menjadi kunci untuk mencetak dua gol tambahan lainnya,” kata Indra.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan juga mengapresiasi penampilan para pemainnya. Namun, dia mengingatkan agar tim segera melakukan evaluasi untuk mempersiapkan laga final. “Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan medali emas. Tentu kita berharap dukungan dan doa masyarakat Indonesia,” kata Iriawan.





Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1466340/51/lolos-ke-final-indra-sjafri-timnas-punya-mental-juara-1575721294




Raih Lima Emas, Indonesia Geser Malaysia

Edgar Xavier Marvelo buat jadi bintang buat kontingen Indonesia di hari ketiga SEA Games 2019 setelah menyumbangkan dua medali emas Foto : ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww





ARB INdonesia, MANILA – Kontingen Indonesia berhasil menggeser Malaysia dari daftar perolehan medali SEA Games 2019. Berkat tambahan lima emas, sampai pukul 13.00 WIB, Indonesia menempati posisi ketiga dengan raihan, 11 emas, 13 perak dan 13 perunggu.

Emas pertama Indonesia, Selasa (3/12/2019) disumbangkan Edgar Xavier Marvelo dari cabang wushu. Ia berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan atlet Singapura Jowen Lim dan Tran Xuan Hep dari Vietnam. Tak hanya menyumbangkan dari nomor individu, Edgar pun tampil menawan bersama Seraf Naro Siregar, dan Harris Horatius di nomor duilian putra.





Selanjutnya di cabang pencak silat, Puspa Arum Sari kembali membuat lagu Indonesia Raya berkumdang. Tampil di tunggal putri nomor seni, Puspa Arum Sari mengalahkan Mary Francine Padios dari Filipina yang meraih perak, serta Anisah Najihah Abdullah dari Brunei Darussalam.

Dari angkat besi, Indonesia kembali menunjukkan kelasnya sebagai negara tangguh. Emas ketiga dari cabang angkat besi ini lahir melalui lifter Deni Deri. Sebelumnya dua medali emas sudah disumbangkan Windy Cantika Aisah dan Eko Yuli. (*)





Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1464860/51/raih-lima-emas-indonesia-geser-malaysia-1575354861




Dikalahkan Vietnam, Perjuangan Timnas Indonesia Belum Selesai

Meski harus menerima kekalahan 1-2 dari Vietnam, perjuangan Indonesia untuk merebut medali emas di SEA Games 2019 belum selesai. Foto: PSSI





ARB INdonesia, MANILA – Meski harus menerima kekalahan 1-2 dari Vietnam, perjuangan Indonesia untuk merebut medali emas di SEA Games 2019 belum selesai. Indonesia masih memiliki dua laga sisa melawan Brunei Darussalam dan Laos di babak penyisihan grup B.

Melawan Vietnam, Indonesia bermain cukup baik di babak pertama. Tim Garuda muda bahkan bisa mencuri satu gol melalui Sani Rizki Fauzi. Para pemain Indonesia masih tampil percaya diri di babak kedua. Mereka masih bisa meladeni tekanan pemain Vietnam.

Vietnam bisa menyamakan kedudukan 1-1 melalui Nguyen Thanh Chung yang berawal dari tendangan penjuru. Bola gagal diantisipasi pemain belakang Indonesia. Sayangnya di masa tambahan waktu, Indonesia kembali kecolongan lewat gol Nguyen Hoang Duc.

Pelatih Indra Sjafri mengatakan, secara permainan cukup imbang. Evaluasi akan segera dilakukan dan para pemain diminta segera fokus ke pertandingan berikutnya. “Vietnam bermain sangat ofensif di babak kedua. Sayang kita kecolongan di penghujung laga,” kata Indra.

Dengan hasil ini, Indonesia sementara tergusur ke posisi ketiga di bawah Vietnam dan Thailand. Vietnam mengoleksi nilai sembilan, sedangkan Thailand mengumpulkan enam poin atau sama dengan Indonesia. Namun mereka unggul selisih gol setelah pada hari yang sama menang 3-0 atas Singapura.

Untuk mengamankan tiket ke semifinal, Indonesia harus menang di dua laga terakhir dan wajib mencetak banyak gol. Sesuai regulasi turnamen, peringkat klasemen dilihat dari nilai yang dikumpulkan dan kemudian selisih gol mana kala tim memiliki poin yang sama. 





Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1464352/51/dikalahkan-vietnam-perjuangan-timnas-indonesia-belum-selesai-1575234793




Bukan Keperawanan Alasan Persani Pulangkan Shalfa Avrila Siani

Shalfa Avrila Siani ditemani ibunya ketika melaporkan tudingan pemulangan secara paksa oleh Persani. Foto : iNews





ARB INdonesia, JAKARTA – Kisruh soal adanya berita soal pesenam Jawa Timur yang dipulangkan lantaran persoalan keperawanan akhirnya terjawab. Kemenpora yang menelusuri persoalan tersebut akhirnya mendapatkan jawaban mengapa Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) akhirnya memulangkan Shalfa Avrila Siani.

Sebelumnya beredar kabar kalau Persani telah mencoret satu atlet putrinya untuk berlaga di SEA Games 2019 lantaran sudah tidak perawan. Hal ini sempat mengejutkan keluarganya dan melakukan cek keperawanan di sebuah rumah sakit. Hasilnya, Shalfa dinyatakan masih perawan.

Sesmenpora Gatot Dewa Broto dalam keterangannya yang diterima SINDOnews, Jumat (29/11/2019), mengatakan langsung mengecek kebenaran berita tersebut dengan menghubungi Ketua PB Persani Ita Yuliati. Dari informasi yang diterima, tidak benar kalau Shalfa dipulangkan secara paksa.





“Yang benar kata Pak Indra (pelatihnya di Jatim) bahwa atlet tersebut indisipin dan kurang fokus. Hal ini berdampak prestasi menurun, sehingga diputuskan pelatih tidak disertakan di SEA Games dan digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi,” papar Gatot.

Kemenpora sangat prihatin dengan kejadian ini. “Kami sudah langsung komunikasi dengan Persani. Ini terkait dengan masalah kondisi prestasinya, jadi tak ada hubungannya dengan masalah, mohon maaf, cek keperawanan.”





Sesuai dengan Perpres 95/2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di cabang olahraga bukan di Kemenpora maupun KONI. “Tetapi jika benar bahwa pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan yang dikatakan pelatihnya, kami akan tindak tegas. Karena ini selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga itu tak ada hubungannya dengan soal prestasi,” tegas Gatot.

Lebih lanjut Gatot mengimbau agar cabor untuk tidak menimbulkan kehebohan sekecil apapun. Sebab, hal tersebut akan berdampak luas pada konsentrasi kontingen Indonesia secara keseluruhan. “Lebih baik berkonsultasi langsung pada pimpinan induk cabor ataupun KONI dan jika tidak dapat terselesaikan langsung ke Kemenpora agar isu-isu sensitif seperti itu bisa segera dimitigasi secepatnya.”





Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1463659/51/bukan-keperawanan-alasan-persani-pulangkan-shalfa-avrila-siani-1575002048