Masuk Masa Tenang, Parpol dan Caleg Dilarang Kumpulkan Massa

bawasluJakarta – Memasuki masa tenang menjelang Pileg 9 April, Bawaslu mengimbau kepada partai politik dan para caleg untuk menghormati aturan yang telah ditetapkan. Para caleg dan parpol dilarang mengumpulkan massa meski bukan untuk tujuan kampanye.

“Itu tetap tidak boleh untuk mengumpulkan massa. Pantas diduga sebagai bagian dari kampanye,” ujar anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (6/4/2014).
Kegiatan mengumpulkan massa yang dimaksud seperti bazaar atau kegiatan sosial lainnya. Meskipun dalam kegiatan itu caleg atau parpol tidak menyampaikan visi misi, Bawaslu menganggap hal itu bisa menjadi ajang komunikasi antara caleg dengan masyarakat.
“Tetap tidak boleh, karena dalam masa tenang tidak ada lagi komunikasi antara caleg dengan masyarakat, walaupun tidak bisa dikatakan kampanye,” ucapnya.
“Kita ingin para caleg untuk lebih bermartabat. Mereka seharusnya tidak lagi melakukan pertemuan dengan massa,” imbuhnya.
Mulai pukul 00.00 WIB, Bawaslu mengharapkan parpol dan para calegnya untuk mencopot segala macam atribut dan alat peraga kampanye. Selanjutnya, Bawaslu juga akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memantau dan juga turun langsung melucuti atribut kampanye yang masih atau belum dilepas oleh parpol atau caleg.(detik.com)




Cecep Mengaku Nabi dan tak Akui NKRI

nabi-palsu-digerebekBANDUNG – Cecep Solihin, lelaki yang ditangkap aparat Polrestabes Bandung dari sebuah rumah bertingkat dua di Jalan Cinta Asih, Kelurahan Samoja, Kecamatan Batu Nungggal, Kota Bandung, Rabu (2/4/2014) kemarin, tak hanya mengaku sebagai nabi.
Cecep yang diduga menyebarkan ajaran sesat itu juga tak mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Dia tidak mengakui adanya negara Indonesia, itu salah satunya,” ujar Kepala Polrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi.
Saat digerebek, aparat polisi dan MUI juga mengamankan delapan orang yang diketahui adalah pengikut ajaran Cecep.
“Saat digerebek ada sekira 40 orang di dalam. Alirannya belum diketahui dan saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Mashudi.
Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa kitab-kitab serta seperti buku- buku tafsir Al-quran.
Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah bertingkat dua yang berada di Jalan Cinta Asih, Kelurahan Samoja, Kecamatan Batu Nungggal, Kota Bandung, Jawa Barat, digerebek aparat Polrestabes Bandung bersama MUI Jawa Barat, kemarin.
Rumah tersebut diduga dimanfaatkan Cecep Solihin untuk menyebarkan ajaran sesat. Mashudi mengatakan, penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan dari dua orang pria warga Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dan satu orang asal Bekasi, Jawa Barat.
“Ada masyarakat yang melapor ke Polsek Bandung Wetan. Dua orang dari dari Cikalong Wetan dan yang satu dari Bekasi. Dua orang melapor, katanya istrinya sudah 11 hari tidak pulang yang satu lagi mengatakan istrinya lima hari sudah tidak pulang,” kata Mashudi. (*)
Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2014/04/03/cecep-mengaku-nabi-dan-tak-akui-nkri/




Indonesia Butuh Ribuan Triliun untuk Benahi Infrastruktur

Dana bisa didatangkan dari berbagai cara selain APBN.

186233_penambahan-infrastruktur-jalan_663_382JAKARTA — Kekurangan pendanaan di bidang infrastruktur selalu menjadi momok bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah pun mengaku membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk bisa memperbaikinya.
Direktur Public Private Partnership (PPP) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Bastari Pandji Indra, Kamis 3 April 2014, mengungkapkan bahwa paling tidak Indonesia harus menyiapkan dana sekitar Rp6.200 triliun untuk pembenahan infrastruktur.
“Kita butuh US$550,3 miliar untuk peningkatan infrastruktur saja sampai 2020,” kata Bastari, ketika ditemui di Jakarta.
Dana sebesar itu, menurut Bastari, masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Diperkirakan, pada masa tersebut, Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah.
Dana itu, dia menambahkan, sebenarnya bisa didatangkan dari berbagai cara selain APBN. Salah satunya adalah dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership) hingga kontribusi dari BUMN.
Bastari mengungkapkan, Bappenas sudah merinci sektor-sektor yang harus dibenahi dan dana yang dibutuhkan. Sektor tersebut adalah:
Jalan: US$107 miliar
Kereta api: US$23,3 miliar
Transportasi perkotaan: US$13,9 miliar
Transportasi laut: US$47,2 miliar
Ferry dan ASDP: US$7,6 miliar
Penerbangan: US$15,2 miliar
Listrik: US$9,7 miliar
Energi dan gas: US$44,9 miliar
Sumber daya air: US$91,6 miliar
Air bersih dan sanitasi: US$55,9 miliar
Rumah dan permukiman: US$32,25
Komunikasi dan teknologi informatika: US$20,3 miliar
 
 
Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/493843-indonesia-butuh-ribuan-triliun-untuk-benahi-infrastruktur




Inilah Isu Miring yang Menyerang Prabowo Subianto

Prabowo SubiyantoDugaan Pelanggaran HAM
Isu pelanggaran HAM melekat kepada Prabowo Subianto, meski sudah dibantah.
Isu itu kembali muncul setelah harian New York Times memberitakan penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap Prabowo apabila menjadi presiden.
Pencalonan Prabowo mengundang kekhawatiran dari pegiat HAM dalam negeri dan internasional karena sebelumnya Komnas HAM Indonesia pernah merekomendasikan Prabowo untuk disidang terkait penculikan aktivis prodemokrasi di akhir 1990-an.

“Prabowo yang lulus dari program pelatihan militer Amerika pada tahun 1980 dan merupakan pengagum Amerika Serikat telah selama bertahun-tahun membuat jelas bahwa ia ingin bertemu dengan para pejabat Amerika tingkat tinggi. Sejauh ini,” tulis salah satu jurnalis Joe Cochrane di New York Times, 26 Maret 2014.
Gerindra selaku partai pendukung Prabowo tidak menanggapi serius penolakan dari Amerika Serikat terhadap pencapresan Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengatakan isu yang sama juga pernah terjadi saat Prabowo maju sebagai cawapres pada 2009. Isu penolakan tersebut diiringi dengan isu soal kasus pelanggaran HAM.
“Isu itu selalu dimunculkan, ketika 2009 isu itu juga ada. Padahal di pengadilan tidak terbukti apa-apa (soal pelanggaran HAM),” ujar Suhardi kepada INILAHCOM, Rabu (2/4/2014).
Gerindra tidak akan menggubris penolakan Prabowo dari AS. Sebab aturan di Indonesia tidak mempermasalahkan soal pencapresan tersebut.
“KPU juga telah meloloskan Prabowo sebagai cawapres. Penolakan AS itu tidak ada pengaruhnya,” tegasnya.
Temperamental
Prabowo Subianto sering kali disebut temperamental. Beberapa pengamat menilai Prabowo emosional dalam memberikan pernyataan.
Indonesia dianggap membutuhkan pemimpin yang tidak emosional ke depan. Indonesia yang majemuk butuh kesabaran pemimpin dalam mengemong rakyatnya.
Pengamat lain juga berpendapat pernyataan Prabowo belakangan ini masih dalam batas kewajaran.
Prabowo hanya menyampaikan fakta-fakta yang lumrah terjadi dalam kontestasi politik. Dalam demokrasi modern, membedah rekam jejak lawan politik adalah hal yang lumrah.
Apa yang dilakukan Prabowo dalam pernyataannya di hadapan publik justru merupakan pendidikan politik yang baik untuk mencerdaskan bangsa.
Capres Partai Gerindra itu justru mengingatkan publik untuk tidak salah pilih lagi dalam Pilpres 2014 nanti.
 
Gaya Borjuis
Banyak yang sudah tahu Prabowo gemar berkuda. Ketika maju sebagai cawapres pada Pemilu 2009, ia melaporkan 84 ekor kuda ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dari 84 ekor, beberapa di antaranya terdapat jenis kuda Lusiano yang biasa dipakai untuk sirkus. Harganya selangit, miliaran rupiah.
Jenis kuda tersebut (kategori Equestrian) tidak hanya mampu berlari kencang dan melompati halang rintang. Lusiano bisa melakukan gaya hormat seekor kuda, duduk, dan gerakan akrobatik lainnya.
Kuda-kuda yang memiliki keistimewaan butuh perawatan khusus. Kandang dibuat di dekat vila milik Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dokter hewan pun didatangkan dari luar negeri.
Kuda-kuda itu menjadi bahan kritik Juru Bicara Tim Kampanye SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng. Prabowo yang gencar bicara ekonomi kerakyatan hobi olahraga para bangsawan Inggris.
Bayangkan berapa biaya yang dikeluarkan Prabowo untuk memelihara kuda-kudanya. Makanan yang diasup tergantung jenis kuda, belum lagi vitamin dan obat-obatan yang diberikan secara berkala.
Rizal sempat menunjukkan slide foto Boediono semasa SMA hingga masa kini. Dari foto yang ditampilkan Rizal, ada foto yang menggambarkan sosok Boediono tengah melakukan olahraga lari pagi di Monas.
Dalam penjelasannya, Rizal mengatakan olahraga lari pagi biasa dilakukan Boediono. Sebab Boediono adalah sosok ekonom yang merakyat.
“Olahraga paling murah itu kan lari pagi. Beda dengan olahraga polo berkuda yang merupakan olahraga para bangsawan Inggris. Jadi masak sih orang yang berolahraga seperti itu bicara ekonomi kerakyatan,” sindir Rizal ketika itu.
Dekat dengan Preman
Prabowo Subinato dikenal memiliki hubungan dekat dengan Hercules.
Hercules memimpin ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), sebuah organisasi yang mendukung Prabowo sebagai capres.
Organisasi GRIB dipercaya mempunyai banyak massa ehingga bisa mempengaruhi perolehan suara Gerindra.
Tidak heran bila ada yang mengaitkan penangkapan Hercules, beberapa waktu lalu, sebagai bagian untuk melemahkan pencapresan Prabowo.
Prabowo pernah angkat bicara soal kasus premanisme yang menjerat Hercules. Ia menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum.
“Saya tahunya beliau pejuang Timor-timur (sekarang Timor Leste) setia sama NKRI. Memang bahwa ada imej dia berandalan. Tapi beliau kan janji mau perbaiki diri. Kalau dia ada kesalahan ya hadapilah proses hukum,” jelas Prabowo.
Sumber: Inilah.com




Bertemu Kyai NU, Prabowo Ajak Kembalikan Kegemilangan Islam

245023_ppp-dukung-gerindra_663_382JAKARTA — Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyampaikan keprihatinannya akan kondisi umat Islam yang merupakan penduduk mayoritas di Indonesia, cenderung lemah dan miskan. Padahal, kata dia, Islam di Indonesia pernah gemilang dengan kekuatan ekonominya.

“Kalo masyarakat lemah dan miskin maka tidak ada ekonomi yang gemilang. Karena bangsa-bangsa tumbuh dalam keadaan bersaing untuk bertahan hidup, bersaing merebut tanah dan air serta sumberdaya alam,” kata Prabowo di Jakarta, Rabu 2 April 2014.
Purnawirawan jenderal  bintang tiga ini meminta kepada para ulama dan tokoh pesantren untuk tidak berdiam dalam kondisi bangsa yang terus dihantui oleh kemiskinan.  Ia meminta para tokoh agama terutama Nahdlatul Ulama untuk turun gunung dan membangun bangasa.
“Kondisi ini tidak bisa kita diamkan. Kita itu diberikan karunia kekayaan oleh Tuhan tetapi kita tidak bisa menjaga dan mengelolanya. Sehingga akhirnya setiap tahun kita terus berhutang. Artinya kita selalu berhutang diatas kekayaan kita,” katanya.
Mantan Danjen Kopassus ini mengaku sangat dekat dengan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) karena saat masih menjadi tentara, kala ditugaskan ke daerah operasi, kyai NU orang yang pertama ditemuinya.
“Saya ini dekat dengan NU, karena saya bekas tentara, dan tentara dekat dengan para kyai. Karena kalau kita dikirim ke daerah konflik maka yang pertama kita temui adalah kyai,” ujarnya.
Banyak hal yang dibicarakan setiap ia ditugaskan dalam sebuah opersi militer. Diantaranya, kata dia, meminta doa dan amalan dari para kyai untuk menghadapi maut dalam bertugas.
“Jadi ketika kita berangkat maka kita siap mati. Karena itu TNI selalu dekat dengan NU,” kata Prabowo.
Dalam Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan yang di selenggarak Pengurus Besar Nahatul Ulama (PBNU) Prabowo meminta semua kyai dan nahdiyin untuk berpatisipasi langsung dalam pemilu 9 April 2014.
“Sebentar lagi kita melaksanakan suatu hajat besar. Suatu pemilihan dimana rakyat Indonesia akan menentukan wakil di DPR. Ini adalah momentum untuk mengubah arah ke depan kita harus bersama.
sumber: http://politik.news.viva.co.id/news/read/493656-bertemu-kyai-nu–prabowo-ajak-kembalikan-kegemilangan-islam



Massa HMI: Jokowi Buat Negara Rugi Ratusan Miliar

194276_massa-berunjukrasa-di-kpk_663_382JAKARTA — Puluhan demonstran dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendatangi kantor Balai Kota Jakarta, Selasa 1 April 2014.  Aksi tersebut untuk mempertanyakan indikasi korupsi dalam pengadaan bus TransJakarta sebesar Rp1,5 triliyun yang diduga dilakukan oleh pejabat-pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan beberapa anak buahnya.
Dalam aksinya, mereka meminta agar Jokowi berani mengusut tuntas indikasi korupsi dalam kasus pengedaan transportasi massal itu. Massa aksi menilai, langkah Jokowi dalam pengusutan kasus pengadaan TransJakarta itu hanya setengah-setengah.
“Jokowi bukan dewa, Jokowi bukan utusan Tuhan. Tapi Jokowi telah membuat negara kehilangan uang negara ratusan miliar rupiah dalam pengadaan bus TransJakarta,” ucap orator saat ujuk rasa.
Para pendemo juga meneriaki Jokowi adalah pejabat yang tega menggelapkan uang rakyat dan menjadikan anak buahnya sebagai tumbal dalam kasus korupsi TransJakarta itu. Kata pendemo, Jokowi pejabat yang tega melenyapkan uang negara. Bahkan, salah satu orator menegaskan bahwa lawan yang harus dihadapi adalah Jokowi.
“Kita datang kesini untuk melawan satu orang adalah Jokowi. Yang kita lawan adalah hanya Jokowi. Tidak ada yang lain. Jokowi hanya bersembunyi dibalik gedung Balai kota,” ujar salah satu pendemo.
Aksi ini sempat diwarnai aksi saling dorong antara pendemo dan petugas keamanan, sebab saat itu ada salah satu anggota HMI yang berhasil masuk kedalam pagar halaman kantor Balai kota namun langsung diamankan oleh pihak kepolisian.
Karena terjadi saling dorong, spanduk massa HMI yang berunjuk rasa pun sempat diambil oleh polisi. Massa aksi sempat kesal dan mulai melakukan aksi menghancurkan sterofoam dan tampak akan melakukan aksi bakar ban dan spanduk.
Sumber: http://metro.news.viva.co.id/news/read/493128-massa-hmi–jokowi-buat-negara-rugi-ratusan-miliar