Usai Jalani Perawatan di Penang, Hari Ini Ustaz Arifin Ilham Pulang Ke Tanah Air

Foto: Tribunnews.com

Jakarta –  Ustaz Arifin Ilham kembali ke rumahnya di kawasan Bukit Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).

Bersama rombongan, Arifin Ilham pulang ke Indonesia menumpang pesawat jet pribadi, dan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dari Penang, Malaysia.

Pesawat lepas landas dari DCA Pulau Pinang pukul 09.00 waktu setempat, dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pukul 10.00 WIB.

Kumandang azan menyambut rangkaian rombongan Arifin Ilham yang kondisi kesehatannya telah membaik, saat memasuki kompleks Az-Zikra.

Dari dalam mobil Alphard warna putih, Arifin Ilham melambaikan tangan kepada warga yang menyambutnya, sekitar pukul 12.00.

Diberitakan sebelumnya, pimpinan Majelis Azzikra KH Muhammad Arifin Ilham sudah dibolehkan meninggalkan tempat istirahatnya di Apartemen Mansion One Jalan Sultan Ahmad Shah, Persiaran Gurney, Pulau Tikus, George Town Pulau Pinang, Malaysia, Kamis (31/1/2019).

“Insyaallah, Kamis (31/1/2019) beliau sudah bisa meninggalkan Penang untuk kembali ke Tanah Air,” ujar Asisten KH Muhammad Arifin Ilham, Ustaz Mohamad Abdul Syukur, ditemui di Apartemen Mansion One, Penang, Malaysia, Senin, menjelang berangkat Salat Subuh.

Menjelang Salat Subuh, Ustaz Arifin Ilham turun dari lantai atas apartemennya, kemudian disambut ibunya, Nurhayati, dan para jemaahnya yang sudah menunggu di lobi.

Arifin Ilham turun ke lobi bersama dua anaknya, Muhammad Amer Azzikra dan Muhammad Alvin Faiz.

Selanjutnya, didampingi asisten dan para jemaah, mereka bersama-sama berjalan kaki sejauh 600 meter dari apartemennya ke Masjid Jamik Al-Munawwar di Jalan Kelawai, untuk menunaikan Salat Subuh yang dimulai sekitar pukul 06.13 waktu setempat.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ustaz Arifin Ilham Pulang Pakai Jet Pribadi, Lalu Lambaikan Tangan dari dalam Alphard Putih, http://www.tribunnews.com/seleb/2019/01/31/ustaz-arifin-ilham-pulang-pakai-jet-pribadi-lalu-lambaikan-tangan-dari-dalam-alphard-putih.




Kader PBB Gulirkan Wacana Muktamar Luar Biasa

Kuasa hukum pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra
Foto: Republika TV/Surya Dinata

JAKARTA – Wacana muktamar luar biasa Partai Bulan Bintang (PBB) untuk menggulingkan posisi Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra bergulir.

Muktamar luar biasa ini bergulir setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB yang dipimpin Yusril memutuskan dukungan ke pasangan calon (paslon) nomor 01 Jokowi-Ma’ruf melalui rapat pleno DPP PBB pada 19 Januari 2019 lalu. 

Salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PBB daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI (Depok-Bekasi), Habib Muchsin Alatas, mengakui ada langkah persiapan muktamar luar biasa PBB tersebut. Hal ini terkait sikap politik caleg PBB yang masih memegang hasil Ijtima’ Ulama yang mendukung paslon nomor 02 Prabowo-Sandi.

“Di antara yang kita dorong saat ini adalah soal muktamar luar biasa. Tapi yang berhak memutuskan itu adalah Majelis Syuro dan Dewan Syariah,” kata Habib Muchsin kepada wartawan, Selasa (29/1) kemarin melansir dari republika.co.id. 

Ia menyebut komunikasi terkait mempersiapkan hal itu telah dipersiapkan, dan ada timnya yang sekarang sudah berkomunikasi dengan Majelis Syuro, Mahkamah Partai, dan para wali amanah yang ikut mendirikan PBB.  

“Kita (caleg PBB pendukung hasil ijtima’ ulama) akan dorong agar bikin sikap taktis dan strategis secepat mungkin, bila tidak kita akan melepaskan keanggotaan dari PBB,” ujarnya. 

Penegasan yang sama disampaikan caleg PBB untuk DPR dari Dapil Sumbar I, Irfianda Abidin. Menurut Irfianda, Yusril sebagai ketua umum telah mengabaikan keputusan Majelis Syuro untuk mengikuti hasil ijtima’ ulama dengan mendukung paslon nomor 02. 

Dengan demikian, kata dia, para caleg PBB yang masih memegang keputusan Majelis Syuro menginginkan adanya muktamar luar biasa untuk mengganti Yusril. Ia mengungkapkan hampir semua caleg PBB terutama yang mengikuti keputusan Majelis Syuro sepakat perlu ada pergantian pimpinan. Dan saat ini sudah ada calon yang bersedia mengganti posisi Yusril. Tinggal bagaimana mekanisme organisasi kepartaian. 

“Secepatnya akan kita persiapkan untuk menuju muktamar luar biasa PBB ini,” kata dia. 

Irfianda mengaku informasi muktamar luar biasa ini juga sudah mendapat persetujuan dari beberapa anggota Majelis Syuro dan tokoh pendiri PBB. Ia berharap bila memang rencana muktamar luar biasa ini terselenggara, setidaknya sebelum pilpres muktamar luar biasa sudah bisa digelar. 




Amien Rais Ancam Menkumham: Kita Buat Perhitungan Nanti

 

Jakarta viva.co.id mewartakan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, mengultimatum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly. Amien menduga ada intervensi Yasonna terhadap proses hukum yang menjerat politikus musisi Ahmad Dhani.

Amien berpesan kepada Dhani agar mencatat semua kejanggalan yang ada di dalam Rutan Cipinang.

“Mumpung bertemu, saya meminta kepada Mas Ahmad Dhani, tolong selama Anda ditahan, catat baik-baik semua kejanggalan yang ada di dalam Rutan Cipinang ini. Bukan saja yang kasat mata,” kata Amien usai besuk Ahmad Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, 31 Januari 2019.

Menurut Amien, ada informasi bila Menteri yang berasal dari PDI Perjuangan itu ikut campur tangan. “Saya dengar katanya memang ada campur tangan politik dari Menkumham yang sangat kentara,” ujarnya.

Amien dengan sedikit geram mengingatkan Yasonna bila benar dugaan intervensi itu. Sebagai pejabat, Yasonna mesti hati-hati bersikap. Ia pun siap buat perhitungan dengan Yasonna.

“Saya juga mengimbau kepada Yasonna Laoly, Anda ini menteri, Menkumham ya. Hati-hati Anda! Jangan sampai melakukan intervensi politik. Kita buat perhitungan nanti. Sekian saja,” ujar Amien.

Dhani dijebloskan ke Rutan Cipinang usai divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 28 Januari 2019. Dhani divonis 1,5 tahun pidana karena cuitannya di media sosial terhadap pendukung eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Cuitan Dhani lewat akun Twitternya pada 2017 lalu dianggap menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian terhadap suatu golongan.




Jenguk Ahmad Dhani, Sandiaga: Jika Menang, Kita Akan Revisi UU ITE

“Pasal karet itu, akhirnya masuk ke ranah abu-abu. Sangat rentan diinterpretasikan dan digunakan bahwa hukum dipakai memukul lawan dan menolong teman,”

Jakarta viva.co.id mewartakan, Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno siang ini menjenguk Ahmad Dhani di Rumah Tahanan Klas I Cipinang, Jakarta Timur. Sandiaga datang sekira pukul 15.09 WIB dan keluar 16.05 WIB.

Sandi, begitu ia akrab disapa menjelaskan, musibah yang diterima Dhani, membuatnya semakin yakin di bawah Prabowo-Sandi mereka akan melakukan revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Ini membuat kami semakin yakin bahwa di bawah Prabowo-Sandi kami akan lakukan revisi terhadap Undang-undang ITE yang banyak mengandung pasal-pasal karet,” kata Sandi, Kamis 31 Januari 2019.

Dijelaskan Sandi, pasal karet yang terkandung dalam UU ITE saat ini masuk ke ranah abu-abu. Lalu, digunakan untuk membuat lawan dan menolong teman.

“Pasal karet itu, akhirnya masuk ke ranah abu-abu. Sangat rentan diinterpretasikan dan digunakan bahwa hukum dipakai memukul lawan dan menolong teman,” ujarnya.

“Jadi ini yang akan menjadi poin utama kita, PR terbesar. Mungkin, bagi kami salah satu prioritas utama adalah melakukan revisi kepada Undang-undang ITE ini, jangan lagi ada pasal-pasal karet. Dari pasal karet itu, akhirnya hukum itu tidak tegak lurus, hukum itu sangat tajam ke satu sisi, tumpul ke sisi yang lain, hukum itu tebang pilih, dan menghadirkan rasa tidak adil bagi masyarakat, terima kasih, saya pamit dulu,” tambahnya seraya berpamitan.

Kedatangan Sandi ke Rutan Cipinang ditemani Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil terlihat datang terlebih dahulu dari Sandi, setelah itu baru Sandi datang.

Sesaat sebelum Sandi datang, ada hal menarik yang disampaikan salah seorang pendukung Prabowo-Sandi, Ahmad Yani. Caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyebutkan, ketika Sandi datang hanya diperbolehkan empat orang masuk untuk menjenguk Dhani. Padahal sebelumnya, ketika Amien Rais datang, tidak ada pembatasan jumlah penjenguk.

Ahmad Yani menjelaskan, menurut petugas Rutan perintah pembatasan jumlah pengunjung sesuai perintah atasan.

“Tadi saya tanya, mereka bilang hanya boleh empat orang. Padahal, ketika pak Amien Rais masuk tujuh orang. Katanya perintah atasan pak,” ucapnya.

 




Kubah Lava Gunung Merapi Terus Tumbuh, Waspadai Wedhus Gembel

Gunung Merapi mengeluarkan letusan freatik, 11 Mei 2018. twitter.com

Jakarta – Tempo.co mewartakan, kubah lava di Gunung Merapi terus tumbuh dan berpotensi terus mengeluarkan guguran awan panas alias wedhus gembel. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra gunawan, pertumbuhan tersebut terus terjadi meski cenderung lambat.

“Posisinya dekat dengan lereng puncak, sehingga mudah longsor dan menjadi guguran awan panas. Orang setempat menyebutnya wedhus gembel,” ujar Hendra saat dihubungi, Kamis, 31 Januari 2019.

Hendra mengatakan, guguran awan panas alias wedhus gembel itu menjadi bahaya utama khas Gunung Merapi. Bahaya khas ini sempat tergantikan dengan terjadinya letusan eksplosif gunung tersebut pada 2010. Fasenya khas, dimulai dengan pertumbuhan kubah lava disusul dengan terjadi guguran awan panas.

Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Merapi mencatat volume kubah lava saat ini menembus 461 ribu meter kubik. Laju pertumbuhannya 1.300 meter kubik per detik. “Walaupun kecil, kalau mengelundung jatuh, jadi awan panas. Itu bahaya utama yang harus dicermati,” kata Hendra.

Dia membandingkan dengan laju pertumbuhan kubah lava Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang sama-sama menghasilkan guguran awan panas dalam lima tahun terakhir ini. “Gunung Sinabung itu pada 2015 kecepatan pertumbuhan kubah lavanya 2 meter kubik per detik. Dalam satu bulan sudah mencapai 1-2 juta meter kubik. Kubah lava Merapi pertumbuhanya kurang dari 1 meter kubik per detik,” kata Hendra.

Hendra mengatakan, luncuran guguran awan panas guguran kubah lava Gunung Merapi itu mengarah ke Kali Gendol. “Jarak luncuran maksimalnya 1.400 meter. Memang ke depan yang harus diwaspadai itu pertumbuhan kubah lava dan arahnya,” kata dia.

Namun, untuk sementara masyarakat bisa tenang. Sebab, ancaman guguran awan panas Gunung Merapi diperkirakan masih dalam daerah batas yang direkomendasikan PVMBG, yakni radius 3 kilometer. “Dalam radius 3 kilometer ini tidak boleh ada aktivitas manusia,” kata dia. Daerah radius bahaya ini akan dievaluasi terus seiring tumbuhnya kubah lava Gunung Merapi.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak masuk ke radis 3 kilometer tersebut. Pada 2006, wedhus gembel menimbulkan korban jiwa karena ada aktivitas manusia dalam radius tersebut. “Memang saat itu volume kubah lavanya lebih besar ketimbang saat ini,” ujar Hendra.

Sebelumnya, guguran awan panas kembali terjadi di Gunung Merapi, Selasa, 29 Januari 2019. Sepanjang pukul 00.00 WIB sampai 20.00 WIB terlihat 9 kali guguran yang mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncuran antara 200 meter hinga 700 meter. Awan panas guguran pertama teramati pukul 20.17 WIB dengan jarak luncuran menembus 1.400 meter selaam 141 detik.

Peristiwa awan panas guguran kedua terjadi pukul 20.53 WIB dengan jarak luncuran 1.350 meter dengan durasi 135 detik. Ketiga terjadi pada pukul 21.41 WIB dengan jarak luncuran 1.100 meter dengan durasi 111 detik. “Semua awan panas guguran menuju hulu Kali Gendol,” kata dia.

Wedhus gembel tersebut terpantau menghasilkan hujan abu tipis di sekitar Boyolali dan Klaten. Status aktivitas Gunung Merapi masih dipatok di Level II atau Waspada. Masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencanan III diimbau tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi. Radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.




Tepis ‘Sandiwara Uno II’, Ilyas Ungkap Penyebab Lumpur Hanya di Badan Depan

Ilyas Daeng Ila (detikcom)

Makassar – Sosok pria dengan lumpur yang hanya ada di badan bagian depan saat bertemu dengan cawapres Sandiaga Uno memicu munculnya tuduhan ‘Sandiwara Uno II’. Menepis tuduhan Sandiwara, pria berlumpur itu angkat bicara mengenai lumpur di badannya.

detikcom mewartakan, Pria berlumpur yang ditemui Sandiaga Uno pada Sabtu (26/1/2019) lalu itu bernama Ilyas Daeng Ila (54). Ilyas ditemui di rumahnya di Jalan Malengkeri Raya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Rumah Ilyas berjarak 10 meter dari pinggir Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, yang sempat meluap sepekan lalu. Rumah pria asal Galesong Selatan ini berupa bangunan rumah panggung kayu semipermanen dengan ukuran sekitar 4 × 5 meter dan berdinding tripleks.

Di dalam rumahnya, tampak masih berserakan pakaian basah, televisi lawas, dan sound system yang sudah rusak. Rumah Ilyas belum lama ini terkena banjir dan kemasukan lumpur.

“Itu adalah saya yang berbicara sama Pak Sandi kemarin,” kata Ilyas saat ditemui detikcom di rumahnya, Rabu (30/1) siang.

Sambil menanak nasi, Ilyas bercerita soal pertemuannya dengan Sandiaga Uno kala itu. Saat itu, Ilyas mengaku sedang berada di dalam rumahnya untuk membersihkan lumpur yang masuk. Lokasi yang dibersihkannya adalah lumpur yang mengendap di bawah kasur dan kursinya. Untuk membersihkan itu, kata Ilyas, dia harus dalam posisi tengkurap sehingga badan bagian depan terkena lumpur.

“Hari Sabtu saya dengar ada bos (Sandi) dari Jakarta. Saat itu saya menyapu di bawah tempat tidur dan meja. Di bawah meja saya baring ke depan menyapu. Jadi ini badanku depan penuh lumpur belakang tidak,” kata dia.

“Jadi saya tidak alasan (bohong), karena memang rumahku begitu,” sambungnya.

Setelah mendengar kedatangan Sandi, pria yang memiliki lima orang anak ini kemudian berjalan menuju jalan besar dan berdiri untuk melihat Sandiaga Uno lebih dekat. Tidak disangka, lanjut Ilyas, dia dipanggil ke depan untuk berbicara sama Sandiaga.

“Dia bilang (tanya) siapa namanya? Saya bilang Ilyas Daeng Ila, dia tanya di mana tinggal? Saya jawab di bawah tanggul. Lalu saya bilang naik air ke rumah saya,” ungkapnya kepada Sandi.

Ilyas, yang sehari-hari bekerja sebagai ‘Pak Ogah’, juga menunjukkan bekas-bekas genangan air yang masih ada di dinding rumahnya kepada detikcom. Dia mengatakan tidak pernah seumur hidupnya air masuk hingga ke dalam rumahnya.

“Orang bilang (sebut) saya kasih lumpur badanku. Padahal tidak, saya sedang membersihkan rumah,” ujar Ilyas yang saat ditemui dalam kondisi bertelanjang dada karena mengaku baju-bajunya masih basah imbas lumpur yang masuk ke rumahnya.