Supermoon 21 Januari, Air Pasang Laut akan Lebih Tinggi

Bulan purnama supermoon terbit di atas pegunungan Los Andes di Santiago, Chili, 30 Januari 2018. REUTERS/Pablo Sanhueza

Bandung – Tempo.co mewartakan, Supermoon pada 21 Januari 2019 dikabarkan bakal membuat pasang maksimum air laut. Beberapa astronom menyatakan fenomena supermoon akan berdampak pada kondisi pasang air laut.

Secara umum efeknya ada, namun detailnya pasti bergantung juga pada kondisi pantainya serta tipe pasang surut di pantai tersebut,” kata Rukman Nugraha, astronom dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu, 19 Januari 2019.

BMKG mengeluarkan peringatan dini soal pasang maksimum air laut untuk periode 19-22 Januari 2019. Peringatan itu terkait fenomena supermoon, yaitu purnama ketika jarak bulan dengan bumi sedang dalam posisi terdekat (perigee). Pada Januari ini, jarak bulan tengah dalam posisi terdekatnya dengan bumi atau disebut perigee. Saat 22 Januari, bulan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi sejauh 357.342 kilometer.

Sebelum itu, pada 21 Januari, bulan akan muncul secara penuh (purnama) di wilayah Indonesia. “Disebut bulan super karena bulan memasuki fase purnama saat berada pada jarak terdekat dengan bumi,” kata Avivah Yamani, penggiat astronomi di komunitas Langit Selatan Bandung, Ahad, 13 Januari 2019.

Pada hari itu, bulan akan berada di atas cakrawala sejak matahari terbenam sampai fajar tiba. Jika langit cerah, kondisi itu kesempatan baik untuk mengamati bulan dan kawah-kawahnya. “Setelah fase purnama, waktu terbit bulan secara perlahan akan bergeser semakin malam,” katanya.

BMKG meminta masyarakat pesisir waspada pada kurun 19-22 Januari 2018. Terutama yang tinggal di pesisir utara Jakarta hingga Jawa Timur, juga pesisir selatan, seperti Cilacap, Tanjung Benoa Bali, pesisir Kalimantan Barat, serta Makasar.

 




Presiden Jokowi diminta kaji status terpidana lain

“LBH Masyarakat menyerukan kepada pemerintah agar mengkaji status terpidana lainnya, termasuk terpidana mati, yang sudah berusia tua dan mungkin sakit-sakitan, agar dapat juga segera dibebaskan.”

Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan (kiri). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

JakartaANTARA News mewartakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mengkaji status terpidana lain seiring kebijakan pembebasan Ustadz Abubakar Ba’asyir dari penjara di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor.

“LBH Masyarakat menyerukan kepada pemerintah agar mengkaji status terpidana lainnya, termasuk terpidana mati, yang sudah berusia tua dan mungkin sakit-sakitan, agar dapat juga segera dibebaskan,” ujar Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

LBH Masyarakat mengapresiasi langkah pemerintah yang akan membebaskan Abu Bakar Ba’asyir dengan alasan kemanusiaan lantaran usia terpidana yang sudah tua.

Pihaknya menengarai kebijakan itu dilakukan dalam kerangka amnesti karena Ba’asyir tidak pernah mengajukan grasi.

Preseden itu dinilai sangat baik karena membuka ruang untuk terpidana-terpidana lain yang usianya juga sudah uzur untuk mendapatkan hal yang serupa dari Presiden Jokowi.

Namun, ruang itu diperkirakan kecil, sebab untuk kasus Ba’asyir saja memerlukan waktu yang sangat lama dan intervensi dari Yusril Ihza Mahendra.

“Bahkan pembebasan Ba’asyir terjadi di waktu-waktu menjelang pemilihan umum,” kata Ricky Gunawan.

Meski begitu, LBH Masyarakat tetap berharap pemerintah dapat membentuk suatu peraturan panduan yang mengikat secara hukum tentang usia narapidana.

Hal itu disebutnya penting tidak hanya dalam urusan hak asasi manusia, tetapi juga baik sebagai bentuk tertib administrasi keadilan. Pemerintah pun dapat menepis anggapan bahwa langkah pembebasan Ba’asyir untuk memenangkan demografi tertentu pada pemilihan umum.

“Peraturan semacam itu akan membuat hal yang kini diterima Ba’asyir dapat pula diterima narapidana lain yang profilnya jauh dari sorot media,” tutur Ricky.




Dua Gempa Diatas 5 SR Hantam Kawasan Indonesia Hari Ini

Detikriau.org – dua kali gempa bumi  hantam kawasan Indonesia hari ini.

Gempa pertama terjadi di Papua berkekuatan 5.3 SR pada pukul 01:37 Wib dan gempa kedua di Sulawesi Utara berkekuatan 5.2 SR pada pukul 14:47 Wib.

Gempa di Papua berpusat di 176 km Tenggara Kabupaten Pegunugan Bintang  pada titik koordinat -5.1 LU – 142.01 BT di kedalaman 10 km.

Sedangkan gempa di Sulawesi Utara berpusat 475 km Barat Laut Kepulauan Sangihe atau pada titik koordinat  5.65 LU – 121.72 BT dikedalaman 55 km.

“kedua gempa tidak berpotensi tsunami,” Terang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya hari ini.

Reporter: Amrul




Anggota TNI Tewas Baku Tembak dengan KKB, Aparat Masih Siaga

Personel TNI terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Puncak Jaya, satu anggota tewas. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

JakartaCNN Indonesia menwartakan, Baku tembak antara personel TNI dengan kelompok kriminal bersenjata(KKB) Papua terjadi di kawasan Longsran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (18/1). Seorang personel TNI tewas dalam peristiwa tersebut.

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhamad Aidi mengatakan hingga saat ini personelnya di lapangan masih disiagakan memonitor sejumlah anggota KKB yang terpencar pasca peristiwa baku tembak. Menurutnya, sebaran anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen itu masih tak jauh dari lokasi baku tembak.

“Koordinasi kami masih siap siaga, memonitor kemungkinan keberadaan mereka, jika sudah ditemukan, kami akan lakukan penindakan,” kata Aidi dikutip dalam siaran CNN Indonesia TV, Sabtu (19/1).

Dalam sejumlah peristiwa baku tembak sebelumnya, kata Aidi, mereka akan berpencar melarikan diri. Nantinya, para anggota KKB akan menentukan satu titik tertentu untuk mereka kembali berkumpul.

“Mereka sudah hafal medan di sekitar Puncak Jaya,” kata Aidi.

Dalam peristiwa tersebut, Aidi meyakini sekitar 4 hingga 5 anggota KKB juga gugur. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan karena tak ditemukan jenazah di sekitar lokasi.

“Tapi dari personel kami, meyakini ada korban tewas juga dari pihak KKB,” terang Aidi.

Kontak senjata terjadi saat anggota TNI sedang mendistribusikan logistik, dan tiba-tiba diserang kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen hingga mencederai Pratu Makamu. Para anggota TNI ditembak dari arah atas bukit.

Pratu Makamu terkena tembakan di bagian paha kiri, namun karena terlambat evakuasi menyebabkan yang bersangkutan meninggal. Aidi mengakui daerah Puncak Jaya memang menjadi zona merah keberadaan KKB selain Lanny Jaya, Nduga, dan Tembagapura

Sesaat setelah kontak anggota melakukan pembersihan di sekitar lokasi, ditemukan dua magasin laras panjang beserta amunisinya, dua tongkat komando yang diduga milik Lekagak Telenggen dan dokumen TPN/OPM.

Sementara itu, jenazah Pratu Makamu di evakuasi hari ini, Sabtu (19/1) ke Timika. “Pratu Makamu sudah dievakuasi ke Makassar dan disemayamkan di sana,” kata Aidi.




Terancam Longsor, 19 KK di Gunungwangun Mengungsi

Jalan Amblas Sebuah mobil angkot melintas di jalan raya Leuwidamar yang longsor di Kec Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Senin (23/1). Jalan tersebut longsor akibat hujan deras sehingga mobil yang melewati jalan tersebut harus berhati-hati. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

LebakANTARA News kabarkan, sebanyak 19 kepala keluarga terdiri atas 71 jiwa, warga Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak mengungsi ke tempat aman akibat rumah mereka terancam bencana longsor dan pergerakan tanah, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kaprawi.

“Kami terpaksa perintahkan warga mengungsi guna mencegah hal-hal yang membahayakan jiwa karena ada potensi longsoran sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat,” katanya di Lebak, Sabtu.

Masyarakat yang terdampak potensi bencana longsor itu lokasinya berada di perbukitan dan pegunungan.

Ia menjelaskan, dari 71 orang itu,  41 di antaranya mengungsi ke rumah kerabat dan 30 orang ditampung di pengungsian yang didirikan BPBD.

BPBD juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

“Kami minta warga tetap waspada potensi bencana longsoran dan pergerakan tanah itu,” ujarnya.

Menurut dia, ancaman longsoran dan pergerakan tanah juga dialami masyarakat Kampung Gunung Bongkok Desa Gunungwangun sebanyak 23 KK dengan 74 jiwa terdiri dari 38 laki-laki dan 36 perempuan.

Namun, mereka tidak mengungsi karena masih dirasakan aman dari ancaman longsoran tanah.

Meski demikian, BPBD meminta warga meningkatkan waspada ancaman bencana alam itu.

“Kami berharap warga dapat mematuhi perintah BPBD, karena lokasinya perbatasan dengan bencana longsor Cisolok, Sukabumi,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini juga terdapat kerusakan akibat longsor dan pergerakan tanah yakni amblas jalan poros desa di Kampung Gunung Bongkok sepanjang 30 meter.

Selain itu terjadi longsoran tanah di jalan poros desa tersebut sepanjang 41 meter dengan tinggi 4 meter.

Begitu juga longsor badan jalan di Kampung Bojong sepanjang 12 meter dan tinggi 1,5 meter.

“Kami siaga potensi bencana alam itu dengan menyiapkan peralatan evakuasi dan logistik,” katanya.




Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Deli Serdang, Satu Kerban Meninggal Dunia

Ilustrasi: suara merdeka

MedanANTARA News mewartakan, kecelakaan maut melibatkan tiga unit mobil terjadi di Jalan Tol Tebing Tinggi-Medan, tepatnya di KM 37.400, Desa Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu.

Kasat Lantas Polres Deli Serdang, AKP Budiono Saputro mengatakan mobil terlibat kecelakaan itu, yakni Toyota Innova BK 1558 NC, Toyota Calya BK 1781 OX, Nissan Xtrail BK 1339 KI.

Dalam kejadian itu, menurut dia satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

“Saat ini, korban yang meninggal dunia dibawa ke RSUD Lubuk Pakam, korban luka ringan dan berat dibawa ke Rumah Sakit Medistra Lubuk Pakam,” ujar AKP Budiono.

Ia menjelaskan, kejadian ini berawal saat mobil Innova membawa penumpang sakit dengan kecepatan tinggi ingin mendahului mobil Calya dan Nissan Xtrail yang ada di depannya.

Karena mobil tersebut, tidak dapat melewati kendaraan lainnya, kecelakaan tabrakan tidak dapat dihindari yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

“Korban di dalam mobil Toyota Innova, yakni Delfina boru Siahaan (67) meninggal di tempat kejadian, Wariel Situmorang (68) luka robek di kepala dan Wilpari Situmorang (35) patah bahu. Ketiga korban tersebut, merupakan warga Perdagangan di Jalan Sudirman dan Jalan Dwitunggal,” jelasnya.

Budiono menyebutkan, kemudian korban luka ringan yang berada di Toyota Calya, yakni Abdullah Rahman Ashari (25) warga Jalan Sei Belutu Pasar IX, Kelurahan PB Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Selain itu, korban luka ringan lainnya yang ada di mobil Xtrail, yakni Dermawan Sipayung (45) warga Kota Wisata Amerika Blok A8/23, Kabupaten Bogor.

“Situasi sampai saat ini masih dalam keadaan aman. Arus lalu lintas lancar dan terkendali,” katanya.