Pesan Moral dari Mahfud MD dan Muhaimin

2102431Jakarta – Langkah politik Mahfud MD dalam Pilpres 2014 mengejutkan. Ia ditunjuk sebagai ketua umum pemenangan pasangan capres/cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Bergabungnya Mahfud tentu menjadi vitamin bagi duet koalisi “Merah-Putih” ini.

Posisi Mahfud MD ini kembali ditegaskan Prabowo Subianto saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama pendampingnya Hatta Rajasa. “Beliau sudah minta izin kepada kia-kiai besar dan alhamdulillah beliau bersedia,” ujar Prabowo usai mendaftar di KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Nama Mahfud MD tidak kali ini saja disebut. Saat deklarasi pasangan capres Prabowo-Hatta, namanya juga disebut oleh Prabowo Subianto. Selain Mahfud, saat itu, Prabowo juga menyebut nama raja dangdut Rhoma Irama dan pentolan Dewa 19 musisi Ahmad Dhani.

Informasi masuknya nama Mahfud MD dalam tim pemenangan Prabowo-Hatta ini memang mengejutkan. Karena sebagaimana maklum, Mahfud merupakan calon presiden yang digadang-gadang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun kenyataannya, PKB justru pagi-pagi mendukung Jokowi sebagai capres dengan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Partai NasDem dan Partai Hanura.

Ketika dikonfirmasi tentang masuknya Mahfud MD masuk dalam tim Prabowo-Hatta, Direktur Eksekutif MMD Initiative Masduki Baedlowi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih meminta pertimbangan para kiai Nahdlatul Ulama (NU). “Kita masih minta pertimbangan para kiai-kiai NU,” ujar Masduki saat dihubungi INILAHCOM di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (20/5/2014).

Masduki mengatakan, dalam waktu dekat Mahfud MD akan menyampaikan ke publik tentang sikap politiknya tersebut. Ketika ditanya soal pro kontra di publik tentang pilihan politik Jokowi, Masduki mengatakan pro dan kontra biasa. “Pro kontra biasa. Ada yang kontra ada juga yang pro,” kata Masduki yang mengaku saat dihubungi akan bertemu kiai di Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur.

Mahfud yang mendapat dukungan dari kalangan kiai-kiai NU memberi dampak yang tidak kecil atas keberhasilan PKB meraih dukungan sebesar 9,04 persen dalam Pemilu Legislatif lalu. Mahfud disebut sebagai perekat antara NU dan PKB, tak terkecuali menyolidkan warga NU memilih PKB.

Karena sebelumnya, sejak konflik almarhum Gus Dur dan Muhaimin Iskandar, suara PKB jeblok. Warga NU yang cinta dengan Gus Dur tidak lagi memilih PKB. Namun Pemilu 2014 menjadi titik balik warga NU. Salah satu penyebabnya faktor Mahfud MD.

Sementara Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengklaim pihaknya sejak awal hingga akhir menyorongkan Mahfud MD sebagai cawapres Jokowi. Karding memaklumi bila Mahfud kecewa. “Mungkin di situ ada kekecawaan, Cak Imin menjelang penentuan wapres masih membawa nama Mahfud ke Pak Jokowi, Pak Mahfud terus kami sorongkan,” kata Karding di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Apa betul klaim PKB tersebut? Jika merujuk ke belakang, di publik memang PKB menyodorkan nama-nama yang selama ini dimunculkan seperti Rhoma Irama dan Mahfud MD. Namun, di saat bersamaan PKB juga menyorongkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Seperti disampaikan Ketua DPP PKB Helmy Faishal Zaini tiga hari setelah pileg yang memunculkan nama Muhaimin Iskandar. “Selain beberapa nama yang familiar dengan PKB akan di-Capreskan, ada perkembangan baru yang mengusulkan nama Muhaimin Iskandar. Muhaimin diminta untuk menjadi Cawapres,” kata Helmy saat itu.

Desakan di detik-detik akhir penentuan cawapres Jokowi, elit PKB juga masih berusaha mendorong nama Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Ketua Garda Bangsa Hanif Dhakiri empat hari menjelang penetapan cawapres Jokowi mengusulkan nama Muhaimin sebagai cawapres. “Cak Imin itu memenuhi kriteria untuk mejadi pendamping Jokowi di Pilpres. Visioner, muda, punya rekam jejak yang baik dan pengalaman baik di eksekutif maupun legislatif,” kata Hanif, Kamis (15/5/2014).

Jika melihat kondisi tersebut, besar kemungkinan nama Muhaimin lebih disorongkan sebagai cawapres Jokowi ketimbang tokoh yang selama ini dikampanyekan sebagai capres PKB seperti Mahfud MD dan Rhoma Irama. Bahkan sumber INILAH.COM, Muhaimin juga sempat bertemu dengan Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, kabarnya PKB juga menyorongkan namanya menjadi cawapres.

Tahun politik 2014 ini pada akhirnya publik dapat memetik pelajaran moral yang dipertontonkan Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.(*)

Sumber: inilah.com




Prabowo Tunjuk Mahfud MD Jadi Ketua Tim Pemenangan

mohammad-mahfudJAKARTA – Koalisi besar yang mengusung bakal calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres) Prabowo Subianto-Hatta Radjasa, menunjuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai Ketua tim pemenangan.

“Sebagai Ketua tim pemenangan, kami telah menunjuk Prof Mahfud MD. Kita sudah berbicara dengan beliau dan beliau sudah meminta pendapat dari para Kiai,” ujar Prabowo Subianto di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (20/5).

Menurut Prabowo, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pemilihan tersebut. Antara lain, Mahfud merupakan tokoh nasional dan memiliki jaringan yang sangat luas.

Mahfud beberapa waktu lalu merupakan salah seorang kandidat calon Presiden Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dan partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut, telah memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Saat ditanya apakah untuk meminta Mahfud menjadi ketua tim pemenangan, Prabowo sudah meminta izin kepada Muhaimin, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini menyatakan belum.

Namun begitu ia yakin hasil tersebut bukan menjadi persoalan. Yang penting Mahfud sudah menyatakan kesediaannya. “Pak Mahfud juga sudah berbicara dengan Pak Hatta,” katanya.

Prabowo juga mengklaim pencalonannya didukung enam partai. Masing-masing Gerindra, PAN, PKS, PPP, PBB dan Golkar. Ia  berharap dukungan masih akan bertambah dari Partai Demokrat.

“Saat ini sudah ada 6 partai dan bisa bertambah. Saya sudah ketemu Ketua Umum PD, dari bahasa tubuh dan senyuman, Insya Allah memberi dukungan memerkuat  koalisi kita,” ujarnya.(jpnn.com)




Ical dan Prabowo-Hatta Ternyata Sempat Salat Berjamaah, Begini Suasananya

223206_icalimamJakarta – Usai mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres-cawapres, Prabowo-Hatta sempat mendatangi kediaman Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di Jl Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat. Selain acara penyerahan surat dukungan, ternyata mereka sempat salat magrib berjamaah yang diimami oleh Ical.

Foto salat Magrib berjamaah ini diunggah Waketum partai Gerindra Fadli Zon ke akun twitternya @fadlizon, Senin (19/5/2014). Dalam foto tersebut nampak Ical berdiri paling depan dan bertindak sebagai imam salat. Ical mengenakan kemeja putih dan celana berwarna krem.

Di shaf makmum, terlihat Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Waketum partai Golkar Sharif Cicip Sutarjo, Waketum Gerindra Fadli Zon, Hatta Rajasa dan Prabowo. Nampak hanya Fadli Zon dan Hatta Rajasa yang memakai kopiah di kepalanya.

“Salat magrib berjamaah bersama @Prabowo08 @hattarajasa & sahabat2 lain. Bang Ical, tuan rumah, menjadi imam,” kicau Fadli Zon sekitar 55 menit yang lalu di twitternya.

Dalam kunjungan Prabowo dan Hatta ini, Ical menyerahkan secara resmi surat dukungan partai Golkar pada pasangan Prabowo Hatta. Pada deklarasi Prabowo-Hatta di Rumah Polonia Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, memang hanya dihadiri oleh Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham. Prabowo melarang Ical untuk hadir, sebaliknya ia memilih mendatangi Ical langsung di kediamanannya sebagai bentuk hormatnya pada pria yang disebutnya sebagai King Maker itu.(detik.com)




PAN: Satu Minggu ke Depan Ada Kejutan dari Demokrat

21251000-banjir254780x390Bogor (detikriau.org) — Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengaku optimistis melihat hasil pertemuan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pertemuan berlangsung di kediaman SBY, Puri Cikeas, Jawa Barat, Senin (19/5/2014) malam.

Menurut Zulkifli, akan ada kejutan dari Partai Demokrat.

“Partai Demokrat mendukung Prabowo-Hatta saya kira tinggal menunggu waktu saja. Lima hari sampai seminggu mendatang, saya kira akan ada kejutan,” ujar Zulkifli di kompleks Puri Cikeas, Senin (19/5/2014) malam.

Zulkifli mengatakan, secara formal, pasangan Prabowo-Hatta memang tidak mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat sebagai syarat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum. Namun, kata dia, dukungan yang akan disertakan ke KPU hanya sebuah formalitas.

“Tapi mudah-mudahan satu minggu mendatang, soal waktu saja, Demokrat akan sama-sama kami,” katanya.

Di dalam pertemuan ini, hadir pula sejumlah elite partai pendukung Prabowo-Hatta. Beberapa di antaranya yakni Sjarief Tjitjip Soetardjo (Partai Golkar), Zulkifli Hasan (Partai Amanat Nasional), dan Suryadharma Ali (Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Adapun, dari Partai Demokrat hadir Syarief Hasan, Jero Wacik, EE Mangindaan, dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Sementara itu, Hatta mengungkapkan, ia dan Prabowo sudah menyampaikan sejumlah gagasan di hadapan SBY. Menurut Hatta, gagasan yang mereka sampaikan ternyata memiliki kesamaan platform dengan Partai Demokrat.

“Walau pun secara formal kita sudah tahu bahwa Partai Demokrat itu menempatkan posisi tidak mendukung ke sana. Namun adanya kesamaan platform ini, kami harapkan memberikan sinyal yang kuat kepada Partai Demokrat dan pendukung Pak SBY untuk memberikan dukungan kepada kami,” kata mantan Menteri Koordinator Perekonomian ini.(*)

Sumber: Kompas.com

 




Menimbang Kekuatan Duel Prabowo-Hatta Vs Jokowi-JK

Foto: Liputan6.com
Foto: Liputan6.com

detikriau.org – Pemilu Presiden 2014 mendatang dipastikan hanya akan diikuti dua pasangan capres/cawapres,Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Seberapa besar kekuatan kedua pasangan ini?

Pasangan Jokowi-JK yang diusung oleh gabungan partai politik peserta pemilu 2014 yakni PDI Perjuangan dengan 109 kursi dari 23.681.471 (18,95%), Partai Nasdem 35 kursi dari 8.402.812 (6,72%), PKB 47 kursi dari 11.298.957 (9,04%) dan Partai Hanura 16 kursi dari 6.579.498 (5,26%). Pasangan ini mendapat kumpulan dukungan sebesar 39,97% suara sah nasional dengan 207 kursi DPR RI.

Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan koalisi Indonesia Raya dibawah pimpinan Partai Gerindra dengan kekuatan 73 kursi dari 14.760.371 (11,81%), PAN 49 kursi dari 9.481.621 (7,59%), PKS 40 kursi dari 8.480.204 (6,79%), PPP 39 kursi dari 8.157.488 (6,53%), Partai Golkar 91 kursi dari 18.432.312 (14.75%) dan PBB (1,46%). Pasangan ini mendapat dukungan total 48,93% suara sah nasional dengan jumlah kursi sebanyak 292.

Hingga saat ini, Partai dengan perolehan suara diurutan ke empat, Demokrat dengan 61 kursi dari 12.728.913 (10,19%), belum menentukan sikap politiknya. Opsi yang menguat di Rapimnas Partai Demokrat akhir pekan lalu, Demokrat memilih jalan netral dalam Pilpres 2014 ini. Keputusan resminya, Partai Demokrat bakal bersikap pada Selasa (20/5/2014) esok. (dro)




Dipanggil SBY, Prabowo Urung Bertemu Rhoma Irama

calon-presiden-rhoma-irama-memberikan-keterangan-pers-_140414193852-591JAKARTA — Calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto batal menemui Rhoma Irama malam ini, Senin (19/5). Prabowo dikabarkan langsung menuju kediaman SBY di Cikeas Bogor setelah bertemu Aburizal Bakrie.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu sebelumnya dijadwalkan akan bertemu Rhoma di kediaman raja dangdut itu. Tetapi tiba-tiba saja dikabari bahwa Prabowo tidak jadi datang malam ini.

“Beliau (Prabowo) dipanggil Pak SBY. Ke sini besok (Selasa 20/5) pukul 16.00 setelah pendaftaran dari KPU (Komisi Pemilihan Umum),” kata Rhoma di rumahnya di Jalan Pondok Jaya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (19/5).

Rhoma juga menyatakan siap jika diminta untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta dalam pilpres yang dilaksanakan 9 Juli mendatang. Bahkan, dia juga mengatakan kesanggupannya untuk membantu pemenangan pasangan Prabowo-Hatta.

Ditanya terkait apakah siap jika dirinya diajak untuk menjadi juru kampanye nasional (jurkamnas), pentolan Soneta itu mengatakan kesanggupannya. Tetapi, dia meminta semuanya untuk menunggu hasil pertemuannya besok. “Sabar ya, kita lihat besok,” ujarnya.

Seperti diketahui, Rhoma awalnya menjadi juru kampanye nasional PKB. Awalnya dia juga digadang-gadang akan menjadi bakal capres dari PKB. Tetapi, Rhoma kemudian menarik dukungannya kepada PKB secara resmi beberapa waktu lalu.(republika)