Tak Ingin Takuti Kepala Daerah, tapi KPK Bakal OTT Bila Main Rasuah

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Jakarta – detikcom mewartakan, KPK meminta para kepala daerah bekerja sesuai dengan tugas dan kewenangan tanpa mengesampingkan aturan, apalagi melakukan korupsi. KPK juga miris lantaran total sudah ada 107 kepala daerah yang menjadi tersangka di lembaga antirasuah itu.

Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang teranyar memang menjerat kepala daerah lagi. Adalah Bupati Mesuji, Khamami, yang menjadi tersangka terbaru. Apa KPK memang tengah fokus di daerah dibandingkan pemerintah pusat?

“Sebenarnya KPK tidak ada fokus ke daerah terus pusat ditinggalkan. Tidak ada. Semua sama,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).

Namun Basaria menyebut bila saat ini tim koordinasi dan supervisi KPK ada di seluruh Indonesia. Hal itu menjadi awalan KPK menerima informasi bila ada pejabat di daerah yang macam-macam dengan korupsi.

“Jadi secara otomatis informasi-informasi di daerah lebih cepat diketahui KPK,” ujar Basaria.

“Kami ingatkan lagi para kepala daerah, kami tidak ingin menakuti-nakuti. Tim kita di sana datang untuk membantu bapak dan ibu di sana, para kepala daerah agar bisa berjalan dengan baik tanpa melakukan korupsi. Jangan lagi bermain-main kalau tidak kami lakukan OTT,” imbuh Basaria.

KPK sebelumnya menetapkan Khamami sebagai tersangka. Selain Khamami, KPK menetapkan 4 orang tersangka antara lain Taufik Hidayat sebagai adik dari Khamami, Wawan Suhendra sebagai Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, Sibron Azis sebagai Pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secilia Putri, dan Kardinal selaku swasta.

Khamami diduga menerima Rp 1,28 miliar dari Sibron melalui sejumlah perantara. Uang itu diduga merupakan fee pembangunan proyek infrastruktur di Mesuji. KPK menduga uang itu bukanlah pemberian pertama. KPK telah mendeteksi pemberian sebelumnya sebesar Rp 200 juta dan Rp 100 juta.




Pengamat sarankan Ahok “puasa” dari dunia politik

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (tengah) berfoto dengan kerabatnya di Jakarta, Kamis (24/1/2019). Ahok berkumpul dengan keluarga dan kerabatnya pasca bebas dari penjara. ANTARA FOTO/HO/Tim BTP/sgd/aww.

JakartaAntara mewartakan, pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menyarankan agar mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang resmi menghirup udara bebas pada Kamis ini untuk “puasa” dari dunia politik kalau ada tawaran bergabung dengan Parpol manapun dan timses pilpres.

“Jangan dulu berafiliasi politik sama Jokowi maupun Prabowo. Kendati dipinang, lupakan dulu. Lantaran saat ini lagi sensitif dan suhu politiknya agak panas,” kata Jerry, di Jakarta, Kamis.

Ahok bebas setelah menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan 15 hari atas kasus penodaan agama. Pasca bebas, Ahok langsung bertemu dengan keluarga setelah keluar dari Rutan Mako Brimob, Depok.

Menurut dia, sebaiknya tidak terburu-buru terjun ke politik.

“Ini bisa punya impact (dampak) yang kurang baik. Cuti politik untuk sementara dulu dengan berbagai considering (pertimbangan),” ujar Jerry.

Meski demikian bebasnya Ahok setelah menjalani masa hukuman penodaan agama bukan berarti menggugurkan sejumlah permasalahan yang melibatkan dirinya.

Jerry menilai Ahok tidak akan bisa bernafas lega sebab kasus RS Sumber Waras dan pembelian lahan Cengkareng sudah menunggu.

“Kasus RS Sumber Waras saya duga masih akan di goreng ke ranah pilpres jika dia masuk di timses Jokowi. Bagi saya Ahok jangan dulu berpolitik for a while time  (sementara waktu) karena membahayakan dirinya,” ujarnya.




Korban Bencana di Sulawesi Selatan Menjadi 30 Orang Meninggal

Seorang petugas SAR menyusuri rumah yang terendam banjir di Desa Lonjoboko, Parangloe, Gowa. TEMPO/Kink Kusuma Rein

Jakarta – Tempo.co mewartakan, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Selatan, Syamsibar mengatakan korban meninggal akibat banjir dan longsor di 10 kabupaten/kota mencapai 30 orang hingga Kamis siang, 24 Januari 2019. Sementara jumlah korban hilang  25 orang, sakit 47 orang, dan yang mengungsi sebanyak 3.321.

 “Tim masih melakukan evakuasi karena itu tahap pertama yang kita lakukan,” kata Syamsibar, di Makasar, Kamis 24 Januari 2019.

Menurut dia, seluruh peralatan telah diturunkan mulai perahu karet alat untuk evakuasi dan alat berat untuk tanah longsor. Saat ini lembaganua masih menunggu laporan dan pemerintah setempat untuk mengetahui status bencana. “Kan yang keluarkan status ini pemerintah kabupaten/kota. Kita tunggu informasi lanjutan saja dari pemerintah setempat,” tutur dia.

Syamsibar menuturkan korban yang meninggal di Kabupaten Gowa bertambah menjadi 16 orang, hilang 21 orang, sakit 46 orang dan yang mengungsi 2.121 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Jeneponto ada 10 orang meninggal dan tiga orang hilang dan di Maros empat orang meninggal, 200 jiwa mengungsi serta 1.200 jiwa menjadi korban banjir.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan permasalahan yang dihadapi wilayah ini adalah pendangkalan, padahal level air sudah sangat jauh turun. Menurut dia salah satu penyebab pendangkalan itu diduga adanya tambang galian C yang banyak di Sulsel.  “Bayangkan saja sudah digeburkan tanah dan batu-batuannya lalu datang hujan,” ucap Nurdin. Oleh karena itu pengerukan di Bendungan Bili-bili Gowa harus dilakukan.

Nurdin mengatakan untuk penanganan korban di Gowa yang tertimbun tanah longsor, pemerintah Sulsel telah mengerahkan helikopter untuk membawa logistik. “Kita juga akan normalisasikan jembatan,” tambahnya.

Untuk korban bencana yang hilang rumahnya dan lahannya teredam, pemerintah akan mengajak mereka duduk bersama. Kemudian dilakukan inventarisir karena ada dana tanggap darurat sebanyak Rp 20 miliar.  “Kita kolaborasi dengan pemerintah setempat yang juga punya anggaran,” ujarnya.




BPBD Sulsel Nayatakan 25 Warga Korban Banjir Masih Hilang

Banjir di 8 kabupaten di Sulawesi Selatan (23/1/2019) (istimewa/Antara)

MakassarAntara mewartakan, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan melalui Crisis Media Center (CMC) di Kantor Gubernur Sulsel menyebutkan 25 orang dinyatakan hilang akibat banjir di sejumlah wilayah di Sulsel.

Sesuai data yang masuk di BPBD Sulsel, di Makassar, pada Kamis, 24 Januari 2019, pukul 11.30 Wita, korban yang masih hilang itu berasal dari berbagai daerah, yakni Kabupaten Gowa (21 orang), Jeneponto (3), dan Pangkep (1).

Berdasarkan data yang dirilis CMC, jumlah pengungsi akibat bencana alam terkait dengan musim hujan di daerah itu telah mencapai 3.321 orang.

Ribuan pengungsi itu berasal dari beberapa kabupaten, seperti Gowa, Makassar, dan Maros.

“Pemkab Gowa melansir korban meninggal bertambah menjadi 20 orang”

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pada Kamis kembali meninjau langsung lokasi yang terkena dampak banjir yang melanda beberapa kabupaten di Sulsel, yakni Jalan Nipa-Nipa dan Perumnas Antang, Makassar.

Wagub Andi Sudirman mengatakan bahwa pemprov akan secepatnya mencarikan solusi atas penanganan banjir di Nipa-Nipa dan Antang.

“Orang Gila” Bagi-Bagi Jutaan Uang Lembaran Rp 100 Ribu, Siapa Dia?

Koordinasi pun dilakukan dengan para pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Basarnas.

“Kami sudah koordinasi dengan BPBD terkait masalah bantuan tambahan berupa perahu karet dan beberapa bentuk bantuan lainnya,” kata dia.




KPK Tahan 11 Orang Terkait OTT Bupati Mesuji

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah./ Foto: Internet

JAKARTARepublika.co.id mewartakan, Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, tim penindakan KPK menahan 11 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Bandar Lampung, Mesuji, dan Lampung Selatan pada Rabu (23/1) hingga Kamis (24/1). Sebelas orang tersebut dibawa ke Jakarta hari ini.

Sampai kini, baru tujuh orang yang telah tiba di Gedung KPK. Sementara empat orang lainnya akan diterbangkan dari Lampung menuju Jakarta pada siang ini.

“Sampai pagi ini diamankan 11 orang. Tujuh telah datang pagi ini, empat lainnya dibawa siang untuk pemeriksaan ‎lebih lanjut,” kata Febri dalam pesan singkatnya, Kamis (24/1).

Belum diketahui siapa tujuh‎ orang yang telah tiba di KPK. Febri hanya dapat memastikan bahwa Bupati Mesuji, Khamami, akan diterbangkan siang ini bersama tiga orang lainnya. “Bupati dan tiga orang lainnya siang ini akan dibawa (ke Jakarta),” ungkap Febri.

Febri mengungkapkan, operasi senyap ini dilakukan di tiga lokasi di Lampung. Tim penindakan KPK juga ikut mengamankan sejumlah uang yang disimpan dalam kardus. Sampai saat ini, tim masih melakukan penghitungan.

“Satu kardus tadi diamankan, pecahan Rp 100 ribu,” ujarnya.

Diduga, lanjut Febri, telah terjadi transaksi terkait proyek jalan di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, Lampung. “Diduga terkait proyek infrastuktur di Dinas PUPR Mesuji,” kata dia.

Saat ini Bupati dan para pihak yang ditangkap masih berada di Polda Lampung dan Polres Mesuji untuk menjalani pemeriksaan awal. Direncanakan mereka yang diamankan akan segera dibawa ke Jakarta. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari para pihak yang diamankan dalam tangkap tangan.




Pemkab Gowa melansir korban meninggal bertambah menjadi 20 orang

Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. (Kementerian PUPR)

Gowa, SulselAntara mewartakan, Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menyatakan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor bertambah menjadi 20 orang.

“Hari ini, per tanggal 24 Januari, pukul 11.00 WITA, ditemukan lagi delapan orang. Jadi total sudah 20 yang ditemukan,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, di Gowa, Kamis.

Dia mengatakan hari pertama musibah bencana alam atau pada Selasa (22/1), ditemukan enam orang korban meninggal dunia karena banjir.

Hari kedua setelah meluapnya Sungai Jeneberang, Rabu (23/1) kembali ditemukan lima warga meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan longsor serta ditambah satu lagi, sehingga total semuanya menjadi 12 orang korban meninggal dunia.

Hasil pencarian oleh tim evakuasi, kembali menemukan delapan orang korban meninggal dunia di Kecamatan Bungaya. Delapan korban meninggal dunia yakni, Daeng Tola, Daeng Bola, Hamsar, Andri, Daeng Jarung, Hj Naha, H Saeni dan Daeng Leo.

Ia mengatakan korban meninggal dunia yang berhasil didata oleh tim penanggulangan bencana di lapangan pada hari pertama yakni, Daeng Sadda (65) warga Kecamatan Manuju, Lina (30) juga warga Kecamatan Manuju.

Kemudian bocah perempuan Ulfa berumur tiga tahun, Sri Wahyuni (11) dan Acce (21) yang semuanya adalah warga Kecamatan Manuju, menjadi korban akibat longsor.

Sedangkan lima korban sebelumnya yakni, bocah Akram Al Yusran (3), warga Pangkabinanga, Rizal Lisantrio (48) warga BTN Batara Mawang karena tersengat listrik, Sarifuddin Dg Baji, serta seorang bayi yang belum teridentifikasi. Kemudian dua korban longsor lainnya juga belum teridentifikasi.?

Adapun 17 orang warga yang dinyatakan hilang di Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju yakni, Mansyur (45), Lallo, Rahmatiah (45), Daeng Lobo, ?Yana (10), Nurjannah (33), Asni (35), Sukma (45), Nurhipayah (20), bocah satu tahun Sikran.?

Kemudian pria paruh baya Daeng Bina (65), bocah satu tahun Rahul, Rapi (30), Basma (40), Bulan (15), Isra (30), dan Daeng Suji (40). Bupati mengatakan semua korban hilang ini adalah warga Kecamatan Manuju yang masih dicari oleh tim gabungan

Adnan menambahkan, dalam musibah itu, selain korban banjir dan longsor, empat sarana infrastruktur jembatan penghubung jugadinyatakan terputus. Satu di antaranya adalah jembatan Bongaya.